Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Results 1 to 20 of 20

Thread: Hukum Taurat

  1. Hukum Taurat

    Saya telah berjanji akan membuka topik baru dengan judul "HUKUM TAURAT".

    Tulisan-tulisan dibawah ini adalah sebagian dari karya saya pribadi, sangat panjang, semoga anda cukup sabar untuk membacanya bila anda berkenan.

    Tuhan memberkati.

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  2. [SIZE="6"]HUKUM TAURAT[/SIZE]


    PART ONE.

    Part One.

    Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa ada dua jenis hukum Taurat, yaitu yang dimaksud sebagai Sepuluh Hukum Allah, hukum-hukum yang ditulis oleh jari Allah sendiri diatas dua loh batu, yang diserahkan kepada Musa di Sinai ketika ia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan yang dimaksudkan sebagai hukum Musa sendiri, yaitu hukum-hukum yang ditulis oleh Musa dalam sebuah buku yang disebut kitab Taurat. Penghormatan bangsa Israel kepada kedua hukum itu saja berbeda, Sepuluh Hukum pada dua loh batu diletakkan dalam tabut perjanjian (Keluaran 40:20) dan kitab Taurat Musa diletakkan disamping tabut perjanjian (Ulangan 31:26).

    Ayat-ayat berikut berbicara tentang Hukum Taurat yang dimaksudkan sebagai Sepuluh Hukum Allah:
    Roma 13:8-10.
    13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
    13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
    13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
    Roma 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
    Roma 3:20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
    Roma 4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, disitu tidak ada juga pelanggaran.
    1 Yohanes 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
    Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
    Roma 7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!
    Yohanes 18:31 Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.
    Lukas 23:56b Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat
    Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya
    Roma 7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

    Dan ayat-ayat berikut berbicara tentang hukum Taurat yang dimaksud sebagai hukum Musa:
    1 Korintus 14:21 Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.
    1 Korintus 14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
    Lukas 2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan
    Yohanes 8:4, 5 - Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?
    Yohanes 12:34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?
    Ibrani 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan
    Ibrani 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
    Ibrani 10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --
    Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.

    Dan tentunya hukum lainnya seperti: mata ganti mata, gigi ganti gigi dll.

    Dalam mempelajari Alkitab dan berbicara tentang hukum Taurat, kita harus tahu membedakan antara keduanya menurut konteksnya, sebab bila tidak kita bisa salah mengerti dan memutar balikkan artinya yang dapat menyesatkan kita dan menjauhkan kita dari kebenaran. Suatu contoh yang jelas adanya perbedaan antara kedua kubu itu dinyatakan oleh dua ayat yang mewakili masing-masing kubu, yaitu kubu Sepuluh Hukum Allah dan kubu Hukum Musa, dan keduanya menyajikan suatu kontradiksi yang jelas.

    Dari kubu Sepuluh Hukum: Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

    Dari kubu Hukum Musa: Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.

    Kubu Sepuluh Hukum meneguhkan hukum Taurat oleh iman, kubu Hukum Musa membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Kelihatannya saling bertentangan padahal ditulis oleh orang yang sama dengan ilham Roh yang sama, dan kalau kita tidak dapat membedakannya, maka kita akan salah menafsirkan alkitab dan firman Allah akan diputar balikkan. Tetapi bila yang telah dibatalkan adalah hukum Musa dengan segala perintah dan ketentuannya (hukum upacara, sunat, hukum sipil, dll), maka Sepuluh Hukum tetap berdiri tegak dan oleh iman, hukum itu diteguhkan keberadaannya.

    Tetapi apakah anda termasuk diantara orang-orang Kristen yang percaya bahwa Hukum Taurat hanya bagi orang Israel saja, atau telah dipalangkan disalib Kristus dan tidak berfungsi lagi sejak saat itu? Atau apakah anda termasuk diantara orang-orang yang percaya bahwa Hukum Taurat tetap mengikat tetapi dengan pengecualian dan dispensasi tertentu?

    Bila ya, marilah kita selidiki apakah memang benar bahwa hukum Taurat itu hanya bagi orang Israel saja atau bahwa kematian Kristus di kayu salib telah meniadakan fungsi, eksistensi dan yurisdiksi Hukum Taurat atas umat manusia pada umumnya dan umat Kristiani khususnya, sehingga kita tidak lagi diwajibkan untuk memelihara dan melakukannya secara keseluruhan atau sebagian? Atau bahwa hukum itu masih mengikat tetapi dengan perubahan, pengecualian dan dispensasi.

    Bila anda percaya bahwa anda adalah orang berdosa yang tidak sempurna dan akan senantiasa membutuhkan darah Yesus untuk pengampunan dosa, maka secara tidak anda sadari anda telah mengakui legalitas dan eksistensi dari Hukum Taurat itu serta yurisdiksinya (wewenangnya) atas diri anda, yang menjadikan anda wajib memelihara dan melakukan hukum Taurat.

    Mengapa? Sebab:
    1. Dosa adalah pelanggaran Hukum Allah
    1 Yohanes 3:4
    2. Anda mengenal dosa melalui hukum Taurat (Roma 3:20; 7:7)
    3. Oleh hukum Taurat ini, dosa semakin dinyatakan (Roma 7:13)
    4. Hukum Taurat digunakan sebagai standard penghakiman (Yehezkiel 44:24; Roma 2:12; Yakobus 2:12) pada hari penghakiman-Nya (Pengkhotbah 12:14; 2 Kor. 5:10).

    Sebaliknya bila:
    1. Tidak ada hukum Taurat, tidak ada juga pelanggaran – Roma 4:15
    2. Tidak ada hukum Taurat, dosa tidak dapat diperhitungkan - Roma 5:13
    3. Bila dosa tidak diperhitungkan, maka tidak akan ada maut, sebab “upah dosa adalah maut” – Roma 6:23.

    Kita lihat bahwa Hukum Taurat, dosa dan diri anda mempunyai hubungan yang erat sekali dan saling terkait. Melalui Hukum Taurat ini, anda mengenal dosa dan bila anda melanggar Hukum Taurat, anda berbuat dosa dan dosa anda dinyatakan dan akhirnya dosa ini akan membuahkan maut.

    Hukum Taurat yang dimaksud disini sudah jelas adalah yang disebut dengan Taurat Allah atau disebut juga Sepuluh Hukum Allah yang ditulis sendiri oleh jari-jari Allah diatas dua loh batu yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Musa di Sinai. Mengapa hukum Taurat dalam hal ini Sepuluh Hukum Allah dapat menyatakan dosa kita? Sebab:

    1. Kesepuluh perintah yang tertulis pada loh-loh batu itu adalah perintah yang mengatur hubungan vertical yang baik dan benar dengan Allah dan hubungan horizontal yang baik dan benar dengan sesama manusia (Keluaran 20:2-17; Roma 13:8,9; Yakobus 2:8-12)
    2. Hukum itu adalah kudus, benar dan baik (Roma 7:12)
    3. Sebaliknya kita semua dikandung dalam dosa, dilahirkan dalam dosa dan semua orang berada dibawah kuasa dosa, tidak ada seorangpun yang benar, tidak ada seorangpun yang baik (Mazmur 51:7; 58:4; Roma 3:9-12).
    4. Prinsip hukum itu adalah kasih yang tidak mementingkan diri (agape), sifat yang menjadi kemuliaan Allah sebab Allah adalah kasih (Roma 13:10; 1 Yohanes 4:8). Sedangkan kita manusia memiliki sifat turunan yang cinta diri, yang menjadi sifat Adam sejak ia berdosa setelah kehilangan kemuliaan yang diciptakan Allah didalam dia, dan diwariskannya kepada keturunannya turun temurun secara genetis. Itulah sebabnya dikatakan “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23), sebab cinta diri bertolak belakang dan berseberangan dengan kasih yang tidak mementingkan diri yang menjadi kemuliaan Allah. Sifat alamiah manusia bertentangan dengan sifat Allah.
    5. Hukum ini menjadi standard penghakiman Allah untuk menghakimi manusia menurut perbuatannya (Kisah 17:31; Yehez. 14:24; Pengkothbah 12:13,14).

    Karena itu hukum Taurat adalah juga Sepuluh Hukum Allah atau TauratNya, berfungsi sebagai hukum Moral, menyangkut moral atau akhlak manusia yaitu bagaimana pandangan Allah tentang sifat-sifat moral, karena itu hukum Taurat adalah satu-satunya hukum yang dapat menjadi standard kebenaran dalam penghakiman, karena prinsip hukum itu, beralaskan pada sifat moral Allah yang kudus, benar dan baik dan tidak cinta diri. Hukum ini adalah transkripsi dari Pribadi Allah Pencipta langit dan bumi.

    Bila Hukum Taurat telah dipalangkan maka anda tidak membutuhkan Kristus sebagai Penebus dosa, sebab apapun yang anda perbuat tidak melanggar hukum apapun dan manapun juga, dengan demikian anda tidak dapat disebut berbuat dosa. Tidak ada hukum lain dalam Kitab Suci yang menyatakan dosa selain hukum Taurat ini. Bila hukum ini telah dipalangkan maka anda boleh bebas berzinah dengan istri tetangga anda, mencuri hartanya dan membunuh suaminya dan tidak ada yang boleh marah atau menghukum anda. Dan setelah semua itu anda tetap hidup selamanya, sebab tidak ada maut sebagai upah dosa. Tanpa hukum Taurat, manusia akan kehilangan pandangan atas moralitas dan kebenaran. Dengan berdalih untuk mengasihi sesama manusia, perzinahan terjadi dimana-mana, pencurian dan korupsi untuk kebahagiaan anak istri, dll. Hukum Taurat berprinsip pada sifat kasih Allah yang tidak mementingkan diri, dan bila itu berakhir disalib Kristus, manusia akan kehilangan pandangan atas kasih yang tidak mementingkan diri ini, dan yang tersisa adalah cinta diri semata.

    Tetapi karena kenyataannya hal itu tidak demikian dan bahwa kita semua masih tetap harus mati dan anda masih membutuhkan Yesus Kristus untuk pengampunan dosa dan kelepasan dari maut maka tentu mau tidak mau tanpa anda sadari, anda telah mengakui yurisdiksi atau wewenang, legalitas dan eksistensi (keberadaan) dari hukum Taurat itu, dalam hal ini ke Sepuluh Hukum Allah atau the Ten Commandments yang menjadikan anda wajib memelihara dan melakukan Hukum Taurat walaupun mungkin anda berpendapat dan mempercayai bahwa hukum itu telah disalibkan.

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Quote Originally Posted by wong ndeso View Post
    Bila Hukum Taurat telah dipalangkan maka anda tidak membutuhkan Kristus sebagai Penebus dosa, sebab apapun yang anda perbuat tidak melanggar hukum apapun dan manapun juga, dengan demikian anda tidak dapat disebut berbuat dosa. Tidak ada hukum lain dalam Kitab Suci yang menyatakan dosa selain hukum Taurat ini. Bila hukum ini telah dipalangkan maka anda boleh bebas berzinah dengan istri tetangga anda, mencuri hartanya dan membunuh suaminya dan tidak ada yang boleh marah atau menghukum anda. Dan setelah semua itu anda tetap hidup selamanya, sebab tidak ada maut sebagai upah dosa.

    Pemikiran anda sama sekali keliru. Paulus udah menegur pemikiran seperti ini karena memang step2nya ngaco:

    1. Hukum taurat dipalangkan (benar)
    2. Karena taurat, pelanggaran berlimpah (benar)
    3. Karena pelanggaran berlimpah, maka kasih karunia juga berlimpah (benar)
    4. Kalo begitu, melanggar saja, karena kan ada kasih karunia berlimpah(ngaco)

    Ngaconya di mana?

    Roma 6

    6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?


    Jadi Paulus dalam surat Roma berkata kita gak bisa lagi jadi hamba dosa, karena kita memang sudah mati bagi dosa (di dalam baptisan air yang melambangkan kematian Yesus). Jadi gak bisa karena kita udah dimerdekakan dan hukum taurat sudah dipantek di kayu salib lantas kita bebas ngapa2in.

    Hukum Taurat berprinsip pada sifat kasih Allah yang tidak mementingkan diri, dan bila itu berakhir disalib Kristus, manusia akan kehilangan pandangan atas kasih yang tidak mementingkan diri ini, dan yang tersisa adalah cinta diri semata.
    Itu kan kata anda. Tapi inilah tulisan2 di Perjanjian baru [sengaja saya bold] soal hukum taurat:

    1Kor. 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

    Rm. 7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

    Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,


    Gal. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (liat yang saya underline)

    Gal. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

    Tetapi karena kenyataannya hal itu tidak demikian dan bahwa kita semua masih tetap harus mati dan anda masih membutuhkan Yesus Kristus untuk pengampunan dosa dan kelepasan dari maut maka tentu mau tidak mau tanpa anda sadari, anda telah mengakui yurisdiksi atau wewenang, legalitas dan eksistensi (keberadaan) dari hukum Taurat itu, dalam hal ini ke Sepuluh Hukum Allah atau the Ten Commandments yang menjadikan anda wajib memelihara dan melakukan Hukum Taurat walaupun mungkin anda berpendapat dan mempercayai bahwa hukum itu telah disalibkan.

    In His love
    First, anda keliru kalo membedakan bahwa hukum taurat dibagi menjadi 2. Yang dipalangkan itu hukum taurat Musa, yang masih berlaku itu hukum taurat 10 commandments, demikian pemikiran anda. Pemikiran seperti ini kelihatan jelas dipake kalangan Sabat untuk membenarkan iman mereka.

    Simple logic aja, kalo ada yang disebut "hukum A" atau "hukum B", pasti ada perintah, larangan, dan hukuman. 10 perintah Allah gak bisa berdiri sendiri sebagai hukum, karena itu baru bicara soal perintah dan larangan, tapi belum bicara soal hukuman. Di mana hukumannya? Jelas pada keseluruhan hukum taurat. Ada hukuman untuk mencuri, berzinah, melanggar sabat, dll. Anda gak bisa melarang ini itu kalo gak ada hukumannya. Ada rajam, ada denda, ada pengucilan, ada penghapusan hak waris. Itu baru namanya hukuman, yang tentu saja tercantum dalam keseluruhan hukum taurat.
    Last edited by PlainBread; 5th October 2007 at 12:39 PM.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Where am I?
    Posts
    1,500
    Rep Power
    14

    point 4...
    memang sintesa yang salah yak.
    "giving with sincerity to others, just like Trinitarian God gives us love"
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. Taurat Tuhan ini oleh Paulus disebut saja hukum Taurat, kitalah yang harus membedakannya dari konteks firman Allah dengan Taurat Musa.

    Hukum Taurat yang menurut rasul Paulus adalah Sepuluh Hukum Allah sesuai konteksnya, terdapat di:

    Roma 2:12-15; 2:25-27; 3:19-21, 28, 31; 4:13-16; 5:13, 20; 6;14, 15; 7:4 – 9, 12, 14, 16; 8:3, 4; 10:4, 5; 13:8, 10;
    1 Kor. 15:56;
    Galatia 2;16, 18, 19, 21; 3: 2, 5, 10 – 13, 17 – 19, 21, 23, 24; 4:4, 5; 5:3, 4, 15, 18; 6:13.
    Filipi 3:5, 6, 9
    1 Timotius 1:7 – 9.

    Dari ayat-ayat diatas, bisa kita ketahui juga menurut konteksnya, ada beberapa ayat yang dimaksudkan Paulus sebagai Taurat Tuhan + Taurat Musa, ia tidak membedakannya.

