Kenapa tidak cocok ? Coba dijelaskan ?
Jadi apa yang cocok menurut anda ?
Shalom,
Cukup lama saya mengamati forum Aku Percaya (AP) dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa AP merupakan gudangnya dan hotbed-nya kristen fundamentalis (KF), terutama di kalangan anak muda (remaja dan pemuda-pemudi), atau, istilah gaulnya, anak ABG . Sebelum membahas kenapa tidak cocok untuk masyarakat modern yang pluralis, terlebih dahulu saya paparkan secara singkat ciri-ciri KF dan kekeliruan logisnya.
Seperti yang sudah saya paparkan di thread lain, dua ciri utama KF ialah (a) doktrin biblical inerrancy (BI) dan (b) literalist [bukan cuma sekedar literal] interpretation of the Bible (LIB). Contrary to what people might think, BI bukan merupakan kepercayaan historis apostolik maupun Reformasi Gereja di Eropa seperti yang digembar-gemborkan oleh penganutnya. BI merupakan ciptaan (novelty) dari sekelompok "evangelical scholars" di Amerika Utara (Canada dan the U.S.) yang rumusan doktrinnya dideklarasikan sebagai The Chicago Statement on Biblical Inerrancy. Nama-nama yang menandatangi deklarasi ini memang sudah tidak asing lagi di dunia kristen injili: J.I. Packer, R.C. Sproul, Norman Geisler, dll. Jadi, BI yang sesungguhnya bukanlah produk jaman Augustinus, Thomas Aquinas, maupun Reformasi Gereja, melainkan produk abad ke-20 oleh para petinggi komunitas injili tertentu. Adalah keliru juga jika berpendapat bahwa *semua* kaum injili menganut/menyetujui BI, meskipun mungkin sebagian besar menerimanya. Clark Pinnock misalnya adalah salah satu teolog injili yang tidak menerima BI.
Kesalahan logis dari (penganut) BI setidaknya ada tiga. Pertama, jelas secara historis BI tidak memiliki dasar (at least tidak sekuat seperti yang dibayangkan). Karena tokoh-tokoh sekaliber Johannes Calvin maupun Martin Luther pun--meskipun Calvin misalnya begitu menjunjung tinggi otoritas Scripture untuk meregulasi kehidupan umat Kristiani--dengan bebas dan santainya melakukan kritisisme (apa yang sekarang disebut "higher criticism") terhadap Alkitab, hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh The Jesus Seminar (meskipun Jesus Seminar mewakili bentuk kritisisme biblikal yang agak ekstrem). Jadi, appeal to authority or history untuk BI basisnya tidak kuat alias lemah.
Kedua, adopsi BI mengandung kesalahan logis paling fundamental jika penganutnya dihadapkan pada persoalan teori versus praksis. Secara teoritis mereka committed unswervingly to BI, tetapi dalam praktik sehari-hari mereka justru melanggar apa yang mereka percayai secara teoritis. Kenapa? Karena jika mereka memang konsisten, tidak ada alasan untuk *tidak* mempraktikkan setiap hal dan perintah yang ada di Alkitab, termasuk perintah-perintah untuk merajam mati pezinah dan pendosa lainnya. Bahwa mereka beranggapan bahwa perintah-perintah ini sudah *tidak berlaku lagi* di jaman kasih-karunia Allah yang telah terwakili oleh kedatangan dan penebusan dosa oleh Yesus, ini justru membuktikan bahwa perintah-perintah Perjanjian Lama tersebut sudah *tidak relevan* dan *secara moral tidak sahih*. Oh...tentu saja para inerrantists ini masih mempercayai dan mempraktikkan ajaran-ajaran PL, namun *secara selektif* menurut selera pribadi/golongan. Selektivitas ini hanya bisa dijelaskan bahwa hal-hal yang di-rule-out tersebut adalah *salah* baik secara faktual maupun *moral*. Dus, omong-kosong jika dikatakan bahwa penganut BI konsisten dalam keyakinan dan tingkah-laku mereka. Fakta berkata sebaliknya.
Ketiga, sungguh ironis ketika para evangelicals inerrantist ini begitu menggebu-gebunya dalam hal penginjilan, terutama yang dilakukan terhadap umat Muslim, mereka sendiri jatuh ke dalam kesalahan umat Muslim, yang melihat kitab suci mereka sebagai "jatuh dari langit" dan oleh sebab itu tiada bersalah sampai ke titik dan koma. Penginjilan dan proselitisasi terhadap Muslim mengandaikan bahwa si Kristen memiliki "kebenaran" dan si Muslim terperangkap dalam "kesalahan" dan oleh sebab itu si Muslim harus "diselamatkan" dengan penginjilan. Namun, ironisnya, cara pandang si Kristen terhadap kitab sucinya sama gebleknya dengan si Muslim. Sungguh menggelikan...
Kemudian ciri kedua ialah literalist interpretation of the Bible (LIB). LIB merupakan teman seranjang paling setia dan tak terpisahkan dari BI. Tidak akan ada BI jika tidak ada LIB, begitu juga sebaliknya. Sulit membedakan mana yang muncul lebih dahulu, sama sulitnya seperti menghadapi "chicken or egg first" puzzle. Kesalahan BI juga di-share oleh LIB. Pertama, jelas jika kita menerapkan LIB secara konsisten, dan kemudian digabungkan dengan BI, maka deklarasi BI Chicago tersebut harus dibuang ke tong sampah karena tidak ada seorang pun yang berani atau sanggup melaksanakannya secara total. Hanya orang mentally insane saja yang sanggup mendeklarasikan dirinya sanggup mengadopsi kedua hal ini secara konsisten.
Kedua, secara historis aplikasi LIB yang digabungkan dengan imajinasi liar telah menghasilkan ajaran-ajaran ngaco. Salah satunya yang klasik ialah berkaitan dengan teori-teori akhir jaman. Spekulasi akhir jaman yang dikompori dengan LIB menghasilkan dagelan luar biasa konyolnya yang menjadi tontonan membosankan bagi dunia Kristen maupun non-Kristen. Penentuan tanggal dan tahun akhir jaman serta kedatangan Yesus kedua kalinya menjadi fitur atau atraksi yang selalu muncul dari jaman ke jaman. Semuanya dipicu oleh LIB plus imajinasi liar.
Bisa dilihat dengan mudah juga bagaimana para literalists tidak akan mungkin bisa konsisten, karena jika memang benar-benar konsisten seharusnya tidak ada yang menghalangi mereka untuk mempraktikkan *keseluruhan* isi Alkitab, termasuk hal-hal yang secara selektif mereka buang karena tidak cocok dengan selera teologis maupun moral mereka. Dus, posisi literalists pada akhirnya self-defeating dan self-negating.
Para penulis Alkitab (khususnya PL) tidak pernah dalam imajinasinya yang paling liar membayangkan bahwa suatu saat apa yang mereka tulis akan dijadikan barang pujaan dengan dipagari oleh doktrin BI dan kerangka tafsir literalist yang menyesakkan. Mereka akan geleng-geleng kepala dari Surga menyaksikan degradasi moral dan intelektual yang dilakukan oleh para KF ini dalam membentengi kitab suci mereka dengan BI dan kerangka tafsir literalist.
Lantas di mana letak inkompatibilitas posisi KF dan perkembangan jaman modern? Alkitab, didekati dengan kerangka LIB, menghasilkan world view yang keblinger dan memandang setiap orang lain yang ada di luar kelompok Kristen seseorang sebagai perlu "diselamatkan" dan diproselitisasi. Hanya dirinyalah yang paling benar dan masuk Surga, sementara orang lain yang tidak sepaham dengan pemahamannya salah dan masuk Neraka. Banyak ayat Alkitab di PB, jika ditafsirkan dengan kaca mata literalist seperti ini, telah dan akan terus menghasilkan world view keblinger ini. Hasil akhirnya tidak lain kecuali konflik antar penganut agama secara terus-menerus dan dari jaman ke jaman. Semua ini akarnya adalah pemahaman literalist (LIB) tadi yang semestinya dibuang jauh-jauh atau setidaknya diminimalisir sedemikian rupa.
Aneh dan lucunya, masih banyak gereja dan umat Kristen yang suka ber-romantisasi dengan apa yang disebut "jaman apostolik" dan ingin kembali ke jaman tersebut dengan mengadopsi apa yang mereka anggap sebagai ciri-ciri khas jaman tersebut yang kemudian ditransplantasikan ke jaman sekarang. Tidak ada yang lebih bodoh dari cara berpikir seperti ini. Jaman senantiasa berubah, dan satu kultur jelas belum tentu cocok dengan kultur lain. Kebenaran sederhana ini harus benar-benar dipahami oleh umat Kristiani sehingga mereka tidak cepat latah melakukan atau mengadopsi ini-itu.
