Mari kita buka firman Tuhan di dalam kitab Ibrani 10:19-23 disana ditemukan Firman
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus. karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya [tubuh-Nya] sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah DIBASUH dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia,yang menjanjikannya,setia.
Menghadap Allah Bapa dengan keyakinan yg teguh bukankah itu terdengar sangat baik terus bagaimana kondisi dari hati kita yang telah Allah ketahui yg ada pada kita. Mengejutkan bahwa didalam pandangan Tuhan, Allah menyatakan klo hati kita adalah hati yang salah,licik, dan jahat.
Manusia cenderung menghancurkan diri mereka sendiri dan sesamanya dengan berbagai cara dengan satu tujuan menjauh dari hadirat Allah. jadi bagaimana kita bisa mendapatkan kembali hati yg benar itu?? Allah telah menyediakan jawabanya bagi kita didalam diri Tuhan Yesus :" Akulah Jalan,Kebenaran dan Hidup'(Yohanes 14:6). Yesuslah kebenaran itu hati kita dibenarkan dalam hadirat-Nya yg maha suci.Hati kita menjadi bersih sama sekali karena Allah Roh Kudus sendiri bersemayam didalam hati kita sebagai Kebenaran yang memampukan kita untuk dapat mendekat,berdoa dan memiliki hubungan yang sempurna dengan-Nya.
Sekarang,itu bukan berkata bahwa kita harus datang kepada-Nya dengan hati yang tanpa dosa,Tuhan tidak berkata bahwa kita harus datang tanpa kesalahan. Akan tetapi pada permulaannya kita mau menekankan bahwa karena kita telah memiliki kebangkitan jiwa yang baru, karena kita telah dilahirkan kembali dari atas, kita harus percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati tanpa mau berargumentasi dengan Tuhan yg telah membawa kita kepada kebenaran. Firman Tuhan yg kita terima setiap hari baik yg kita dengar dari radio,televisi,surat elektronik maupun Alkitab kita sendiri sudah cukuplah bagi kita tanpa harus menambahi ato mengurangi.
Tuhan memberitahukan kita bahwa kita memiliki "keyakinan iman" ini karena adalah Tuhan sendiri yang telah menulis hukum-hukum-Nya di dalam hati kita. Tuhan sendiri yang telah menyatakan bahwa dosa-dosa kita tidak akan diingat-ingat lagi. Tuhan sendiri yang telah menetapkan bahwa kita tidak perlu lagi mempersembahkan binatang yang tidak bercacat sebagai kurban penebus dosa. Dan Tuhan sendiri telah menyatakan bahwa melalui tubuh Kristus kita memiliki jalan masuk ke dalam tempat Kudus yang paling kudus, dimana selama masa Perjanjian Lama hanya imam besar saja yang boleh masuk ke dalamnya.
Sekarang kita dapat masuk keHadirat Bapa karena Kristus telah menyediakan jalan bagi kita untuk dapat masuk kesana. Tuhan telah menyatakan bahwa sekarang kita memiliki Imam Besar Agung, yang memerintah di rumah Bapa, yang menjadi Pengantara bagi kita kepada Allah Bapa disurga. Bila kita memiliki keyakinan iman yang teguh Itu bukan berarti bahwa kita dapat berdiri disana dan melihat Tuhan dengan mata kepala kita sendiri. Itu bukan berarti bahwa kita sudah masuk ke dalam Surga dan secara pribadi ber-identifikasi dengan segala kemuliaan yang ada disana. Itu bukan berarti bahwa kita dapat melihat
kepada cermin dan melihat ke dalam hati kita secara fisik bahwa kita telah memiliki hati yang berbeda daripada sebelum kita diselamatkan. Itu bukan berarti bahwa kita dapat melihat ke dalam jiwa kita dan melihat bahwa sebelumnya kita memiliki jiwa yang kotor dan sekarang telah dibersihkan sama sekali. Tidak bukan demikian.
"Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah" (Matius 27:50-51)
Ketika Kristus masih berada di atas kayu salib semua hal-hal ini betul-betul terjadi secara harafiah. Ada "kegelapan" di daerah itu pada tengah hari, dan tabir yang menutupi Ruang Maha Kudus yang ada di dalam Bait Suci benar-benar terbelah dua. Tabir itu adalah tirai yang sangat besar, tingginya mungkin lebih dari 50 kaki dan tebalnya beberapa inci. Dan secara ajaib tabir itu benar-benar terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Ada alasan ilahi tersendiri mengapa hal itu terjadi seperti itu.
