TEologi sukses?mungkin juga...
Tapi agama???I don't care 'bout that...coz Jesus never bring any religion, He's just bring LIFE![]()
Teologi Sukses menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi Kekristenan sejak abad ke 20. Hampir tidak ada orang Kristen yang tidak dipengaruhi oleh Teologi Sukses. Bahkan yang menolak teologi inipun seringkali tanpa sadar ataupun secara sadar sebenarnya mempraktekkan dan mengakui teologi ini. Tapi harus menolaknya, karena merasa teologi ini bertentangan dengan doktrin dan pengajaran di gereja/alirannya. Sebenarnya lucu, menolak dan melawan, tapi mempraktekkan dan mempergunakan nilai-nilai dari Teologi Sukses untuk menilai banyak hal.
Kapan sebenarnya Teologi Sukses muncul? Kalau mau diteliti lebih jauh, sebenarnya dimulai sejak manusia jatuh dosa. Dalam keberdosaan, maka manusia mengalami kesulitan dalam keluarga, pekerjaan, sakit-penyakit dan berbagai masalah dan musibah. Maka kesuksesan, adalah kalau bisa lepas dari kesulitan, bebas dari permasalahan keluarga, sakit-penyakit dan kemiskinan. Jadi, sebenarnya dasar dari Teologi Sukses adalah respon dari kesulitan karena manusia jatuh dalam dosa dan ingin lepas dari semua kesulitan itu. Sebenarnya semua manusia dan agama apapun adalah penganut Teologi Sukses.
Dari kecil, orang tua dari agama dan kepercayaan apapun sudah mengajarkan anak2nya, bagaimana caranya agar hidup tanpa masalah, menghindari sakit dan bisa kaya. Ukuran kesuksesan seseorang dinilai dari berapa banyak gelar, jabatan, uang, dan materi yang dimilikinya. Orang cacat, sakit-sakitan, orang miskin, pekerja-pekerja rendahan tidak ada yang menghargai. Kecuali, kalau tidak bisa mendapatkan hal-hal yang berharga, baru mulai memikirkan ukuran keseuksesan yang lain.
Dalam kekristenan, hanya dengan menambahkan Tuhan di dalamnya, bahwa Tuhan menginginkan kita semua tidak pernah sakit, kaya dan tidak bermasalah, tidak ada penderitaan, dan semuanya bisa diminta kepada Tuhan. Menjadikan teologi ini bertumbuh dengan subur, karena kebutuhan akan kenikmatan yang semakin lama semakin tinggi, serta budaya konsumerisme, semakin membuat teologi sukses bertumubuh dengan pesat di dalam kekristenan.
Masalahnya, apa betul Alkitab mengajarkan Teologi Sukses? Pengajar2 Teologi Sukses, biasanya dalam pengajarannya mengutip bagian2 firman Tuhan dari Perjanjian Lama. Mengapa? Karena Perjanjian Lama banyak bicara tentang berkat secara fisik dan kutuk. Sedangkan Perjanjian Baru tidak lagi bicara berkat-berkat secara materi, tetapi secara rohani. Mengapa kelihatannya PL banyak bicara berkat secara fisik? Karena bangsa Israel belum bisa mengerti berkat secara keseluruhan. Maka dimulai dengan secara fisik dulu untuk mengerti berkat spiritual. Nah semuanya itu sebenarnya digenapkan dalam Kristus. Berkat-berkat secara fisik dan rohani itu hadir dalam Kristus.
Kalau kita betul-betul memeperhatikan dan membandingkan keseluruhan Alkitab, maka akan mengambil kesimpulan bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa seseorang yang percaya selama hidup di dunia pasti akan bebas dari kemiskinan, sakit-penyakit, masalah rumah tangga dan masalah relasi, serta lepas dari penderitaan dan penganiayaan. Justru sebaliknya, Kristus datang ke dunia, hidup dalam penderitaan dan mati ditinggalkan pengikut2Nya. Sesuaikah dengan teologi Sukses? Maka sebenarnya yang realistis adalah teologi penderitaan.
Sejak manusia jatuh dalam dosa, maka manusia akan terus mengalami penderitaan sampai mati. Siapapun dia, pasti akan mengalami saat sakit dan harus mati, permasalahan keluarga, dan justru orang-orang yang betul-betul menjalankan kehendak Allah, biasanya hidupnya menderita. Karena dunia yang berdosa ini tidak menginginkan ada yang melakukan kehendak Allah. Orang-orang yang kelihatan sukses dan memiliki banyak hal, kebanyakan (meskipun tidak semua) adalah orang-orang yang kompromi, mengikuti arus dunia dan hanya memanfaatkan Tuhan untuk dirinya. Maka, hidup ini hanyalah menghadapi satu penderitaan dan penderitaan yang lain. Orang-orang yang kelihatan sukses dan kaya, juga memiliki kesulitan dan permasalahan yang besar.Sehingga penderitaan tidak bisa dilepaskan dari hidup ini sampai mati. Itu sebabnya, teologi Penderitaan adalah teologi yang lebih realistis dibandingkan dengan teologi sukses.
Meskipun demikian, teologi yang paling realistis adalah teologi Kenikmatan. Sejak dari penciptaan, yang ada hanyalah kenikmatan. Bebas dari dosa dan penderitaan dan Tuhan sediakan semua kenikmatan. Tuhan memberikan segala kenikmatan yang membuat manusia pertama bisa memuliakan dan menikmati Tuhan. Sayang sekali, sejak manusia jatuh dalam dosa maka kenikmatan pemberian Tuhan sepertinya menghilang dan manusia mencari kenikmatan yang berbeda dan sementara. Tetapi, bagi orang-orang pilihan yang percaya kepada Kristus, kenikmatan yang merupakan anugerah Tuhan dipulihkan kembali dan terus bertumbuh sebagai persiapan untuk kekekalan, sampai selama-lamanya.
Teologi Kenikmatan tidak membuang penderitaan dalam kesementaraan ini. Bahkan biasanya penderitaan yang membuat banyak orang percaya bisa melihat sumber kenikmatan yang sejati dan menikmatinya. Dan penderitaan dan kekurangan menjadi pelajaran yang berharga bagaimana menikmati semua pemberian Tuhan dalam sehat dan kelimpahan. Meskipun demikian teologi kenikmatan, menyadari bahwa penderitaan hanya diperlukan dalam kesementaraan ini dan bukan untuk kekekalan. Karena dari penciptaan, Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menderita selama-lamanya, tapi justru mempersiapkan manusia untuk kenikmatan sampai selama-lamanya. Masalahnya manusia tidak bisa mengerti kalau langsung menikmati sampai selama-lamanya, maka ada proses yang dipakai oleh Tuhan untuk membentuk manusia, dan Tuhan mengijinkan penderitaan yang dipakai sebagai alat dalam proses ini.
Jadi, mari kita melihat kenikmatan yang sejati sebagai anugerah Tuhan dan kita betul-betul bisa menikmatinya, sekalipun dunia mengatakan kita tidak sukses, menderita dan banyak masalah, tapi justru kita bisa lebih menikmati segala sesuatu pemberian Tuhan baik dalam kekurangan atau kelimpahan, sehat atau sakit, sampai maut memisahkan kita dari penderitaan dan kita bisa menikmati segala kelimpahan yang disediakan Tuhan. Dari sekarang kita harus belajar menikmati, sebagai persiapan untuk kekekalan dimana kita bisa menikmati semua pemberian Tuhan dengan bebas, dan lebih khusus lagi, sumber berkat itu sendiri yang harus kita nikmati.
What is the chief end of man?
Man’s chief end is to glorify God, and to ENJOY him forever
Westminster Shorter Catechism
TEologi sukses?mungkin juga...
Tapi agama???I don't care 'bout that...coz Jesus never bring any religion, He's just bring LIFE![]()
![]()
![]()
Orang menertawakanku karena aku tampak berbeda. Sedangkan aku menertawakan mereka karena mereka kelihatan sama saja.
-The Freak One-(lupa, ngutip siapa-_-)
"Hendaklah engkau banyak membaca dan lambat untuk posting"
di satu sisi, saya merasa sedikit ngerti kenapa teologi kenikmatan ini muncul, tapi, di sisi lain, ada dua hal yang selalu 'mengganggu' saya soal teologi ini:
[1] kesannya koq kayak nantangin Tuhan yah? kesannya ngomong gini ke Tuhan: "ayo, bawa aja semua penderitaan, aku akan menikmati semuanya".
[2] kesan kedua maybe hanya sekedar 'wild-thought' yang bener2 wild, cuma gue merasa bahwa somehow koq ada 'bau2' dari komunitas BDSM yah? at least, 'prinsip menikmati rasa sakit' nya somehow mirip gitu.
maaf kalo menyinggung kamu, tapi ini jujur, kesan ini selalu muncul tiap denger teologi gaya ini. pertanyaan saya, apa sih benefit real nya buat kita kalo kita mengimani teologi kenikmatan ini?
thank's in advance![]()
Last edited by supernis; 28th December 2007 at 01:58 PM.
Teologi kesuksesan dan teologi "derita yang nikmat" sama2 teologi ekstrim, kiri dan kanan. Gue maunya ditengah2 aja biar gak jatuh ke jurang.
God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
Muza elo nulis sendiri atau hasil copy-paste?
http://rethink.revolutia.info
Teologi sukses tidaklah salah, itu bagian dari KERAJAAN SURGA
Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja. 1 Raja-raja 3:13Banyak ayat-ayat yang menceritakan TUHAN memberi kekayaan kepada orang yang percaya pada Firman-Nya. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu.katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" Wahyu 5:12
Dan yang terpenting TUHAN bersuka cita atas kekayaan yang diberikan kepada anak-anak-Nya!
Teologi kemiskinan juga bagian dari KERAJAAN SURGA.
TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. 1 Samuel 2:7Teologi penderitaan juga bagian dari KERAJAAN SURGA.Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN. Amsal 22:2
Yang terpenting di dalam Kerajaan Surga ialah, kasih, iman dan pengharapan.Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." Matius 5:11-12
Dalam kontek topik ini:
Kasih: Tuhan memberi kekayaan pada seseorang agar ia bisa menolong yang miskin, sehingga Bapa disurga dipermuliakan oleh keduanya.
Iman: Yang berkukurangan bisa berdoa bahkan "doa Jabez" agar menjadi jaya dan kaya sehingga ia bisa melihat bahwa ada kuasa di dalam doanya dan ia bisa menjadi berkat bagi orang lain, TUHANpun dipermuliakan.
Pengharapan: Penderitaan dan aniaya yang diderita oleh orang Kristen dinegara-negara komunis dan islam tidak lah melebihi kekuatan manusia, dan itulah salah satu salib yang kita harus pikul sebagai murid-murid Kristus Yesus. Hal ini hanyalah untuk menghasilkan iman yang teguh dan pengharapan yang semakin kuat bahwa kewarganegaraan kita bukanlah di dunia ini tapi di SURGa!
Jadi marilah kita melihat "teologia2" yang ada dalam kontek penuh, tidak parsial Bila kita melihat itu dalam bentuk parsial maka semua teologia akan salah pakai;
Yang kaya - menjadi sombong
Yang miskin - menjadi iri dan menyalahkan TUHAN
Yang hidup senang - lupa berdoa bagi yang teraniaya
Yang teraniaya - meninggalka imannya, karena hidup terlalu berat.
Namun bila kita berpegang kepada SELURUH ajaran Tuhan Yesus melalui Roh Kudus:
Yang kaya - ia sadar bahwa ia hanyalah bendahara TUHAN.
Yang miskin - ia sadar bahwa ia harus bekerja dan berdoa
Yang hidup senang - ia sadar bahwa penderitaan akan datang sebagai mana Yesus menubuatkan, akan membuat ia berjaga-jaga dan mendoakan saudaranya yang sedang teraniaya di tempat lain
Yang menderita - ia sadar dan bersuka cita karena ia dilayakan menderita oleh karena ia melakukan kebenaran dan percaya Yesus.
Dalam Kristus ada keseimbangan dan sukacita!!
Dalam Kristus ada pengharapan dan damai sejahtera!!
Dalam Kristus ada keadilan dan kebenaran!!
Itulah sebabnya saya menjadi pengikut Kristus Yesus!! Saya sungguh berbahagia (sekalipun menderita)![]()
betul.
Tuhan layaknya seorang ayah bijaksana.
ayah yang bijaksana? bisa dijelasin?
Seperti ini salah satunya:
Lagu: Michael W. SmithOleh karena itu Aku berkata kepadamu:
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;
carilah, maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan
setiap orang yang mencari, mendapat dan
setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Lukas 11:9-13
THERE IS NONE LIKE YOU
NO ONE ELSE CAN TOUCH MY HEART LIKE YOU DO
I COULD SEARCH FOR ALL ETERNITY LORD, AND FIND THERE IS NONE LIKE YOU
YOUR MERCY FLOWS LIKE A RIVER WIDE
AND HEALING COMES FROM
YOUR HANDS
SUFFERING CHILDREN ARE SAFE IN YOUR ARMS
THERE IS NONE LIKE YOU
I COULD SEARCH FOR ALL ETERNITY LONG AND FIND
THERE IS NONE
THERE IS NONE
THERE IS NONE LIKE YOU
It's true, LORD ... I love YOU more then anything I have for YOU are special
YOU are faithful to me even when I was wrong,
I love YOU, ... yes I do love YOU.
Your servant,
Yusuf7
betul, bro Yusuf7.
masa belum ngerti.
-Tuhan ciptakan manusia paling atas dari semua mahluk.
-manusia punya free will (kehendak bebas) maka ;
-manusia sering salah ngerti mesti hidup seperti apa.
-Tuhan datang sebagai manusia (kataNya-gini lo mestinya jadi manusia..)
-manusia masih belum ngerti juga
-Tuhan nebus dosa dengan rela disalib
-manusia masih belum ngerti juga
-Dia bangkit dari kematian
-manusia belum ngerti juga
-Dia utus para murid untuk lebih memahami ajaran sebenarnya
-manusia belum ngerti juga
-Dia buka teologi sukses
-manusia belum ngerti juga
-Dia buka teologi penderitaan dan kenikmatan
-manusia belum ngerti juga
-Dia buat akupercaya.com
-manusia belum ngerti juga
??
![]()
Teologi Sukses atau apapun namanya bisa dirumuskan seperti ini:
Kaya tidak sombong.
Miskin tidak iri.
yang lebih parahnya, udah miskin, sombong pula.
Bookmarks