    1 Korintus 9:20, 21; 15:56
    Galatia 2;16, 18, 19, 21; 3: 2, 5, 3, 10, 12; 6:13
    Filipi 3: 5, 6, 9

    Diluar ayat-ayat ini, ia memaksudkan hukum Taurat sebagai Sepuluh Hukum Allah atau Taurat Tuhan.

    Dan hukum Taurat yang menurut konteksnya dimaksudkan rasul Paulus sebagai murni Taurat Musa adalah:

    1 Korintus 9:8; 14:21, 34.
    Galatia 4:21; 5:3;
    Efesus 2:15
    Titus 3:9
    Ibrani 7: 5, 7, 19, 28; 8:4; 9:19, 22; 10:1, 8.

    (Maaf bila masih ada yang kelewatan, terlupakan)

    Bila anda menganggap maksud hukum Taurat menurut penulisan Alkitab, khususnya rasul Paulus adalah mencakup seluruh hukum, baik Sepuluh Hukum (Taurat Tuhan) maupun Taurat Musa, maka akan timbul banyak kontradiksi, demikian juga bila anda menganggap maksudnya khusus sebagai Taurat Musa saja. Kita harus bisa membedakan danmemisahkan maksudnya dengan mempelajari konteksnya, apakah maksudnya umum Hukum Taurat Allah + Taurat Musa, apakah hanya Taurat Tuhan, apakah hanya Taurat Musa, dengan demikian anda akan memiliki pemahaman Firman Allah yang harmonis dan tidak bertentangan, baik sesama penulisan Paulus, maupun bila dibandingkan dengan penulisan para penulis Alkitab lainnya.

    Sebagai contoh:

    Pertentangan diantara penulisan rasul Paulus sendiri, bila kita tidak dapat membedakannya:
    Contoh 1.
    Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
    VERSUS
    Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.

    Bagaimana bisa dibenarkan dengan melakukannya, bila sudah dibatalkan.
    Contoh 2.
    Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
    VERSUS
    Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.

    Mana yang benar nih, diteguhkan atau dibatalkan?
    Contoh 3.
    Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
    VERSUS
    Galatia 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

    Siapakah yang ditebus? Mereka yang takluk kepada hukum Taurat? Apakah artinya takluk? Artinya berada dibawah perundangan atau jurisdiksi hukum itu. Anda sebagai warga Negara Indonesia takluk kepada hukum-hukum Indonesia, kalau tidak anda pasti melanggarnya dan dihukum. Tetapi anda tidak takluk kepada hukum Negara Amerika. Jadi takluk kepada hukum artinya anda menurut hukum, melakukan hukum itu.

    Jadi, menurut contoh 3; bagaimana mungkin Yesus bisa menebus mereka yang tidak takluk kepada hukum Taurat, yang menganggap dirinya tidak berada dibawah hukum Taurat, tidak berada dibawah jurisdiksi hukum itu, tidak wajib melakukan hukum Taurat, sebab sudah dianggapnya dan diterimanya sebagai telah berakhir disalib Kristus, dan sekarang ia berada dibawah kasih karunia? Bagaimana Ia dapat menerima mereka sebagai anaknya?

    Contoh 4.
    Roma 7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.
    Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
    Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
    VERSUS
    Ibrani 7:19 -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.

    Bagaimana mungkin hukum Taurat yang kudus, benar dan baik, yang membenarkan orang yang melakukannya, yang tidak dibatalkan oleh iman, malahan diteguhkan, ternyata adalah hukum yang sama sekali tidak membawa kesempurnaan, artinya tidak menjadikan orang benar, tidak menjadikan orang baik, tidak menjadikan orang kudus?

    Belum lagi bila dibandingkan dengan penulisan para penulis Alkitab lainnya:

    Contoh 1.
    Mazmur 19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
    Mazmur 40:9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
    Mazmur 119:1 Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
    Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
    Matius 5:17 - 18 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”
    VERSUS
    Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.
    Ibrani 7:19 -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.

    Bagaimana mungkin Hukum Yang sempurna, menyegarkan jiwa, memberikan hikmat, yang ada didalam dada Daud, yang menjadikan hidupnya tak bercela, yang akan Allah letakkan didalam batin dan mengukirnya dalam hati setiap orang yang percaya sesudah Kristus disalibkan, yang Yesus tidak batalkan dan akan bertahan sampai langit dan bumi ini berlalu, dapat dibatalkan Paulus dan menganggapnya sebagai hukum yang sama sekali tidak bisa menyempurnakan tabiat orang yang melakukannya? Bila sudah dibatalkan bagaimana Allah bisa menuliskannya didalam hati orang percaya?

    Masih banyak contoh pertentangan lagi bila kita tidak bisa membedakan maksud tulisan rasul Paulus bila ia menulis hukum Taurat didalam surat-suratnya menurut konteksnya dan bila tidak bisa membedakan arti dan fungsi hukum.

    Tetapi Allah tidak bertentangan sama sendiri, para penulis Alkitab semuanya diilhami Roh yang sama, oleh karena itu, mustahil ada pertentangan, yang ada haruslah harmonisasi diseluruh Alkitab.

    Contohnya: Yeremia 31:33 harmonis dengan Matius 5:17, 18 dan harmonis dengan Roma 3:31 dan harmonis dengan Galatia 4:5.

    Oleh karena itu, penulisan saya yang panjang lebar ini biarlah membawa manfaat bagi para pembaca yang budiman. Berprinsip pada tidak mungkin ada pertentangan antara sesama penulis Alkitab, maka marilah kita mengartikan setiap kata “hukum Taurat” didalam penulisan-penulisan rasul Paulus sesuai konteksnya, sesuai perbedaan yang ada antara hukum Taurat sebagai Sepuluh Perintah Allah dan hukum Taurat yang dimaksud sebagai Taurat Musa.

    In His love.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. To PlainBread.


    Pemikiran anda sama sekali keliru. Paulus udah menegur pemikiran seperti ini karena memang step2nya ngaco:

    1. Hukum taurat dipalangkan (benar)
    2. Karena taurat, pelanggaran berlimpah (benar)
    3. Karena pelanggaran berlimpah, maka kasih karunia juga berlimpah (benar)
    4. Kalo begitu, melanggar saja, karena kan ada kasih karunia berlimpah(ngaco)
    Bila pemikiran anda yang benar maka apa yang terjadi:

    1. Hukum taurat dipalangkan (benar”

    Maka Allah tidak bisa menaruh TauratNya didalam batin saudara dan menuliskannya didalam hati saudara, agar saudara boleh menjadi umatNya dan Ia Allah saudara.

    Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

    Sesudah waktu itu? Sesudah Yesus disalibkan! Sesudah manusia ditebus dari dosa dan maut. Untuk kaum Israel yang mana? Bukan cuma untuk mereka tetapi juga kita, “Israel rohani.”

    Roma 11:17-21.

    11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah
    11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
    11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
    11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
    11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu

    Saudara sebagai “tunas liar” telah dicangkokkan pada “pohon zaitun yang penuh getah.” Saudara sebagai orang yang percaya kepada Yesus, ikut menerima bahagian yang dijanjikan karena iman.

    Jadi bila saudara mengaku percaya kepada Yesus tetapi mengatakan HukumTaurat sudah dipalangkan, saudara bvukan umat Allah dan Allah bukan Tuhan saudara, karena bagaimana mungkin Ia menaruh dan menuliskan TauratNya didalam batin dan hati saudara untuk menjadikan saudara umatNya dan Ia Tuhan saudara???

    2. Karena taurat, pelanggaran berlimpah (benar)
    Saya setuju, karena Taurat Tuhan begitu kudus, benar dan baik (Roma 7:12), maka sifat-sifat manusia yang cinta diri menjadi nyata dosanya, dan pelanggaran terjadi dimana-mana.

    3. Karena pelanggaran berlimpah, maka kasih karunia juga berlimpah (benar)
    Saya setuju karena demikian kata Paulus.

    4. Kalo begitu, melanggar saja, karena kan ada kasih karunia berlimpah(ngaco)
    Itu kata Paulus, jadi tujukan kata anda NGACO kepadanya.

    Sebaliknya bila:
    1. Tidak ada hukum Taurat, tidak ada juga pelanggaran – Roma 4:15
    2. Tidak ada hukum Taurat, dosa tidak dapat diperhitungkan - Roma 5:13
    3. Bila dosa tidak diperhitungkan, maka tidak akan ada maut, sebab “upah dosa adalah maut” – Roma 6:23.

    Akibat yang PASTI timbul dari tidak adanya hukum Taurat adalah seperti yang ia katakan. Tetapi justru karena hukum Taurat itu masih ada, Yesus tidak meniadakannya, bertahan sampai akhir zaman, Paulus meneguhkannya oleh imannya dan Allah akan menuliskannya didalam hati orang percaya, maka orang tidak bisa semena-mena melanggar hukum taurat mentang-mentang ia dibawah kasih karunia (Roma 6:1, 2).

    Penyajian saya adalah jelas dan harmonis dengan maksud Paulus, saudara saja yang kurang memahaminya atau tidak mengerti, karena bagi saudara Hukum Taurat sudah dipalangkan, tetapi tidak bagi Paulus, Yesus dan saya.

    Ngaconya di mana?

    Roma 6

    6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

    Jadi Paulus dalam surat Roma berkata kita gak bisa lagi jadi hamba dosa, karena kita memang sudah mati bagi dosa (di dalam baptisan air yang melambangkan kematian Yesus). Jadi gak bisa karena kita udah dimerdekakan dan hukum taurat sudah dipantek di kayu salib lantas kita bebas ngapa2in.
    Paulus berkata di Roma 6:1-8.
    6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
    6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
    6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
    6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
    6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

    Bukan hukum Taurat yang dipantek di kayu salib, tetapi manusia lama saudara yang berdosa dan pemberontak terhadap hukum Taurat Tuhan.

    Melalui baptisan oleh karena iman kepada Yesus, anda menyalibkan manusia lama yang jahat dan penuh dosa serta hawa nafsu daging, saudara menjadi “manusia baru”, yang memiliki Roh Tuhan dan TauratNya yang dituliskan dalam hati saudara, sehingga saudara bisa hidup sesuai tuntutannya.

    Jadi yang dipantek di kayu salib bukan Taurat Tuhan, tetapi manusia lama saudara, ikut mati bersama Yesus, supaya saudara bisa lahir sebagai manusia baru yang taat dan tunduk kepada hukum Taurat sebab saat itu juga Allah menaruhnya didalam batin saudara dan menuliskannya didalam hati saudara.

    Itu kan kata anda. Tapi inilah tulisan2 di Perjanjian baru [sengaja saya bold] soal hukum taurat:

    1Kor. 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

    Rm. 7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

    Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,


    Gal. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (liat yang saya underline)

    Gal. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
    Saudara menuliskan semua ayat itu untuk mengcounter tulisan saya:

    Hukum Taurat berprinsip pada sifat kasih Allah yang tidak mementingkan diri, dan bila itu berakhir disalib Kristus, manusia akan kehilangan pandangan atas kasih yang tidak mementingkan diri ini, dan yang tersisa adalah cinta diri semata.
    Padahal, bila Allah tidak menuliskan TauratNya didalam hati saudara, dimana kasih adalah kegenapan hukum Taurat, maka saudara tidak akan pernah bisa menjadi orang yang memiliki kasih Tuhan, saudara akan tetap menjadi manusia lama, yang selfish, yang cinta diri. Jadi pernyataan saya benar!

    1Kor. 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

    Hukum Taurat menyatakan dosa anda, ia satu-satunya hukum Allah yang berkuasa menyatakan dosa anda. Pelanggaran terhadapnya adalah dosa (1 Yoh. 3:4) dan upahnya adalah maut (Roma 6:23). Dosa adalah sengat yang beracun dan mematikan, sebab membawa maut, dan hukum Tauratlah yang berkuasa menyatakan anda orang berdosa oleh pelanggaran terhadap perintahnya.

    Rm. 7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

    Apakah kehidupan dalam daging itu?

    Roma 8:5-8
    8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
    8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
    8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
    8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
    Kehidupan dalam daging adalah kehidupan menuruti keinginannya, dan keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah, suatu hal yang tidak mungkin baginya untuk takluk. Oleh karena itu, orang yang hidup dalam daging, hidup bertentangan dengan hukum Allah, dirangsang oleh hukum Taurat untuk menurut, hawa nafsu dosa yang timbul dari keinginan daging selalu menentangnya, sebab mereka berseteru, tidak mungkin keinginan daging takluk kepada hukum Taurat. Dan ia selalu menang, akibatnya anggota-anggota tubuh saudara melakukan keinginannya, akhirnya adalah maut.

    Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
    Suatu ayat yang sangat indah, pernyataan kasih Allah yang tak terhingga.
    Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh hukum Taurat didalam hati dan kehidupan manusia karena tidak berdaya oleh keinginan daging? Yaitu menjadikan dia orang benar dengan menurut hukum itu! Ia selalu kalah karena keinginan daging lebih kuat dalam perseteruan diantara mereka berdua.

    Roma 7:18-25.
    7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
    7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
    7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
    7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
    7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
    7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
    7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
    7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
    Didalam manusia tidak ada sesuatupun yang baik, yang ada hanyalah kehendak untuk berbuat hal-hal yang jahat – ayat 18.
    Yang terjadi selalu hal yang jahat padahal aku sungguh ingin berbuat yang baik – ayat 19.
    Itu disebabkan karena bukan aku yang melakukannya, tetapi dosa yang ada didalam akulah yang melakukannya – ayat 20.
    Akibatnya, Paulus berkesimpulan bahwa ada suatu hukum didalam dirinya, bak hukum gravitasi, dimana apapun yang dilempar keatas selalu jatuh kebawah, demikian pula apapun keinginannya untuk berbuat baik dan batinnya menyukai hukum Allah, yang dilakukannya selalu yang jahat, itu disebabkan oleh adanya dosa didalam anggota-anggota tubuhnya, yang menawan dia, yang membuatnya tak berdaya, dan jadilah dia budak atau tawanan dosa – ayat 21 – 23.
    Dan iapun menutuk dirinya: Aku manusia celaka, siapakah yang dapat membebaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita! – ayat 24.

    Caranya: (Roma 8:3)

    Allah mengutus Yesus Kristus, dilahirkan didalam daging yang serupa dengan kita, yaitu daging yang dikuasai dosa karena dosa, sehingga ia dapat merasakan pencobaan apapun yang mencobai manusia - Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa – Ibrani 4:15 – tetapi Ia menang atas dosa, ia menjatuhkan hukuman atas dosa dan dosa dihancurkannya, dikalahkannya, didalam dagingnya yang serupa dengan kita. Sesuatu perkara yang tidak dapat dilakukan oleh hukum Taurat, sebab itu hukum dikatakan hanya dapat menyatakan dosa kita saja, tidak dapat membenarkan kita, sebaik dan setekun apapun anda melakukannya.

    Tetapi, Allah, melalui Yesus Kristus, telah melakukannya untuk kita, agar supaya “tuntutan hukum Taurat digenapi didalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh” – Roma 8:4.

    Oleh iman, melalui RohNya, Ia memampukan kita mengalahkan dosa didalam kita, yang tidak bisa kita kalahkan melalui penurutan kepada hukum saja, sehingga tuntutan hukum Taurat bisa digenapi kini didalam anda, artinya anda dijadikannya orang benar. Tanpa iman adalah sia-sia, kita tetap kalah, karena Yesus telah berkata - sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa – Yoh. 5:5.

