Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Mencitai Tangan Ibu
Posted On 02/26/2008 23:14:42 by imey0106

Pada suatu hari seorang anak remaja secara tidak sengaja mendapati bahwa kedua tangan ibunya ternyata jelek sekali karena bekas luka bakar. Selama ini sang ibu berhasil menyembunyikannya dengan memakai baju berlengan panjang, ia kaget, terkejut, tidak suka sambil menunjukkan mimik yang menjijikkan. Ibu yang mengetahui reaksi anaknya berkata dengan lembut, ”Nak, kamu kesinilah sebentar, ibu mau cerita tentang tangan ini”.

Perlahan si anak mendekati ibunya ”Apakah kamu tau kenapa tangan ibu jelek seperti ini?” tanya ibunya. Si anak menggelengkan kepalanya. ”Ceritanya begini, ketika kamu masih bayi, kita adalah keluarga yang baru merantau ke jakarta, ayahmu hanya mampu mengontrak rumah sederhana dipemukiman. Setiap hari ayahmu membanting tulang untuk mencukupi keperluan keluarga kita dan ibu, selain membesarkan kamu juga bekerja sebagai tukang cuci. Pada suatu hari ketika ibu sedang bekerja terdengar teriakan ’kebakaran... kebakaran... kebarakan... ’ dengan panik ibu meninggalkan cucian dan berlari menuju tempat kebakaran. Sesampai disana badan ibu langsung lemas karena ternyata rumah kita sedang diamuk api. Taukah dimana kamu waktu itu berada? Kamu berada dikamar, tidur dengan pulas. Dengan histeris ibupun menerobos masuk untuk menyelamatkan kamu, tetapi dihalangi masyarakat. Tentu tidak mungkin ibu membiarkan kamu mati dilalap api, dengan sekuat tenaga di bantu dengan badan yang licin karena dipenuhi sabun ibupun terlepas. Ibu menerobos masuk, menerjang ke kamar dan menemukan kamu sudah dikelilingi api. Syukur kamu belum apa-apa. Dengan segera ibu segera membungkus kamu dengan sarung basah, tinggal bagaimana caranya bisa keluar”.

”Asap hitam dimana-mana” lanjutnya. ”dan ibu kehilangan arah namun ibu nekat, menerobos dan berhasil menemukan pintu keluar. Sayangnya karena panik ibu tidak melihat keadaan sekeliling, sebatang tiang yang terbakar jatuh dan menimpa tangan ibu, kamu terlepas dan diselamatkan warga tetapi ibu.... beginilah hasilnya beginilah tangan ibu”.

Mendengar cerita dramatis itu si anak diam terpaku, perasaan haru muncul dihatinya sehingga tak sadar airmatapun meleleh dipipinya, perlahan diapun mendekatkan dirinya ke tangan sang ibu, memeluk dan menciuminya dengan lembut seraya berkata ”Tangan ibu begitu hebat dan kuat, aku bangga punya ibu yang mengasihiku yang rela mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan aku... sungguh... aku mencintai tangan ibu”.

 

Sesuatu itu baik atau buruk, tergantung bagaimana kita melihatnya. Tangan ibu tampak buruk tanpa kisah dibaliknya, namun begitu kisah itu diceritakan maka seketika terjadilah perubahan pandangan dari tangan buruk menjadi tangan perkasa.

Etos kali ini adalah kerja adalah ibadah,aku bekerja serius penuh kecintaan menuntut kita menggeser cara pandang kita terhadap pekerjaan.

Ketika kita bekerja dengan niat untuk dibaktikan kepada Tuhan, maka dalam sekejap wajah pekerjaanpun berubah menjadi wajah spiritual. Wajah pekerjaan sering tampak buruk bisa karena upahnya yang kecil, jaraknya yang jauh dari rumah, merasa monoton, teman sekantor tidak bersahabat, dan banyak alasan lain. Namun apabila kita memahami bekerja adalah cara Tuhan memberkati kita maka timbulah kesadaran baru bahwa pekerjaan itu sangatlah berharga.

Jadi renungkanlah kembali pekerjaan kita, pikirkanlah...

Dengan pekerjaan itu anda pernah, sedang dan akan diberkati. Niscaya dengan cara demikian seperti bunyi etos ini kerja adalah ibadah, maka kita akan mampu bekerja serius penuh kecintaan. Maka kembalilah ke ruang kerja anda hari ini dengan niat bahwa seluruh pekerjaan anda, anda baktikan untuk kemuliaan nama Tuhan.

 

special thanks to Peter Waworundeng for Kafe Etos

Tags: Smart Etos Motivating Inspirational



Bookmark:




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS