Mengapa ketika Paulus ditampar, beliau malah meminta bahwa Allah akan menampar mereka yang menampar dia?
Kis 23:2
[url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=1548#1548][size=5]DITAMPAR PIPI KANAN, BERIKAN PIPI KIRI[/size][/url]
* Matius 5:39-41
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
TR, egô de legô umin mê antistênai tô ponêrô all ostis se rapisei epi tên dexian sou siagona strepson autô kai tên allên
egô {AKU} de {TETAPI} legô {BERKATA} umin {KEPADA KALIAN} mê {JANGAN} antistênai {MELAWAN} tô {(orang) YANG} ponêrô {JAHAT} all {MELAINKAN} ostis {SIAPA YANG} se {ENGKAU} rapisei {(ia akan menampar)} epi {PADA} tên {YANG} dexian {KANAN} sou {(-mu)} siagona {PIPI} strepson {PALINGKANLAH} autô {KEPADANYA} kai {DAN} tên {YANG} allên {[pipi] LAIN}
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
TR, kai tô thelonti soi krithênai kai ton chitôna sou labein aphes autô kai to imation
kai {DAN} tô {(kepada orang)YANG} thelonti {MENGHENDAKI} soi {ENGKAU} krithênai {DIHAKIMI} kai {DAN} ton chitôna {BAJU (yang dipakai didalam jubah)} sou {(-mu)} labein {MENGAMBIL} aphes {BIARKANLAH} autô {DIA (ambil)} kai {JUGA} to imation {JUBAH (itu)}
5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
TR, kai ostis se aggareusei milion en upage met autou duo
kai {DAN} ostis {SIAPA} se {ENGKAU} aggareusei {(ia akan memaksamembawa barang)} milion {MIL} en {SATU} upage {PERGILAH ENGKAU} met {BERSAMA} autou {DIA} duo {DUA [mil]}
Tiga inti ajaran Tuhan Yesus Kristus dalam Matius 5:39-41, sebagai berikut:
1. Murid Tuhan tidak boleh mendendam atau berusaha mengadakan pembalasan terhadap penghinanaan, meskipun penghinaan itu disengaja atau membahayakan hidupnya.
2. Murid Tuhan tidak boleh mengandalkan hak hukum atau hak-hak lain yang mungkin dimilikinya, hal ini diumpamakan dengan baju dan jubah.
3. Murid Tuhan tidak boleh mengutamakan haknya untuk melakukan sesuatu sekehendak hatinya,melainkan harus selalu mengutamakan tugasnya untuk menolong orang lain, hal ini diilustrasikan dengan berjalan satu mil menjadi dua mil.
-----
Ayat 39 adalah yang paling sering dipertanyakan. Untuk memahami Alkitab diperlukan beberapa hal, pertama konteks, kedua konteks, ketiga konteks, dan keempat konteks. Konteks ini pula seyogianya dihubungkan dengan bagian-bagian lain dalam Alkitab karena Alkitab adalah satu kesatuan, tidak terdiri dari satu ayat saja.
Allah itu tidak terbatas dan bahasa manapun tidak dapat mengungkapkan bagaimana penyataan atau kehendak Allah yang sebenarnya, namun patut disyukuri bahwa Allah berkenan menggunakan bahasa manusia yang terbatas itu. Meng'eksegesis' (memahami berita Alkitab) yang baik adalah mengkaji apa maksud penulis Alkitab yang sebenarnya, bukan apa maksud "saya", apalagi jika maksud saya tadi dimasukkan dan diterapkan ke dalam Alkitab. Memang banyak ungkapan-ungkapan tertentu di dalam Alkitab yang diartikan secara literal, kata demi kata, namun ada kalanya suatu ayat harus diartikan secara lambang, alegoris, metafora, dll. Misalnya Alkitab menulis bahwa Tuhan adalah "sandaran" ("misy'ân") alias "penopang", apakah kita menganggap bahwa Tuhan Allah adalah sandaran kursi? Jika Alkitab menulis Tuhan adalah "perisai", "benteng", "menara", bahkan ada tulisan tentang Allah itu "tidur", apakah harus diartikan secara harfiah?
Ada yang bertanya kepada saya tentang ungkapan [url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=1340#1340]"Allah menyesal"[/url], lantas saya tanggapi lewat pertanyaan, bukan balas bertanya. Apakah Allah punya perasaan? Jika tidak, berarti Dia bukan Allah, melainkan batu atau apa saja yang dapat dikategorikan sebagai tidak punya perasaan. Jika ya, apakah perasaan Allah jika seandainya manusia itu menuruti firman-Nya, berbuat sesuai dengan kehendak-Nya? Apakah Allah bersukacita, bersorak-sorai, tersenyum, tertawa, atau bahkan jingkrak-jingkrak kegirangan? Bagaimana pula jika manusia tadi berbuat sebaliknya, memperkosa hukum-Nya, murtad, dan melakukan tindakan-tindakan yang negatif? Apakah Allah menangis, murka, geram, mencucurkan air mata? Bahasa manapun tidak akan mampu mengungkapkan "perasaan" Allah tadi. Oleh karena itu dipergunakanlah istilah-istilah manusiawi [url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=1508#1508]('anthrôpomorphisme')[/url] seperti "menyesal", "bersedih", "kecewa".
