VIEW FULL VERSION: Link
Title: First Love
Tags:
Blog Entry: First Love   Masih bisa ingat kah kita waktu pertama kali kita lahir baru dan mengasihi Kristus dengan kasih mula-mula kita? Apa saja yang kita lakukan saat itu sebagai wujud ekspresi cinta kita pada Kristus? Yuk kita coba bagi-bagi kisah ini dengan satu atau dua orang yang ada di sekitar kita saat ini. Kalau saya, tidak banyak yang saya ingat tentang kisah cinta mula-mula saya dengan Kristus. Saya hanya menjadi lebih rajin untuk berdoa, membaca kitab suci, terbenam dalam pengajaran rasul-rasul dan memperbanyak waktu berkumpul dalam komunitas orang percaya. Rasanya tidak ingin melewatkan sedetik pun tanpa memikirkan atau membahas kasih Kristus yang begitu dahsyat dalam hidup ini. Setiap waktu yang saya lalui terisi dengan senandung ucapan syukur. Hal-hal sederhana mampu membuat saya tersungkur di hadapan Kristus untuk mengucap syukur. Semuanya benar-benar terlihat menakjubkan bagi saya yang saat itu baru saja mengalami kasih mula-mula. Namun sebagai manusia, ada kalanya saya mengalami kejenuhan dan saat-saat seperti itulah saya harus benar-benar waspada karena kasih tersebut sangat rentan untuk luntur atau berkurang kadar antusiasnya. Mari kita coba baca di kitab Wahyu 2:2-7. Ayat 4 dan 5 sangat menempelak hati saya ketika saya mendalami maknanya. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Wahyu 2:4-5) Kristus tidak meminta kita untuk mencapai tingkatan rohani tertentu atau memiliki keahlian tertentu dalam mengikutNya. Kristus hanya ingin kita untuk tetap konsisten dengan apa yang telah kita lakukan sejak semula. Kristus tidak ingin kita meninggalkan kasih mula-mula kita. Mungkin ada di antara kita yang aktif pelayanan dalam organisasi gereja, namun mari kita lakukan intropeksi lagi. Apakah semua pelayanan itu dilakukan dengan kasih yang berkobar bagi Kristus? Apakah semua itu dilakukan hanya sekedar memenuhi rutinitas dan tanggung jawab sebagai pelayan Tuhan dalam organisasi gereja? Hanya Bapa dan kita lah yang tau.. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:20)