Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Menjadi Rajawali Dewasa
Posted On 05/16/2008 23:55:01 by Vicmatic12
“tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka 
seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)

    Didalam Yesaya 40:31 diatas dikatakan bahwa jika Saudara dan saya mempercayakan sepenuhnya kehidupan kepada-Nya (Menanti-nantikan Tuhan) yang meliputi juga memandang Dia sebagai sumber pertolongan dan kasih karunia akan mendapat kekuatan baru juga kemampuan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi bagaikan rajawali yang terbang naik ke langit. 
Mengapa ayat diatas dan ayat-ayat di alkitab mengumpamakan kekuatan yang baru seumpama burung rajawali? Dibawah ini beberapa alasan mengapa nabi Yesaya mengunakan burung rajawali  didalam ayat tersebut, dan itu karena :

1. Kemampuannya terbang tinggi.
    Ayub 39:30  “Atas perintahmukah rajawali terbang membubung...” Bagian ini mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita bahkan banyak lagu tercipta tentang burung rajawali yang akan terbang lebih tinggi bila badai menerjang. Memang demikianlah sifat burung rajawali dalam menghadapi hujan badai, setidaknya ada dua kemungkinan yang akan dilakukan burung rajawali saat terbang melintasi badai :
Burung rajawali akan terbang tinggi melebihi tinggi awan sehingga badai ada di bawahnya, dia terhindar dari badai.
    Burung rajawali akan tetap terbang walaupun hujan menerpanya, ia terbang melintasi hujan dan badai.
Saudara, saat kita mengikut Tuhan bukan berarti kita akan terbebas dari segala ujian didunia ini, Tuhan terkadang mengijinkan sesuatu/ujian menimpa kita untuk kemuliaanNya, yang menjadi pertanyaan apakah saat ujian tersebut menerpa, kita akan mengalah dan menyalahkan keadaan atau kita akan naik lebih tinggi lagi bersama Tuhan (intim) mengatasi segala ujian tersebut seperti burung rajawali.
Ada yang menarik dari Ayub 39:30 bahwa “membumbung” didalam bahasa aslinya adalah gabahh (Ibr.) yang terjemahan utamanya adalah exalt atau mengagungkan/ memuliakan/ memuji-muji. Saudara, saat badai menerpa kehidupan, kita dapat meniru burung rajawali yaitu naik lebih tinggi lagi, intim dengan Tuhan dan berserah pada pertolongan Tuhan sambil terus memuji dan menyembahNya dengan ucapan syukur, sebab disitulah kekuatan kita yaitu saat duduk dihadiratNya, memuji dan menyembah pasti mujizat terjadi.

2. Bersarang di tempat yang tinggi.
    Ayub 39:30-32  “Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi? Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi. Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati”
    Dalam membangun sarangnya, burung rajawali akan memilih tempat-tempat yang tinggi, baik itu di celah-celah bukit batu, dipuncak bukit dan gunung atau diatas pohon-pohon yang tinggi, mengapa? agar mereka dapat mengawasi daerah sekitar (power of vision) terhadap serangan musuh, menghindari dari pemangsa dan pandangan kebawah untuk mencari mangsa. 
    Sebagai anak-anak Tuhan, bukankah Saudara dan saya hari-hari ini dituntut agar berada di tempat yang tinggi, intim dengan Tuhan, naik kegunungNya yang kudus dll? Benar! Mengapa? Agar kita dapat selalu berada didalam hadiratNya, sebab ada keuntungan bila kita berada ditempat yang tinggi, yaitu :
Saudara dan saya dapat selalu terhindar dari si iblis musuh kita yang setiap saat selalu mengancam (I Pet 5:8).
    Saudara dan saya dapat mengawasi, berdoa, memuji, menyembah-Nya dan akhirnya meraih jiwa-jiwa disekitar kita seperti burung rajawali yang mengawasi sambil siap menyambar mangsannya setiap waktu secara tiba-tiba (Ayub 9:26, Hab 1:8). Bagaimana kita dapat melakukan hal tersebut? Melalui menara doa, disana kita dapat mengawasi gerak-gerik musuh kita, berdoa-memuji-menyembah Tuhan dan merampas jiwa-jiwa dari si jahat 24 jam sehari.

3. Awet Muda
    Adalah kebiasaan setiap burung rajawali dalam mengawali musim semi untuk melepaskan bulu-bulu yang lama dan menggantinya dengan bulu yang baru sehingga burung rajawali kelihatan seperti muda kembali. Dimana kita akan menjadi “awet muda” seperti yang dilakukan rajawali? Didalam Tuhan! Raja Daud menyatakan hal tersebut didalam Maz 103:5 yang mengatakan “Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru (awet muda, BIS) seperti pada burung rajawali.” Raja Daud tahu bahwa hanya didalam Tuhan kita mendapatkan segala yang baik yang membuat kita “awet muda” yaitu roh yang selalu menyala-nyala dalam melayaniNya, kasih yang mula-mula, semangat yang baru, kekuatan baru, cinta pertama pada Tuhan sukacita, damai sejahtera, dll. Dan itu tidak akan kita dapatkan diluar dari pada Tuhan.

4. Keteguhan hati
    Ul 32:11-12 “Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.”  Dalam mendidik anak-anaknya agar bisa terbang, burung rajawali akan mendorong anak-anaknya dari sarang yang tinggi jatuh kebawah, jika anak-anak tersebut bertopang pada sarang agar tidak jatuh maka ia akan merobek-robek sarang hingga hancur, tidak ada lagi tempat berpegangan. Jika anak-anak tersebut sedikit besar maka didikan yang diberikan adalah dengan membawa anak-anak tersebut terbang ke tempat yang tinggi lalu melepaskannya!, seketika itu juga si anak akan mengepak-ngepakkan sayapnya dengan sekuat tenaga agar tidak jatuh … dan akhirnya mereka terbang layaknya seekor burung rajawali dewasa, kegigihan dan keteguhan anak-anak tersebut membawa hasil yang baik, jika gagal dalam sekejap induknya akan menyambar anak tersebut agar tidak jatuh. 
    Saudara, dalam kehidupan kita sering mendapat didikan dan ujian seperi anak-anak rajawali tersebut, seakan-akan Tuhan begitu kejam dengan mengizinkan segala cobaan “berat” menimpa anak-anakNya. Seperti burung rajawali mendidik anak-anaknya agar dewasa demikian juga Tuhan menguji anak-anakNya agar kita menjadi dewasa dan lebih lagi mengandalkan Tuhan, jangan takut Allah tidak akan pernah meninggalkan kita, Ia selalu menopang disetiap masalah yang kita hadapi, seperti rajawali yang menyambar anak-anaknya yang terjatuh demikian Allah akan menolong Saudara dan saya tepat pada waktunya.

5. Kekuatan
Yes 40:31 31 “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

6. Kecepatan
    II Sam 1:23 23  “Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa.”  Burung rajawali adalah salah satu burung yang memiliki kecepatan terbang tinggi yang disebabkan penampang sayapnya yang besar, tubuh yang ramping namun memiliki otot yang sangat kuat.
    Hari-hari ini kita memasuki akhir di “akhir zaman” yang otomatis kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sudah sangat-sangat dekat, begitu juga dengan tuntunan-tuntunan Tuhan hari-hari ini begitu cepat, pembukaan Firman Tuhan begitu luar biasa, pelipatgandaan diberbagai bidang mulai terjadi dll., dan ini harus diimbangi oleh kecepatan Saudara dan saya untuk menerima tuntunan-tuntunan tersebut, kita harus berlari saat-saat ini, kita tidak dapat mengikuti Tuhan dengan cara kemarin, kecepatan burung rajawali benar-benar kita perlukan saat ini, rasul Paulus berlari cepat dengan cara “… aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian …” (Fil 3:13-15). 