Demikian pula jika Yesus Kristus berkata, 'egô eimi ê ampelos ê alêthinê', "Aku adalah pokok anggur yang benar", kita tidak akan menganggap bahwa Yesus Kristus benar-benar sebagai pokok anggur.
Ungkapan tentang "memberikan pipi" juga kita temukan di dalam Perjanjian Lama:
* Ratapan 3:30
"Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan." –
"YITÊN LEMAKÊHÛ LEKHÏ YISBA' BEKHERPÂH"
Di sini kita temukan 'paralelisme' Ibrani yaitu kesejajaran (bukan pertentangan dan/atau perbedaan) antara baris pertama dengan baris kedua. Bahwa memberikan pipi kepada yang menampar ibarat penuh dan kenyang dengan cercaan.
Yesus mengatakan, bahwa kalau ada orang menampar pipi kanan kita maka kita harus memberikan pipi kiri kita juga. Makna yang terkandung di dalam perkataan ini jauh lebih mendalam ketimbang tindakan yang nampak secara kasat mata mempermalukan seseorang.
Seandainya ada orang yang ingin menampar pipi kanan orang lain yang berdiri di depannya dengan tangannya. Bagaimanakah ia bisa melakukannya? Kalau orang tersebut ingin langsung menampar secara memuaskan, maka tidak ada jalan lain kecuali memakai bagian belakang dari telapak tangan kanannya.
Menurut hukum rabinis Yahudi, menampar orang dengan memakai bagian belakang telapak kanan mengandung arti penghinaan dua kali lipat ketimbang kalau menampar dengan telapak tangan saja. Jadi yang dimaksudkan oleh Yesus ialah, meskipun ada orang yang dengan sengaja menghina kita dengan hinaan yang paling berat dan menyakitkan, kita sama sekali tidak boleh membalas atau mendendam.
Kalau ada seorang Kristen ditampar pipi kanan terus memberikan pipi yang sebelah lagi, ybs. adalah bodoh dan tidak memahami ajaran Yesus Kristus yang sebenarnya. Yesus Kristus sendiri tidak berbuat demikian tatkala ditampar, kita kaji ayat ini :
Yohanes 18:22-23
18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?"
18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"
Yesus Kristus pun sering menggunakan paralelisme, ungkapan kedua merupakan penjelasan dari ungkapan yang pertama seperti yang kita temukan dalam Matius 5:39. Masih dalam fasal yang sama, hanya berbeda 10 ayat sebelumnya kita temukan ungkapan ini:
* Matius 5:29
"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka."
ei de o ophthalmos sou o dexios skandalizei se exele auton kai bale apo sou sumpherei gar soi ina apolêtai en tôn melôn sou kai mê olon to sôma sou blêthê eis geennan
Lantas, jika seseorang (Kristen) merasa bahwa matanya menyesatkannya, apakah ia harus [url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=266#266]mencungkil matanya[/url] tadi?
Jika demikian halnya -- seluruh perkataan Yesus Kristus diartikan secara harfiah – niscaya banyak orang (Kristen) yang bakal buta, buntung baik kaki maupun tangannya.
Dalam Matius 5:39 itu, Yesus Kristus mengajar agar kita tidak mendendam atau berusaha melakukan pembalasan. Mungkin anda tidak pernah ditampar seseorang (kalau pun ada) mungkin tidaklah sering. Tetapi mungkin diantara kita ada yang sering menghadapi hinaan, baik besar atau kecil. Dalam hal seperti itu Yesus mengatakan, bahwa murid yang sejati tidak akan mendendam atau membalas penghinaan apapun yang diterimanya. Yesus sendiri pernah dihina sebagai orang yang rakus dan pemabuk. Ia pernah disebut sebagai sahabat pemungut cukai dan pelacur. Ia dipersamakan dengan mereka itu. Orang-orang Kristen purba pun pernah disebut sebagai peminum darah, penghasut (istilah sekarang provokator), tak bermoral, jorok, dan tak tahu malu, karena mereka melakukan Pesta Kasih di dalam ibadah-ibadah mereka.
Jangankan di dalam masyarakat, di dalam gereja pun diantara orang-orang Kristen sendiri, sering terjadi hina-menghina seperti itu, baik secara langsung maupun tidak. Ada anggota gereja yang menghina anggota lain karena iri hati, merasa tersingkirkan, kalah, dan sebagainya. Dan ada pula anggota gereja yang merasa dihina, karena merasa tidak diberi tempat atau kesempatan untuk ikut serta dalam hal-hal yang dianggapnya penting. Yah, ada juga orang Kristen yang lupa makna penghinaan itu. Sebagai murid Tuhan Yesus Kristus seyogianya kita harus selalu belajar dari Guru kita untuk menerima penghinaan apa saja serta untuk tidak mendendam atau berusaha melakukan pembalasan.
Bagi murid-muridNya, Yesus menyempurnakan hukum lama yang berisi pembalasan dendam. Sebagai gantinya Ia memperkenalkan hukum baru dengan semangat yang baru, di mana tidak berlaku dendam atau pembalasan. Ia memberikan beberapa contoh semangat Kristiani seperti yang berlaku di dalam kenyataan hidup. Jika contoh-contoh itu dipahami secara bebas sembarangan, maka pasti tidak akan dapat menangkap makna yang sebenarnya. Oleh karena itu dirasakan perlu untuk memahami secara benar perkataan Yesus itu.
Amin
Blessings,
March 19, 2006
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
Mengapa ketika Paulus ditampar, beliau malah meminta bahwa Allah akan menampar mereka yang menampar dia?
Kis 23:2
Last edited by roderick; 25th March 2006 at 06:57 PM.
Karena kalo Paulus yang nampar, sakitnya cuma sebentar, kalo Tuhan yang nampar gak ketulungan lagi![]()
![]()
![]()
Currently playing Uncharted 2 Multiplayer. Awesome game
Aku mengaminkan segala perkataan Yesus ini dan terus terang inilah salah satu dari banyak alasan mengapa aku bangga dan kagum kepada Tuhan Yesusku...kasihNya yang luar biasa.....benar2x mengagumkan....
Tapi akupun tidak mau jadi orang munafik.......ayat ini begitu gampang untuk di baca..tapi kalau saatnya tiba dimana harus menghadapi situasi seperti itu...waddduuhhh ...kok susah juga ya.....barangku yg di pinjam tetangga tapi ngga di balikkan..sikapku..harus merelakan dan ngga menuntut lagi..dan parahnya bukan cuman sampai disini aja...selanjutnya aku harus tetap ramah ke mereka dan siap bantu kalau mereka memerlukan bantuanku... di fitnah teman harus sabar dan ngga bisa membela diri, harus sabar dan ngga berkata kasar menghadapi mertua yg cerewet dan suka mengatur, sabar dan diam saja ketika di hina teman, harus sabar terhadap kakak ipar ketika di bentak2x dan dituduh telah mencuri kakak laki2xnya tersayang...cemburu karena saudara satu2xnya aku nikahi (kakaknya kok yg minta ke aku untuk menikah...kenapa aku yg di salahin ya??)......
duhhh....sampai saat ini aku tetap aja diam dan tidak meminta hakku atau membela diri...tapi terus terang hatiku ini sakit dan terkadang terasa sangat sulit utk mengampuni dengan setulus hati..malah terkadang aku suka menjauh diri dari orang2x yg suka menyakitiku padahal Yesus tidak mengajarkan seperti ini......perasaan inipula yg membuat aku merasa kecil dan berdosa di hadapan Bapaku yg di sorga.......gimana caranya agar aku bisa memiliki hati yg tulus dan murni seperti anak-anak kecil?? bagaimana caranya utk menhancurkan segala egoku??![]()
![]()
yg kecil2 bisa sabar
bagaimana kalo tanah atau gedung
di ambil orang ?
susah banget mau dipratekkan
Originally Posted by El Shaddai
hahahahha true true! lols... sekali nampar udah X[ duluan
![]()
[SIZE="2"][CENTER][FONT="Arial"]It's not where you came from...it's where you're going...It's not what's on you...but what's in you...it's not what you're driving it's what drives you that's important.
[CENTER][URL="http://www.myspace.com/mzmav0l3ntxox"]www.myspace.com/mzmav0l3ntxox[/URL][/CENTER]
Though no one can go back and make a brand new start, any one can start from now and make a brand new ending.[/FONT][/CENTER][/SIZE]
Yah... ngeles..
![]()
Betul .. kalo ditampar Paulus masih bisa ngeles, kalo ditampar Tuhan ngga bisa ngeles.![]()
Currently playing Uncharted 2 Multiplayer. Awesome game
[
Benar juga yang di katakan Mr/Mrs saine...kalau hal2x yg kecil aja masih bisa di atasi..tapi kalau udah soal gedung, tanah, rumah, mobil..waaaahhh....kayaknya susah deh.....Originally Posted by saine
Tapi ada benarnya juga kalau kita mulai sabar dgn perkara kecil dulu, ntar kemudian nanti bila di perhadapkan ama perkara besar kayaknya udah terlatih dikit![]()
Ngomong2x aku punya kesaksian soal perkara yg besar ini.....
