"Siapakah yang salah ?"
pertanyaan yang timbul didalam hatiku...
terhitung sudah sekitar beberapa hari berlalu setelah jotosanku mendarat tepat di wajahnya.
masih tersirat jelas dalam ingatanku, dimana mulutnya sobek karena pukulanku.
and after that, keramaianpun berada disekelilingku.
banyak terlontar pertanyaan dan komentar terhadap diriku, namun ku tak dapat memfokuskan dirku terhadap apa yang mereka katakan.
pikiranku penuh dengan emosi... dan saat itu aku merasa, badanku bukanlah badanku.
semua orang menyalahkan diriku atas tindakan yang kuperbuat, mereka tak peduli dengan alasan yang kuberikan, mereka menganggap perbuatanku itu salah... semua menyalahkan diriku. 
marilah kita kembali kebeberapa waktu sejenak sebelum jotosanku mendarat tepat di wajah (mantan) teman komselku....
beberapa hari yang lalu, (hari sabtu tepatnya) adalah saat dimana hari komsel diadakan.
semua berjalan seperti hari sabtu yang lalu - lalu, dimana kami berkumpul dan mensharingkan dengan apa yang terjadi pada kami dalam satu minggu ini.
semua berjalan seperti biasa ,sampai saat aku mengetahui sebuah kebenaran (yang disembunyikan) dan peristiwa pemukulan itu terjadi...
ternyata selama ini baru kuketahui, ternyata (mantan) temen komselku sendiri yang mencelakakan diriku...
baru ku ketahui, ternyata (mantan) temen komselku sendiri menyamar sebagai diriku dan membuat kekacauan dimana mana.
dan alhasil... aku yang dipersalahkan
awalnya aku tak tahu, mengapa banyak teguran teguran yang terjadi pada diriku atas kesalahan ini dan itu... padahal kesalahan itu tak pernah ku perbuat.
sampai sang pks yang memberitahukan kenyataan yang sebenarnya, bahwa diriku telah di jebak dengan seseorang(yaitu temen komselku sendiri).
aku pun tak mampu menahan diriku... ku datangi orang yang bersangkutan, kutanyakan secara baik baik, kenapa dia melakukan hal itu?
pertama dia tak mau mengaku, namun setelah bukti bukti itu muncul.. akhirnya dia mengaku juga.
dia mengaku... dia merasa iri dengan diriku, krn diriku bisa dekat dan akrab dengan orang yg dia sukai.
dia berharap... dengan peristiwa menjelek jelekan namaku, sang pujaan hati akan berpaling dan tidak dekat dengan diriku lagi.
akupun terdiam sesaat....
dan "BUK" ....
pukulanku mendarat tepat diwajahnya, dia terkapar didepanku dengan mulutnya yang sobek. darah pun mengucur dari mulutnya
kamipun di kelilingi banyak orang dan beberapa orang segera menahan dirku, sambil bertanya apa yang terjadi?
akhirnya aku pun menjelaskan apa yang terjadi, namun mereka tetap menyalahkan dirku. (dan akhirnya aku pun di skors dari pelayanan digereja, dan tak boleh datang komsel lagi, sodara sodara)
dan herannya.. yang di pukul, malah diampuni kesalahannya atas perbuatanya yang memfitnah dirku ( sampe saat ini, saat menulis blog ini, dia masih di komsel sodara2)
mungkin...
aku memang adalah orang yang emosian, suka main tangan, dan perbuatanku yang memukul dia... adalah tindakan yang berlebihan.
namun hati kecilku tetap masih tak mampu menerima, mengapa aku harus dipersalahkan ketika dia melakukan kesalahan? ( ketika dia menyamar sebagai diriku dan buat onar)
mengapa aku dipersalahkan atas kesalahan yang tak kuperbuat?
dan ketika dia berbuat salah, kenapa dia tak dipersalahkan seperti diriku?
mengapa kalian mampu mengampuni mereka dan tidak mengampuni diriku? tidakkan kalian pikir, pemukulan yang ku sebabkan kepadanya diakibatkan karena ulahnya sendiri?
dunia ini tidak adil, ketika dunia menyakitiku.. itu ok - ok aja. namun ketika aku menyakiti dunia.. itu adalah hal yang salah.
dimanakah hukum didunia ini? ketika kita menyakiti seseorang secara fisik, kita dipenjara....
namun ketika hati kita disakiti, pelakunya bebas berkeliaran...