Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Kursi Kemurahan Tuhan (Mercy Seat)
Posted On 05/16/2008 23:59:40 by Vicmatic12
Apa yang dimaksud dengan mercy seat tersebut? Untuk mengetahui mercy seat kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai tabut perjanjian. 

    Tabut perjanjian adalah sebuah kotak kayu berlapis emas yang mula-mula dibuat oleh Musa atas perintah Allah. Diatasnya terdapat tutup yang dinamakan tutup pendamaian yang dalam bahasa inggris disebut mercy seat dan diatas tutup tersebut terdapat dua figur kerub terbuat dari emas murni (dua figur malaikat) yang saling berhadapan dengan sayap terbentang (Kel 25:17). Tutup tersebut disalut emas memisahkan antara ruang tabut yang berisi loh batu dengan kedua kerub diatasnya. Diatas tutup pendamaian tersebutlah tempat Allah berbicara kepada Musa (Kel 25:22; 30:6), tempat Allah hadir ditengah-tengah umat Israel. 

    Jika kita berbicara mengenai mercy seat kita sedang berbicara tempat kehadiran Allah dan kemuliaanNya, mercy seat adalah tempat persemayaman Allah ditengah-tengah umatNya. Saat Allah datang ditengah-tengah umat Israel diatas tutup pendamaian. Disitulah Allah berbicara apa-apa yang harus bangsa Israel lakukan, Allah menyampaikan pesan, visi dan petunjuk di tempat tersebut. 

    Pada masa perjanjian baru sekarang ini masa dimana Saudara dan saya hidup, “tutup pendamaian” tetap kita perlukan, sebab saat ini pun kita masih memerlukan kehadiran Tuhan dengan kemuliaanNya untuk kita mengetahui visi, tuntunan, suara Tuhan, lawatan Tuhan, dll., walaupun bukan secara fisik kita harus membuat tabut perjanjian lengkap dengan tutup pendamaiannya, tapi kita tetap perlu untuk membuat “tutup pendamaian” tersebut!

    Untuk membuat tutup pendamaian kita akan melihat terlebih dahulu kata asli dari “tutup pendamaian” tersebut, didalam terjemahan aslinya (bhs. Ibrani) tutup pendamaian adalah kapporeth (kap-po’-reth) yang berasal dari kata kaphar (kaw-far’) yang berarti : tobat, pembersihan, pendamaian, penebusan salah/ dosa, dan pengampunan. Di atas tutup ini imam besar memercikkan darah korban yang dipersembahkan untuk mengadakan pendamaian karena dosa. Tindakan ini melambangkan kemurahan Allah yang memberi pengampunan secara langsung, didalam terjemahan Inggris (KJV) disebutkan sebagai Mercy seat (kursi kemurahan Tuhan) sebab Ia datang dan duduk/ bersemayam diatas Tutup pendamaian tersebut. Perlu diingat saat Allah hadir/ bersemayam, kemuliaan dan kehadiran Allah tersebut memulihkan umatNya. 

    Jadi bagaimana kita membuat “tutup pendamian” tesebut, bagaimana membuat tempat duduk (kursi) agar Allah dapat bersemayam diatasnya? Jawabannya kita dapat lihat di Maz 22:4 “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” ternyata Allah bersemayam/ duduk/ bertahta diatas puji-pujian orang Israel, sedangkan kita adalah bangsa Israel secara rohani, untuk membuat “kursi kemurahan Tuhan” kita harus membangun puji-pujian dan penyembahan kepada Tuhan, sebab disanalah Allah tinggal, semakin banyak puji-pujian yang kita naikkan bagi Tuhan, semakin besar tahta yang kita buat.
 

 

Para Penyembah

    Saudara, tidaklah sukar untuk kita gerejaNya membuat “kursi kemurahan Tuhan” sebab pembuatan “kursi” yang kita lakukan adalah kursi secara rohani melalui pujian dan penyembahan yang gerejaNya lakukan. Pujian dan penyembahan yang seperti apa, dan bagaimana?
    Hal yang terpenting dalam memuji dan menyembah Tuhan adalah kehendak untuk melakukannya, tidak bisa dengan paksaan, dengan asal-asalan, karena rutinitas atau yang lainnya yang membuat persembahan tersebut menjadi cacat dan tidak berkenan.
Ada dua macam cara menaikan pujian kepada Tuhan (I Kor 14:15) :
  1.  Memuji dan menyembah Tuhan dengan pengertian/ akal budi (berkata-kata dengan bahasa yang dimengerti oleh akal budi kita).
  2.  Memuji dan menyembah Tuhan dengan/ didalam Roh (berkata-kata dalam bahasa roh).

Penyembahan mengundang kemuliaan
    Ketika menyembah, Saudara dan saya tidak hanya bergerak masuk lebih dalam kepada hadirat Allah, tetapi kita juga mengundang kemuliaan Raja datang di tengah-tengah kita. Kebaktian-kebaktian di gereja-gereja akan menyolok sekali perbedaannya dan sangat diberkati bila orang-orangnya mau memberikan waktu lebih lama kepada Tuhan dan mengundang hadiratNya masuk di tengah-tengah mereka melalui penyembahan. Dia dapat menjamah dan menyembuhkan ribuan orang seketika, kesembuhan akan terjadi tanpa penumpangan tangan bahkan jiwa-jiwa akan Ia bawa. Para penyembah adalah pembawa hadirat Allah.

 

Mengapa Manusia memuji dan menyembah

    Memuji dan menyembah adalah suatu ketetapan/ keharusan/ suatu hukum dari Allah Yakub yang harus dilakukan oleh umat Israel, sedangkan Saudara dan saya adalah umat Israel secara rohani. Pada mulanya Allah menciptakan manusia memang untuk memuji dan menyembah sebab Allah telah kehilangan pemuji terdekatNya yaitu Lucifer.

    Jauh sebelum manusia ada, di sorga ada 3 penghulu malaikat yang melayani Allah :
1. Michael (panglima perang)
2. Gabriel (penyampai/ pembawa pesan Allah)
3. Lucifer (Pemimpin pujian dan penyembahan kepada Allah)

 
    Lucifer adalah penghulu malaikat yang ahli dalam memainkan alat musik, sebab tubuhnya penuh dengan alat musik (Yes 14:11; Yeh 28:11), ia adalah penghulu malaikat yang bertugas memuji dan menyembah Allah setiap hari. Namun semuanya itu membuat ia sombong dan hendak menyamai Yang Maha Tinggi yang seharusnya ia sembah. Lucifer jatuh kedalam dosa dan di buang jauh dari sorga, tidak ada lagi yang memuji dan menyembah Tuhan sejak saat itu. Karena itu Allah menciptakan manusia untuk memuji dan menyembah Tuhan. Tujuan utama kita diciptakan adalah untuk memuji dan menyembah Tuhan.

 

Penyembahan di Bumi = di sorga

    Saat Tuhan Yesus mengajarkan murid-muridNya berdoa didalam mat 6:9-10 dikatakan “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”  Tuhan rindu agar keadaan di bumi seperti di sorga, Allah berkehendak agar bumi seperti sorga! Ya!, Allah ingin agar semua mahluk di bumi ini melakukan seperti yang ada di sorga. Apa yang terjadi di sorga sebenarnya? Kita akan lihat di Why 4:8-10 “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: ”Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, …” 

     Ternyata kegiatan utama yang dilakukan di sorga atau tepatnya disekitar tahta terdapat pujian dan penyembahan kepada Allah siang dan malam. Tahta Allah berada di tengah dikelilingi oleh kerub, dua puluh empat tua-tua sekumpulan orang yang ditebus dan malaikat sorga yang memuji-muji dan menyembah siang dan malam, sedangkan Allah menikmati bunyi-bunyian merdu di sekitar tahtaNya, kesukaan terbesar di sorga adalah menyembah.

    Dari keadaan di sorga tersebut Allah rindu di bumi ini terdapat juga pujian-pujian dan penyembahan yang dilakukan ciptaanNya siang dan malam. Pelayanan tertinggi kita kepada Allah adalah saat kita memuji dan menyembah Tuhan, khotbah akan berakhir, nubuatan tidak sempurna, doa-doa akan berhenti namun pujian dan penyembahan akan tetap ada hingga kekekalan.
 

Kunci Daud

    Kunci adalah tanda kepemilikan, jalan masuk, otoritas (Mat 16:19). Kunci Daud adalah urapan, otoritas dan kuasa untuk membuka alam roh dan mengikat penguasa serta pemerintahan dari kuasa kegelapan. Allah telah memberikan kunci tersebut (Yes 22:22; Why 3:7) apabila kunci yang penuh kuasa tersebut digunakan melalui pujian dan penyembahan profetik ia akan melepaskan urapan Roh Kudus untuk menyeret kuasa iblis keluar, menghancurkan roh-roh penguasa dan menciptakan suasana sorga yang terbuka di tempat tersebut. Ketika pintu sorga terbuka terciptalah jalan masuk ke hadirat Allah yang lebih mudah, hadirat dan urapanNya akan lebih nyata dan kuat dirasakan. Kita akan menikmati kebebasan rohani yang lebih mulia dan penerimaan visi dan pewahyuan yang lebih besar. Akan ada peningkatan pelayanan malaikat-malaikat kudus ketika kekuatan roh dan rintangan-rintangan itu berkurang. Saat penyembahan dilakukan maka kita sedang :
  • Membuka sorga.
  • Membawa masuk ke dalam hadirat dan kemuliaan Allah (II Taw 5:11-14).
  • Melepaskan urapan dan kuasa Roh Kudus.
  • Melepaskan nafas Allah untuk menghancurkan pekerjaan si jahat (II Tes 2:8)
  • Melepaskan daya cipta dan suara kemuliaan Allah (Mzm. 68:32-33)
  • Mengirim keluar terang rohani hebat yang akan menghancurkan roh kegelapan di sekitarnya (Mzm 27:1-3).
  • Melumpuhkan kekuatan setan (Mzm 149:6-9).
  • Mengikat kekuatan kegelapan (Mzm 149).
  • Membawa kelepasan (Kis 16 25-26; Mzm 124).
  • Melepaskan pelayanan malaikat (Mzm 103:20).
  • Melepaskan urapan dan roh nubuatan (I Sam 10:5-10).
  • Menghasilkan keyakinan (Mzm 40:3)
  • Mengusir roh-roh jahat (I Sam 16:23)
  • Mempersiapkan suasana untuk terjadinya mujizat-mujizat (Kej 1:2-3).

Radiasi Penyembahan
    Saat Maria melayani Tuhan dengan meminyaki kaki Yesus menggunakan minyak narwastu yang mahal (Yoh 12:3), ia bukan hanya melayani Tuhan, akan tetapi ia telah mengubah suasana ruangan tersebut dengan keharuman narwastu. Saat ia melayani Tuhan ia juga melayani orang-orang yang berada disekitarnya dengan keharuman narwastu. Demikian juga kita, saat Saudara dan saya menyembah Tuhan, roh dan urapan yang mengalir keluar tidak hanya melayani Tuhan, tetapi juga akan memenuhi dan mengubah suasana serta memberkati orang lain disekitar kita, ini merupakan contoh penyembahan yang luar biasa, kapanpun penyembahan dipersembahkan kepada Tuhan ia akan selalu menyebar luas untuk memberkati orang lain.

 
 

Pujian dan Penyembahan = meninggikan Tuhan = Penginjilan.

    “Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya. Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.” (Hak 13:19-20) 

    Saat Saudara dan saya mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan yang harum, saat itu juga kita sedang membuat tahta Allah dan meninggikanNya, Allah bertahta/ tinggal (dwell) diatas penyembahan kita tersebut.