Aku punya tante yg namanya tante Anna....suaminya meninggal dgn mendadak saat lagi main tennis...meninggalkan 2 orang anak kecil2x....
Belum setahun musibah ini berlalu pada datang musibah ke dua....Poso mulai terjadi kerusuhan!! banyak toko2x chinese dan kristen yg di bakar abis...and salah satunya toko dia...mereka sekeluarga pada kabur keluar kota....
Saat keadaan poso mulai tenang tante anna, assistent rumah tangga dan assistent yg mengemudi mobil pada balik ke poso...bukan utk balik tinggal karena dia udah memutuskan bakal tinggalkan poso forever....mereka balik ama truk besar utk mengangkut barang2x dr rumah dia.....sampai depan rumah ternyata jendela2x ama pintu udah di dobrak paksa dan dia melihat bagaimana warga setempat pada masuk keluar rumah dia sambil ngangkut keluar kursi, tv, meja, kulkas, tempat tidur, lemari. sofa, dvd......dll![]()
![]()
Parahnya lagi dia ngga bisa negur ataupun bahkan bertanya kenapa barang2xnya pada di ambil karena orang2x tsb melotot ke dia seakan mau di telan hidup-hidup ....dia hanya bisa menonton aja![]()
wadduuhhh....mereka pada teriak2x....Kafir...kafir elo....tapi doyan banget ama barang-barangnya si kafiranehnya dunia
![]()
Tante anna bawa kedua anak-anaknya ke manado..tinggal di rumah saudara selama setahun....yg bisa dia lakukan hanya berdoa, puasa, dan kerja keras..
setelah setahun jadi pengungsi di manado akhirnya dengan tabungan yg tersisa dia mulai menyewa satu toko di daerah terminal malalayang.
Mengampuni, bersyukur pada Tuhan Yesus, berdoa, puasa dan kerja keras...itulah rahasia dia hingga pada tahun kedua dia bisa membeli toko yg di sewanya....dan ternyata berkat Tuhan tidak sampai disini aja...karena tante anna orangnya Cuantik maka ada duda berduit yg suka dan mau menikahinya...tapi dia berdoa tanya Tuhan Yesus..dan ternyata Tuhan Yesus tidak memandang berapa buanyak duit duda itu...Ada seseorang yg lebih pantas utk tante anna.....sama dia di perkenalkan seorang perjaka yg lumayan lebih muda dr dia, tampang biasa dan jujur...cowo ini di kenalkan oleh mama....berasal dr keluarga yg amat sederhana, alias tidak berduit tapi baik hati dan terpenting lagi dia seorang yg pekerja keras..walau ngga bermodal......
Awalnya tante anna ragu karena soal usia dia yg lebih tua dr cowo ini.....tapi dasar mama koe..ngga pantang menyerah......dan akhirnya mereka saling jatuh cinta.....menikah......2 anak2x tante anna pada manja ama papa baru mereka dan papa baru mereka sangatttt sayang ama mereka.....
Tahun pun terus berlalu...dan berkat Tuhan seperti air yg mengalir dalam hidup mereka. Bisnis mereka sangat lancar, toko lebih dr satu, gudang2x penyimpanan, mobil, mobil2x utk bisnis, rumah baru yg besarnya 2x lipat dr rumah mereka yg di poso, di karuniai satu anak perempuan lagi dan hidup bahagia sampai sekarang...
Hak2x dia di rampas tapi dia belajar utk bersabar dan berserah kepada Tuhan Yesus.......dan buahnya..benar2x WWWOOWWW........Allah kita dahsyat!! benar-benar dahsyat!!!!![]()


udah ada kan di alkitab bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan2 yg melebihi kekuatan kita... jadi apapun yg kita alami itu sesuai dengn kadar iman kita...
kadang kita sendirilah yg membuat masalah itu menjadi besar....
g mo nanya sedikit om...
apakah klo kita mengharapkan pembalasan dari Tuhan itu bertentangan dgn Kasih...??
kadang kita berkata "biarkan,, terserah dia mau buat apa.. mau bikin apa kek,, Tuhan itu tidak buta.. pasti dia akan membalas suatu waktu n balasan yg dia buat itu pasti lebih sakit, bukankah Tuhan berkata serahkanlah semuanya biar Tuhan yg berperkara.."
dan jika kemudian org yg kita maksudkan itu mengalami kecelakaan kita mulai mengucapkan syukur dan mulai berkata Tuhan telah mendengar doa kita..
nah... apakah benar Tuhan yg memberikan kecelakaan itu???
apakah ini boleh.. mengharapkan pembalasan dari Tuhan???
tidakkah ini bertentangan dgn perintah diatas....
Bookmarks