    Tanpa Yesus anda tetap orang yang cinta diri, tanpa Yesus anda tetap manusia lama, tanpa Yesus anda tidak akan pernah takluk kepada hukum Taurat, sebab keinginan daging berseteru dengannya. Oleh karena itu, ia datang dan mati, menghancurkan dosa, agar anda dapat dibebaskannya dari hukum dosa itu yang menawan anda, dari sifat cinta diri anda sumber segala keinginan daging, kepada citra Allah, sebab kegenapan hukum Taurat, yaitu kasihNya (Roma 13:10) terjadi didalam anda. Itulah moment yang Allah katakan melalui nabi Yeremia – Aku akan menaruh TauratKu didalam bathin mereka dan menuliskannya didalam hati mereka – sehingga saudara kini menjadi manusia baru, menjadi umat Allah dan Allah Tuhan saudara – Yer. 33:31.

    Puji Tuhan atas rencana keselamatanNya yang begitu indah dan kasihnya yang begitu agung dan tak terselami, sehingga melalui pengorbanan yang tiada tara, Allah menjadi manusia dan mati untuk kita, saudara dan saya disanggupkanNya untuk mengalahkan dosa, menjadi orang benar, memiliki hukum Taurat didalam hati dan batin saudara, sehingga saudara dapat memenuhi tuntutannya.

    Gal. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (liat yang saya underline)
    Pada ayat 9 dikatakan: “Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.” Tetapi “semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada dibawah kutuk”. Iman mendatangkan berkat, pekerjaan mendatangkan kutuk, atau membuat seseorang berada dibawah kutuk. Kutuk ada pada semua orang, karena “barang siapa tidak percaya ia telah berada dibawah hukum, sebab ia tidak percaya kepada nama Anak Tunggal Allah” – Yoh. 3:18. Iman membuang kutuk itu.

    Siapakah yang berada dibawah kutuk? Semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat! Perhatikan, ayat itu tidak mengatakan bahwa mereka yang melakukan hukum Taurat berada dibawah kutuk, karena hal ini akan bertentangan dengan Wahyu 22:14 - Berbahagialah mereka yang melakukan hukum-hukumNya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Bertentangan dengan Mazmur 119:1 - Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Dan bertentangan dengan Yeremia 31:33.

    Jadi mereka yang beriman adalah orang-orang pemelihara hukum, memelihara Taurat Tuhan yang ditaruh dalam batin mereka dan ditulis didalam hati mereka, memiliki kegenapan hukum Taurat. Ada Kristus didalam hati mereka, ada TauratNya didalam hati mereka, jadilah mereka pemelihara hukum Taurat, karena Ia sendirilah yang melakukan baik kemauan maupun pekerjaan didalam dan melalui mereka (Filipi 2:13). Kita dijadikan pelaku hukum oleh Allah, bukan dengan megerjakannya sendiri.

    Sebab bila kita mengerjakan hukum Taurat oleh usaha diri kita sendiri, maka yang semakin nyata hanyalah dosa kita, seperti kata Paulus, aku mau berbuat baik, yang jahat ada padaku, aku suka akan hukum Allah tetapi anggota-anggota tubuhku melakukan keinginannya sendiri, jadilah aku tawanan dosa. Tanpa Kristus kita tidak dapat ebrbuat apa-apa, tanpa Kristus usaha kita mengerjakan hukum Taurat hanyalah membawa kutuk.

    Membaca dengan teliti Galatia 3:10, mereka yang terkutuk bukan para pemelihara hukum Taurat yang beriman (mereka diberkati), melainkan mereka yang tidak melakukan hukum itu. Kutuk adalah pelanggaran hukum – Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut – dosa adalah pelanggaran hukum – 1 Yoh. 3:4 – upah dosa adalah maut – Roma 6:23.

    Mengapa mereka dikutuk? Sebab mereka “tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis didalam kitab hukum Taurat.” Mereka dikutuk bukan karena melakukannya melainkan karena tidak melakukannya.

    Jadi mereka yang mengerjakan hukum Taurat dari usahanya sendiri diluar Kristus bukanlah orang-orang yang melakukan hukum itu. Keinginan daging adalah perseteruan terhadap hukum Allah, , karena ia tidak takluk kepada hukum itu, hal ini memang tidak mungkin baginya – Roma 8:7. Seperti saya katakan, berusaha melakukan hukum Taurat untuk mendapat pembenaran tanpa iman, hanyalah semakain menyatakan dosa kita saja, dan oleh karena itu mereka akan dikutuk. Tetapi mereka yang beriman, sesuai dan harmonis hidupnya dengan hukum Taurat, sehingga bukan berada dibawah kutuk tetapi berkatlah yang mereka terima, kebenaran, kesucian dan kekudusan. Karena ada Taurat Tuhan didalam hati, karena ada Kristus didalam hati yang menggenapi tuntutan hukum Taurat bagi kita.

    Bagaimana bila anda bilang hukum Taurat telah dipalangkan? Telah selesai, tak mengikat, tak berfungsi, tidak berada dibawah jurisdiksinya? Itu hanyalah penafsiran yang keliru atas hukum Allah, TauratNya yang menyegarkan jiwa, TauratNya yang baik, benar dan kudus, TauratNya yang harus digenapi tuntutannya diddalam hati anda.

    Semoga penjelasan yang panjang lebar tidak membosankan dan boleh menambah pengetahuan dear Forums akan kehendakNya.


    In His love



    ***************modnote **************
    buat wong ndeso:
    kalau mau berdiskusi, gunakan teknik quote/unquote yang ada (umum) di forum. semua forum menggunakan sistem seperti ini. tidak ada yang mau diskusi kalau anda pakai bahasa (quote) tidak standar karena itu sangat menyulitkan semua orang. selain cara manual ada juga cara sederhana/ gampang dengan klik button di kanan bawah tiap post. untuk kali ini moderator yang merapikan, tapi untuk kedepan moderator akan langsung menghapus post seperti itu (mod juga capek kalau terus2an begitu, member dong yang perlu belajar). oke?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Wong Ndeso, I tried to reply yours, tapi quote n unquote elu sangat mengganggu. Gue jadi susah banget milah2. Kalo dibenerin gue bakal dateng lagi ke thread ini dan diskusi lagi. Thanks.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  8. ya tolong masalah quote unquote itu dibenerin dulu, pusing bacanya. Caranya adalah ketik [quote ] dan diakhiri dengan [/quote ], (hilangkan spasi antara huruf e dan kurung tutup)
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  9. [SIZE="4"]HUKUM TAURAT[/SIZE]


    PART TWO.

    Sebagai ilustrasi:

    Bila anda seorang yang patuh akan hukum lalulintas, tentu anda akan berhenti disaat lampu lalulintas menunjukkan lampu merahnya, memberi kesempatan kepada mobil lain untuk melintas didepan anda. Tetapi apa yang terjadi bila anda tidak mematuhi hukum lalulintas?

    Anda akan terus mengendarai mobil anda walaupun lampu lalulintas menyala merah, dan akibatnya anda akan menabrak atau ditabrak oleh mobil lain yang berjalan dijalur yang benar. Pelanggaran hukum lalulintas mengakibatkan kerugian bagi anda dan orang lain yang disebabkan oleh kesalahan anda, mungkin saja ada korban jiwa dalam tabrakan itu.

    Tetapi bagaimana bila tidak ada “traffic light” atau lampu pengatur lalulintasnya? Tentu saja anda bebas mengendarai kendaraan anda, bila terjadi tabrakan, tidak ada hukum yang bisa menyalahkan anda. Demikian juga tidak ada orang bisa menyalahkan anda karena tidak berhenti di perempatan jalan agar mobil lain bisa lewat terlebih dahulu Dengan tidak adanya hukum lalulintas, anda bebas mengendarai kendaraan anda semaunya, tidak akan ada pelanggaran hukum, bila ada kecelakaan akibat dari keadaan ini, anda tidak bisa disalahkan.

    Ilustrasi lain, ketika anda menghentikan mobil anda ditepi jalan tentu anda tidak akan menerima bila “ditilang” oknum Polisi yang mengatakan anda tidak boleh berhenti disitu padahal tidak ada tanda dilarang berhenti tersebut. Bila Polisi itu bertahan bahwa anda bersalah, anda tentu akan bertahan bahwa anda juga benar, sebab memang tidak ada tanda dilarang berhenti (stop) ditempat anda menghentikan mobil itu atau disepanjang jalur jalan tempat anda berhenti, sebab anda telah memastikan sebelumnya. Anda hanya mau menerima tilang itu bila memang ada tanda dilarang berhenti (stop), anda mengaku bersalah bila melanggar hukum lalulintas.

    Sama dengan Hukum Taurat, rasul Paulus mengatakan, bahwa bila hukum itu tidak ada, maka tidak ada juga pelanggaran. Dan bila tidak ada hukum Allah, dosa tidak dapat diperhitungkan (anda tidak bisa dianggap berdosa), dan bila dosa tidak dapat diperhitungkan, anda tidak akan mati, sebab upah dosa adalah maut. Tetapi kenyataannya tidak demikian, bukan? Kita semua masih harus mati, baik kematian pertama maupun kematian kedua sebagai upah dosa bagi yang mati dalam dosa. Itulah sebabnya, hukum Taurat itu masih ada, berwenang penuh menyatakan dosa anda dan menghakimi anda nanti pada hari Penghakiman Allah. Dan ini berlaku atas semua orang, baik yang percaya kepada Kristus maupun yang menolakNya. Jadi kita harus menerima kenyataan bahwa Hukum Taurat itu ada dan masih berfungsi dengan baik bagi semua orang khususnya umat Kristiani. Banyak orang berpendapat bahwa mereka membutuhkan Yesus Kristus untuk menebus dosa mereka tetapi tidak membutuhkan Hukum TauratNya yang menyatakan dosa mereka dan akan menghakimi mereka. Ini sungguh tidak masuk akal dan mereka itu telah mempercayai suatu kebodohan.

    Demikianlah ajaran Alkitab dan logika diatas yang menerangkan kepada kita adalah tidak benar bila kita berpendapat dan mempercayai bahwa Hukum Taurat sudah disalibkan, sudah selesai dan tidak berfungsi lagi sejak 2.000 tahun yang lalu bagi semua orang khususnya umat Kristen. Pembuktian alkitabiah kita dapatkan dari tulisan para rasul dan ucapan Yesus Kristus sendiri. Apakah para rasul dan Yesus Kristus mengajarkan bahwa Hukum Taurat telah ditiadakan dan tidak berfungsi lagi?

    Berikut pernyataan Rasul Paulus:

    “Adakah kami meniadakan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya kami meneguhkannya.” – Roma 3:31.

    Dengan tegas rasul Paulus mengatakan bahwa ia tidak meniadakan hukum Taurat oleh sebab iman kepada Kristus. Kesimpulan ini Paulus katakan setelah ia menerangkan dengan panjang lebar bahwa tidak ada seorangpun manusia yang bisa mendapatkan pembenaran yang membawa hidup dari penurutannya akan hukum Taurat sebaik apapun usahanya (Roma 3:10-20; Galatia 2:16), karena pada dasarnya manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan dikuasai dosa (Roma 3:23), maka usaha terbaik mereka sebagai seorang manusia didalam penurutan akan hukum Taurat yang kudus tidaklah cukup untuk bisa mendapatkan pembenarannya, karena prinsip hukum itu bertolak belakang dengan sifat mereka. Kasih yang tidak mementingkan diri versus cinta diri, oleh karena itu segala kesalehan, perbuatan baik dan benar seorang manusia dimata Allah tidak lebih dari pada sekedar kain kotor (Yesaya 64:6). Satu-satunya pembenaran yang membawa hidup hanyalah pembenaran yang datang dari Allah melalui kasih karuniaNya sebagai suatu pemberian yang cuma-cuma bagi mereka yang beriman kepada Kristus (Roma 3:21-28; Titus 2:11), yang dipangilNya dan dijadikanNya orang-orang kudus (Roma 1:7).

    Tetapi hal ini tidak meniadakan hukum Taurat dan kewenangannya atas kita. Kita tetap wajib memelihara dan melakukan hukum Taurat, tetapi tidak lagi dalam perspektif mencari pembenaran yang membawa hidup, sebab itu akan sia-sia, tetapi sebagai suatu kesaksian bahwa kita hidup dalam iman kepada Yesus Kristus yang menjadikan kita orang-orang pemelihara hukum, sebab Ia sendiri yang menjalankan segenap kebenaranNya didalam kita dan melalui kita (Filipi 2:13) sama seperti ketika Ia hidup didunia ini 2.000 tahun yang lalu, yang menjadikan kita orang-orang benar yang kudus, yaitu orang-orang yang memelihara hukum Allah dan iman Yesus (Wahyu 14:12).

    Dengan demikian nubuatan nabi Yeremia menjadi kenyataan:
    Yeremia 31:33 - Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

    Sesudah waktu itu? MaksudNya adalah sesudah Mesias disalibkan, sesudah korban penebusan dilakukan! Dan kaum Israel yang dimaksud adalah “Israel rohani”, yaitu anda dan saya yang oleh karena iman kepada Kristus ikut menerima bahagian dari janji Abraham.

    Roma 11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

    Efesus 1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya --

    Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

    Dan bila hukum Taurat telah ditaruh dan diletakkan Allah didalam batin dan relung hati saudara, apakah yang terjadi? Kita akan berkata: “aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku” - Mazmur 40:9. Yesus berkata: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” - Yohanes 14:15.

    Pernyataan rasul Paulus diatas dan perkataan Yesus Kristus dibawah ini menjadi suatu tamparan bagi mereka yang mengatakan bahwa orang Kristen sekarang tidak lagi berada dibawah yurisdiksi Hukum Taurat oleh karena iman kepada Kristus. Mereka berkata, tidak lagi membutuhkan Hukum Taurat, sebab melalui kuasa Roh Kudus yang mereka terima didalam iman, mereka akan dipimpin olehNya dalam suatu kehidupan yang suci tanpa dosa. Suatu kepercayaan yang bertentangan dengan kepercayaan rasul Paulus, yang tidak meniadakan hukum Taurat oleh sebab iman, justru imannya meneguhkan hukum Taurat. Hanya untuk dibaca saja? Tentu tidak! Tetapi untuk diturut dan dilakukan sebagaimana biasanya sesuai dengan kehendak Allah! Roma 2:13 - Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  10. [SIZE="4"]HUKUM TAURAT[/SIZE]


    PART THREE.


    Bila rasul Paulus tidak meniadakan hukum Taurat, apakah Yesus Kristus dengan kedatanganNya, kematianNya dan kebangkitanNya telah meniadakan Hukum Taurat, atau pernah mengatakan dan mengajarkan bahwa Ia meniadakan hukum itu?

    Matius 5:17,18: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

    Jelas sekali pernyataan Kristus, bahwa Ia tidak meniadakan atau membatalkan Hukum Taurat atau kitab para nabi, Ia hanya menggenapi hukum itu. Sedangkan tentang kapan hukum Taurat itu akan ditiadakan dan benar-benar berakhir, Kristus mengatakan bahwa selama belum lenyap langit dan bumi ini, tidak akan ada satu titik atau satu iotapun yang akan berlalu dari hukum Taurat, kecuali bila semuanya telah terjadi.

    Apakah yang harus terjadi?
    Kegenapan dari Hukum Taurat itu!

    Tapi bukankah kedatangan Kristus 2.000 tahun yang lalu telah menggenapi hukum Taurat sesuai apa yang dikatakanNya? Benar, tetapi dengan mempelajari lebih lanjut dan lebih dalam tentang makna digenapi, maka kita akan mengetahui bahwa kedatangan Yesus Kristus yang pertama memang telah menggenapi apa yang telah ditentukan harus digenapi olehNya semasa Ia berada dan bekerja dibumi ini, tetapi ada perkara yang belum dapat digenapiNya saat itu, dan baru akan menemui kegenapannya pada saat kedatanganNya yang kedua ketika Ia menjemput umatNya untuk membawa mereka kesurga.

    Setelah semuanya digenapiNya, barulah langit dan bumi yang lama ini akan berlalu dan lenyap digantikan dengan langit dan bumi yang baru, hukum Tauratpun tidak lagi dibutuhkan dan batal dengan sendirinya, sebab Kristus telah menggenapi dengan sempurna tuntutan hukum Taurat disetiap hati orang yang diselamatkan dan yang berhak atas hidup yang kekal dibumi dan langit baru, kegenapan tuntutan hukum Taurat didalam hati umat percaya adalah kesempurnaan dan kegenapan misi Kristus untuk menyelamatkan manusia, kesempurnaan perubahan citra Iblis kepada citra Allah.

    Seandainya seluruh aspek hukum Taurat telah digenapi Kristus ketika ia hidup dibumi ini, maka tentu langit dan bumi ini telah berlalu 2.000 tahun yang lalu bukan? Tetapi langit dan bumi ini belum berlalu, karena kita masih hidup didunia yang jahat dan penuh dosa dimana Iblis berkuasa. Apakah langit dan bumi yang lama yang kita tempati sekarang ini akan berlalu? Ya, baca Markus 13:31, Wahyu 6:12-17. Apakah akan ada langit baru dan bumi yang baru? Ya, baca Yesaya 66:22, Wahyu 21:1.

    Ketika Yesus dikayu salib berkata “Sudah genap”, Ia menunjuk kepada banyak perkara yang telah digenapiNya dengan kehidupan dan kematianNya dibumi ini. Antara lain, Ia telah menggenapi lambang dari hukum upacara kemah suci yang menunjuk kepada Dia, korban yang sejati, dimana segala peraturan keimamatan dan upacara-upacaranya termasuk hari-hari sabatnya menunjuk kepada Dia yang akan datang (Imamat 23), yang adalah wujud dari semua lambang itu, sehingga semua hukum dan peraturan ini hanyalah menjadi bayang-bayang dari keselamatan sejati yang tergenapi didalam Dia (Kolose 2:16,17; Ibrani 10:1-4). Karena itu, hukum upacara ini telah berakhir dengan kematianNya, korban yang sejati telah dipersembahkan. Dibukanya pembatas yang memisahkan ruang suci dengan ruang maha suci oleh Allah dengan merobek tirai pemisah dari atas kebawah (Matius 27:51) menandakan bahwa Hukum keImamatan sudah tidak lagi bermakna dan berfungsi karena Yesus Kristus, domba yang sejati, telah dipersembahkan.

    Yesus juga telah menggenapi segenap nubuatan tentang diriNya, kelahiranNya, kehidupanNya dan kematianNya seperti yang dinubuatkan oleh para nabi. Ia menggenapi janjiNya kepada Adam dan Hawa di Eden, “keturunannya akan meremukkan kepalamu” (Kejadian 3:15), tetapi yang paling penting adalah bahwa Kasih Allah telah digenapi, kasih karunia yang membawa keselamatan telah turun kepada umat manusia sebagai pemberian yang cuma-cuma (Titus 2:11-14; Roma 3:24)), seisi alam semesta telah melihat dan menyaksikan kegenapan dari Kasih yang tidak mementingkan diri, dimana Anak Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi rela menjadi manusia hina dan mati menebus dosa kita.

    Kegenapan dari peperangan besar antara kebenaran dan kejahatan, antara Allah dan Iblis yang telah berlangsung ribuan tahun, telah dimenangkan oleh Allah di salib Kristus, Ular itu telah diremukkan kepalanya, tinggal menunggu hari penuaian dimana orang-orang jahat dan Iblis akan menuai hasil kejahatan dan dosa-dosa mereka sementara orang-orang percaya yang benar yang telah menerima didalam mereka penggenapan kasih Allah yang tidak mementingkan diri akan dimuliakan untuk hidup yang kekal.

    Tetapi ada yang belum digenapiNya pada masa kedatanganNya yang pertama itu, sesuatu yang untuk menggenapinya harus dilakukanNya dari Surga sampai dengan akhir zaman kedatanganNya yang kedua kali, yaitu menggenapi tuntutan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan orang yang percaya kepadaNya.

    Tanpa penggenapan tuntutan ini, maka tidak akan ada seorangpun yang bisa mendapatkan hidup kekal, walaupun Kristus telah menebus mereka kepada hidup, dimana semua orang mati akan dibangkitkan, tetapi semuanya akan mati kembali oleh karena dosa-dosanya. Mengapa? Sebab, seperti telah dikatakan diatas, tanpa Kristus, manusia tidak akan dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat dari usahanya sendiri untuk bisa mendapatkan pembenaran yang membawa hidup yang kekal (Yohanes 15:5). Segala kebenaran dan kesalehannya tidak dapat diterima Allah, sebab didalam kelemahannya sebagai seorang manusia yang sifat alamiahnya cinta diri, segala perbuatan ini tidak cukup baik dan cukup benar dan kudus untuk dapat membenarkan dia dihadapan Allah yang Maha Kudus (Yesaya 64:6). Semua perbuatannya yang terbaik sekalipun dimotivasi oleh cinta diri, untuk kepentingan diri sendiri, apakah itu bagi dirinya sendiri, keluarganya ataupun kerabatnya.

    Hanya oleh Kristus, melalui iman, kita akan berpaut padaNya dan menerima kasih karunia Allah yang disediakan secara cuma-cuma yang membawa keselamatan, kita akan dijadikan orang-orang benar yang kudus, yang merdeka dari dosa. Kita menjadi orang benar dhadapan Allah bukan karena melakukan hukum Taurat (sebab tidak ada seorangpun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat - Roma 3:20,28, Gal. 2:16) tetapi karena Kristus yang menjadikan kita orang benar yang kudus dengan cara menggenapi tuntutan hukum Taurat itu didalam kita yang beriman kepadaNya, yaitu dengan menghidupkan kebenaranNya sendiri yang sempurna tanpa cacat cela semasa Ia hidup didunia ini 2.000 tahun yang lalu, didalam hati dan kehidupan mereka yang dipanggilNya sekarang ini, pada masa ini (Roma 1:7; 8:3,4; Filipi 2:13).

    Inilah kebenaran yang Allah ingin semua orang memilikinya agar tidak ada seorangpun yang binasa melainkan semuanya beroleh hidup yang kekal (2 Petrus 3:9). Bukan suatu kebenaran yang diusahakan melalui penurutan akan hukum Taurat, sebab itu akan sia-sia, tetapi suatu kebenaran yang diperoleh melalui iman dalam Kristus Yesus, yang memberikan kesempatan kepada Dia untuk bekerja didalam kita yang mau bekerja sama, untuk menjadikan kita orang-orang benar dan kudus, menjadikan kita orang-orang yang merdeka dari dosa. Dan kebenaran kita akan disaksikan atau dinyatakan oleh hukum Taurat dan kitab para Nabi (Roma 3:21,22), sebab hidup kita selaras dengan tuntutannya, karena Kristus telah menggenapkan tuntutan hukum Taurat untuk kita didalam hati dan kehidupan kita melalui iman kita kepadaNya, dan pernyataan Paulus inipun menemui kegenapannya: “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan” - Roma 2:13. Itulah yang dimaksudkan oleh rasul Paulus ketika ia berkata: “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” Galatia 3:24.

    Hukum Taurat harus terus berdiri teguh sampai Kristus datang, sebab ia menuntun orang percaya kepada Kristus dan untuk memberi kesaksian atas siapa saja yang berhasil diubahkan kepada citra Kristus oleh imannya. Untuk bersaksi atas kebenaran yang telah diterima orang percaya dari pada Kristus, yaitu terpenuhinya tuntutan hukum Taurat itu didalam hati dan kehidupan mereka. Kasih adalah kegenapan hukum Taurat, mereka yang mengasihi sesamanya telah memenuhi tuntutan hukum Taurat (Roma 13:8-10). Kehidupan mereka turut menyaksikan bahwa hukum Taurat itu adalah kudus, benar dan baik (Roma 7:12). Hukum Taurat menyaksikan (menjadi saksi) bahwa mereka telah diubahkan kepada citra Kristus, bahwa mereka telah hidup setuju dengan hukum itu, bahwa mereka adalah orang-orang benar, sebab bila tidak tentu hukum itu akan menghukum mereka dan menyatakan mereka orang yang bersalah (berdosa).

    Itulah sebabnya, mengapa Kristus tidak meniadakan hukum Taurat dan hukum itu masih akan bertahan sampai akhir zaman (Matius 24:35), sebab Ia masih harus menggenapi tuntutan hukum itu didalam kita, yang dilakukanNya dari Surga, dimana hukum Taurat dan kitab para Nabi akan menjadi saksi atas terjadinya kegenapan ini, dan bila semuanya telah digenapi, Ia akan datang menjemput umatNya yang telah memiliki kegenapan hukum Taurat didalam hati mereka masing-masing, walaupun maih hidup didalam daging yang lemah dimana kecenderungan yang berdosa bersemayam. Pada saat kedatanganNya yang kedua inilah, kesempurnaan dari kegenapan itu terjadi, semua yang telah memiliki kegenapan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan mereka, baik yang masih hidup saat itu, maupun yang telah mati dan dibangkitkan, akan menerima tubuh yang baru yang tidak dapat binasa, yang bebas dari kecenderungan yang dapat memimpin kepada dosa. Pada bunyi nafiri yang terakhir, perubahan yang terjadi dalam sekejap mata ini akan berlaku (1 Korintus 15:50-55).

    Itulah kebangkitan yang pertama, berlaku hanya bagi mereka yang telah digenapi tuntutan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan mereka (Wahyu 20:4-6). Apa yang terjadi pada mereka yang lainnya, yang tidak memiliki kegenapan tuntutan hukum Taurat didalam hati mereka? Mereka tidak akan diubahkan, tetap didalam dosa-dosa mereka dan semuanya akan binasa oleh karena cahaya kemuliaanNya pada saat kedatanganNya menjemput umatNya (Wahyu 6:15-17), demikian juga mereka yang telah meninggal sebelumnya, mereka tidak akan ikut ambil bagian dalam kebangkitan yang pertama untuk menjemput Yesus Kristus sebagai Raja (Wahyu 20:5). Mereka akan berdiam didalam kubur mereka sampai turunnya Kota Suci itu setelah berakhirnya masa seribu tahun yang harus dijalani umat tebusan disurga bersama dengan Allah (Wahyu 20:7-9).

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  11. [SIZE="4"]
    HUKUM TAURAT
    [/SIZE]


    PART FOUR.

    Kepada mereka yang binasa terpenuhi nubuatan nabi Yesaya seperti tersurat: “To the law and to the testimony; if they speak not according to this word, it is because there is no light in them” – Isaiah 8:20. Atau terjemahannya “Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” Yesaya 8:20. Alkitab lama mengatakan: Akan Taurat dan asyahadat, barang siapa tidak berbicara sesuai dengannya, daripadanya tidak akan terbit fajar.

    Bila perkataan kita dan perbuatan kita tidak sesuai dengan Hukum Taurat dan kitab para Nabi, maka sesungguhnya tidak ada terang kebenaran didalam kita, yang ada hanyalah kegelapan yang sungguh gelap. Bila tidak tergenapi tuntutan hukum Taurat didalam kita, oleh sebab kita lebih memilih hidup menurut daging dari pada menurut Roh, kita akan binasa. Apa jadinya akan nasib mereka yang telah meniadakan hukum Taurat, yang salah menafsirkan bahwa hukum itu telah dipalangkan disalib Kristus, baik seluruhnya atau sebagian, yang sepanjang hidupnya menginjak-injak hukum Allah yang kudus, benar dan baik, hukum moral Allah yaitu bagaimana Ia berpikir tentang sifat-sifat moral, hukum yang menjadi transkripsi kePribadianNYA?

    Penggenapan tuntutan hukum Taurat didalam kita bukan terjadi karena usaha kita sendiri, tetapi oleh karena iman, dimana oleh kasih karunia Allah melalui kuasa kerja Roh KudusNya, Yesus menggenapi tuntutan itu didalam kita (Roma 8:3,4), sehingga kita tidak lagi berada dibawah penghukuman Hukum Taurat pada hari penghakimanNya, tetapi menerima pembenarannya dan Allahpun membenarkan kita oleh karena iman kita yang melayakkan kita masuk surga dan hidup selamanya, sebab kita telah diubahkan, telah dibebaskan dari segala kejahatan, dikuduskan dan dijadikanNya umat kepunyaanNya sendiri yang rajin berbuat baik (Titus 2:14). Semua ini oleh karena iman percaya kita kepadaNya dan kerja sama kita untuk menuruti kehendakNya.

    Banyak perkara dari hukum Taurat dan kitab para nabi yang telah digenapi di salib Kristus dan kehilangan fungsi atau maknanya sejak saat itu dengan demikian tidak lagi mengikat orang percaya, tetapi itu tidak termasuk Hukum Taurat yang menyatakan dosa, hukum Moral Allah yang disebut Sepuluh Hukum, suatu hukum yang kudus, benar dan baik, yang mengatakan kepada kita apa yang Allah pikirkan tentang sifat-sifat moral atau moralitas, hukum yang merupakan transkripsi citra dan kepribadian Allah, hukum yang berazaskan kasihNya (Roma 13:8-10 & 1 Yohanes 4:8). Bukan itu saja, hukum tentang makanan yang haram dan halal (Imamat 11) juga tidak dipalangkan dikayu salib, ia adalah bagian dari hukum Taurat yang harus digenapi Kristus didalam kehidupan orang percaya, hidup sehat melalui makanan yang ditentukan Allah untuk dimakan, demikian juga peraturan lainnya yang bukan merupakan bayang-bayang keselamatan yang akan datang yang wujudnya ialah Kristus (Kolose 2:16,17), seperti Perpuluhan, baptisan.

    Adalah suatu kebenaran yang penting bahwa Kristus telah menggenapi tuntutan hukum Taurat dengan kehidupan, kematian dan kebangkitanNya 2.000 tahun yang lalu, sesuatu yang tidak dapat kita penuhi dengan usaha pribadi kita, dan Ia menggantikan kita untuk dapat menebus kita, tetapi jelas bahwa Ia tidak meniadakan hukum Taurat itu, sebaliknya, melalui iman kepada Kristus dan kuasa Roh Kudus serta kerja sama kita, maka kitapun dapat memiliki kegenapan dari tuntutan hukum Taurat itu didalam kita sebagaimana Dia, bila kita tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh (Roma 8:4), sebab Ia sendirilah yang akan menjalankan kebenaranNya yang sempurna 2.000 tahun yang lalu didalam kita dan melalui kita, “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” - Filipi 2:13.

    Tetapi hal itu tidak mungkin terjadi bila Hukum Taurat itu telah ditiadakan.
    Mengapa tuntutan hukum Taurat harus digenapi didalam kehidupan orang Kristiani yang beriman kepadaNya bila mereka ingin masuk dalam kerajaan Allah? Sebab, yang menjadi tuntutan hukum Taurat adalah kasih yang tidak mementingkan diri atau agape yang adalah sifat Allah dan prinsip kerajaan Surga, sedangkan kita manusia, secara alamiah dan lahirliah memiliki sifat keturunan yang cinta diri, yang mementingkan diri sendiri. Sifat alamiah kita ini akan menutup pintu surga bagi kita, tidak ada tempat disurga dan dunia baru bagi orang-orang yang cinta diri, sifat ini berasal dan bermula dari Iblis, ketika Lucifer memberontak disurga dan diadopsi oleh Adam ketika ia dan Hawa berdosa di Eden dan terusir. Untuk itulah Kristus perlu menggenapi tuntutan hukum Taurat, kasih yang tidak mementingkan diri didalam kita masing-masing, memulihkan kembali citra Allah didalam kita, agar kita layak masuk surga dan hidup bersama dengan Allah selama-lamanya.

    Kita mengetahui bahwa Hukum Taurat itu dapat dirangkum menjadi hanya dua hukum utama, yaitu: Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia (Matius 22:36-40), dan kedua hukum itu bersumber pada kasih yang tidak mementingkan diri, kepribadian Allah yang Mahamulia, karena Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8), maka Kristus telah menjadi teladan kita, panutan kita akan penyangkalan diri dengan menyatakan kasihNya yang mengorbankan nyawaNya untuk kita. Dan dengan memandang kepadaNya melalui iman, menyangkal diri setiap saat, kitapun akan diubahkan menjadi serupa denganNya, dan bila kasihNya menjadi sifat kita maka tuntutan hukumpun digenapi didalam kita.

    Tuntutan ini hanya dapat dipenuhi didalam mereka yang hidup menurut Roh.
    Adakah cara hidup yang lain? Ada, yaitu hidup menurut daging. Apakah dengan hidup menurut daging kita dapat memiliki kepenuhan tuntutan hukum Taurat? Tidak! (Roma 8:4).

    Bukan saja karena daging itu lemah, melainkan lebih dari itu, keinginan daging membenci hukum Allah, ia tidak takluk kepada hukum Allah, hal itu tidak mungkin baginya (Roma 8:7). Adakah hukum lain selain Hukum Taurat yang harus Kristus genapi tuntutannya didalam kita agar kita layak bagi surga? Tidak Ada! Hukum Taurat adalah satu-satunya hukum yang Kristus maksudkan dan yang menjadi misi pelayananNya dari surga untuk umat manusia melalui Roh KudusNya (Yoh. 16:7-14; Roma 8:3,4), hukum yang merupakan transkripsi PribadiNya, yaitu kasih (Yoh. 15:7; 1 Yoh. 2:5; 4:7,10; Roma 13:9). Jelas bahwa ayat-ayat ini dan pengertian saya tidak merujuk kepada Taurat Musa, sebab itu telah disalibkan (Efesus 2:15), bila hukum itu juga harus digenapi didalam kita, maka apa jadinya kita, tentu sampai sekarang kita masih membakar korban-korban persembahan, dll.

    Demikianlah, sebagai tauladan kita yang beriman kepadaNya, mana mungkin Kristus meniadakan dan memalangkan hukum Taurat yang menyatakan dosa kita? Mana mungkin Ia meniadakan hukum Taurat itu bila tuntutan hukum itu harus digenapiNya dalam kehidupan kita agar kita bisa bersama dengan Dia dikerajaan Surga dan dunia baru untuk selama-lamanya? Mana boleh kita meniadakan, memalangkan, mengubah hukum Taurat Allah yang kudus ini atau menganggap sepi akan tuntutannya, sementara hukum inilah yang menjadi standard kebenaran Allah didalam penghakimanNya, sebab hukum ini adalah transkripsi pribadiNya yang agung, kudus, maha pengasih, adil dan benar, hukum yang menyatakan definisiNya tentang moralitas manusia, hukum yang menyatakan dosa. Tetapi Iblis tidak tinggal diam, gagal dengan Kristus, ia menjadikan hukum Taurat sebagai target utamanya. Ia berusaha menanamkan pada pemikiran manusia dengan filosofi-filosofinya yang halus dan bercampur kebenaran, untuk meniadakan hukum Allah, melupakannya atau mengubahnya sesuai kondisi dan kebutuhan.

    Dan dengan sangat cerdik Iblis menambahkan firman Allah kepada filosofinya, menguatkan penipuannya untuk menyesatkan manusia, dengan penafsiran-penafsiran yang hampir benar secara alkitabiah, dan hanya dapat dilihat kepalsuannya melalui iman yang teguh, hati yang rendah dan kerinduan untuk mengenal Allah dan firmanNya, Yesus Kristus dan kasihNya.

    “Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya” – Roma 10:4.

    Ayat ini ditafsirkan banyak orang sebagai bukti bahwa orang Kristen tidak membutuhkan hukum Taurat lagi, sebab dengan percaya kepada Kristus, kebenaran yang memenuhi tuntutan hukum Taurat akan mereka peroleh secara otomatis. Padahal yang dimaksud rasul Paulus adalah bahwa Kristus adalah satu-satunya Oknum yang telah menggenapi tuntutan hukum Taurat dengan kehidupan, kematian dan kebangkitanNya, dan orang yang percaya kpadaNya, akan dijadikanNya orang benar yang kudus dengan jalan menggenapi tuntutan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan mereka yang hidup menurut Roh, dan menjadikan mereka pemelihara hukum Taurat, sehingga mereka pada hari penghakiman boleh mendapatkan pembenaran Allah untuk hidup yang kekal.

    Tetapi itu membutuhkan kerja sama mereka, Kristus tidak bisa jalan sendiri memaksakan kehendaknya menjadikan mereka orang kudus dan benar, mereka harus menerima undanganNya, percaya kepadaNya, hidup berserah, menyangkal diri, tekun, setia, barulah ia dapat menjadikan mereka pemelihara hukum dan menggenapi tuntutan hukum itu didalam mereka, sehingga mereka dapat dibenarkan oleh Hukum itu (Roma 2:13) dan Allah membenarkan mereka oleh karena iman mereka, sebab semuanya itu berasal dari iman, yang memimpin kepada iman dan membawa iman itu kepada kesempurnaan.

    Karena keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging (Galatia 5:17), berarti selama kita masih hidup, selama itu pula kita harus terus hidup dengan iman dan menurut Roh, menyangkal diri dan keinginan daging setiap saat, dan dengan kuat kuasa Roh Kudus, oleh kasih karunia Allah, Kristus akan menjadikan kita pemenang, Ia akan mengubahkan kita, kebenaran hukum Taurat akan dipenuhi Kristus didalam kita, kita akan dijadikanNya orang benar yang kudus.

    Tetapi bila kita hanyut lagi oleh daya tarik daging dan dunia, kita kembali lagi hidup menurut daging dan kebiasaan lama kita yang berdosa, maka Yesus harus mengulang lagi proses menggenapi tuntutan hukum TauratNya didalam kita bila kita bertobat dan kembali hidup menurut Roh. Hanya mereka yang lebih mencintai daging dan kepuasaannyalah yang akan binasa, sebab Kristus tidak dapat menggenapi tuntutan hukumNya didalam mereka karena mereka memilih dosa diatas kebenaran, mereka memilih dunia diatas surga dan hidup yang kekal. “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” - 1 Yoh. 2:17.

    Oleh karena itu, penafsiran bahwa karena iman kita kepada Kristus, kita tidak lagi membutuhkan hukum TauratNya, karena Ia sendiri adalah kegenapan dari hukum Taurat itu, maka otomatis, dengan percaya kepadaNya kita akan dijadikan orang benar tanpa perlu menurut dan melakukan hukum Taurat, adalah penafsiran yang keliru dan tidak benar.

    Kristus tidak menjadikan kita otomatis orang benar yang kudus karena iman kita kepadaNya untuk sekali dan selama hidup kita sejak baptisan kudus , tetapi melalui Roh KudusNya Ia menunggu akan kerjasama kita, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Wahyu 3:20), agar dengan kuasa Kristus orang itu dapat mengalahkan daging dan keinginannya, sebagaimana Ia telah mengalahkannya (Roma 8:3), dan dapat berbuat baik dan benar seturut kehendak Allah, yaitu sesuai dengan tuntutan hukum-hukumNya yang kudus, baik dan benar. Inilah hidup, bertumbuh dan dewasa didalam kasih karunia Allah oleh iman.

    Inilah yang namanya menggenapi tuntutan hukum Taurat didalam hati orang beriman. Orang itu harus bekerja sama dengan keinginan Roh, itulah namanya hidup menurut Roh. Dan kerja sama yang benar adalah orang itu harus bertobat dulu, menyangkal dirinya dan setuju untuk tunduk dan menurut hukum-hukum Allah, kemudian Roh Kudus yang diutus Kristus akan bekerja menggenapi tuntutannya didalam hati dan kehidupannya, maka hukum Taurat dan kitab para Nabi akhirnya akan menyaksikan kebenaran orang ini.

    Dengan membuang dan tidak mengakui keberadaan dan yurisdiksi hukum Taurat, orang itu telah menyangkal otoritas Allah atas dirinya. Ia akan kehilangan pandangan atas kebenaran, sebab bagaimana ia tahu perbuatannya adalah dosa atau tidak bila tidak ada Hukum Taurat yang mengenalkan dia akan dosa. Rasul Paulus mengatakan: Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan “Jangan mengingini” – Roma 7:7 (baca juga Roma 3:20).

    Bagaimana kita tahu bahwa kita telah mengasihi sesama kita bila tidak ada enam hukum pada loh batu yang kedua? Dan bagaimana kita tahu bahwa kita telah mengasihi Allah bila tidak ada empat hukum pada loh batu yang pertama? Sepuluh Hukum Allah menyatakan hubungan horizontal kita dengan sesama manusia melalui enam hukum pada loh batu yang kedua dan hubungan vertical kita dengan Allah melalui empat hukum pada loh batu yang pertama.

    Meniadakan hukum Taurat Tuhan, The Ten Commandments, Dasa TitahNya, akan menjadikan orang kehilangan pandangannya atas kasih yang suci yang tidak mementingkan diri. Bisa saja ia meniduri istri tetangganya karena ia mengasihi wanita itu, bisa saja ia merampok took emas karena kebutuhan keluarga yang dikasihinya, bisa saja ia bersaksi dusta membela anaknya yang bersalah. Itu semuanya dilakukannya demi kasih, sebab ia tidak tahu definisi kasih itu, yang dituliskan Allah pada dua loh batu, sebab sudah dibuangnya dan dipalangkannya dikayu salib, apalagi bila menganggap, Kristuslah yang memalangkannya.

    Kasih adalah prinsip hukum, sifat Allah, ia bukan hukum tertulis, yang tertulis adalah definisi dari pada kasih itu, bagaimana kita mengaplikasikannya kepada Tuhan dan kepada sesama. Menghapus dan membuang hukum yang tertulis, berarti membuang juga prinsipnya. Membuang hukum yang tertulis akan timbul anarkhi.

    Paulus mengatakan bahwa:
    1. Anda mengenal dosa melalui hukum Taurat (Roma 3:20; 7:7)
    2. Oleh hukum Taurat ini, dosa semakin dinyatakan (Roma 7:13)
    3. Tidak ada hukum Taurat, tidak ada juga pelanggaran – Roma 4:15
    4. Tidak ada hukum Taurat, dosa tidak dapat diperhitungkan - Roma 5:13
    5. Bila dosa tidak diperhitungkan, maka tidak akan ada maut, sebab “upah dosa adalah maut” – Roma 6:23.

    Kebalikan dari pada kesimpulan ini adalah:

    1. Bila hukum Taurat dibuang atau dipalangkan maka anda akan kehilangan pandangan atas kebenaran, sebab anda tidak tahu apa dosa itu.
    2. Tidak adanya hukum, semua perbuatan anda adalah benar dan baik
    3. Meniduri istri tetangga anda adalah benar, merampok toko emas tetangga adalah benar, bersaksi dusta demi melindungi anak dari tuduhan memperkosa atau membunuh orang lain adalah benar. Mengapa benar semua? Sebab tidak ada hukum tidak ada pelanggaran. Apapun yang anda perbuat tidak melanggar hukum manapun juga.
    4. Dan untuk semua perbuatan itu, Tuhan tetap membenarkan anda, bukan dosa melakukan itu, sebab definisi dosa, hukum yang menyatakan dosa sudah tidak ada, sudah dipalangkanNya sendiri. Oleh karena itu Ia tidak mungkin menyalahkan anda, ia tidak memperhitungkan perbuatan anda sebagai dosa, tetapi sebagai suatu kebenaran.
    5. Dan anda akan hidup selamanya, sebab dengan memalangkan hukum yang menyatakan dosa, Allah juga harus menghapus upah dosa itu, sebab tidak ada yang berbuat dosa.

    Dan bila ternyata saudara mati juga dan masuk neraka, maka saudara bisa memprotes Allah, para malaekat memprotes Allah, semesta alam memprotes Allah, karena Allah bertindak semena-mena, seenaknya sendiri, tiran, otoriter. Dan bila ternyata Ia mengangkat saudara kesorga untuk hidup yang kekal, maka sorga akan penuh dengan pezinah, perampok, pembunuh, pendusta dan penyembah berhala.

    Sebaliknya bila anda mengatakan, oh, semua perbuatan itu dosa, maka dari mana saudara tahu itu dosa? Bukankah Allah sudah membatalkan hukum yang mendefinisikan dosa? Dan bila anda berkata orang yang memiliki kasih Allah tidak akan melakukan itu, bagaimana saudara tahu bahwa saudara memiliki kasih Allah? Bukankah Allah telah menyalibkan hukum yang mendefiniskan pernyataan kasih dalam perbuatan terhadap sesama dan terhadapNya? Apakah Allah berkata kepada saudara bahwa saudara telah memiliki kasihNya? Apakah Roh berbicara kepada anda face to face bahwa anda orang yang mengasihi? Tidak! Semuanya hanyalah berada dipemikiran saudara saja, di otak saudara, baik bisikan Roh maupun keinginan daging saudara sendiri. Saudara tidak dapat membedakannya, masyarakat tidak dapat membedakannya, yang dapat membedakannya hanyalah hukum yang mendefinisikan dosa, yang mendefinisikan prinsip kasih Allah. Kalau saudara masih memakai definisi kasih itu, maka hukum itu mesti masih ada, kalau saudara masih tahu membedakan dosa dan kebenaran, maka hukum yang menyatakan dosa itu mesti masih ada. Tetapi bagaimana, bukankah Allah telah membatalkannya dan memalangkannya pada salib Kristus? Dari mana saudara mendapatkannya kembali? Dari Alkitab! Oh, kalau begitu apa yang dipalangkan dikayu salib? Sesuatu yang berbedakah dengan yang di Alkitab anda atau sesuatu yang lain? Dan akan banyak pertanyaan akan timbul.

    Jadi, Hukum Taurat Tuhan – Sepuluh PerintahNya yang mendefinisikan dosa dan prinsip kasihNya masih tetap ada, valid, dan memiliki jurisdiksi hukum atas diri semua orang, ia tidak dipalangkan karena adanya hukum baru yaitu kasih, sebab kasih itu adalah definisi hukum yang tertulis, prinsip yang sudah ada sejak mulanya, sebab kasih itu adalah Allah sendiri (1 Yoh. 4:8), dan kasih itu bukan hukum baru, ia telah diberikan sejak dulu kepada manusia.