    Pada waktu Manoah (ayah Simson) mempersembahkan korban diatas mezbah ia melihat pemandangan yang luar biasa, bersama istrinya ia melihat naiknya Malaikat Tuhan (yang adalah Tuhan sendiri, ay. 18) bersama-sama nyala api yang membakar korban bakaran. Disini dapat dilihat bahwa apabila persembahan yang kita berikan adalah persembahan yang harum dan berkenan, Allah akan bertahta diatasnya. Semakin banyak persembahan yang kita persembahkan semakin besar kemuliaan Allah.

    Didalam Yoh 12:32 Yesus berkata “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” didalam terjemahan aslinya (Yun.) “ditinggikan” diatas adalah hupsoo yang berarti Exalt (Ing.) atau mengagungkan, memuliakan, memuji-muji dan meninggikan Tuhan mengatasi langit.

    Dari dua ayat tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa saat kita mempersembahkan korban (pujian dan penyembahan) kita sedang meninggikan Tuhan (Hak 13:19-20), dan pada saat kita meninggikan Tuhan, Ia akan menarik banyak jiwa (Yoh 12:32), terjadi penginjilan yang Tuhan lakukan sendiri, baik Ia sendiri yang melawat orang-orang seperti di Wales atau melalui pelayanan malaikat-malaikat.
 
 

Membuat Asap

    Dalam Alkitab, ketika sorga terbuka dan kemuliaan Tuhan muncul, sering kali awan terlibat. Ketika Tuhan memilih untuk mengunjungi manusia, Ia membawa awan-Nya untuk melindungi kita. Awan itu melindungi kita dari melihat wajah-Nya, sebab jika kita melihat wajahNya maka kita akan mati. Kita dekat, namun terselubung. Ketika kita memilih untuk mengunjungi Tuhan, kita harus membuat awan kita sendiri. Ini dapat dilihat dari teladan Perjanjian Lama dalam Imamat, bagi semua imam besar yang dipilih untuk datang mendekati hadirat Tuhan ”di balik tirai selubung” 

    “Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir. Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.” (Im 16:12-13). 

    Penyembahan yang benar akan menghasilkan cukup banyak asap yang membuat kita bisa mendekat kepada-Nya. Penyembahan adalah komponen kunci bagi hadirat Tuhan yang nyata untuk datang ke tengah-tengah kita. 

    Ketika kita menyembah, kita sedang “membuat asap” sebagai dupa yang harum, aroma yang disukai, untuk menarik hadirat-Nya. Jika kita membuat cukup banyak asap, kemurahan-Nya akan melingkupi kita dan Tuhan akan turun mendekati, dan kita bisa mendekati-Nya. 

    Penyembahan yang dilakukan gerejaNya akan membuat asap yang tebal melingkupi kota ini, bahkan negeri ini hingga bangsa-bangsa, itu akan membuat atmosfir disekeliling kita penuh dengan asap sehingga saat Allah melangkah turun dari sorga tidak ada satupun orang-orang dunia yang belum mengenal Allah dan orang-orang berdosa akan mati melainkan mereka akan menerima sebuah kunjungan yang memulihkan, memberkati dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Penyembahan kita mempersiapkan lawatan Allah. 

    Saudara inilah saatnya kita mempersembah-kan korban pujian dan penyembahaan sebanyak-banyaknya, membuat “kursi kemurahan Tuhan” sebesar-besarnya, memuji dan menyembah Tuhan dengan pujian siang dan malam, mungkin kita tidak pandai dalam hal menyanyi atau kita tidak pandai berkata-kata namun biar roh kita sendiri yang memujiNya hingga asap korban persembahan kita tersebut memenuhi bumi ini untuk mengundang hadirat Allah atas dunia ini, hingga Injil kerajaan Allah sampai ke ujung bumi. (red. Vs)
 

 



Bookmark:




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
free forum hosting