Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
“Better Life”, would it be better?
Posted On 05/23/2008 21:47:48 by LieL

Kemaren gua lagi ngobrol2 sama nyokap, awalnya soal beberapa masalah keluarga. Lama2 lari2nya ke agama. Nyokap ngomongin soal kekristenan, dimana beberapa temen ‘n tante gue pindah ke kristen. Trus dia ngomong soal beberapa orang yang pindah itu, hidupnya bukan tambah baik tapi tambah banyak masalah.

Contoh: si tante A, dia pindah lalu disusul masalah berurutan, pertama anaknya yang kedua tiba2 jadi strees nggak tau kenapa, suka marah2 sendiri, ngomong sendiri, nangis2 sendiri (Kalo gue yg diceritain kayak gini sih, pasti gua berasumsi klo nih anak lagi patah hati or punya masalah keuangan, or else). Gua nggak ngerti sih kenapa sampe dibilang nih anak kayak agak2 “terganggu jiwanya”. Kasus kedua, anaknya yang ke5 & anak pertama kena sakit DB, dan setelah sakit DB anak pertama pun di”vonis” gangguan jiwa sama nyokapnya, karena sering ngomong sendiri, bengong2 & bertingkah aneh. Sebenernya gua punya 2 asumsi, antara si anak2 yang bener2 bermasalah atau si nyokap yang kelewat kawatir sama anak2nya. Lalu ada juga si tante B yang setelah pindah malah bangkrut usahanya. Lalu ada lagi Paman C, mengalami hal yang sama, bangkrut.

Kadang bikin gua jadi berfikir, memang kekristenan nggak menjanjikan “kekayaaan” & “kesenangan” dalam dunia. Well, ada orang2 yang mendapatkan & ada orang yang nggak mendapatkan (tergantung cara masing2 orang melihat). Namun terkadang konsep orang berfikir kalo “everything will be better if you follow Jesus”, yes it will better, tapi tergantung pola pikir yang dikepala. “Better” bagi gua & orang lain belom tentu sama. Mungkin bagi gua, “better” karena gua tau apa yang gua jalanin, kepada siapa gua hidup. Tapi “not better” buat beberapa orang saat ngeliat gua nggak hidup berkelimpahan.

So, apa yang kita tawarkan “when we follow Jesus”? Beberapa orang menawarkan “better life”, but itu juga yang bikin mereka kecewa & orang2 sekitarnya mempertanyakan saat kehidupan mereka ternyata tidak lebih baik. Yeah, akan lebih mudah kalau menjelaskan hal ini kepada orang2 yang mengerti, tapi bagaimana dengan orang2 yang tidak mengerti & skeptis dengan kekristenan? Kesaksian apa yang seharusnya kita tunjukan?



Bookmark:



Viewing 1 - 2 out of 2 Comments

05/27/2008 22:28:00

Hi, Kitra thx buat share n sarannya

sekali lagi, akan mudah menjelaskan hal ini kepada orang2 yang mudah mengerti memang, tapi untuk orang2 yg sulit mengerti caranya harusnya berbeda hehe 



05/25/2008 02:12:54
Cerita ini mengingatkan saya dengan kisah Dukun Santet Nomor Satu di Indonesia Gendeng Pamungkas.  Gendeng Pamungkas saya masih ingat betul dia masuk Kristen setelah sekian puluh tahun dalam hidupnya dihabiskan untuk mengabdi setan, dan mengisahkan hidupnya kepada tabloid Kristen "Gloria" tahun 2002.

Gendeng Pamungkas dalam interviewnya mengisahkan semua sisi gelap kehidupannya, bagaimana dia mendapatkan ilmu santet, apa saja yang dia lakukan untuk mendapatkan kekuatan ilmunya, dan apa saja yang sudah dia lakukan dengan ilmu itu setelah didapatkannya.  Lalu dia juga menceritakan betapa godaan setelah menyerahkan diri kepada Yesus begitu besar, semua hartanya diambil, 7 pompa bensinnya, mobil mewah, rumah mewah dibakar massa, termasuk sampai anak perempuannya diculik.

Sampai di sini siapapun orangnya akan sangat mudah mempertanyakan lho saya ikut Yesus kok malah jadi runyam semua begini?  Apanya yang lebih baik?  Sudah enak-enak begitu ikut Yesus semuanya dihancurkan, semuanya diambil, bukan suka cita yang di dapat, tapi malah kesengsaraan bertubi-tubi.  Gendeng Pamungkas saat itu menyadari mengapa, tetapi setelah sekian tahun kita tahu dia tidak kuat dan kembali lagi ke dunia hitam dan meneruskan ilmu santetnya - kita tahu bagaimana dia publicly mengumumkan bahwa dia akan santet Presiden George Bush kalau tetap nekat datang ke Indonesia.

Siapa bilang ikut Yesus otomatis semua menjadi lebih baik, uang lebih banyak, keluarga lebih sejahtera langsung begitu saja tanpa proses pemurnian?  Pada saat orang memutuskan untuk menerima Yesus, kuasa setan yang tidak rela kehilangan jiwa akan semakin besar dan akan melakukan apa saja untuk merebut kembali jiwa itu dari Yesus.  Pada saat yang sama Allah akan memproses jiwa baru ini dan memurnikan imannya sehingga keputusan ikut Yesus yang semula berdasarkan selfish need (supaya hidup lebih baik) betul-betul berubah menjadi iman yang sesungguhnya.

Memang bagi kita orang Kristen yang ikut menyaksikan akan menjadi sangat mudah untuk menjadi kecil hati, waduh lha ini orang ikut Yesus kok malah jadi seperti ini, apa kata dunia? 

Kita kembalikan lagi apakah yang betul2 matter, kata dunia or kata Allah?  Pada saat orang mengalami proses seperti itu, dia harus fokus dan menyerah kepada kehendak Allah serta berpikir positive bahwa rencana Tuhan adalah baik pada waktunya.  Orang ini perlu didokan dan dibantu supaya kuat imannya, karena ini hanyalah proses supaya dia betul-betul menjadi anak Allah yang tunduk kepada kepemimpinan Kristus, bukan sekedar jadi orang Kristen yang mau enaknya saja.

Ingat dengan kisah Ayub yang juga diambil semuanya tetapi karena dia setia, semuanya dipulihkan pada waktunya.

Banyak sudah saya mendengar kisah seperti ini dan semuanya sama, ikut Yesus malah tambah runyam, dan ternyata ini sebuah proses pemurnian, proses lahir baru.  Sakit semua, so jangan khawatir God knows what He's doing.  Kalau dia setia, dia akan melihat kemuliaanNya, dan betul-betul hidupnya menjadi lebih baik, bukan hanya dari sisi materi, tetapi secara mental dan iman dia lebih dan semakin diperkaya.

Demikian saudaraku.  Tuhan memberkati.

Kitri/Surabaya 




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS