Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Page 1 of 4
1 2 3 4 LastLast
Results 1 to 20 of 75

Thread: Apakah yg termasuk dosa?

  1. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Bloomington, IL
    Age
    24
    Posts
    224
    Rep Power
    0

    Apakah yg termasuk dosa?

    Memang di dalam HOLY BIBLE udah banyak diomongin mana yg dosa n mana yg nggak. Masalahnya skrg, ada beberapa grey spots yg bisa didebatkan ttg dosa atau bukan. Contohnya:
    -Nyebrang jalan sembarangan
    -Pake Morpheus atau Kazaa atau Napster bwat download music
    -Etc.
    Menurut gw perbuatan di atas adalah dosa. Menurut temen2 APers gimana? Ada lagi nggak grey spots yg laen?

    GBU,
    ace
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  2. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Indonesia
    Posts
    645
    Rep Power
    14

    Dosa itu melenceng dari kehendak Tuhan...

    Jadinya apa yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, menurut saya itulah dosa...
    Belum tentu apa yang baik, yang bagus yang hebat itu sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga dapat saja terjadi apa yang menurut kita baik dan tidak dosa padahal dosa.

    Sebaliknya apa yang menurut kita kurang baik, kurang pantas dll...Kalau Tuhan yang mau kita melakukannya, kalau tidak kita lakukan justru kitanya jadi dosa.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Melbourne
    Age
    31
    Posts
    31
    Rep Power
    0

    Sebaliknya apa yang menurut kita kurang baik, kurang pantas dll...Kalau Tuhan yang mau kita melakukannya, kalau tidak kita lakukan justru kitanya jadi dosa.
    err... bisa lebih dijelasin lagih? pake contoh dong.. agak2 blur seh, kurang ngerti gua ;p

    trus buat acennance, gua juga mau nambahin "grey spot" lagih , heheh
    how about:
    1. kita tau kan kalo di indo banyak orang yang bayar pajak pake "kompromi" ama petugas pajak. gimana menurut temen2?
    2. kalau kazaa and napster udah disinggung, berarti ttg pemakaian karya tulis seseorang juga termasuk dong. kita tau kan kalo di indo saat kita dapet tugas, kita sering maen comot suatu info, baik dari buku maupun dari internet tanpa mencantumkan subernya. ini juga sama kan?
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,292
    Rep Power
    17

    Bukankah bila sesuatu telah terjadi - itu merupakan kehendakNya ?
    Apa itu definisi Kehendak Tuhan ?
    Nationalism in Larger Framework of Internationalism

    Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
    Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Bloomington, IL
    Age
    24
    Posts
    224
    Rep Power
    0

    Banyak sekali hal yg dianggap sm org Kristen (terutama di Indonesia) sebagai hal yg tidak menyebabkan dosa. Sekarang, gw mau jelasin soal alasan kenapa gw bilang nyebrang jalan sembarangan (atau buang sampah sembarangan) adalah dosa.

    Gw rasa ttg mentaati peraturan pemerintah (termasuk bayar pajak) ada di Holy Bible di Roma 13: 1-7

    Gw quote ayatnya satu persatu berdasarkan ayat2 dr Alkitab bahasa sehari2 dari Kalam Kudus
    [url]http://www.sabda.org/alkitab/fayh/?kitab=45&pasal=13[/url]

    ROMA
    13:1 TAATILAH pemerintah, sebab Allahlah yang telah menetapkannya. Di manapun juga tidak ada pemerintah yang tidak memperoleh wewenang dari Allah.

    13:2 Jadi, mereka yang tidak mau menaati hukum-hukum negara, berarti juga tidak mau menaati Allah, dan hukuman akan menimpa mereka.

    13:3 Orang yang berbuat baik tidak takut kepada alat negara, tetapi orang yang melakukan kejahatan, akan selalu merasa takut kepadanya. Jadi, jika Saudara tidak mau merasa takut, taatilah hukum supaya tidak mendapat kesulitan.

    13:4 Alat negara diadakan oleh Allah untuk menolong Saudara. Tetapi, jika Saudara berbuat suatu kesalahan, Saudara patut merasa takut, sebab Saudara akan dihukumnya. Untuk tujuan itulah ia diadakan oleh Allah.

    13:5 Jadi, taatilah hukum berdasarkan dua alasan: pertama, supaya tidak kena hukuman; dan kedua, karena Saudara wajib menaati hukum itu.

    13:6 Dan bayarlah pajak berdasarkan kedua alasan yang sama. Sebab pegawai pemerintah harus digaji, supaya mereka dapat tetap menjalankan pekerjaan Allah, yaitu melayani Saudara.

    13:7 Bayarlah kepada setiap orang apa yang patut diterimanya: bayarlah pajak dan cukai dengan senang hati, patuhilah atasan Saudara dan hormatilah mereka yang patut dihormati.

    Jadi cukup jelas kalau melanggar peraturan pemerintah berarti dosa, hanya dengan membaca ayat2 ini.

    GBU all,
    ace
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Singapore
    Posts
    204
    Rep Power
    0

    hai teman,
    jadi kepingin diskusi nih.
    Ini beberapa hal menurut aku, gimana menurut kalian?

    Apakah itu DOSA?
    DOSA = tidak melakukan perintah Allah.

    Apakah itu PERINTAH ALLAH?
    .: Segala sesuatu yang tertulis maupun tidak tertulis dalam Firman Allah adalah perintah Allah.

    Sebutkan contohnya!
    .: banyak banget, dari kitab Kejadian sampe Wahyu.

    Gimana kalo gak tertulis dalam Alkitab?
    .: ya minta Roh Kudus pimpin, tuntun dan kasih tau, supaya kita peka dan ngerti maunya Allah. Jadi gak sembarangan aja.
    [B]Rejoice in the Lord always![/B]
    [B][COLOR="Purple"]Blog: [url]http://siska.tanuel.com[/url][/COLOR][/B]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Bloomington, IL
    Age
    24
    Posts
    224
    Rep Power
    0

    Ini ada article dari internet tentang dosa. Sorry, agak panjang!
    [url]http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/059/[/url]

    Dosa yang Membelenggu

    Tidak dapat dipungkiri sebenarnya dosa selalu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Namun kita seringkali kurang mengerti seberapa mengerikannya dosa, sampai kita jatuh dalam dosa dan harus menanggung akibat dan buah-buahnya. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa akibat-akibat dosa itu tidak hanya kita tanggung satu kali saja tapi sering akan menghantui kita sepanjang hidup dan terus menerus menjerat hidup kita. Kemudian kita mulai menyesal dan bertanya-tanya "mengapa saya sulit melepaskan diri dari dosa tersebut padahal saya ingin sekali melepaskan kebiasaan dosa saya itu?" Mengapa bisa demikian? Artikel yang kami ambil dari buku yang berisi ceramah dari Pdt. Stephen Tong, yang berjudul "Dosa Keadilan dan Penghakiman", akan menolong kita mendapatkan jawabannya.

    EMPAT RELASI UNIVERSAL DOSA

    1. Dosa sebagai kuasa yang membelenggu.
    Relasi yang pertama adalah relasi antara aku dengan aku, diriku dengan diriku. Hubungan ini dirusak oleh dosa karena di dalam dosa aku mendapatkan sesuatu kekuasaan yang mengikat, dimana aku tidak sadar itu dosa. Maka bagi diri, dosa merupakan suatu kuasa yang membelenggu aku, yang melawan kehendak Allah. Ini adalah relasi pertama yang dirusak. Pada saat sesuatu yang aku kerjakan membelenggu aku, tetapi tidak melawan kehendak Allah, itu bukan dosa.