Tantangan jaman sekarang dan masyarakat global pluralis bukanlah mengembalikan diri kepada masa-masa apostolis atau gereja perdana yang justru sebenarnya penuh dengan carut-marut dan gontok-gontokan memperebutkan pengikut berbagai sekte religius, termasuk sekte pengikut Yesus. Yang diperlukan ialah mengembangkan world view Kristiani yang toleran, non-sektarian, dan menghormati serta menerima keragaman berbagai penganut agama yang ada secara apa adanya. Mereka yang menganut Islam, biarlah menganut Islam dan umat Kristen tidak perlu "mengganggu" mereka dengan mencari berbagai strategi untuk menginjili mereka. Demikian juga seharusnya sikap Kristiani terhadap penganut-penganut agama lain. Baru dengan demikian kita akan dapat mewujudkan masyarakat global yang tentram, damai, sejahtera, dan civilized.
Horas bah!
Kenapa tidak cocok ? Coba dijelaskan ?
Jadi apa yang cocok menurut anda ?
Mari belajar dan Bertumbuh bersama
Sudah dijawab di tulisan saya, khususnya di alinea-alinea akhir. Secara garis besar dan gampangnya, "yang cocok" adalah kebalikan dari setiap hal yang saya kritik di KF. Silahkan pikirkan sendiri.Originally Posted by henrysadeli
gak ada masalah tuh, ini kan cuma di forum doang..
suka2 siapa dia yang mau posting selama gak melanggar peraturan forum ybs!
[SIZE="1"]Mari lintasi forum2 diskusi/website Kristen lain dengan memberikan kontribusi yang berbobot[/SIZE]
Belajar Alkitab yuk: www.sarapanpagi.org
[SIZE="1"]You last visited: 18th June 2006 at 11:44 PM[/SIZE]
Salah kaprahnya gini, umat kristen sekarang ingin kembali kepada the glory of apostolic era, tanpa membayar harga dgn dipimpin oleh Tuhan Roh Kudus dgn intensitas yg sama pd waktu jaman apostolik.Originally Posted by laskargolgota
Meskipun jaman berubah, Tuhan Yesus Kristus itu tetap sama, kemarin, hari ini dan esok. Dan utk selamanya Firman Tuhan itu settled in heaven. Yg misses the mark itu, kita2 laah sebagai anak2 Tuhan. Kitanya yg tdk cakap di dlm melakukan II Tim. 2:15. Dan obedience kpd Tuhan dan firmanNya yg di tunjukkan oleh gereja mula2 itu jauuuuuuuh lebih dalam dibanding dgn gereja2 jaman sekarang. Thus, pimpinan/karya Roh Kudus pun tdk se-dalam spt yg terjadi pd jaman apostolik. Alhasil, banyak yg menginjil org2 tanpa pimpinan Tuhan Roh Kudus. Dan hasilnya tentu tdk maksimal.Tidak ada yang lebih bodoh dari cara berpikir seperti ini. Jaman senantiasa berubah, dan satu kultur jelas belum tentu cocok dengan kultur lain. Kebenaran sederhana ini harus benar-benar dipahami oleh umat Kristiani sehingga mereka tidak cepat latah melakukan atau mengadopsi ini-itu.
Bagaimana dengan perintah Tuhan yg satu ini ??Tantangan jaman sekarang dan masyarakat global pluralis bukanlah mengembalikan diri kepada masa-masa apostolis atau gereja perdana yang justru sebenarnya penuh dengan carut-marut dan gontok-gontokan memperebutkan pengikut berbagai sekte religius, termasuk sekte pengikut Yesus. Yang diperlukan ialah mengembangkan world view Kristiani yang toleran, non-sektarian, dan menghormati serta menerima keragaman berbagai penganut agama yang ada secara apa adanya. Mereka yang menganut Islam, biarlah menganut Islam dan umat Kristen tidak perlu "mengganggu" mereka dengan mencari berbagai strategi untuk menginjili mereka. Demikian juga seharusnya sikap Kristiani terhadap penganut-penganut agama lain. Baru dengan demikian kita akan dapat mewujudkan masyarakat global yang tentram, damai, sejahtera, dan civilized.
18 And Jesus came and said to them, "All authority in heaven and on earth has been given to me.
19 Go therefore and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit,
20 teaching them to observe all that I have commanded you. And behold, I am with you always, to the end of the age." (MATTHEW 28)
Apakah kita lebih care dgn pandangan dunia thd kekristenan, drpada pandangan Tuhan thd ketaatan kita? Hhhhhhmmm.
[SIZE="1"]I’ve noticed this over my journey, those who are most settled in God’s truth feel no compulsion to conform others to it. They know truth has a power all its own and that a generosity of spirit will open people to it faster than bashing them with their opinion ever will.
WAYNE JACOBSEN[/SIZE]
G tanya untuk konfirmasi saja, pandangan apa yang sebenarnya ingin disampaikan. sekarang g respon yach :
G justru bangga kalo teman-teman di AP masih punya pandangan yang fundamentalis, g lebih suka menyebutnya konservatif
Pandangan anda sangat Pluralis.
Justru kalo kita melihat keaadaan dunia, maka trend agama yang ada di dunia saat ini adalah menuju ke arah Fundamentalis (contoh:Islam) dan ke budaya timur (yoga, budha). Karena manusia saat ini mengalami banyak kekosongan jiwa, hal ini terjadi karena pengaruh dunia yang semakin post-moderen dan plural. Manusia kehilangan indentitas termasuk pandangan mengenai Tuhan.
kenapa kekeristenan kehilangan pengaruh di dunia ? Karena adanya pemikiran2 seperti yang anda sampaikan.
Seharusnya kita sebagai Kristen tidak perlu malu mempertahankan "kebenaran" yang ada, walaupun dianggap sudah kuno, kolot, dan fundamental. Bagi kristen tidak ada yang abu-abu, benar tetap benar, salah adalah salah.perintah adalah perintah termasuk penginjilan, Hanya kita harus lebih bijaksana dan bukan nekad, cerdik seperti ular tulus seperti merpati.
Horas bah
Last edited by henrysadeli; 12th May 2005 at 02:54 PM.
Mari belajar dan Bertumbuh bersama
Justru yang pluralis itulah yang akan menjadi jawaban terhadap tantangan masyarakat global. Sedangkan yang cupat, fundamentalis, sektarian, dan eksklusif itu merupakan sekam bagi api perselisihan terus-menerus antar pemeluk agama.Originally Posted by henrysadeli
Anda tahu apa penyebab gereja-gereja di Indonesia banyak yang dirusak dan dibakar? Ini karena tingkat kenaifan umat Kristen kita yang sangat tinggi dengan paradigma lamanya yang fundamentalis dan sektarian, serta sedikit pun tidak mampu menghargai keberadaan dan keunikan masing-masing pemeluk agama lain. Teruskan saja permainan penginjilan asal tembak ala cowboy Texas dan menginvasi daerah-daerah yang penduduknya sudah memeluk satu atau agama lain, dan umat Kristen akan terus mengundang kemarahan dan kekerasan dari umat agama lain. Pada akhirnya umat Kristen akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat internasional karena dianggap satu-satunya--atau mungkin bersandingan dengan islam fundamentalis yang suka main bom dan kekerasan seperti Taliban, dll--komunitas manusia yang tidak bisa diajak bergaul dan hidup harmonis dalam masyarakat madani.
Pilihan sepenuhnya ada di tangan umat Kristen sendiri: mau mengedepankan persahabatan dan persaudaraan dalam semangat toleransi dan hormat-menghormati, atau terjun bebas menuju jurang ekskomunikasi sebagai satu-satunya komunitas pariahs di jaman modern. Terserah mau yang mana...
Pandangan Tuhan atau cuma imajinasi dan prejudice pribadi/kelompok anda saja? Harap jangan sedikit-sedikit mencatut nama Tuhan untuk sesuatu yang sebenarnya cuma fantasi religius diri kita. Hati-hati loh...Originally Posted by mochabookworm
Bicara soal "melanggar peraturan", saya jadi wondering: saya telah melanggar peraturan apa ya, sehingga sampai harus ditempelin "Warning Level: 5" segala? Emangnya ada berapa level warning? Apakah karena kebetulan yang saya kritik bertubi-tubi salah satunya adalah anggota moderator, yakni Kepik, sehingga saya langsung dilabeli warning dengan level lumayan tinggi tersebut??Originally Posted by saxman
Kalo anda sendiri, menganggap alkitab itu seperti apa ya ?Originally Posted by laskargolgota
![]()
[COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:23 [/COLOR] Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"
[COLOR=PaleTurquoise]Gal. 4:16 [/COLOR] Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
[COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:38 [/COLOR] Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"
Seperti yang yang saya sudah ungkapkan kita harus bijaksana,,,,,
tidak seperti cowboy texas
Penyebab gereja di bakar ?? ada banyak hal, kesalahan bukan hanya karena alasan yang ada ungkapkan, ada unsur-unsur lain yang harusnya ada tau dan selidiki lebih dalam
G punya contoh kasus disatu daerah di Jawa barat. G minta pendapat anda, apakah kasus ini akibat penginjilan asal tembak ???
ada sebuah desa disana (g lupa namanya) penduduk mayoritas M kemudian ada seorang misionaris beserta keluarga masuk ke desa itu, bekerja kalo tidak salah dokter. Dia tidak melakukan KKR, dan apapun, dia hanya menunjukkan kasih, simpati dan ramah. Kemudian banyak orang desa yang kagum dan bertanya kepada beliau, kenapa masih ada orang seperti dia, Karena ada yang bertanya d menjawab, dan akhirnya satu persatu orang di desa itu percaya, dan berdiri sebuah gereja di desa itu.
Hal ini tentu tidak disukai oleh pemuka agama di sana, mereka menuntut agar gereja itu dibubarkan, dan orang desa yang sudah masuk kristen itu harus kembali ke agama asalnya melalui pengadilan di tingkat kecamatan. Kalo tidak mereka akan bertindak.
Menurut anda apakah cara yang dilakukan misionaris itu salah ?? Dan orang yang menjadi percaya itu karena dipaksa ??
Mari belajar dan Bertumbuh bersama
Anda dapat warning bukan karena mengkritik moderator tapi karena postingan reply anda untuk moonlight menggunakan kata2 kotor (since edited)Bicara soal "melanggar peraturan", saya jadi wondering: saya telah melanggar peraturan apa ya, sehingga sampai harus ditempelin "Warning Level: 5" segala? Emangnya ada berapa level warning? Apakah karena kebetulan yang saya kritik bertubi-tubi salah satunya adalah anggota moderator, yakni Kepik, sehingga saya langsung dilabeli warning dengan level lumayan tinggi tersebut??
On 12th May 2005 at 02:48 PM AP - Menggunakan kata2 kotor
Gunakan Warning Type ini untuk warga AP yang menggunakan kata2 kotor
God's faith in you is bigger than your faith in Him
"Kotor" menurut siapa ya? Menurut moderator yang merasa kepanasan dikritik dan kemudian men-delete "kata kotor" tersebut dan menempeli saya dengan warning tersebut? Besides, karena kata kotornya di-delete, bagaimana si moonlight bisa tahu dan menilai bahwa itu kotor atau tidak menurut dia?Originally Posted by kepikbiru
![]()
Fundamentalis (moon) vs fundamentalis (isi sendiri) : Masa jeruk minum jeruk ?![]()
[COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:23 [/COLOR] Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"
[COLOR=PaleTurquoise]Gal. 4:16 [/COLOR] Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
[COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:38 [/COLOR] Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"
Pokoke begini saja: jangan lagi membangun gedung-gedung gereja di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya sudah memeluk agama tertentu dan kemudian mengerahkan jemaat tersebut untuk aktif menginjili masyarakat non-Kristen di sekitarnya. Demikian juga dengan umat agama lain, Muslim, misalnya, yang juga kudu bisa menghormati keberadaan umat beragama lain. Umat Muslim harus merubah tata cara beribadahnya dengan tidak lagi berteriak-teriak sembahyang dari mesjid, yang hanya mengganggu ketenangan orang lain. Apalagi jika si Muslim hidup di daerah yang mayoritasnya beragama Hindu seperti Bali. Mbok ya ngerti sedikit gitu loh...Originally Posted by henrysadeli
Anda tidak menjawab pertanyaan saya..
Hindari kata "pokok"nya kalo dalam debat anda sudah kalah, kalo menggunakan kata-kata ini (pelajaran g waktu masih disekolah dulu )![]()
Mari belajar dan Bertumbuh bersama
Apalagi gontok-gontokan dalam gereja, bukankah begitu, las ?Originally Posted by laskargolgota
![]()
[COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:23 [/COLOR] Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"
[COLOR=PaleTurquoise]Gal. 4:16 [/COLOR] Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
[COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:38 [/COLOR] Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"
Originally Posted by henrysadeli
mungkin dah dendam dari zaman Belanda![]()
karena awal-nya agama kristen masuk dari penjajah
jadi dianggap agama penjajah kali![]()
ember tuh,Originally Posted by laskargolgota
apalagi subuh-subuh mengganggu sekali
org kan mau tidur![]()
menurutku mengejar era apostolik spt dulu itu sah2 aja...
karena memang hal spt dahulu akan ada lagi. seperti misalnya: jabatan para rasul bukanlah 12 (yg artinya sudah penuh terisi), tetapi 24. para rasul jaman awal, dan para rasul jaman akhir.
hanya, bedanya... yg sekarang ini terlihat terburu-buru, yg jadinya seperti digambarkan dengan mencuri roti ataupun menginginkan 'birahi' sebelum waktunya.
Bookmarks