Pada tulisan terdahulu, saya telah mengemukakan bahwa agama yang dipeluk seseorang sebaiknya dijadikan sumber dari semua nilai-hidup dan prinsip-hidupnya (values and beliefs); dimana, sebagai konsekwensinya, maka kita dapat melihat iman-kepercayaannya dari sikap, tindakan, tuturkata, dan dari keseluruhan hidupnya. HW (#01.080317; 080527).
Orang akan bertanya: Bagaimana bila nilai-hidup dan prinsip-hidup seseorang belum sepenuhnya mencerminkan iman-kepercayaan yang dipeluknya ?. Setidak-tidaknya ada 3 (tiga) kelompok orang yang dikelompokkan menurut kemauan (willing) dan pemahaman (understanding) mereka, yaitu :
Kelompok pertama, orang-orang yang sudah paham tetapi mengeraskan kepala (atau hatinya) untuk tidak menjalankan (atau menghidupi) hal-hal yang diajarkan oleh iman-kepercayaannya. Kehidupan-keagamaan kelompok orang-orang ini hanya dimaksudkan dipertontonkan (dipamerkan) pada orang-lain agar dipuji atau dihargai. Misalnya: seluruh iman-kepercayaan mengajarkan dan melarang orang untuk mencuri harta atau barang milik orang-lain (dan negara). Seseorang sudah paham tentang larangan tersebut, namun apapun alasannya ia tetap melakukannya. Mereka yang berani melanggar apa yang dilarang oleh iman-kepercayaaanya (yang berarti, berani melawan penciptanya), maka orang tersebut memiliki kecenderungan untuk berani melanggar hukum atau aturan-aturan yang dibuat oleh manusia.
Kelompok kedua, orang-orang yang tidak paham sehingga tidak memiliki kemauan untuk menjalankan hal-hal yang diajarkan oleh iman-kepercayaannya. Kelompok ini tidak dengan benar-benar meyakini agama yang dipeluknya; agamanya hanya tertulis di KTP atau dokumen-dokumen lain yang menyediakan kolom-agama untuk diisi. Kehidupan-keagamaan kelompok ini hanya bersifat ritual (upacara-keagamaan) saja; bahkan tidak jarang yang menolak kewajiban untuk ibadah/sembahyang.
Kelompok ketiga, orang-orang yang memiliki kemauan tapi belum tahu banyak tentang apa yang diajarkan oleh iman-kepercayaannya. Kelompok ini benar-benar telah meyakini iman-kepercayaan yang dipeluknya; agamanya bukan hanya sekedar tertulis di KTP, tetapi mereka berupaya untuk hidup dengan hal-hal yang diajarkan. Kelompok orang-orang ini secara progresif (bukan tiba-tiba) dan terus-menerus me-internalisasi-kan iman-kepercayaan mereka ke dalam nilai-hidup dan prinsip-hidup mereka.
Apakah ada kelompok lainnya, selain kelompok diatas ? Banyak sekali, tergantung pada variable/faktor penggolongan yang digunakan.