Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Pola hidup taman Eden
Posted On 05/15/2008 22:02:53 by Vicmatic12

Kita hidup di dunia ini tidak luput dari kesusahan dan penderitaan, dimana sakit-penyakit, masalah, kekurangan dll., silih berganti menghiasi hidup ini, tidak terkecuali anak-anak Tuhan sekalipun.
Pada awalnya Tuhan tidak berencana ataupun menciptakan segala penderitaan dan kesusahan tersebut, akan tetapi Tuhan menciptakan segala sesuatu sempurna (termasuk manusia). Tetapi yang terjadi adalah kesempurnaan yang telah Tuhan ciptakan tersebut rusak oleh karena dosa manusia. Sehingga semuanya menjadi seperti sekarang ini.
Akan Tetapi Tuhan tidak tinggal diam melihat hal ini terjadi, Ia datang ke dunia ini melalui Yesus Kristus dan mengembalikan kembali pola hidup yang telah rusak kembali kepada pola hidup semula seperti di taman Eden.
Pola hidup taman Eden adalah pola hidup Kerajaan Sorga, sebuah pola hidup berkemenangan dan selama kita di dunia ini pola hidup ini yang akan membawa kita ke dalam Kerajaan Sorga itu sendiri. Sebab  “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21)
Berikut ini pola hidup taman Eden yang seharusnya anak-anak Tuhan


Hidup dengan gambaran Allah (Kej 1:26-28)
Manusia diciptakan khusus menurut gambaran Allah. Kata “gambar Allah” berasal dari kata Ibrani stelem yang berarti serupa atau mirip, berdasarkan gambaran dan keserupaan ini, manusia mencerminkan kasih, kemuliaan dan kekudusan-Nya.
Namun pada saat manusia jatuh ke dalam dosa, keserupaan manusia dengan Tuhan menjadi rusak dan terjadi kebalikan dengan apa yang telah Tuhan rencanakan, manusia menjadi cenderung melakukan apa yang jahat. Orang tidak lagi dapat melihat pribadi Tuhan di dalam diri manusia.
Tuhan ingin manusia kembali pada gambaran-Nya yang semula, sehingga Ia (dalam rupa manusia) berinisiatif untuk turun ke bumi dan mati di kayu salib. Tuhan Yesus sendiri mencontohkan dalam hidup-Nya sewaktu Ia di bumi ini bagaimana kita harus hidup dalam kasih Allah, melakukan apa yang benar dan kembali kepada gambaran/ kemiripan seperti waktu semula.
Saudara dan saya hidup di dunia ini harus memiliki pola hidup taman Eden, kita dipanggil untuk menjalani kehidupan yang serupa dengan Kristus, II Korintus 3:18 berkata “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
Jangan sampai kita sebagai anak-anak Tuhan tidak memancarkan kasih Tuhan karena kelakuan kita yang jahat, tapi biarlah kita – walaupun hidup masih di dunia ini – namun memiliki pola hidup Kerajaan Sorga yang penuh kasih terhadap sesama, saling mengampuni, saling menolong dll. Sehingga orang lain melihat Kristus dalam diri anak-anak Tuhan dan menjadi percaya kepada-Nya. II Kor 3:18  “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”


