VIEW FULL VERSION: Link
Title: Heboh Bahasa Roh, episode 1
Tags:
Blog Entry: Heboh Masalah Bahasa Roh   oleh: Suster Maria Andrea, P.Karm   Pendahuluan Artikel ini bermaksud menyoroti dua pertanyaan tentang karunia bahasa roh yang sempat "menghebohkan". Mengapa "menghebohkan"? Karena kedua pertanyaan itu sempat menimbulkan keraguan beberapa pihak untuk menggunakan bahasa roh, khususnya dalam acara doa bersama. Kedua pertanyaan tersebut adalah: Apakah bahasa roh boleh dipakai dalam acara doa bersama? Apakah artinya "bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman" (1 Kor 14:22)? Pada dasarnya, kedua-duanya mempermasalahkan kata-kata St.Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, khususnya pasal 14. Dalam suratnya ini, St.Paulus bermaksud "menertibkan" jemaat, antara lain dalam hal perkawinan, kebiasaan dalam perjamuan malam (yang tidak lain adalah Perjamuan Ekaristi), persatuan dalam jemaat, pertemuan jemaat, dan karunia-karunia Roh Kudus. Ada dugaan bahwa jemaat di sana begitu "mengagung-agungkan" karunia-karunia (termasuk karunia bahasa roh), sehingga kurang bijaksana dalam memakainya dan mengabaikan nilai kasih, maka St.Paulus mengajarkan cukup banayak hal tentang karunia-karunia Roh Kudus, antara lain: Semua karunia itu harus digunakan dalam semangat persatuan karena Pemberinya adalah Satu yaitu Roh Kudus (lihat 1 Kor 12 ). Semua karunia harus didasari oleh Kasih. Tanpa kasih, sisa-sia saja kita memakainya (lihat 1 Kor 13 ). Karunia-karunia itu mempunyai nilai yang berbeda-beda. Ada yang lebih utama dari yang lain. (lihat 1 Kor 14:27-31 ) Karunia nubuat lebih utama daripada karunia berbahasa Roh, kecuali jika karunia berbahasa roh itu disertai karunia tafsirannya (lihat 1 Kor 14:5 ). Mari kita lihat kedua pertanyaan itu satu per satu. I. Apakah bahasa roh boleh dipakai dalam acara doa bersama? Inti permasalahan Berikut ini adalah beberapa perkataan St.Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus yang mengundang pertanyaan "Apakah bahasa roh boleh dipakai dalam acara doa bersama?" : "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia." ( 1 Kor 14:2 ) "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat." ( 1 Kor 14:4 ) "Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!" ( 1 Kor 14:9 ) "Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya." ( 1 Kor 14:16-17 ) "Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh." ( 1 Kor 14:19 ) Dari beberapa perkataan St.Paulus tersebut, dapatlah kita simpulkan bahwa keraguan orang untuk menggunakan bahasa roh dalam acara doa bersama (atau pertemuan jemaat) sebagai berikut: "Karena bahasa roh tidak dapat dimengerti, maka orang yang hadir tidak akan dibangun atau dikuatkan. Jika demikian, bahasa roh tidak berguna dalam pertemuan jemaat dan karenanya tidak erlu dipakai dalam pertemuan jemaat." Benarkah bahasa roh tidak dapat dimengerti? Karunia bahasa roh dapat dibedakan/digolongkan menjadi dua: Karunia berbicara/berkata-kata dalam bahasa roh , dan Karunia berdoa dalam bahasa roh . Namun perlu diketahui bahwa walaupun kedua karunia ini sudah ada sejak zaman dulu, namun saat itu orang belum mengadakan pembedaan/penggolongan ini. Maka St.Paulus dalam tulisannya juga tidak membedakan keduanya . Karunia berbicara dalam bahasa roh sebenarnya mirip dengan karunia nubuat arena karunia ini menyampaikan pesan Tuhan. Hanya saja, pesan Tuhan itu disampaikan dalam rupa bahasa roh, sehingga baru bisa dimengerti jika disertai karunia tafsiran-nya. Ini berbeda dengan karunia berdoa dalam bahasa roh yang merupakan karunia untuk berdoa secara adikodrati. Dengan karunia berdoa dalam bahasa roh, roh kitalah --yang dibantu oleh Roh Kudus-- berdoa kepada Allah, sedang akal budi kita tidak ikut berdoa . Maka karunia berdoa dalam bahasa roh memang tidak dapat dimengerti oleh akal budi (bandingkan 1 Kor 14:2.14 ; Rm 8:26 ) to be continued...       Diambil dari : Hidup dalam Roh , majalah rohani   Katolik , Lembah Karmel