Karena Kasih-Nya
Kalau aku masih ada sampai hari ini, itu semua karena kasih-Nya. Semata-mata karena anugrahnya. Aku bukanlah orang yang paling sempurna di dunia ini. Aku hanyalah debu dan Dia membentukku sebagai seorang manusia yang utuh dan Dia mengangkatku menjadi anak-Nya
Aku tahu, seharusnya mulai dari 15 tahun yang lalu aku sudah terbaring di dalam peti mati dan terkubur dalam tanah yang paling dingin. Seharusnya aku sudah tidak berada di tengah-tengah kalian lagi, ataupun di universitasku, UKP surabaya. Seharusnya karena minyak yang kuminum membuat jantungku tidak berdetak, darah, udara yang ada dalam tubuhku sudah tercampur dalam minyak itu dan seharusnya aku sudah tidak dapat bernafas lagi, tidak sadarkan diri, koma, kejang, muntah dan dokter sendiri sudah menyatakan sudah tidak ada harapan bagiku untuk hidup lebuh lama lagi di dunia ini. Namun karena kasih-Nya Dia mengangkatku. Dia memberikan aku kesempatan untuk hidup di dunia ini untuk ke dua kalinya. Aku yang seharusnya tidak diinginkan oleh dunia malahan diinginkan-Nya. Aku yang hanya dipandang dengan sebelah tangan oleh dunia, dipeluk-Nya dalam pelukan kasih-Nya yang tiada pernah habis untukku
Aku bangga, punya Allah seperti Dia. Yang mengerti dan mengasihi aku apa adanya. Dia mengetahui jalan mana yang terbaik untukku walaupun kadang aku tak dapat mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya. Maafkan aku Tuhan, kalau aku sering membuat-Mu menangis karena tingkah laku perbuatanku. Aku tak ingin menjauh dari-Mu. Karena Kaulah yang berharga dalam hidupku melebihi apapun di dunia ini.
Tags: Hidup Itu Anugerah Yang Paling Indah