gw punya banyak temen gay.
awalnya, gw juga mengira bahwa gay adalah produk pergaulan, produk lingkungan.
sampe gw menemukan, ternyata gw juga punya sodara gay.
dan sodara gw itu, sejak kecilnya memang dah mirip cewek. dia lebih suka maenan cewek daripada maenan cowok... lebih suka perhiasan dari mobil-mobilan.
tapi dia sama sekali ga keliatan banci.
orangnya ganteng abis.
dan, dia juga dididik dengan baik di rumahnya (yah sejauh pengamatan gw).
so, bukan sengaja dididik seperti cewek, atau dididik untuk ngebenci cewek dan suka ma cowok.
sampe pada suatu titik tertentu, gw kurang percaya bahwa figur seorang bapa akan mempengaruhi seseorang menjadi gay.
toh, karena ketidaksempurnaan manusia, hampir setiap orang (kalo ga emang semua) memiliki figur bapa yang hancur.
jadi, sodara gw itu menjadi gay secara alami... sejak dia kecil.
sama alaminya seperti ada anak2 kecil yang pendiam, dan ada juga yang cerewet.
siapa yang bisa bilang bahwa pendiam dan cerewet itu hanya sebuah produk pergaulan? :P
dan bukan gw ga setuju dengan apa kata orang2 ttg gay vs kekristenan, atau ga setuju dengan apa kata firman Tuhan "pemburit" tidak memiliki bagian dalam kerajaan Allah..
hanya melalui kejadian ini, gw akhirnya bisa memandang sebuah sudut dari persepsi yang berbeda. yeah... sekalipun, gw harus akui... gw memandangnya dengan sedikit takut-takut...
banyak dari gay itu tidak pernah ingin menjadi gay...
dan banyak juga dari mereka, yang tidak mengerti mengapa mereka bisa menyukai sesama jenis...
atau mengapa mereka seperti itu sejak kecil, sejak pertama kali belajar abcde...
dan begitu mereka dewasa, mereka tiba2 diperhadapkan dengan opini2 orang kristen bahwa mereka adalah pendosa-pendosa... sementara jauh di hati mereka, mereka merasa mencintai Tuhan...
hmm.
dan gw sampe sekarang tetep ga bisa mengerti.
di satu pihak, firman Tuhan memang berkata bahwa gay tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah (atau alkitab kitakah yang salah dicetak?).
tapi di laen pihak, bukankah kita semua juga tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, kalau Kristus tidak menyerahkan diriNya buat kita?
dan bukankah sampai kita mati, tidak ada seorangpun yang bisa benar-benar berhenti berbuat dosa, dan karena itulah kita membutuhkan anugerah?
dan apakah bedanya dosa gw yang bukan seorang gay dan lesbi, dengan dosa seorang gay/lesbi?
dan bukankah bila kita berusaha berkenan kepada Allah dengan apa yang kita lakukan atau apa yang tidak kita lakukan, maka Kristus ga ada artinya buat kita?
hmm... apakah semua yang gw ketik di atas itu benar, Tuhan?
I love gays.