    Imamat 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
    Imamat 19:34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.
    Ulangan 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
    Mazmur 31:24 Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
    I Yohanes 2:7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
    II Yohanes 1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

    Jadi, kasih adalah prinsip hukum Taurat yang telah ada sejak mulanya, pelanggaran terhadap salah satu daripadanya menyatakan dosa kita dan upahnya adalah maut, sebaliknya bila tuntutan hukum terpenuhi, maka pembenaran yang membawa hidup adalah karunia kita. Kita menjadi benar bukan hanya dengan percaya kepada Kristus saja, tetapi dengan bekerja sama didalam kasih karuniaNya, hidup menurut Roh yang artinya penyangkalan diri. Kebenaran kita itu harus turut disaksikan oleh hukum Taurat dan kitab para Nabi, “dari buahnya kamu akan mengenal mereka.” Dengan adanya buah Roh Kudus inilah, yaitu perbuatan yang memenuhi tuntutan hukum Taurat (Galatia 5:22,23), Allah dapat membenarkan kita oleh karena iman kita (Roma 3:21,22), sebab Kristus telah menggenapi tuntutan hukum Taurat itu dari pelayananNya disurga melalui kuasa kerja Roh KudusNya yang dikaruniakanNya kepada kita yang percaya dan berserah. Itulah arti Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

    Perhatikan dengan baik-baik dan simak dengan seksama, bahwa kedatangan, kehidupan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah bukan saja untuk menebus umat manusia dari dosa dan memberikan mereka pembenaran yang membawa kehidupan kembali tetapi juga untuk [B]membebaskan umat manusia yang percaya kepada-Nya dari belenggu dosa, menjadikan mereka benar-benar orang-orang benar yang kudus, mengembalikan citra Allah kepada mereka. Dan ini dilakukanNya melalui Roh KudusNya, yang bekerja untuk memenuhi tuntutan hukum Taurat didalam kita, sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh kekuatan manusia itu sendiri.
    Karena itu, sekali-kali Ia tidak meniadakan hukum Taurat, sebab masih ada yang harus dilakukanNya, yaitu menggenapi tuntutan Hukum Taurat itu didalam setiap hati dan kehidupan orang yang percaya kepadaNya untuk menyiapkan suatu umat yang akan menjadi mempelai wanitaNya pada saat Ia datang kembali kebumi untuk menjemput mereka, dan itu dilakukanNYA dari surga. Itulah sebabnya Ia mengatakan: “Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” - Lukas 16:16. Tentu saja bila tidak ada satu titikpun dari hukum Taurat batal selama langit dan bumi ini masih ada, bolehkah kita berkata bahwa hukum Taurat tidak berfungsi dan tidak berarti dan telah dipalangkan? Ini adalah kesimpulan yang bodoh.

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  12. Ada yang 2 hal yang perlu dipisahkan dalam Hukum Taurat
    1. Prinsip Hukum Taurat
    2. Perintah Hukum Taurat

    Perlakuan Allah terhadap umatNya berdasarkan suatu prinsip. Dalam perjanjian lama Allah memakai prinsip hukum Taurat, tetapi dalam perjanjian baru Allah memperlakukan umatNya berdasarkan prinsip iman.

    Prinsip hukum Taurat adalah dibenarkan melalui memelihara hukum Taurat.
    Prinsip iman adalah diperkenan oleh Allah karena iman kepada Kristus.

    Prinsip ini dihapus oleh Allah, tetapi perintahNya tidak dihapus.

    Tetapi kalau kita lihat perintah ini ada 2 macam,
    1. Perintah berkaitan dengan tata cara
    2. Perintah berkaitan dengan moralitas

    Untuk perintah berkaitan dengan tata cara, yaitu memelihara hari Sabat, tidak berkaitan dengan moralitas hanya perkara ritual maka ini tidak perlu dipelihara. Juga mempersembahkan korban juga tidak perlu kita lakukan. Karena hal ini adalah bayang-bayang dari apa yang akan datang yaitu Kristus.

    Tetapi berkaitan dengan moralitas perintah ini masih berlaku bahkan dipertinggi. Dalam PL diperintahkan untuk membuat patung secara jasmaniah, tetapi dalam PB keserakahan juga merupakan penyembahan berhala (Kol 3:5).
    Bahkan Tuhan Yesus dalam Matius juga telah mempertinggi hukum Taurat, perkara membunuh dan berzinah. Dalam PL membunuh hanya bila secara jasmani membunuh, dalam PB marah harus dihukum, mengingini dalam hati sudah disebut berzinah.

    Tuhan menggenapi hukum Taurat bermakna 3 hal
    1. Memelihara hukum Taurat secara positif (secara sempurna memelihara setiap aspek hukum Taurat)
    2. Menggenapi hukum Taurat secara negatif melalui Kematian Penggantian di atas Salib.
    3. Menyempurnakan hukum Taurat. (dalam Matius 5:22,28,32,34,39,44 terdapat "Tetapi aku berkata kepadamu")

    Dalam Matius 5:19 ... harus memelihara semua perintah Hukum Taurat adalah Syarat menjadi besar dalam Kerajaan Surga.

    Dalam Matius 5:20 ... Jika kebenaranMu tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat .. tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

    Jadi Perintah hukum Taurat tetap berlaku, tetapi prinsip hukum sudah dihapus.

    (Ditinjau dari kitab Matius)
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  13. Quote Originally Posted by hanyakristen View Post
    Ada yang 2 hal yang perlu dipisahkan dalam Hukum Taurat
    1. Prinsip Hukum Taurat
    2. Perintah Hukum Taurat

    Perlakuan Allah terhadap umatNya berdasarkan suatu prinsip. Dalam perjanjian lama Allah memakai prinsip hukum Taurat, tetapi dalam perjanjian baru Allah memperlakukan umatNya berdasarkan prinsip iman.

    Alkitab berkata:
    Ibrani 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
    Mazmur 119:160 Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.
    Mazmur 119:44 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
    Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya

    Kristus Yesus telah ditentukan Allah sebelum dunia dijadikan (1 Petrus 1:20) untuk menjadi jalan pendamain melalui iman bagi semua umat manusia, ini dilakukanNya dengan menumpahkan DarahNya, mati di salib menggantikan kita, Ia menebus kita dari dosa dan maut.

    Dari Eden ketika Adam berdosa, manusia telah berada dibawah kasih karunia Allah, sebab jauh sebelum ada dosa, bahkan sebelum ada ciptaan. Yesus Kristus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamian karena iman, didalam DarahNya. Oleh karena itu hanya ada satu jalan keselamatan, tidak pernah ada dua, atau Allah berubah-ubah metode penyelamatanNya.

    Quote Originally Posted by hanyakristen View Post
    Prinsip hukum Taurat adalah dibenarkan melalui memelihara hukum Taurat.
    Mungkin lebih tepat anda menyebutnya dasar hukum Taurat, sebab prinsip hukum Taurat adalah kasih.

    Galatia 3:12 - Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
    Yohanes 12:50 - Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal.


    Quote Originally Posted by hanyakristen View Post
    Prinsip iman adalah diperkenan oleh Allah karena iman kepada Kristus.

    Prinsip ini dihapus oleh Allah, tetapi perintahNya tidak dihapus.

    Tetapi kalau kita lihat perintah ini ada 2 macam,
    1. Perintah berkaitan dengan tata cara
    2. Perintah berkaitan dengan moralitas

    Untuk perintah berkaitan dengan tata cara, yaitu memelihara hari Sabat, tidak berkaitan dengan moralitas hanya perkara ritual maka ini tidak perlu dipelihara. Juga mempersembahkan korban juga tidak perlu kita lakukan. Karena hal ini adalah bayang-bayang dari apa yang akan datang yaitu Kristus.

    Menghapus prinsip hukum tetapi tidak perintahnya? Baru denger nih yang kayak gini!

    Siapa bilang perintah hukum IV memelihara Sabat Tuhan tidak berkaitan dengan moralitas, Sepuluh Hukum Allah adalah hukum MoralNya, dan justru memelihara SabatNya adalah inti dari moralitas anda kepada sang Pencipta, pengakuan anda bahwa Ia Tuhan Pencipta Langit dan bumi, laut dan semua mata air, bahwa Ia adalah Tuhan anda dan anda adalah umatNya, bahwa Ia akan menyucikan anda, dsbnya. Satu-satunya hukum yang berbicara tentang waktu, yang menjadi sasaran Iblis untuk dirubuhkan, dan ia berhasil merubuhkannya, mengubah waktunya, membuat semua manusia melupakannya, menganggapnya hari biasa yang tidak ada apa-apanya, dan kekudusan hari Tuhanpun diinjak-injak, hukumNya diperkosa. Tetapi saya tidak heran, karena memang itu harus terjadi sesuai dengan nubuatan Nabi Daniel dan Yehezkiel:

    Daniel 7:25 - Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa

    Yehezkiel 22:26 - Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.

    Quote Originally Posted by hanyakristen View Post

    Tetapi berkaitan dengan moralitas perintah ini masih berlaku bahkan dipertinggi. Dalam PL diperintahkan untuk membuat patung secara jasmaniah, tetapi dalam PB keserakahan juga merupakan penyembahan berhala (Kol 3:5).
    Bahkan Tuhan Yesus dalam Matius juga telah mempertinggi hukum Taurat, perkara membunuh dan berzinah. Dalam PL membunuh hanya bila secara jasmani membunuh, dalam PB marah harus dihukum, mengingini dalam hati sudah disebut berzinah.

    Tuhan menggenapi hukum Taurat bermakna 3 hal
    1. Memelihara hukum Taurat secara positif (secara sempurna memelihara setiap aspek hukum Taurat)
    2. Menggenapi hukum Taurat secara negatif melalui Kematian Penggantian di atas Salib.
    3. Menyempurnakan hukum Taurat. (dalam Matius 5:22,28,32,34,39,44 terdapat "Tetapi aku berkata kepadamu")

    Dalam Matius 5:19 ... harus memelihara semua perintah Hukum Taurat adalah Syarat menjadi besar dalam Kerajaan Surga.

    Dalam Matius 5:20 ... Jika kebenaranMu tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat .. tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

    Jadi Perintah hukum Taurat tetap berlaku, tetapi prinsip hukum sudah dihapus.

    (Ditinjau dari kitab Matius)

    Prinsip hukum Taurat Tuhan adalah beralaskan pada sifat pribadiNya, yaitu kasih agape, Taurat Tuhan adalah transkripsi sifat PribadiNya, definisiNya akan dosa. Kristus tidak pernah menyempurnakan TauratNya, sebab sudah sempurna, benar, baik dan kudus, kalau TauratNya belum sempurna, maka Allah kita, Yesus Kristus adalah Oknum-Oknum yang lemah dan tidak sempurna.

    Menghapus prinsip hukum tapi perintah yang tertulis masih berlaku? Hhmm....

    Terima kasih nih input saudara, tapi masih perlu banyak perbaikan.

    In His love.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  14. [SIZE="5"]
    HUKUM TAURAT
    [/SIZE]


    PART V.


    Sebab, andaikata hukum Taurat telah dipalangkan atau dibatalkan Yesus dan tidak lagi mempunyai wewenang atas umat percaya, maka berarti 2000 tahun lalu, dunia baru dan langit baru telah diciptakanNya, tetapi kita masih hidup didunia lama, dimana dosa semakin meraja lela dan Iblis masih hidup dan berkuasa. Wahyu 20 dan 21:1 -5 menceritakan kepada kita bagaimana proses terjadinya dunia baru dan langit baru, itu baru ada setelah Allah berkata ”Lihat, Aku menjadikan segala sesuatu baru!!” Dan apakah dunia yang sekarang kita tempati adalah dunia baru? Masih dunia lama dimana dosa meraja lela dan Iblis berkuasa!

    Kita semua dilahirkan dalam rupa dan gambar Adam (Kejadian 5:3), yang artinya, sebagai anaknya, kita mewarisi gen dan DNA orang tua kita dan sifat-sifatnya. Tidak seperti Adam dan Hawa yang diciptakan Allah dalam rupa dan gambarNya (Kejadian 1:26), artinya diciptakan dalam kesempurnaan, kebenaran dan kebaikan dengan sifat ilahi yang kudus dan penuh kasih, kita keturunan Adam dilahirkan dalam sifat-sifat Adam yang telah jatuh, yaitu sifat cinta diri yang menjadi sumber dari segala keinginan daging, dosa yang bersemayam didalam kemanusiaan kita (Roma 7:14-23). Itulah sebabnya alkitab mengatakan bahwa kita dilahirkan dalam dosa, bahkan lebih dari itu, sejak dikandungan ibu kita, kita telah dibentuk dalam dosa (Mazmur 57:1; 58:4). Artinya, sebagai keturunan Adam kita dilahirkan dengan membawa citra Iblis dalam hati dan kedagingan kita, dan adalah menjadi misi Kristus dari pelayananNya disurga, untuk memulihkan kembali citraNya pada kita yang percaya kepadanya dan hidup menurut Roh, dengan mengaruniakan hati baru dan Roh yang baru (Yehezkiel 36:26,27), menuliskan hukum Taurat didalam hati kita (Yeremia 31:33), sehingga kita suka melakukan kehendakNya (Mazmur 40:9), yang akan membuka jalan bagiNya untuk bekerja didalam kita, memenuhi tuntutan hukum Taurat, menjadikan kita orang benar yang kudus. Inilah namanya, tuntutan hukum Taurat digenapi didalam kita yang hidup menurut Roh dan tidak menurut daging (Roma 8:4), sehingga mau tidak mau hukum Taurat harus membenarkan kita “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” - Roma 2:13

    Dan kegenapan terakhir dilakukanNya pada saat kedatanganNya yang kedua kali, sebab walaupun kita adalah anak Allah secara rohani, tetapi tubuh badaniah kita masih tetap menjadi tempat bersemayamnya segala kecenderungan dosa (Roma 7:22), karena itu, tubuh inipun memerlukan pembaharuan total, penggenapan eksistensi kita sebagai anak-anak Allah sebelum kita memasuki sorga, melihat Allah dan hidup bersama dengan Allah (1 Korintus 15:49 s/d 55).

    Inilah dasar pemikiran Paulus sehingga ia berkata: “Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya kami meneguhkannya.” - Roma 3:31.

    Jelas kini, Hukum Taurat tidak pernah dipalangkan disalib Kristus, tidak pernah ditiadakan Kristus maupun Rasul Paulus. Hukum itu tetap berdiri teguh sampai berlalunya langit dan bumi ini. Tidak ada satu titik atau satu iotapun yang terbuang, yang dibatalkan atau diubah. Apa yang telah digenapi, telah berlalu dan tidak mengikat (Taurat Musa), dan apa yang belum, masih berdiri terus dan mengikat setiap insan manusia. Dengan dasar pemikiran akan kebenaran inilah maka kita tidak boleh sembarangan menafsirkan tulisan-tulisan rasul Paulus dan para rasul lainnya yang nampaknya seakan-akan mengesahkan peniadaan dan pembatalan hukum Taurat di salib Kristus. Sebab bila demikian tulisan-tulisan itu bertentangan sama sendiri dan Alkitab menjadi kitab yang tidak bisa dipercaya lagi. Rasul Petrus memperingati kita tentang hal itu (2 Petrus 3:15,16).

    Pertanyaannya kini adalah, apakah anda telah menuruti hukum Taurat dengan benar seperti yang dikehendaki Allah dan melakukan hukumNya seperti yang tersurat di Keluaran 20:3-17, yaitu Sepuluh HukumNya yang ditulis oleh jari tanganNya sendiri pada loh-loh batu sebagai pernyataan dariNya bahwa apa yang ditulisNya adalah milikNya. Bila tadinya kita percaya Sepuluh Hukum Allah sudah dipalangkan, bila kita percaya bahwa hanya sembilan dari Sepuluh Hukum Allah itu saja yang masih berlaku dan mengikat kita, bila kita percaya bahwa Sepuluh Hukum itu masih berlaku dan mengikat orang percaya tetapi ada pengecualian dan dispensasi atas salah satu hukumnya; maka kini, marilah kita robah kepercayaan itu setelah kini kita mengetahui kebenarannya. Marilah kita tolak semua hukum dan perintah, ajaran dan gubahan manusia dan kembali berpegang hanya pada perintah dan Hukum Allah yang kekal.

    Berikut adalah Hukum Taurat seperti yang tersurat di Keluaran 20, salinan dari yang tertulis diatas dua loh batu yang ditulis oleh jari Allah sendiri.

