Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Crying While Sleeping
Posted On 03/28/2008 19:58:44 by PlainBread

Warning: This post contains a lot of things you may not like or agree (even I don't really like what happened personally), or even are against with it. I'm posting it just for the sake of posting it, not of discussing or even elaborating it. I have warned you.

 

Tadi jam 5 sore, badan gue lemes banget. Padahal hari ini gue gak banyak ngelakuin aktifitas, pulang kerja cepet, everything was easily done. Tadi pagi juga bangun telat karena tau bakalan ngantor cuma 2-3 jam.

So gue duduk di tempat tidur. Diem. Dan inget saat2 kaya gini sering terjadi di waktu 'dulu', di mana gue aktif banget dalam pelayanan yang sangat amat berbau 'ngeroh'. Gue mikir "gak mungkin ini datang lagi, gue udah lama menolak untuk ambil bagian."

Akhirnya gue membaringkan diri di tempat tidur, berusaha mejamin mata, dan seakan nunggu sesuatu bakal terjadi. I was right. Begitu mata gue udah 1/2 tertutup karena ngantuk dan lemes yang luar biasa, pelan2 gue liat beberapa orang ada di kamar gue. Mereka berjalan mengelilingi kamar dan ngobrol satu sama lain. Dan mereka berbicara dalam bahasa yang dulu gue kenal dan familiar banget. Badan gue mulai diliputin perasaan hangat. Dan di antara gue dengan mereka, ada seperti movie clips yang diputer, wajah orang2 yang gue kenal, dan wajah orang2 yang asing buat gue, dan kejadian2 yang gue tau sudah dan akan terjadi.

Perlahan air mata gue menetes. Salah satu dari mereka mendekati tempat tidur, dan duduk di atas tempat tidur gue, dekat dengan kaki. Dia bertanya sesuatu ke gue dengan bahasa tersebut. Pertama gue diem, dan dalam hati bilang "jangan buat gue untuk ngomong dalam bahasa itu lagi, It's been a while". Dia tersenyum, dan mengulangi kalimatnya. Badan gue makin hangat, and I started speaking in tounge. It was an intercession part, where I know I've been quite running away from it.

Seorang yang lain lagi mendatangi gue, dan ngomong dalam bahasa itu. "Seandainya kamu diberi pilihan mengerjakan bagian kamu, apakah kamu akan mengerjakan bagian kamu di sini, atau di surga?" Sambil berintercession, pikiran gue menjawab dia "gue kerjain di sini. I'm not ready for heaven yet. So many people, things, and goals I haven't finished with." Dia tersenyum, dan gue tau dia setuju sama gue.

Mereka perlahan dissappear. Badan gue masih terasa agak lemes. I know I got my energy back from Him. Saatnya shopping dan act as if nothing happened.

Tags: Renungan



Bookmark:



Viewing 1 - 3 out of 3 Comments

05/12/2008 01:04:37
he he he baru mampir lagi ke blog ini...
kl gitu cerita singkatnya gmn?


04/15/2008 22:52:04

muuca wrote:

muuca bingung, n jadi pengen tanya PB

apa yang terjadi sampai PB mutusin g mau lagi kyk gt?

Bisa dibikin buku kalo mesti jawab pertanyaan ini :)



04/09/2008 22:46:56

muuca bingung, n jadi pengen tanya PB

apa yang terjadi sampai PB mutusin g mau lagi kyk gt? 





*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS