Suatu keluarga adalah lingkaran indah yang terbentuk dari suatu hubungan komitmen, percaya dan cinta, kasih sayang, perlindungan dan hal-hal positif lain yang membentuk menjadi satu yaitu dasar awal suatu rumah tangga.
Ada banyak hal yang membuat suatu rumah tangga itu bisa berhasil, bisa juga tidak. Nah, semua orang pasti menginginkan suatu rumah tangga yang harmonis. Bagaimana cara agar bisa menciptakan suatu hubungan yang indah di dalam keluarga? Pertanyaan seperti ini kerap kali muncul dalam benak.
Pagi tadi ketika hendak berangkat ke tempat kerja, dimobil aku mendengarkan suatu dialog interaktif di salah satu radio bisnis di kotaku yang kebetulan membahas masalah ini. Banyak yang diungkapkan tapi menurutku itu semua hanya sebatas teori yang pada umumnya susah atau mungkin karena kurang usaha sehingga tidak tercipta sesuai dengan yang kita harapkan.
Intinya adalah komunikasi. Bagaimana kita berkomunikasi dengan suami, istri dan anak-anak. Membicarakan hal-hal secara bersama-sama. Mentuntaskan masalah tidak sendiri, tapi melibatkan diri dalam kondisi tersebut.
Berilah cinta bila dia membutuhkan cinta, berilah sentuhan bila dia membutuhkan sentuhan, berilah perhatian bila dia membutuhkan perhatian.
Mengungkapkan bahasa cinta berikutnya adalah ada di posisi yang sama dalam arti memposisikan dalam keadaan yang sama.
Ada kalimat berkata menangislah dengan orang yang menangis, tertawalah dengan orang yang tertawa. Seorang istri misalnya, akan lebih berarti bila dia bisa memposisikan diri sebagai seorang suami yang diperhadapkan masalah, ketika suami kita diperhadapkan masalah, sehingga kita tau apa yang suami kita rasa. Tapi yang terjadi kadang adalah konflik, yaitu ketika kita berkomunikasi dengan suami yang sedang bermasalah dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikomunikasikan. Karena itu kita perlu bisa mengkomunikasikan bahasa cinta pada tempatnya dengan seseorang yang kita kasihi, kita cintai, istri atau suami kita dirumah, terhadap anak-anak sendiri.
Selain itu sentuhan, aku rasa sentuhan itu perlu dalam bagaimana mengkomunikasikan bahasa cinta di dalam keluarga. Ada pendapat bahwa sentuhan itu tidak terlalu perlu. Itu salah, karena sentuhan itu menjabarkan perasaan dan kata-kata yang mungkin tidak dapat diungkapkan. Itu bentuk lain dari bahasa cinta.
Percaya juga adalah bentuk lain dari bahasa cinta untuk memenuhi kebutuhan emosi. Kita tidak bisa hanya menuntut lebih dalam kasih sayang tapi bagaimana mencintai dan membina rasa percaya terhadap pasangan kita sendiri.
Memberikan yang terbaik dalam arti membantu orang-orang yang kita cintai baik itu anak-anak, suami atau istri atau orang tua dalam menjadi sesuatu yang dia impikan.
Kita berikan dukungan, suport, waktu untuk membuat pasangan atau orang yang kita cintai untuk mencapai mimpi-mimpinya.
Selain itu, yang terutama di atas segalanya adalah mendekatkan diri dengan Tuhan. Ketika keluarga kita ditimpa masalah, Tuhan adalah jalan terbaik untuk menemukan jalan keluar, dengan berdoa dan berserah penuh, mempercayakan kehidupan keluarga kita di dalam Tuhan, hidup bertumbuh dan didasarkan iman kepada Tuhan adalah pondasi utama di dalam keluarga.
Karena itu kita perlu membentuk keluarga yang kudus di dalam Tuhan.berkomunikasi dengan bahasa cinta, belajarlah untuk memberi cinta dengan hati yang tulus kepada orang-orang yang kita cintai. Akan membuat kehidupan keluarga kita tumbuh menjadi harmonis dan keluarga yang diberkati oleh Tuhan.
Tags: Inspirational Catatan Kecilku