Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | INSTANT MESSENGER | BOOKMARK
| LANGUAGE:

BLOGS   WRITE NEW BLOG   EDIT BLOGS  
 
RSS
Prioritas
Posted On 07/04/2008 21:47:03 by cute_in_Jesus

Prioritas

 

Adalah tuntutan ego manusia yang memberi rasa bahagia bila masing-masing individu tersebut diperlakukan dengan prioritas tingkat tinggi. Kekasih menuntut agar diperhatikan lebih oleh pasangannya. Sesama rekan kerja saling bersaing untuk mendapatkan fasilitas dan penilaian prestasi yang terbaik. Ada pula nasabah bank yang sangat puas ketika menikmati fasilitas prioritas dari bank sehingga waktunya tidak terbuang percuma untuk antri panjang. Dari contoh-contoh di atas, saya menarik kesimpulan bahwa prioritas hanya akan diberikan kepada mereka yang berhak mendapatkannya, entah karena sudah membayar dengan suatu harga tertentu atau karena memang sudah menjadi hak yang diperoleh dari status orang tersebut.

 

Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kalimat tersebut mungkin sudah cukup sering kita dengar namun apakah kita sudah melakukannya dalam keseharian kita? Dan bagaimana dengan motivasi kita saat kita tengah memperlakukan orang lain? Apakah yang menjadi harapan atau pamrih ketika kita memberikan prioritas kepada orang-orang tertentu? Adakah kasih yang mendasari segala tindakan kita?

 

Pagi ini saya tengah mengalami kecewa dengan seseorang. Permasalahan yang kecil dan sederhana namun saya merasa terkejut atas respon orang tersebut dan jengkel pilihan-pilihannya yang rasanya tidak seimbang dengan prioritas yang saya sudah berikan selama ini. Sejenak saya terbenam dalam gejolak ego yang mengeruhkan ketenangan pikiran; sempat berasumsi tentang seberapa penting diri ini baginya, sempat merengut kesal karena gagalnya beberapa alternatif rencana yang sudah susah payah dipikirkan, bersyukurlah karena saya juga sempat mengingat kenyataan bahwa saya pun sering berlaku tidak adil dan tidak memprioritaskan orang-orang yang membutuhkan prioritas saya. Bahkan yang terlebih parah adalah saya pun sering tidak memprioritaskan sosok pribadi yang jelas-jelas tulus memprioritaskan saya senantiasa.

 

Intropeksi tersebut membuat saya berhenti merasa kecewa terhadap seseorang ini, walau jujur saya katakan hati ini masih terasa tidak nyaman, namun sekarang saya sudah lebih lega menerima ini. Bukan hanya itu saja; melalui kejadian ini saya kembali disegarkan akan komitmen awal antara saya dan Kristus. Betapa jauh saya telah melangkah bersamaNya, betapa jauh prioritas yang telah saya berikan dan betapa hidup saya tetap dipeliharaNya walau saya seringkali mengecewakan Kristus dengan kebodohan-kebodohan saya yang manusiawi.

 

Kembali saya diajarkan tentang kasih yang tanpa syarat. Tetaplah berbuat baik dan memprioritaskan mereka yang benar-benar membutuhkan karena itulah salah satu sarana kita untuk membagikan kasih tanpa syarat. Namun, apakah kita masih tetap membagikan kasih dan hidup kita saat yang lain mengecewakan kita? It’s not only about priority; it’s all about love-controlled priority, honey darling.

 

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

(1 Petrus 1:22)



Bookmark:




*** www.AkuPercaya.com ***
Powered by phpFoX Version 1.6
FREE FORUM HOSTING - JAPANESE BAGS