Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Penawar Rasa Kuatir
Posted On 04/06/2008 03:25:51 by probless
Sekilas tampaknya aneh bahwa di dalam Matius 6, Yesus mengembangkan khotbah-Nya melalui pengajaran tentang kemunafikan dan kemudian tentang kekuatiran. Jika tema dari ayat 1 hingga ayat 18 adalah “Jangan menjadi orang munafik,” maka tema dari bagian selanjutnya adalah, “Jangan kuatir. Tidak perlu merasa kuatir” (Mat. 6:25, 28, 31). Ketika di teliti lebih dalam, maka sebenarnya baik kemunafikan dan kekuatiran penyebabnya adalah sama.

Mengapa orang kuatir? Bagi sebagian orang, dengan alasan berikut ini pula mereka kemudia menjadi munafik: yaitu karena mereka lebih memusatkan perhatian kepada diri sendiri daripada kepada Allah. Bagi orang munafik, yang menjadi tujuan hidupnya adalah perhatian dan pengakuan dari orang lain; sedangkan bagi pengkhawatir, kepentingannya adalah pemenuhan akan kebutuhan pribadinya. Kesamaan kedua bagi si munafik dan pengkawatir adalah keduanya tak satupun benar-benar memahami anugerah Allah.

Secara sederhana dapat kita pahami suatu gradasi mengapa kita menjadi kuatir. 1. Karena mengumpulkan harta yang salah. Kekuatiran mulai menerpa hidup kita ketika fokus pencarian dan pemenuhan hidup kita bertumpu pada hal-hal yang lahiriah – pencapaian status sosial, ekonomi (Mat. 6:19). Menurut Yesus, ungkapan “harta” di sini menunjuk kepada hal-hal yang paling kita kasihi. Hanya surga yang dapat mempertahankannya terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh waktu dan dosa. 2. Berpikir tentang hidup secara salah. Ketika focus hidup kita sudah mulai kepada hal-hal lahiriah, maka itu akan berdampak pada cara pandang kita tentang tujuan dan arti hidup. Gambaran yang diberikan Yesus sungguh sangat jelas. Jika mata kita jahat, maka “gelaplah seluruh tubuh kita.” (Mat. 6:22-23) Jika mata kita tertuju kepada hal duniawi, maka hidup kita akan dikendalikan oleh hal-hal duniawi. 3. Mengabdi kepada tuan yang salah. Dampak dari poin pertama dan kedua adalah diduakannya kasih setia Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berfirman tidak mungkin kita dapat mengabdi kepada dua tuan. Mengapa demikian? Karena ketika kita menduakan kasih setia Tuhan dengan mammon (Mat. 6:24) akan membawa hidup kita masuk kedalam ketegangan dan kekuatiran.

Apakah solusi yang Tuhan Yesus Berikan? Ada empat resep utama yang Tuhan Yesus berikan sebagai penawar hati yang kuatir. Pertama, memandang hidup secara keseluruhan (Mat. 6:25-26). Kedua, Memandang hakekat kehidupan (Mat. 6:27). Hidup kita ada ditangan Bapa. Ia telah merencanakan semuanya. Ia mengetahui akhir dari segala sesuatu sejak awal keberadaan semuanya. Ketiga, mengingat kebaikan Tuhan (Mat. 6:28-32) “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di padang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu…” Keempat, Carilah dahulu Kerajaan Allah (Mat. 6:33-34). Kekuatiran hidup hanya dapat diatasi dengan adanya keyakinan akan pemeliharaan Sang Raja. Kekuatiran hidup akan hilang ketika kita dengan sadar membawa hidup di bawah otoritas dan sistem-Nya (Kerajaan Allah). Dimana Dia, Jehovah-Jireh yang menjadi Raja dan kita sebagai umat kesayangan-Nya. Ketika kita mendedikasikan seluruh totalitas hidup kita di bawah otoritas kuasa-Nya dan menjalani hidup sesuai dengan sistem nilai kerajaan-Nya (kebenaran-Nya), maka pemeliharaan-Nya yang sempurna akan berlaku atas hidup kita.

Di tengah carut marutnya ekonomi bangsa, berfluktuasinya nilai tukar rupiah atas dollar, naiknya harga minyak dunia yang berdampak semakin sulitnya menggapai mimpi hidup bahagia. Ditengah ketidak pastian diberbagai segi kehidupan, baiklah kita kembali kepada Kerajaan Allah, dimana Tuhan Yesus Kristus b ertahta sebaga Raja Agungnya dan kita sebagai umat kesayangan-Nya. Sebagaimana Tuhan memelihara umat Israel di padang gurun hingga masuk tanah Kanaan tanpa kekurangan apapun juga, pemeliharaan Allah yang sama juga berlaku atas umat-Nya yang menjalani hidup sesuai dengan sesitem nilai Kerajaan-Nya. Selamat menjalani hidup di bawah pemerintahan Kristus dan menerapkan nilai-nilai kerajaan-Nya. Amin

Tags: Kuatir Cemas



Bookmark:




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS