VIEW FULL VERSION: Link
Title: God, aku sakit
Tags:
Blog Entry: Surabaya, 3 September 2008 Dan Kisahku kini Dimulai… God, hari ini di kampus penyakitku kambuh lagi. Demam dan keringat namun tidak panas. Huh, ini membuat aku harus konsentrasi lebih ekstra dalam mengikuti kuliah dan mulai hari ini aku selalu membawa jaket. Aku sendiri gak tahu juga apa seeehhh… penyebab dari penyakitku ini yang udah kuidap selama seminggu. Siangnya, jam 13.30 aku dibarengi kezia pergi ke poloklinik UKP untuk cek nih penyakit. Ternyata Bu Dokter menyaranku ku untuk pergi tes lab untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab tubuhku sering demam. Setelah meninggalkan poliklinik, aku langsung menghubung kedua orang tuaku di papua untuk mengabarkan keadaanku. Yaaaahhh… kalau gak dikabarkan, bisa gawat deh. Kalau tiba-tiba aku tepar disini, gak lucu khan??? Sedih sih waktu denger mereka sedih dengar keadaanku di surabaya. Aku jadi teringat. Kalau pas lagi sakit (ini waktu masih bareng ortu di jayapura), dimanjanya… wuuuiiii…. bisa minta apa aja. Tapi secara… sekarang udah jauh dari ortu dan statusku udah berubah jadi anak perantauan. Sedih rasanya kalau pas sakit dan tidak ada orang tua yang menemani. Okey2… sekarang stop dengan bermnja-manja. Kembali lagi ke ceritaku ini. Tepatnya jam 6 pm aku pergi ke lab Apotek Kimia Farma untuk ikut tes lab. Pertama-tama darahku yang diambil kemudian mareka meminta aku untuk bisa memberikan air urin untuk uji lab. Hohoho… awalnya sih aku agak ngerasa aneh karena aku pas pada saat itu gak ngerasa mau kebelet buang air kecil. Untungnya aku bisa buang air kecil dan airnya bisa dimasukkan dalam sampel tes urin. Yaaaahhh… emang sih kedngarannya agak geli, jijik dan jorok. Tapi apa boleh buat… toh yang namanya tes lab selalu kayak ginian. Aku disuruh tunggu selama satu jam untuk bisa dapat hasil tes labnya. Dari pada pulang balik, aku memutuskan untuk alangkah lebih bijaknya untuk nunggu aja di tuh apotek sampai satu jam penuh dan denger langsung hasil tes labnya. Sebenarnya hari ini seharusnya aku mengikuti acara persekutuan pelayan bareng anak-anak pengurus pelma lainnya. Namun karena harus tes lab pada jam yang sama makanya aku gak bisa ikut. Huh… waktu aku pergi untuk tes lab, gak ada satu orangpun yang menemani. Tidak juga sahabat-sahabatku karena mereka semua pada sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing dan juga mereka ikut acara persekutuan pelayan. Dalam penantian selama satu jam, aku merasa jantungku berdegup kencang dan banyak pertanyaan yang menari di dalam kepalaku. Aku bertanya-tanya dan menduga-duga dalam pikiranku sendiri tentang apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuhku ini. Kadang demam dan kadang tidak. Awalnya sih aku menduga kalau aku ini mungkin akan sakit typus. Ah, aku sendiri gak tahu deh. Toh aku ini bukanlah seorang ahli dalam masalah kesehatan. kalau masalah komunikasi, baaaarrruuuu… keahlianku bisa diadu. Hehehehe…. Ibu yang membawa amplop berwarna pink keluar dari dalam lab dan menyodorkanku hasil dari cek lab malam itu. Dan ternyata… semuanya diluar dugaan dan prediksiku dan lebih serius dari yang kupikirkan. kadar LEKOSIT dalam darahku sudah berada di ambang batas yaitu 11.000 dari yang seharunya 4000-11.000/cmm. Huah, aku benar0benar shock dan terdiam. Aku gak nyangka kalau bisa sampai setinggi itu lekosit dalam darahku. Lekosit tuh adalah sel darah putih yang bertugas untuk membunuh kuman. Kalau Lekosit ini tinggi, berarti tandanya ada bakteri yang masuk menginfeksi salah satu organ dalam tubuhku. Wah, aku bener-bener gak nyagka bisa kayak gini. Weitz… gak hanya sampai disitu tok. Penemuan selanjutnya yang tak akalah membuatku shock adalah bahwa dalam urinku terdapat KRISTAL CALCIUM OXALAT. Emang nih… sekarang statusku adalah anak yang lagi penyakitan. Rasanya masalah dan pencobaan saat ini datang beruntun dan aku sendiri gak tahu akapan masalah-masalah ini akan selesai. Saat aku pulang sindirian dari apotek kimia farma… rasanya tubuh ini udah gak ada tenaga untuk bisa berdiri tegap dan teguh. Ingin rasanya dalam perjalanan pulang aku menangis. Saat inilah aku merasa saat membutuhkan orang-orang terdekat untuk berada disisiku, mereka semua gak ada sama sekali. Aku mencoba tegar dan terus berjalan. Aku mencoba tersenyum walaupun dalam hati ini aku pengen banget nangis. Sampai di kost aku langsung melangkah dengan cepat menuju kamar kost dan menangis dihadapan Tuhan. Aku masih ingat kata pertama saat aku nangis dalam kost malam ini: “Tuhan, aku mengucap syukur atas penyakit ini”. Sedih banget rasanya. Belum lagi semua pikiran semakin berkecamuk dapam pikiranku. Apa yang harus aku katakan kepada kedua orang tuaku? aku tidak ingin mereka kepikiran dan sedih karena kondisi kesehatanku. Apa yang harus kukatakan kepada sahabatku? Huh, semuanya buat isak tangisku semakin menjadi-jadi. Segera setelah itu aku langsung mncari tahu tentang penyakitku di situs-situs internet dan fakta-fakta yang kudapatkan membuatku semakin sedih. Ternyata dari penyakit ini aku bisa saja naik ke stadium yang lebih tinggi dan lebih akut. Kondisiku akan lebih parah lagi bila aku tidak segera ikut proses terapi dan untuk penyembuhannya. Aaaaaarrrrrhhhh…. huh, aku bener-bener sedih saat ini. Aku ngerasa kok tiba-tiba hidupku ini kayak di sinetron-sinetron. Tiba-tiba aja aku kena sebuah penyakit yang tidak pernah aku sangka bahwa aku bisa mengidapnya. Aku sampai sempat berpikir: God, lebih baik aku ngelepasi cowok yang aku suka. Aku gak mau dia mendpaat cewek yang penyakitan seperti aku. AKu ignin dia mendapatkan yang lebih terbaik dari aku dan aku rela lepasin dia. Lebih baik dia bahagia bersama orang lain dari pada dia juga akan ikut bersedih dengan penyakitku ini. Kalau memang Tuhan punya rencana dibalik semua kesakitan dan prosesku ini, emangnya apa yang ingin Dia bentuk dalam diriku? Kenapa harus aku yang mengalaminya? Mulai besok kurasa… akan ada banyak hal yang berubah. Akan ada banyak hal yang tidak dapat kuulangi seperti hari-hari ini sebelumnya. Aku akan lebih merelakan dia (jujur, aku sayang sama dia walaupun mungkin dia gak tahu kalau aku sayang sama dia) untuk memilih orang yang lebih baik dariku. AKu ingin menjauh darinya dari pada ia akan sedih lihat keadaanku. Hal yang ajaib yang kurasakan saat ini adalah suka cita. Setelah nangis meler-meler sama Daddy JC, aku jadi lebih merasakan damai sejahtera. Benar-benar tenang. Sempat aku teringat dengan salah satu ayat dalam firman Tuhan yang mengatakan bahwa disaat kita lemah maka saat itulah kuasa Tuhan nampak dalam kehidupan kita. Jujur, aku merasa lebih dekat dengat Tuhan. Aku semakin mempercayai bahwa proses demi proses ini akan membentukklu menjadi seorang JENI yang bukan hanya cewe yang biasa-biasa saja namun aku bisa diubahkan menjadi JENI yang sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Walaupun sempat aku tadi gak mau dikunjungi kabidku dan aku diberikan semangat sama sahabatku kezia… semua ini membuat aku makin berpegang teguh pada-Nya. Toh aku tidak bisa memprediksikan berapa lama aku akan bisa bertahan hidup ataupun kapan aku akan meninggal. Dengan adanya penyakit ini, aku semakin menyadari untuk menghargai hidupku dan lebih efisien menggunakannya. Hidup dan matiku hanya berada dalam tangan Tuhan dan aku tidak dapat memprediksikan bagaimana kehidupanku ke depan. Semuanya hanya ada dalam tangan Tuhan Yesus. Bagaimana kisa kehidupanku selanjutnya? AKu tidak dapat menjawabnya. Biarkanlah dengan berjalannya waktu, Dia yang akan menjawab semuanya ini. Than You Lord Jesus…