[size=4]2. Permasalahan terjemahan "kurios" dalam bahasa Indonesia:[/size]
Penerjemahan kata "kurios" dalam Alkitab seringkali dipermasalahkan oleh kalangan non-Kristiani dan kalangan dari Unitarian/SSY. Memang, istilah "kurios" tidak menunjuk pada atribut apakah dia manusia atau Allah (bandingkan dengan kara arab "RABB"). Kata "kurios" itu menunjuk kepada kuasa, kedaulatan. Jadi bisa dipakai untuk manusia bisa juga buat Allah. (Baca selengkapnya Study kata "KURIOS" di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=4#4 )
Dalam Alkitab Perjanjian Baru (PB), penerjemah Alkitab bahasa Indonesia lebih banyak menterjemahkan kata "kurios" dengan kata "Tuhan" daripada "Tuan" untuk Yesus (tergantung konteks), ini bukanlah suatu terjemahan yang plin-plan. Penggunaan kata "Tuhan" untuk Yesus Kristus di seluruh PB justru konsisten pada kepercayaan Kristianitas. Pemilihan ini adalah untuk menekankan segi ilahi Yesus Kristus. Tapi bukan atas dasar itu maka orang kristen menganggap Yesus itu ilahi. Tidak masalah kalau semua kata "Tuhan" (terjemahan kata "Kurios") diganti "Tuan", karena Yesus tetap hakekatnya adalah Allah sebagaimana dijelaskan dalam artikel YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=80#80
Permasalahan terjemahan "kurios" sebagai "Tuhan" dalam Alkitab LAI yang ditujukan kepada Yesus Kristus, itu dipersoalkan karena bobot kata "Tuhan" dalam bahasa Indonesia adalah lebih dari sekedar "tuan". Karena kata "Tuhan" ini lebih bermakna "Tuan yang ilahi" atau gelar "Tuan" yang ditujukan untuk Allah, yaitu Tuan dari segala tuan.
Namun, penerjemahan-penerjemahan kata "kurios" sebagai "Tuhan" kepada Yesus Kristus adalah tepat. Karena Yesus Kristus memiliki kedua hakekat dalam diriNya, Allah dan manusia. Sebagai manusia, Dia lapar, haus, menderita, dan lain-lain. Sebagai Allah, Yesus Kristus itu 'pra-eksistensi', silahkan kaji ayat-ayat dibawah ini :
* Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
TR Translit, eipen autois ho iêsous amên amên legô humin prin abraam genesthai egô eimi
Note:
Kata kerja 'genestai', "ada", "menjadi", "eksis" ditulis dalam second aorist, mirip dengan simple past tense, sedangkan "Aku telah ada", egô eimi, seharusnya "Aku ada" ditulis dalam bentuk Present Tense. Menurut kaidah tata bahasa, perbedaan kedua kata kerja ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu 'timeless being'.
Silahkan perhatikan ayat Yohanes 8:58 dalam The Orthodox Jewish Brit Chadasha (OrthJBC) :
"Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, 'Omein, omein, I say to you, before Avraham came into being, Ani hu.'"
Note:
Ungkapan Ibrani, "ANI HU" dalam Perjanjian Lama hanya digunakan oleh TUHAN Allah, tidak pernah digunakan oleh manusia.
(Baca artikel terkait, YESUS ADA SEBELUM ABRAHAM, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1439#1439 )
Maka, jika seorang Kristiani mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan ("kurios") maka Dia adalah "boss", penguasa, majikan, pemilik. Namun bagi seorang Kristiani, bukan hanya itu saja. Kata itu dipakai sebagai gelar bagi Yesus bahwa Dia adalah Tuhan ("Tuan yang ilahi" atau "Tuan diatas segala tuan"). Karena Kristianitas mengimani YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH (Theos).





LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote
.. Kok dibuat thread khusus???







Bookmarks