Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL yg sulit difahami:
"Hikmat" karena membahas secara mendalam soal-soal umum yang penting
dalam kehidupan manusia; "Syair" karena hampir seluruh kitab ini berbentuk syair.
Kitab Ayub ini intinya berdasarkan :
1.seorang tokoh sejarah yang nyata (dinyatakan oleh Firman Allah sendiri)
(Yehezkiel 14:14 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Yehezkiel 14:20 dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.)
2. suatu peristiwa sejarah yang nyata
(Yak 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.)
Latar belakang peristiwa dalam kitab ini ialah terjadi di
"tanah Us" (Ayub 1:1) yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak di
bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia (Rat 4:21 Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!);
jadi latar belakang sejarah Ayub bersifat Arab dan bukan Ibrani.
Penulis yang tidak dikenal, jikalau bukan Ayub sendiri, pastilah memiliki
sumber-sumber lisan atau tertulis yang terinci dari zaman Ayub, yang
dipakainya di bawah dorongan dan ilham ilahi untuk menulis kitab ini
sebagaimana adanya sekarang. Beberapa bagian dari kitab ini pasti
telah diberikan melalui penyataan langsung dari Allah (mis.
Ayub 1:6--2:10).Cuma Allah yang menyatakan soal adanya Dewan Musyawarah Tuhan.
[I][FONT="Palatino Linotype"][CENTER]2 Petrus1:5-8 ... menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.[/CENTER][/FONT][/I]
Bookmarks