"I told you so!"
"Gue bilang juga apa!"
Gue sering ngucapin kalimat ini, dan gak jarang juga ortu, sodara, temen atau pacar juga bilang ini ke gue.
Kalimat yang pendek, tapi bisa misahin antara kenyataan dan ilusi, bisa kasih liat kekeraskepalaan (baru kali ini gue nulis kata ini, bahasa romawinya: stubbornness :p) dan kebodohan, bisa misahin antara otak dan emosi, dan bisa menampar dan juga memompa self-righteous. Efeknya tergantung apakah kita sebagai yang ngomong, atau sebagai orang yang dikasih tau oleh orang lain.
Anywa, kalo disuruh milih, elu bakal pilih mana, ngomong kalimat ini ke orang lain, atau milih dengerin orang lain ngomong kalimat ini ke elu?
Tags: Behaviour Philiosophy Renungan