    1. Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu

    2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit diatas, atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhanmu, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunannya yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah- perintahKu.

    3. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan.

    4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari keTujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu’ maka janganlah melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-
    laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu, atau orang asing yang ditempat kediamanmu.Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit
    dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

    5. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu ditanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

    6. Jangan membunuh.

    7. Jangan berzinah.

    8. Jangan mencuri

    9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu

    10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.


    Jangan sampai kita mempercayai sepuluh hukum yang lain yang adalah hasil gubahan manusia sebab bukan ditulis dan dirumuskan oleh Allah tetapi oleh manusia, seperti berikut ini, menurut kebijaksanaan “dia yang berusaha mengubah hukum dan waktu” menurut nubuatan di Daniel 7:25, yang telah diubah dan diajarkan demikian pada seluruh pengikutnya.

    I. Akulah Tuhan, Allahmu, jangan ada padamu allah lain dihadapanKu.

    2. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan.

    3. Ingatlah untuk menyucikan hari Tuhan.

    4. Hormatilah ayah dan ibumu.

    5. Jangan membunuh.

    6. Jangan berzinah.

    7. Jangan mencuri

    8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu

    9. Jangan mengingini istri sesamamu

    10. Jangan mengini barang apapun milik sesamamu


    Marilah kita menerima Sepuluh Hukum itu sebagaimana ia ada, asli seperti ketika Allah menuliskannya diatas dua Loh batu ribuan tahun yang lalu dan marilah kita menolak semua perubahan yang telah dilakukan oleh para pendiri gereja yang kita anut, sebab kita harus lebih meninggikan Allah dari pada manusia dan menerima hukum Allah diatas tradisi dan ajaran manusia (Kisah 5:29; Markus 7:7,8). Sepuluh Hukum Allah akan selalu menjadi tanda otoritasNya atas manusia ciptaanNya dan berada diatas segala hukum gubahan manusia. Terlebih lagi, Sepuluh Hukum ini akan menjadi standard kebenaran didalam penghakiman Allah, dan disamping itu juga, tuntutan Hukum Taurat harus dipenuhi Kristus melalui RohNya didalam hati dan kehidupan orang yang beriman kepadanya agar mereka layak bagi sorga dan mendapat pembenaran dari Allah oleh karena imannya.

    Secara logika saja, bila menurut Kristus hukumNya itu perlu diubah, tentu Ia telah melakukanNya sendiri ketika Ia hidup didunia ini sebelum atau sesudah penyalibanNya. Tetapi: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8). “Untuk selama-lamanya ya Tuhan, firmanMu tetap teguh disorga” (Mazmur 119:89). “Perbuatan tanganNya ialah kebenaran dan keadilan, segala titahNya teguh kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.” (Mazmur 111:7,8). Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu (Markus 13:31)
    Pada prinsipnya Sepuluh Hukum Allah menurut versi beberapa denominasi didunia masih sama dengan apa yang tertulis diatas loh-loh batu kecuali pelaksanaannya. Umumnya para denominasi ini telah meninggalkan sama sekali hukum IV tentang perhentian hari Sabat Tuhan hari ketujuh dan tidak menguduskannya lagi. Sebagai gantinya hari Minggu menjadi hari perbaktian dan disebut hari Tuhan, sebab Yesus bangkit pada hari pertama itu. Padahal Kristus sendiri berkata: “Karena Anak Manusia adakah Tuhan atas hari Sabat”, apakah Ia akan menjadi Tuhan atas hari Minggu juga? Tentu tidak, sebab Ia adalah Tuhan atas hari Sabat, dan Ia tidak pernah berubah.

    Siapakah yang menjadi tuhan atas hari Minggu, ia adalah “lawan yang meninggikan diri diatas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk dibait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tes. 2:4), yaitu “dia yang mengubah waktu dan hukum” menurut nubuatan nabi Daniel 7:25. Karena ia yang mengubah hukum dan waktu perbaktian yang ditentukan Allah, dan manusia percaya kepadanya dan menuruti perintahnya, maka ia menjadikan hari Minggu sebagai otoritas kekuasaannya, sedangkan bagi Allah, otoritas kekuasaanNya dinyatakan pada hari SabatNya, mereka yang memelihara dan menyucikan SabatNya adalah umatNya dan dikuduskanNya (Yehezkiel 20:12,19,20).

    Tidak percuma Tuhan memulai perintah hukum keempatNya dengan perkataan: “Ingatlah!”, sebab sekarang sangat banyak orang yang mengaku umat Allah telah melupakan hari Sabat Tuhan, Allahmu. Hasil kerja keras Iblis untuk menyesatkan umat manusia dari KhalikNya telah berhasil dengan baik, tetapi tidak semua orang dapat dipedayakannya. Mereka yang berpegang teguh pada firman Allah dan meninggikan hukum Allah diatas tradisi dan ajaran manusia, tidak akan dapat disesatkannya.

    “Yang penting disini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” - Wahyu 14:12.

    Orang-orang kudus adalah mereka yang akan masuk surga dan melihat Allah, karena hanya mereka yang suci hatinya dapat melihat Allah dan hidup (Matius 5:8; Keluaran 33:20). Dan orang-orang kudus ini adalah mereka yang memelihara hukum Allah, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Mereka tidak akan pernah berhasil menjadi orang kudus seandainya mereka menuruti perintah dan tradisi manusia, apalagi bila perintah atau tradisi itu menentang firman Allah, menentang perintah Allah. “Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” - (Markus 7:7,8).

    Mereka yang menyangka telah bekerja untuk Tuhan, telah hidup untuk Tuhan, yang melakukan banyak mukjizat dan pengusiran setan akan kecewa bila ternyata mereka tidak dikenal, sebab bukan Tuhan atas hari Sabat yang disembah dan menjadi Tuhannya, melainkan tuhan dunia ini, yang ingin meninggikan diri sama bahkan lebih tinggi dari pada Tuhan Pencipta langit dan bumi.

    Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: “Tuhan, Tuhan! Akan masuk dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang disorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namamu, dan mengadakan banyak mujizat demi namamu juga? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan.” - Matius 7:21-23.

    Apakah yang membuat Tuhan tidak mengenal mereka? Karena kejahatan mereka. Apakah kejahatan mereka? Menginjak-injak hukum Allah, menginjak-injak hari SabatNya yang kudus, bahkan mengajarkannya demikian kepada banyak orang.

    “Imam-imamnya memperkosa hukum TauratKu dan menajiskan hal-hal yang kudus bagiKu, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari SabatKu. Demikianlah AKU dinajiskan ditengah-tengah mereka.” Yehezkiel 22:26.

    Biarlah peringatan Allah ini menjadi suatu peringatan juga bagi anda, bahwa tidak menjadi suatu pegangan dan jaminan bahwa mereka yang berkohtbah dari mimbar, yang membuat KKR-KKR besar dengan puluhan bahkan ratusan ribu pendengar, yang telah membaptis puluhan atau bahkan ratusan orang, yang telah mengusir setan-setan, yang membuat mujizat-mujizat penyembuhan, dan semuanya itu dilakukan atas nama Allah, adalah umat Allah yang sejati, adalah orang-orang benar. Sebab ternyata Kristus menolak mereka dan tidak pernah mengenal mereka, mereka adalah pembuat kejahatan yang menajiskan Allah didepan umum. Tetapi, inilah umat Allah yang sejati, yang dikenal dan dikasihi Allah, umatNya yang kudus: “Yaitu mereka yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” - Wahyu 14:12.

    Alangkah mengerikan bila kita menajiskan Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Jangan anda percaya begitu saja akan perkataan para imam, pendeta dan jangan mengikuti dengan membuta akan perintah gereja yang tidak berdasarkan firman Allah. Keselamatan saudara ada ditangan saudara sendiri, keserasian hidup dengan hukum Allah, tuntutannya yang terpenuhi dan iman kepada Yesus akan membuktikan kepada dunia bahwa kerja Yesus didalam anda dan melalui anda tidak sia-sia, citraNya telah dipulhkan, Allah akan membenarkan anda oleh karena iman anda. Selidikilah Alkitab dengan rendah hati dan tuntunan Roh Kudus, maka Ia akan membuka mata hati anda. Begitu banyak penafsiran yang tidak benar tentang tulisan-tulisan rasul Paulus sehingga semakin menguatkan kesesatan, dan hukum Allah yang kudus, benar dan baik dilupakan dan diinjak-injak, terlebih parah lagi, perintah manusia dan hukum gubahan manusia ditinggikan dan diturut.

    Ingat! Bahwa rasul Paulus dalam tulisan-tulisannya berusaha keras menerangkan kepada pembacanya yang tersebar di Roma, Korintus, Galatia, bahwa hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan dan membenarkan mereka yang menurutinya dan melakukannya, bahwa mereka tidak boleh berharap pada kebenaran mereka sendiri akan kesempurnaan penurutan mereka kepada hukum Taurat, terlebih lagi bila mereka masih berpegang pada hukum Taurat yang melambangkan pengorbanan Kristus dan penebusanNya, sementara percaya kepada Kristus. Ia mengingatkan mereka bahwa upacara perayaan keimamatan sebagai lambang yang wujudnya ada didalam Kristus, telah digenapi di salib Kristus dan telah berakhir (Kol. 2:16,17).

    Tetapi, akan hukum Taurat Allah, sepuluh HukumNya yang kudus yang tertulis diatas loh-loh batu, tidak berakhir disalib, tidak ditiadakan oleh iman, sebaliknya iman meneguhkan eksistensi Taurat Allah, artinya, iman kita menjadikan kita pemelihara Taurat Allah, menghidupkan Taurat Allah dalam hati dan penurutan sehari-hari. Namun demikian, itu semua hanyalah menjadi satu kesaksian akan iman yang hidup, bukan suatu cara mencari pembenaran untuk hidup, melainkan bukti buah iman, buah Roh Kudus, bahwa kasih sebagai tuntutan hukum Taurat tergenapi didalam kita yang hidup menurut Roh.

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  15. [SIZE="5"]
    HUKUM TAURAT
    [/SIZE]

    [SIZE="3"]PART VI. [/SIZE]


    Itulah sebabnya di 2 Korintus 3:6-9 rasul Paulus menjelaskan perbedaan antara penurutan akan hukum yang tertulis pada loh batu dan hidup menurut Roh atau pelayanan Roh. Bila penurutan kepada hukum Taurat untuk mencari pembenaran, maka hasilnya adalah kematian, sebab tak seorangpun yang dapat dibenarkan. Pelayanan kepada hukum itu untuk mencari hidup dan pembenaran hanyalah membawa kematian (Roma 7:10), sebab walaupun Allah berkata bahwa mereka yang melakukan hukumNya akan hidup (Imamat 18:5), tetapi Ia tahu, bahwa sifat cinta diri manusia yang alamiah akan menghalangi mereka dari pada memperoleh pembenaran, sifat alamiah yang berdosa yang dibawa sejak kandungan (Mazmur 51:7) tidak akan dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat sebaik dan sesempurna apapun penurutan kita. Hanya dengan dan melalui Kristus, hidup dengan iman dan menurut Roh, tuntutan hukum Taurat akan terpenuhi didalam kita. Jadi pelayanan Roh yang menghidupkan adalah lebih mulia dari pada pelayanan daging berdasarkan huruf-huruf hukum Taurat yang terukir diatas loh-loh batu (Roma 7:6), pelayanan itu pada hakikatnya hanyalah memimpin kepada kematian. Intinya, bila kita hidup menurut hukum Allah untuk mencari pembenaran, yang kita tuai hanyalah kebinasaan, tetapi bila kita hidup menurut Roh dengan iman kepada Yesus, tuntutan hukum Taurat akan digenapi didalam kita dan kita akan hidup.

    Tetapi satu hal yang perlu kita catat, bahwa baik di Roma 7 maupun di 2 Korintus 3, tidak sekali-kali Paulus mengisyaratkan bahwa Taurat Allah yang terukir pada loh-loh batu ditiadakan atau dipalangkan, yang ia tekankan adalah cara memandang dan melayani hukum itu dengan benar. Sekali-kali tidak ia buang hukum itu, sebagaimana pernyataannya di Roma 3:31, bahwa imannyapun tidak meniadakan hukum Taurat, sebaliknya bahkan meneguhkannya.

    Demikian juga tulisan rasul Paulus kepada orang Galatia, banyak disalah tafsirkan sebagai pernyataan kemerdekaan dari hukum Taurat Allah dan penurutannya, padahal, ia mengulang kembali cara memandang hukum itu dengan benar dan fungsinya untuk kita, serta bagaimana kita dapat meninggikan hukum itu dengan iman kita. Adalah selama iman itu belum datang, selama kita belum mau menyerahkan hati kita kepada Kristus untuk hidup menurut kehendakNya, menurut pimpinan RohNya, maka selama itu pula kita berada dibawah tuntunan dan pengawalan hukum Taurat, yang menunjuk kepada Kristus, sebagai suatu kebutuhan yang mutlak untuk kelepasan dari dosa dan tuntutan hukum Taurat, yaitu kematian kita.

    Tetapi bukankah tuntutan hukum Taurat itu kasih? Benar, itu bila kita berada didalam Kristus oleh iman, itu bila oleh karena RohNya kita hidup selaras dengan tuntutan kasih dari hukum itu, itu bila kita telah memiliki kegenapan hukum Taurat didalam kita oleh Kristus, tetapi selama kita belum beriman kepadaNya, selama kita belum berserah kepada kehendakNya, selama kita masih hidup menurut kepikiran daging kita yang tidak tunduk kepada hukum Taurat (Roma 8:6,7), maka selama itu pula kita berada dibawah hukum Taurat, artinya berada dibawah penghukumannya (Roma 3:19), dimana yang ada hanyalah kematian karena tuntutan hukum atas dosa kita, sebab segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa (Roma 14:23), dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23).

    Itulah yang dimaksud dengan berada dibawah pengawalan hukum Taurat, kita dikurung dalam penjara dosa dengan hukum Taurat sebagai tembok-temboknya, dimana hanya ada satu pintu kelepasan kepada kemerdekaan, yaitu Kristus Yesus. Selama berada dibawah pengawalan hukum Taurat, selama itu kita berada berada dibawah tuntutannya yang mematikan sebab dosa kita, hanya didalam Kristus ada kelepasan, dan kita yang percaya kepadaNYA oleh iman ditempatkan didalam Dia (Efesus 1:13), dan didalam Dia ada kemerdekaan dari dosa, kelepasan dari tuntutan hukum Taurat yang membinasakan kita karena ketidak mampuan kita, sebab Kristuslah satu-satunya manusia yang berhasil memenuhi tuntutan hukum Taurat melalui kehidupan, kematian dan kebangkitanNya, Kristuslah kegenapan hukum Taurat itu, sehingga kita yang beriman kepadaNya dapat dipersatukan denganNya oleh iman dan kegenapan hukum Taurat dapat dipenuhiNya didalam kita dengan menghidupkan kehidupanNya sendiri yang benar dan sempurna 2.000 tahun yang lalu sewaktu Ia hidup didunia, didalam kita dan melalui kita sekarang ini, saat ini, pada masa ini, menjadikan kita orang-orang benar yang kudus.

    Selanjutnya yang ada hanyalah buah Roh, perbuatan-perbuatan yang menyaksikan kasih Kristus kepada sesama dan Hukum Taurat menjadi saksi bahwa kegenapan tuntutannya telah tergenapi didalam kita. Kita disebut tidak lagi berada dibawah pengawasan dan pengawalan hukum Taurat, sebab pelayanan yang lebih tinggi, yaitu pelayanan Roh yang kini menjadi hidup kita, dan hukum Taurat hanyalah menyaksikan kebenaran kita oleh sebab iman. Hukum Taurat tetap ada, ia tidak ditiadakan oleh iman kita (Roma 3:31), tetapi bagi kita ia adalah saksi, sedangkan bagi orang lain, ia akan tetap menuntun mereka sampai Kristus datang kedua kali (Galatia 3:24) agar mereka semuanya dapat dibenarkan oleh iman, yaitu mereka yang belum percaya kepadaNya, yang belum berserah kepadaNya, yang masih hidup menurut daging.