7. Mata yang tertuju pada matahari
    Saat rajawali terbang disaat matahari bersinar terang, rajawali dapat terbang dan akan terbang ke arah matahari. Kok bisa bukankah itu akan menyilaukan pandanggannya? Tidak, sebab burung rajawali memiliki selaput kedua yang dapat melindunginya dari sinar matahri yang terik sekalipun. Saudara ini berbicara bahwa kita yang hendak menjadi rajawali dewasa mata kita harus selalu memandang kemuliaan Allah (matahari melambangkan kemuliaan Allah) yaitu melalui mata rohani kita dan iman kita kepada Nya (Ibrani 12:2; Maz 17:15).

8. Terbang mengikuti aliran angin
    Rajawali akan terbang mengikuti aliran angin yang sehingga ia terbang dengan tenaga sekecil mungkin namun dengan jarak dan ketinggian yang semaksimal mungkin, Saudara ini berbicara bagaimana kita rajawali-rajawali dewasa mau mengikuti visi/tuntunan Tuhan yang Ia berikan setiap waktu, kita siap merubah haluan dan pandangan hidup kita saat Tuhan memerintahkan lain, atau saat tuntunan Tuhan yang tidak masuk akal sekalipun kita akan jalani dengan iman hingga kemuliaanNya dinyatakan pada setiap kita.

9. Selalu memakan makanan yang sehat
    Burung rajawali tidak pernah mau makan dari makanan-makanan yang kotor seperti bangkai ataupun daging-daging sisa, ia memerlukan makanan yang fresh atau segar, sebagai perbandingan adalah seekor burung nazar (burung bangkai, akan memakan apa saja yang ia temui dari mulai bangkai, daging sisa-sisa makanan hewan lain, bahkan bangkai yang sudah membusuk! Ich.... menjijikan bukan? Saudara ini berbicara bagaimana kita anak-anak Tuhan hendaknya makan dari makanan yang sehat, yaitu makanan yang sehat bagi kehidupan rohani kita yang tidak lain adalah Firman Tuhan, saat Saudara dan saya membaca atau mendengar firman Tuhan itu adalah makanan yang sehat dan fresh bagi kehidupan rohani kita, itu akan menguatkan, membangun dan menghibur Saudara dan saya setiap waktu, lain dengan makana-makanan yang ada di dunia ini isinya berkisar gosip, ketakutan, kekuatiran dll.

10. Setia pada pasangannya
    Demikianlah kekuatan yang akan kita terima bila kita mengandalkan dan menanti-nantikan Tuhan, kita akan mendapat kekuatan baru bagaikan seekor burung rajawali, namun jangan lupa kita harus seumpama rajawali dewasa, sebab hanya burung dewasa yang sangup melakukan hal-hal diatas.

Impartasi
    Ada hal yang penting mengenai burung Rajawali dewasa yaitu mereka memberi makan anak-anaknya dan mengajarinya terbang sambil terus menerus menjagainya, ini berbicara bagaimana kerelaan Saudara dan saya memberi atau mempercayakan (mengimpartasikan) apa yang telah Tuhan percayakan dan berikan kepada orang lain, ini dapat kita realisasikan di Cell-Cell, bagaimana kita mau terlibat di kelompok Cell untuk memuridkan dan mengembalakan jemaat-jemaat yang belum mengenal Firman Tuhan (anak kecil rohani) dengan pemberitaan Firman Tuhan, visi, kesaksian, perhatian hingga bantuan secara materi bagi yang berkekurangan, ini terus kita lakukan sampai jemaat-jemaat tersebut dewasa dan siap juga menjadi pemurid yang akan mengimpartasikan lagi kepada orang lain (seperti Elia kepada Elisa) yang akhirnya Firman Tuhan beserta kebenaranNya akan terus tersebar, menjadikan anak-anakNya menjadi anak-anak yang dewasa, menjadikan umat Tuhan menjadi umat yang layak hingga kedatanganNya yang kedua kali, amin. (Vs.***)



Bookmark:




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
free forum hosting