Kira-kira 1500 tahun sebelum Kristus pergi ke kayu salib, Allah memerintahkan supaya Kemah Suci didirikan di padang gurun sewaktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian di Kanaan. Di dalam Kemah Suci itu adalah satu ruangan yang dinamakan tempat Yang Maha Kudus. Dan di dalam tempat Yang Maha Kudus itu ada sebuah tabut, yaitu kotak emas yang di dalamnya terdapat dua loh batu yang tertulis sepuluh perintah Allah, dan pot yang berisi manna (yaitu roti surgawi), dan ada satu atau dua barang-barang lainnya.
Tidak ada orang yang pernah masuk ke dalam tempat Yang Maha Kudus kecuali imam besar. Setahun sekali, imam besar harus menyucikan dirinya dan kemudian mengenakan pakaian yang sangat khusus dengan serban dan sebagainya untuk masuk ke dalam tempat itu. Semua imam-imam lainnya tidak boleh masuk ke dalam Kemah Suci pada saat itu. Kemah Suci itu adalah kemah yang sangat besar dan bangsa Israel pada waktu itu masih mengembara di padang gurun.
Hanya imam besar keturunan Harun yang boleh masuk ke dalam tempat suci yang paling suci itu untuk memercikan darah ke atas tutup tabut yang disebut "tutup pendamaian". Dan di dalam tabut tersebut terdapat sepuluh perintah Allah (Keluaran 20, Ulangan 5). Jadi upacara ibadah ini sebetulnya menunjuk kepada darah Kristus yang dikurbankan sebagai "pendamaian" atas pelangaran-pelangaran kita terhadap hukum-hukum Allah. Kristus-lah yang telah mengorbankan darah-Nya untuk menyediakan keselamatan bagi umat-Nya.
Beberapa ratus tahun kemudian raja Salomo membangun Bait Suci di kota Yerusalem menurut rancangan yang diberikan Allah. Itu adalah suatu bangunan yang sangat besar dan permanen. Di dalam Bait Suci itu juga dibangun Ruang Maha Kudus yang akan dimasuki imam-imam besar setahun sekali untuk melakukan upacara ibadah. Bait Suci itu adalah tempat utama bagi bangsa Israel untuk beribadah untuk selama kira-kira 400 tahun, dan kemudian bangunan itu dan kota Yerusalem dihancur-leburkan sama sekali oleh bangsa Babel pada tahun 587 SM.
Pada akhirnya mungkin sekitar 50 tahun sebelum Kristus dilahirkan, Bait Suci itu dibangun kembali dan menjadi bangunan yang megah dimana di dalamnya terdapat tempat Ruang Yang Maha Kudus. Ruangan itu terpisah dari tempat kudus lainnya, yaitu tempat dimana ada altar untuk mempersembahkan kurban dimana setiap harinya ada domba yang dikurbankan disana.
Ketika Kristus pergi ke kayu salib, semua upacara-upacara pengorbanan ini tidak dijalankan lagi, semua hal-hal ini menunjuk kepada pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. Sebelum peristiwa kayu salib, tempat Yang Maha Kudus adalah tempat yang sangat suci, dan hal itulah membuat seluruh bangunan Bait Suci menjadi tempat yang suci, dan itu membuat kota Yerusalem, dimana Bait Suci berada, menjadi kota yang suci. Alasan utamanya adalah karena Allah Yang Maha Suci bersemayam di dalam Ruang Yang Maha Kudus.
Tetapi ketika Kristus menghembuskan nafas yang terakhir di atas kayu salib, tabir yang ada di depan Ruang Yang Maha Kudus itu secara ajaib terbelah dua dari atas sampai ke bawah sebagai tanda bahwa pembayaran atas upah dosa sudah dilunasi. Sekarang kita tidak lagi mempersembahkan kurban bakaran atau kurban darah atau merayakan hari-hari raya tertentu atau upacara-upacara lainnya dari hukum Taurat. Imam-imam tidak lagi masuk ke tempat Yang Maha Kudus untuk memercikan darah, Allah sudah merobek tabir yang ada di depan ruang Yang Maha Kudus sehingga ruangan itu terbuka lebar-lebar, dan sejak saat itu siapapun dapat melihat ke dalamnya.
Oleh karena itu tempat itu tidak lagi menjadi tempat yang suci. Bangunan Bait Suci bukan lagi menjadi tempat yang suci, kota Yerusalem yang ada di Timur Tengah tidak lagi menjadi kota yang suci. Semuanya sekarang dipusatkan pada Tuhan Yesus Kristus. Dia-lah Yang Maha Kudus. Kita harus selalu berfokus kepada-Nya bukan kepada bangunan Bait Suci yang ada di kota Yerusalem.