    Sama sekali Paulus tidak mengisyaratkan kelepasan dan kemerdekaan dari menurut dan melakukan hukum Taurat, ia hanya menempatkan hukum itu dalam perpekstif yang benar melalui kaca mata iman. Sesuatu yang telah ditegaskannya terlebih dahulu di Roma 3:31 – Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. Ingat kata Paulus ini, bahwa sama sekali ia tidak membatalkan hukum Taurat, malahan sebaliknya, ia meneguhkannya, artinya, ia menegakkan dan meninggikan hukum Taurat sebagai hukum yang wajib diturut dan dilakukan oleh orang yang beriman, bukan meneguhkannya sebagai symbol saja, untuk dilihat dan dikenang, sebab ia memahami, usaha menjadikan diri benar melalui penurutan adalah sia-sia dan buahnya maut, tetapi pelanggaran terhadap hukum Taurat adalah dosa. Ia memahami bahwa tuntutan hukum itu harus digenapi didalam kita, agar dengan demikian, pada hari penghakiman, kita kedapatan hidup selaras dengan tuntutan hukum itu, sebab hukum itu telah tertulis pada loh hati kita (Yeremia 31:33; Yehezkiel 36:27; Mazmur 40:9), hukum Tauratpun akan membenarkan kita (Roma 2:13) karena kita telah memiliki kebenaran Kristus, kasihNya yang adalah kegenapan hukum Taurat, dan pada akhirnya, Allah akan membenarkan kita oleh karena iman kita.

    Bagaimana dengan Efesus 2:15: sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera. Apakah ayat ini menjadi pegangan untuk menerima bahwa Sepuluh Hukum telah dibatalkan? Bila ini hanyalah satu-satunya ayat yang benar, maka Paulus bertentangan dengan dirinya sendiri dan pernyataannya, karena itu, sekali lagi kami katakan bahwa adalah penafsiran yang keliru bila anda berpegang pada ayat ini sebagai bukti Sepuluh Perintah Allah telah dibatalkan. Apakah maksud Paulus dengan pernyataannya itu?

    Dengan matinya Kristus, apakah yang batal dari hukum Taurat? Hukum-hukum yang melambangkan penebusannya dikayu salib, sebab itu sudah tidak diperlukan lagi. Dan didalam Dia, oleh iman, baik bangsa Yahudi maupun non Yahudi, semua bangsa didunia akan dijadikan manusia spiritual yang baru, dan mengadakan damai sejahtera. Allah telah mendamaikan manusia dengan DiriNya melalui Kristus dan didalam Kristus kita mendamaikan diri kita sendiri dengan Allah dengan terlebih dahulu menyalibkan daging dan segala keinginannya yang adalah perseteruan terhadap Allah (Roma 8:7). Kita mampu menyalibkan daging sebab Kristus telah terlebih dahulu melakukannya untuk kita (Roma 8:3,4), oleh karena itu di salib Kristus, “perseteruan” itu, yaitu “pemikiran daging” telah dirubuhkan, tidak akan pernah muncul didalam hati orang yang memandang salib Kristus dan berpaut padanya dengan iman.

    Itulah maksud dari tulisan Rasul Paulus di Efesus 2. Sama sekali ia tidak berkata tentang pembatalan Sepuluh Hukum Allah, tetapi tentang hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, yaitu hukum Musa yang mengatur tentang upacara-upacara lambang penebusan, sebab Kristus, Anak Manusia telah mati untuk menebus dosa kita, korban sejati telah dipersembahkan, bayangan telah menemui wujudnya.

    Saudaraku, masih banyak lagi tulisan-tulisan rasul Paulus dan rasul lainnya yang bila disalah tafsirkan akan menuntun anda kebawah pengawasan hukum Taurat, dikurung dan dikawal dalam penjara dosa, sebab pelanggaran akan tuntutannya. Janganlah sekali-kali meremehkan tuntutan hukum yang suci, setiap hurufnya yang terukir pada loh-loh batu adalah mulia, sebab itu adalah transkripsi sifat pribadi Allah yang berdasarkan kasih, tetapi hanyalah didalam Kristus oleh iman kita beroleh kegenapan tuntutannya, dengan demikian dimerdekakan dari kuasa dosa, dan bebas dari pengawalannya. Tetapi bila kita kembali menghidupkan pemikiran daging kita, bila kita kembali hidup menurut daging, berpaling dari pada Kristus kediri sendiri lagi, maka kembali hukum Taurat akan mengurung kita dan mengawal kita kembali kepada Kristus.

    Itulah sebabnya Paulus mengatakan, bahwa hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, sampai akhir zaman, agar kita boleh dibenarkan oleh iman. Walaupun iman itu sudah datang untuk kita pada “hari ini”, tetapi ia belum datang bagi orang lain, dan mungkin saja kita bisa hanyut kembali kepada daging dan hidup tanpa iman. Begitulah seterusnya, sampai Kristus datang, sampai berlalunya langit dan bumi ini, sampai saat itulah hukum Taurat akan tetap menjadi pengawal, penuntun dan pengawas bagi umat manusia. Dan bila dibawah pengawalan hukum Taurat kita berada dalam penjara dosa (Galatia 3:22,23), maka hanyalah didalam Kristus oleh iman ada kemerdekaan dari dosa dan sekaligus dari penghukuman. “Demikianlah sekarang, tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada didalam Kristus Yesus” - Roma 8:1.

    Itulah sebabnya Yesus Kristus berkata: “Tinggallah didalam Aku………., demikian juga kamu tidak akan berbuah, jikalau kamu tidak tinggal didalam Aku, ……………. Sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barang siapa tidak tinggal didalam Aku, ia dibuang keluar……” Yohanes 15:1-6. Hanya dengan tetap tinggal didalam Kristus oleh iman kita akan berbuah banyak, buah Roh Kudus, kasih Allah yang menggantikan sifat cinta diri kita sehingga kita layak bagi surga dan dunia baru untuk hidup selamanya, diluar Kritus kita tidak dapat berbuat apa-apa, diluar Kristus kita kembali berada dibawah hukum Taurat, dibawah penghukumannya, diluar Kristus hanya ada kegagalan dan penghukuman.

    Tetapi kemerdekaan didalam Kristus bukanlah peniadaan dan pembatalan kewajiban kita untuk memelihara dan menurut hukum Taurat serta hidup selaras dengan tuntutannya, baik yang terukir pada loh batu maupun prinsipnya. itulah yang dimaksud Rasul Yakobus di Yak 2:17 – “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” 2:20 – “Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang,bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” 2:26 – “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” Tanpa menurut hukum Allah, kita tidak mempunyai perbuatan, iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati, omong kosong! Sebaliknya, dengan melakukan hukum itu berlandaskan iman kepada Yesus, kita dijadikanNya orang benar. Inilah yang rasul Yakobus katakan di Yak. 2:24 – “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.” Kita memiliki perbuatan yang selaras dengan hukum Taurat dan memenuhi tuntutan kasihnya, sebab Kristuslah yang melakukannya untuk kita dan melalui kita, mengerjakan kebenaranNya sendiri yang memenuhi tuntutan hukum yang tertulis maupun yang rohani. Tetapi bagaimana Ia dapat memenuhi tuntutan hukum itu, kalau kita menolak hukum itu, mengabaikannya dan membuangnya padahal mengaku beriman kepadaNya? Bukan hanya oleh iman kita dibenarkan, melainkan oleh perbuatan kita juga, walaupun perbuatan kita tidak menambahkan setitik nilai apapun juga kepada keselamatan yang telah dilakukan Kristus bagi umat manusia, tetapi perbuatan itu diperlukan, sebab itulah bukti iman kita kepadaNya, menerimaNya dan mematuhi kehendakNya, dan dasar penghakiman Allah.

    Rasul Paulus mengatakan dengan sangat jelas dan tepat sasaran: “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” – Roma 2:13. Orang yang melakukan hukum Taurat adalah orang-orang yang Kristus telah penuhi tuntutannya didalam hati dan kehidupan mereka, orang-orang yang telah dimerdekakan dari dosa, orang-orang yang tidak berada dibawah penghukuman dari hukum itu, orang-orang yang telah diubahkan kepada citra Kristus, orang-orang benar yang kudus, yang menuruti hukum Allah dan iman kepada Yesus (Wahyu 14:12).

    Berbahagialah anda bila anda memahami hal ini, kiranya anda dapat dituntun oleh rohNya untuk tidak lagi berada dibawah pengawalan hukum Taurat dan berada dalam penjara dosa, tetapi berpindah kepada kebebasan dan kemerdekaan didalam Kristus, oleh iman, dimana hukum Taurat adalah kesaksian kita, sebab kita memenuhi tuntutannya, oleh karena Kristus telah menggenapinya didalam kita, sehingga kita boleh serasi dengan hukum yang tertulis maupun prinsip rohaninya, dimana hukum Taurat hanya dapat membenarkan kita saja dan Allah pada hari penghakliman dapat membenarkan kita oleh karena iman kita, sebab oleh iman kita kepadaNya-lah semua ini boleh terjadi dan terpenuhi.

    Amen.

    In His love


    Selesailah bagian dari buku saya: KEBENARAN YANG MEMBAWA DAMAI sub title HUKUM TAURAT. Kiranya boleh membawa berkat kepada para pembaca budiman, untuk studi perbandingan dalam mengungkapkan kepalsuan dan menyatakan kebenaran. PILIHLAH YANG BENAR.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  16. Quote Originally Posted by wong ndeso View Post
    [SIZE="5"]
    HUKUM TAURAT
    [/SIZE]

    [SIZE="3"]PART VI. [/SIZE]



    Selesailah bagian dari buku saya: KEBENARAN YANG MEMBAWA DAMAI sub title HUKUM TAURAT. Kiranya boleh membawa berkat kepada para pembaca budiman, untuk studi perbandingan dalam mengungkapkan kepalsuan dan menyatakan kebenaran. PILIHLAH YANG BENAR.
    selesai lah si pembawa damai !,tp pilihanku hanya Yesus Kristus sama sekali bukan buku ini ! karena buku ini pasti sudah pernah di buat dan di selesaikan oleh seseorang di website lain. wong , apakah buku ini karangan anda ???heubat euyy

    sumpeh loe???
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  17. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Quote Originally Posted by wong ndeso View Post
    Jangan sampai kita mempercayai sepuluh hukum yang lain yang adalah hasil gubahan manusia sebab bukan ditulis dan dirumuskan oleh Allah tetapi oleh manusia, seperti berikut ini, menurut kebijaksanaan “dia yang berusaha mengubah hukum dan waktu” menurut nubuatan di Daniel 7:25, yang telah diubah dan diajarkan demikian pada seluruh pengikutnya.

    I. Akulah Tuhan, Allahmu, jangan ada padamu allah lain dihadapanKu.

    2. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan.

    3. Ingatlah untuk menyucikan hari Tuhan.

    4. Hormatilah ayah dan ibumu.

    5. Jangan membunuh.

    6. Jangan berzinah.

    7. Jangan mencuri

    8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu

    9. Jangan mengingini istri sesamamu

    10. Jangan mengini barang apapun milik sesamamu
    Kalo anda bilang ada gereja kristen (ie: Seperti SDA menuding Roma katolik) ada yang mengganti 10 Perintah Allah, tunjukkan gereja apa dan sumbernya.

    Anda jangan sebarkan kebohongan menjadi suatu kebenaran dengan cerita conspirasi bodoh sambil mengutip ayat2 daniel dan wahyu!

    Ini yang dipercaya oleh beberapa golongan besar gereja, bukan seperti yang anda tulis (gak ada gereja yang menghilangkan soal sabat dalam 10 perintah Allah):

    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  18. Sudah diungkapkan di topik Nubuatan Daniel dan Wahyu diungkapkan.

    In His love
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  19. ב"ה

    Shalom Alechem

    Torah is not only "luchos habris" or 10 Commanmends, but Torah is 5 books of Moshe Rabenu (Moses), and what we (Jewish) believe that "Torah" include Shabbat, Kashrut etc" is "only" for Jewish people. non-jewish is not allow or forbidden to follow Torah. non-jewish is free from Torah Commanmends, because Torah was given by HaKadosh Baruch Hu (Almighty) to Moshe Rabenu (Moses) and continue only to "Bnai Yisroel" or Children of Israel, a real Israel, there is NO "Israel by faith" because Israel a Nations same like Indonesia, America, there is NO Indonesia by faith or America by faith, the Christian must clear with this, HaKadosh Baruch Hu was create Jews and non-jewish, you "dont" need became jews or Israeli to get salvation from HaKadosh Baruch Hu. thats why Torah was given only to our Nations because HaKadosh Baruch Hu was choose us to be His people, and He became our G-d, and Torah is a sign between HaKadosh Baruch Hu and Israel.

    Regards

    Yaakov Baruch
    Indonesian Jewish Community
    Synagogue Beth HaShem
    President & Founder
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  20. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Quote Originally Posted by YaakovBaruch View Post
    ב"ה

    Shalom Alechem

    Torah is not only "luchos habris" or 10 Commanmends, but Torah is 5 books of Moshe Rabenu (Moses), and what we (Jewish) believe that "Torah" include Shabbat, Kashrut etc" is "only" for Jewish people. non-jewish is not allow or forbidden to follow Torah. non-jewish is free from Torah Commanmends, because Torah was given by HaKadosh Baruch Hu (Almighty) to Moshe Rabenu (Moses) and continue only to "Bnai Yisroel" or Children of Israel, a real Israel, there is NO "Israel by faith" because Israel a Nations same like Indonesia, America, there is NO Indonesia by faith or America by faith, the Christian must clear with this, HaKadosh Baruch Hu was create Jews and non-jewish, you "dont" need became jews or Israeli to get salvation from HaKadosh Baruch Hu. thats why Torah was given only to our Nations because HaKadosh Baruch Hu was choose us to be His people, and He became our G-d, and Torah is a sign between HaKadosh Baruch Hu and Israel.

    Regards

    Yaakov Baruch
    Indonesian Jewish Community
    Synagogue Beth HaShem
    President & Founder
    Betul, harus dibedakan antara Yahudi atau Non Yahudi dalam hal isi taurat dan siapa2 yang menjalankannya.

    ps: Beneran yahudi yah, kang? Kok english grammarnya kacau?
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread

Similar Threads

  1. Menggenapi - Membatalkan Hukum Taurat
    By SarapanPagi in forum Pengajaran Alkitab
    Replies: 332
    Last Post: 2 Days Ago, 06:16 AM
  2. Permasalahan : KRISTUS ATAU TAURAT?
    By SarapanPagi in forum Diskusi General
    Replies: 398
    Last Post: 4th March 2009, 11:49 PM
  3. Kristus menggenapi Hukum Taurat
    By aaonweb in forum Pengajaran Alkitab
    Replies: 8
    Last Post: 22nd August 2007, 10:30 AM
  4. Istilah dalam Teologi Kristen
    By botek in forum Diskusi General
    Replies: 17
    Last Post: 18th February 2007, 07:25 AM
  5. Cured by NEW WINE
    By JED-ReVoLuTiA in forum Pengajaran Alkitab
    Replies: 3
    Last Post: 16th December 2005, 10:41 AM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1