Siang itu,seorang temanku yg muslim bertanya di ruang kelas yg rame "Dabukke,kamu Katolik kan?" Aku ngangguk. "Bunda Maria ya? " Aku diam & heran. "Maksudnya apa nih? " pikirku. Lalu dia bilang "Kan kalo Protestan ya Yesus Kristus. Kalo Katolik kan Bunda Maria. Iya kan? " Lalu temanku yg lain yg Kristen aliran anu ikut menimpali "Kalo Protestan menyembah Tuhan Yesus. Kalo Katolik lebih ke Bunda Maria! " Aku pun terkejut bukan main . Jantungku mau copot . Hatiku panas . Kata hati kecilku: "Sabar Dabukke. Orang-orang selain Katolik itu semua sama saja." Kuingat-ingat kembali ajaran Katekismus Gereja Katolik yang mengatakan bahwa mereka (Kristen non Katolik) itu anak-anak Tuhan juga. Sekalipun tabiat mereka ya begitu-begitu semuanya. Bukan cuma sekali ini sih aku mengkonsumsi fitnah dari sesama anak Tuhan.
Tante-ku aja yg murtad (pindah denominasi) dari Katolik pun mengatakan "Katolik menyembah Bunda Maria." dan"Jangan menyembah patung!"Tante-ku malah setelah murtad masuk sekolah Alkitab. Dan sepertinya di sekolah Alkitab itu mereka diajarkan khusus untuk mengatakan "Umat Katolik menyembah Bunda Maria." dan "Umat Katolik menyembah patung." Mungkin supaya denominasi-nya laku keras. Hi...hi...hi...hi... Tapi tetap saja sampai hari ini gereja Katolik yang terbanyak umatnya di dunia.
Aku sekarang cuma bisa berdoa "Tuhan ampunilah orang-orang yg gemar memfitnah supaya denominasi mereka laku keras. Sebab mereka anak-anak Tuhan juga. Selamatkan juga mereka ya Tuhan Yang Maha Rahim. Amin."
Kalo ngedengarin orang-orang Kristen non Katolik sih, orang muslim (dan non Kristen lainnya) tentu rada bingung dan bertanya-tanya "Sebenarnya umat Katolik itu menyembah Bunda Maria atau menyembah patung sih? Atau umat Katolik itu menyembah batu?Atau umat Katolik itu menyembah Setan?" Para pendeta (orang-orang Kristen non Katolik) dan para umatnya tentunya mengiyakan kedua butir pertanyaan muslim tersebut lah ya sebagai tanda persaudaraan sesama anak-anak Tuhan.
Saya benar-benar bangga memiliki saudara-saudari seperti ini. Kocak tapi mematikan.