Hidup dalam persekutuan yang akrab dengan Tuhan
Ada suatu kebiasaan pada waktu itu yang menyebutkan bahwa setiap “waktu sejuk” (petang, BIS) Tuhan datang ke taman Eden (Kej 3:8a). Untuk apa Tuhan datang, pasti untuk bertemu manusia sebagai makhluk yang paling sepadan dengan-Nya. Tuhan tidak mungkin datang untuk bertemu dengan binatang atau pohon-pohon.
Tuhan menciptakan Adam dan Hawa menurut rupa-Nya sendiri supaya manusia dapat mempunyai hubungan kasih pribadi secara abadi. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk tiga-unsur (tubuh, jiwa, roh), memiliki pikiran, perasaan dan kehendak agar dapat menanggapi-Nya dengan leluasa sebagai Tuhan dan menyembah serta melayani-Nya karena iman, kesetiaan, dan rasa syukur. Bisa dibayangkan betapa indahnya persekutuan yang intim di taman Eden terjadi antara manusia dan Tuhan. Manusia berbincang-bincang secara langsung dengan Tuhan, dan Tuhan pun dapat menceritakan isi hati-Nya kepada manusia.
Namun hubungan yang intim tersebut tidaklah bertahan lama, sebab hubungan tadi terputus karena manusia jatuh ke dalam dosa. Allah adalah kudus, sehingga Allah tidak lagi dapat bersama-sama lagi dengan manusia yang sudah jatuh dalam dosa seperti semula. Dan setelah kejadian ini, manusia hanya dapat berhubungan dengan Allah secara “jarak jauh” tidak lagi dapat berhadapan muka saling berbincang, tidak ada lagi kebersamaan di hari sejuk seperti semula. Kini manusia berhubungan dengan Allah melalui korban sembelihan di atas mezbah. Oleh sebab itu Allah memerintahkan Musa untuk membuat kemah suci bagi orang Israel sebagai tempat pertemuan antara manusia dengan Allah, tapi pertemuan di sini sudah tidak seintim seperti pada watu di taman Eden, ada batas yaitu sebuah tabir antara manusia dengan Allah, lagi pula tidak semua orang dapat masuk ke kemah suci hanya Imam dengan persembahan yang boleh masuk, sedangkan orang Israel hanya dapat mendekat di luar kemah.
Pemulihan terjadi pada saat Kristus datang ke dunia ini. Ia disalibkan, dan mati di kayu salib, untuk kembali memulihkan hubungan yang telah terputus antara Allah dan manusia di taman Eden. “Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah” (Markus 15:37-38). Kematian Yesus (sebagai KORBAN penghapusan dosa) membuka tabir Bait Suci yang memisahkan antara manusia dengan Allah, dan kini kita dapat bersekutu dengan Allah
Efesus 3:12 “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.” Inilah pola hidup taman Eden, pola hidup yang memiliki kembali hubungan intim dengan Allah sehingga dapat ditemui kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja yang mau percaya kepada-Nya.
Ayo miliki pola hidup daman Eden dengan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.


Tidak hidup dalam dosa
Sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, manusia hidup dalam kekudusan, sehingga mereka dapat bersekutu dengan Allah yang kudus sampai akhirnya dosa memisahkan manusia dengan Allah. Mereka diusir dari taman Eden
Pola hidup Taman Eden adalah pola hidup tanpa dosa, itu berarti kita harus hidup dalam standar Kerajaan Sorga dengan hidup dalam kekudusan. “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.” (I Petrus 1:15)
“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” (Kolose 1:13-14)


Hidup dalam kelimpahan
Kejadian 1:8-15  “Selanjutnya TUHAN Tuhan membuat taman di Eden, …Lalu TUHAN Tuhan menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; … Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras… TUHAN Tuhan mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Sungguh indah dan diberkatinya taman Eden, dan disanalah manusia Tuhan tempatkan, suatu tempat yang penuh dengan tanaman penghasil buah-buahan, air, emas dll. Tuhan menciptakan semua itu untuk manusia tinggal.
Namun manusia tidak lama menikmati semuanya itu, pada waktu Adam dan Hawa tidak taat kepada Tuhan dan memakan buah pengetahuan yang jahat dan yang benar, Tuhan mengusir manusia dari taman Eden, dan kini manusia tinggal di dunia ini yang dikatakan “dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:19)
Tetapi Tuhan Yesus datang membawa pemulihan seperti tertulis dalam II Korintus 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” Ia mengembalikan berkat taman Eden kepada anak-anak-Nya saat ini, Saudara dan saya kini hidup dalam berkat Allah sehingga dapat memberkati dunia ini.


Hidup dalam berkat kesehatan
Pola hidup taman Eden adalah pola hidup Kerajaan Sorga, salah satu ciri dari Kerajaan Sorga adalah berkat kesehatan/ kesembuhan.  Wahyu 22:2 melukiskan : “Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.” Yehezkiel 47:12  “Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
Sakit penyakit dan kematian adalah dampak dari kejatuhan manusia ke dalam dosa akan tetapi penebusan Kristus di kayu salib melingkupi : Untuk dosa, Allah menyediakan pengampunan; untuk kematian, Allah menyediakan kehidupan kekal dan kebangkitan; sedangkan untuk penyakit, Allah menyediakan kesembuhan (Mazmur 103:1-5; Lukas 4:18; 5:17-26; Yakobus 5:14-15).
Taman Eden bukan berbicara masa yang telah lalu, atau berbicara tentang Kerajaan Sorga bukan berbicara tentang masa yang akan datang, tetapi berbicara tentang kenyataan di masa sekarang ini. Kepada Gereja-Nya (Saudara dan  saya) saat ini Allah ingin menyatakan Kerajaan-Nya di muka bumi ini seperti di taman Eden.
Pemulihan harus terjadi dalam segala aspek kehidupan anak-anak Tuhan dan hidup kembali dalam pola kehidupan awal seperti di taman Eden. (Vs.)

 

 

 

 

 

 

 


 



Bookmark:




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
free forum hosting   -   fashion accessories