    Jadi pertama, dosa dimengerti di sini sebagai satu istilah yang saya sebut sebagai kuasa. Dosa bukan hanya dimengerti sebagai sesuatu kekuatan atau suatu kelakuan melainkan suatu kuasa yang membelenggu dan mengikat kita. Itu disebut dosa. Di dalam Surat Roma, Paulus mengatakan dengan jelas sekali, "Yang kuinginkan aku tak bisa melakukan, yang aku tak inginkan justru aku lakukan." Apa artinya? "Aku tidak mempunyai kebebasan." Karena di dalam diri ini ada sesuatu yang begitu berkuasa sehingga kebebasan diri dipengaruhi oleh kekuatan itu. Itu disebut dosa. Jadi dosa dimengerti sebagai suatu kuasa yang membelenggu dan menghancurkan kebebasan kita.

    Barangsiapa sedang memakai kebebasan untuk berbuat segala sesuatu, menganggap bahwa dirinya adalah orang bebas, ia salah. Karena begitu kebebasan itu dipakai untuk pertama kali dan hak itu dipakai, langsung hak itu menjadi tuan untuk membelenggu Saudara. Misalnya, pada waktu Saudara ingin menjadi seorang perokok, pertama kali Saudara mengatakan, "Saya mau menjadi seorang perokok", Saudara seolah-olah bebas. Setelah Saudara merokok satu kali, dua kali, tiga kali, Saudara telah menjual kebebasan Saudara kepada kuasa rokok yang sedang membelenggu Saudara, dan tanpa disadari Saudara sudah kecanduan dan sulit melepaskan darinya. Demikian pula pada waktu Saudara mengatakan, "Saya bebas, saya mau pergi mencari pelacur", Saudara sedang mempergunakan kebebasan Saudara yang kelihatannya netral. Namun begitu Saudara menggunakan kebebasan itu, saat itu juga, Saudara sedang menjual kebebasan Saudara kepada ketidakbebasan yang sedang membelenggu Saudara. Seperti juga seorang yang berjalan, lalu berhenti di perempatan. Pada waktu ia memilih ke kanan, ia telah menjual kebebasan ke arah itu, dan tidak bisa lagi membuat keputusan yang lain. Maka di sini dosa dimengerti sebagai suatu kuasa yang membelenggu setelah Saudara menggunakan kebebasan yang pertama.

    2. Dosa sebagai kelakuan yang merugikan.
    Relasi kedua adalah relasi antara diriku dan orang lain. Di sini dosa dimengerti sebagai suatu kebebasan yang merugikan orang lain, baik sadar atau tidak sadar. Kelakuan dan dosa dimengerti selain sebagai kuasa kini juga dimengerti sebagai kelakuan, "an action", "behaviour", "conduct", "an expressed living style". Suatu cara hidup, kelakuan, perbuatan dan tindakan yang sudah merugikan orang lain. Ini dimengerti sebagai dosa. Perlu kita perhatikan bahwa baik istilah pertama: kuasa yang membelenggu, lalu istilah kedua: kelakuan yang merugikan, keduanya adalah merupakan pengertian yang diambil dari hukum negara.

    3. Dosa sebagai alat pemersatu dengan setan.
    Dosa juga dimengerti dari relasi universal yang ketiga. Diriku dengan setan yang tidak kelihatan. Justru karena setan tidak kelihatan, itu menunjukkan ia hebat. Kalau setan setiap hari membuat dirinya terlihat, ia kurang pandai. Kalau seorang maling berkata, "Berjaga-jagalah, nanti malam jam 2 saya datang," dia maling yang bodoh. Jika seorang tukang copet memasang tulisan besar di bajunya "Aku adalah tukang copet, hati-hati denganku," IQ nya rendah.

    Setan begitu pintar sampai dia mengatakan, "Sebab tidak ada setan, maka tidak perlu takut kepada setan; sebab tidak ada setan, pasti juga tidak ada Allah." Maka akhirnya Saudara tidak percaya setan, juga tidak percaya Allah. Saudara sudah masuk ke dalam jerat setan.

    Prof. Kurtkoch dari Stuttgart University mengatakan, "Orang Jerman segan, malu, tidak mau ke gereja karena mereka merasa modern. Tetapi justru pemimpin-pemimpin Jerman yang tertinggi yang biasanya tidak mau ke gereja, takut dipermalukan orang lain, takut dianggap terlalu ketinggalan, pada waktu menemukan kesulitan-kesulitan paling hebat di dalam menjalankan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, mereka selalu ke rumah dukun-dukun untuk mendapatkan petunjuk dari para dukun. Ini gejala yang aneh. Manusia yang percaya Tuhan seolah-olah ketinggalan jaman, tapi jika dalam keadaan krisis pergi mencari dukun, mereka tidak takut. Demikian juga banyak pendeta-pendeta seolah-olah mereka memimpin orang lain, tetapi pada waktu menghadapi kesulitan-kesulitan, mereka tidak bisa mengambil prinsip Alkitab untuk membereskan persoalan. Mereka pergi mencari psikiater-psikiater yang bukan Kristen.

    Penipuan-penipuan seperti ini terus-menerus terjadi karena kita tidak percaya jawaban yang sesungguhnya adalah Firman Tuhan dan bagaimana mendapatkan jawaban melalui pimpinan Roh Kudus dan Firman dan prinsip yang benar. Hubungan aku dengan setan ditiadakan oleh setan dengan penipuan "tidak ada setan", sehingga karena Saudara kira tidak ada, Saudara tidak berjaga-jaga. Pada saat itu dia sedang mengaitkan diri dengan Saudara. Ini merupakan sesuatu alat yang mempersatukan manusia dengan setan.

    Dosa dimengerti sebagai suatu kuasa, dosa juga dimengerti sebagai kelakuan dan dosa dimengerti sebagai suatu alat yang mempersatukan kita dengan setan. Dosa sedang menjadi suatu alat yang mengaitkan Saudara dengan dia, sehingga tanpa Saudara sadari, Saudara sedang bersatu dengan si jahat itu. Itulah sebabnya kalau membaca buku yang baik, Saudara tertidur, membaca buku porno, mata Saudara besar sekali. Itulah sebabnya kalau Saudara pergi ke gereja tidak ada waktu, tetapi kalau mencari pelacur waktunya banyak. Mengapa? Karena Saudara sedang dipersatukan dengan suatu alat. Alat yang mempersatukan itu disebut dosa. Dan Saudara tidak melihatnya karena penipuan ini merupakan suatu alat yang mempersatukan dengan oknum yang
    menyangkal bahwa dia ada, itu dosa.

    4. Dosa sebagai sikap melawan Allah.
    Dosa dimengerti sebagai relasi universal keempat yaitu dosa merupakan sikap melawan Allah; antara manusia dengan Allah. Relasi ini seharusnya mempunyai poros sesuai dengan status asli yang ditetapkan oleh Tuhan, tetapi sekarang sudah dikacaubalaukan, diputarbalikkan. Yang utama menjadi tidak utama, yang tidak utama menjadi yang utama, yang mutlak menjadi tidak mutlak, yang tidak mutlak menjadi mutlak.

    Sekarang manusia sudah berada dalam kekacauan, kerusakan di dalam seluruh relasi total seperti ini, sehingga manusia berani kepada Tuhan Allah. Terhadap Tuhan Allah manusia begitu keras, tapi terhadap setan begitu lembut. Pada saat diminta percaya kepada Tuhan Yesus atau diajak ke gereja, manusia selalu berdebat dengan begitu keras, menggunakan berbagai macam argumen, tetapi anehnya, ketika diajak ke pelacur, ia tidak memakai cara yang sama, ia tidak berdebat keras tentang apa pentingnya ke pelacur dan sebagainya. Waktu disuruh ke gereja, menjadi filsuf; waktu disuruh cari pelacur, langsung pergi. Saya tidak pernah menghargai orang semacam demikian. Itu disebut sebagai: dengan status tidak adil berusaha melawan Allah yang adil. Di dalam perlawanan inipun telah membuktikan secara lebih tegas bahwa dia sedang melayani dosa. Saya tidak mau melayani perdebatan seperti ini, meskipun saya tahu, saya cukup dan bisa menjatuhkan segala argumen yang mungkin dia keluarkan, tapi saya kira Firman dan kebenaran Allah jangan dilempar ke hadapan babi, mutiara jangan diberikan kepada anjing.

    Dibandingkan dengan Saudara, mungkin saya lebih banyak bertemu dengan kaum intelektual. Saya sudah berkotbah kepada doktor-doktor, profesor-profesor, beratus-ratus orang termasuk yang tua-tua, yang senior di negara Atheis. Tidak ada pertanyaan yang begitu sulit yang tidak bisa dijawab oleh Firman Tuhan. Kalimat-kalimat ini tidak berhenti sebagai kalimat klise seperti banyak orang mengatakan, "Jesus is the answer, but I don't know what is the question." (Yesus adalah jawaban, tetapi saya tidak tahu apa pertanyaannya) Tidak! I know the question.

    Dari umur 21 sampai umur 41, dalam waktu 20 tahun itu, saya sudah menjawab begitu banyak pertanyaan, tiap tahun kira-kira 6000 sampai 10000 pertanyaan, sebab dalam satu tahun itu kadang-kadang saya berkhotbah sampai 600 kali. I know what's going on. Saya tahu apa yang sedang terjadi. Saya tahu apa yang ditanyakan. Yang Saudara mau tanya, kira-kira sudah bisa saya tangkap. Dalam waktu 2 detik, setelah membaca pertanyaan, saya sudah harus menentukan tiga hal. Pertama: motivasinya. Kedua: asal pikirannya. Ketiga: jawabannya. Selesai membaca, saya langsung menjawab. Bukan karena kehebatan saya, tetapi karena Tuhan begitu mengasihani saya, memberi kesempatan begitu banyak. Jika Saudara mendapatkan kesempatan seperti saya, mungkin Saudara jauh lebih terampil daripada saya. Pertanyaan-pertanyaan dari pemuda/pemudi atau kaum intelektual tidak terlalu jauh berbeda. Banyak yang mau melawan, kenapa begini, kenapa begitu. Manusia mengira waktu ia bertanya, Tuhan langsung jatuh. Tuhan akan berkata, "Silakan bertanya terus, nanti setelah selesai, Aku akan bertanya satu kali, maka engkau langsung jatuh." Tuhan tidak mau berdebat.

    Mengapa Saudara tidak memakai cara dan metode yang sama untuk melawan setan? Kenapa dengan setan Saudara begitu mudah pergi berjudi, pergi melacur, pergi berbuat dosa, pergi menerima segala ajaran yang salah. Saudara begitu mudah menyerahkan diri Saudara untuk itu, tetapi mengapa menerima Firman Tuhan begitu sulit? Saudara tidak mau. Bukan saja tidak mau, bahkan banyak pemimpin-pemimpin gereja pun tidak bisa menerima dengan baik, mereka hanya mau menggunakan untuk mempertahankan harga diri saja, supaya jangan dikritik.

    Inilah 4 relasi universal dari dosa yang kita lihat.

    BIMBINGAN ALKITABIAH
    BUAH-BUAH DOSA

    Setiap perbuatan dosa selalu diikuti oleh akibat-akibatnya. Di dalam Alkitab Allah sudah memberikan kepada kita apa saja akibat dari dosa. Berikut ini ayat-ayat yang terdapat dalam Alkitab yang menyatakan akibat-akibat dari dosa.

    Perjanjian Lama:
    Kejadian 3:7-24; 4:11-14; 6:5-7
    Ulangan 29:18
    Ayub 4:8; 5:2; 13:26; 20:11
    Mazmur 5:10; 9:15-16; 10:2; 94:23; 141:10
    Amsal 1:31; 3:35; 5:22-23; 8:36; 10:24,29-31;
    Amsal 11:5-7,18-19,27,29; 12:13-14,21,26; 13:5,15; 22:8;
    Amsal 27:8; 28:1; 29:6; 30:20
    Yesaya 3:9,11; 9:18; 14:21; 50:11; 57:20-21
    Yeremia 2:17,19; 4:18; 5:25; 7:19; 14:16; 21:14
    Yehezkiel 11:21; 23:31-35
    Hosea 8:7; 10:13; 12:14; 13:9
    Mikha 7:13

    Perjanjian Baru:
    Markus 7:21-23
    Kisah Para Rasul 9:5
    Roma 5:12-21; 7:5
    1Korintus 3:3; 6:9-11
    Galatia 5:19-21; 6:7
    1Petrus 4:3

    PENYESALAN: MENOLONG ATAU MENGHAMBAT?

    Coba perhatikan pernyataan yang tidak umum ini: Penyesalan tidak seluruhnya buruk.

    Pada zaman kita ini ketika orang didorong untuk merasa senang, tidak peduli apa pun yang terjadi, penyesalan dipandang sebagai satu emosi yang negatif, satu halangan bagi mental yang sehat, satu beban yang harus dibuang.

    Susahnya adalah penyesalan merupakan akibat perbuatan yang salah. Demikianlah Allah menciptakan kita. Saya ingat beberapa waktu yang lalu ketika mengucapkan kata-kata tajam dalam satu percakapan-- pilihan kata-kata itu baik sekali, tetapi mengandung sengat. Perkataan itu melukai hati orang lain dan saya menyesal telah mengatakannya. Seharusnya saya tidak berkata sepedas itu dan bersikap lebih baik lagi.

    Penyesalanlah yang mendorong saya untuk meminta maaf pada orang yang terluka hatinya. Penyesalanlah yang mendorong saya untuk mengakuinya kepada Tuhan. Penyesalan yang mendorong saya untuk menjaga lidah ini dengan lebih seksama pada masa yang akan datang.

    Jikalau saya menolak untuk menghadapi rasa penyesalan, maka saya tidak dapat hidup terus sebagai orang Kristen.

    Dalam sebuah buku yang berjudul, "Another Chance: How God Overrides Our Big Mistakes", saya menguraikan secara ringkas empat tahap dalam menghadapi dosa:

    1. Pertama-tama kepercayaan diri timbul kembali, dengan pengertian Allah dapat melakukan sesuatu dalam keadaan yang buruk ini.

    2. Kemudian timbul keinginan untuk menghadapi kesalahan itu. Apa yang terjadi tidak dapat dilupakan, disembunyikan dalam tumpukan kayu, atau di bawah karpet ataupun di tempat lainnya. Kita tetap bertanggung jawab.

    3. Berikutnya, tibalah saatnya untuk mengaku -- mengutarakan kesalahan itu. Biasanya kita enggan untuk membicarakan dan melakukan hal ini. Tetapi kita harus berbuat demikian. Kita harus mengatakan hal yang sama yang Tuhan katakan -- bahwa hal yang terjadi itu melanggar perintah-Nya.

    4. Akhirnya, kita dapat bergerak maju kepada hal-hal yang baru, harga diri yang diperbaharui, masa depan yang terbuka. Kita bisa tersenyum lagi sebab kita telah diampuni dan diperbaharui oleh Dia yang kasih setia-Nya itu untuk selama-lamanya.

    Penyesalan adalah kekuatan pendorong, yang mendesak kita untuk masuk ke tahap yang kedua. Ini merupakan satu bagian yang penting dalam proses ini.

    Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti pada tahap kedua ini. Beberapa orang Kristen mengalami kesulitan untuk maju ke tahap yang berikutnya. Berulang-ulang mereka membangkitkan kembali dosa-dosa masa lalu, membesarkan, dan memutarbalikkan ceritanya. Allah tidak bermaksud demikian.

    Setelah kita menyelesaikan tahap pengakuan ini, "sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus," (Roma 8:1), karena "Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu." Penulis yang sama, Paulus, menulis kepada jemaat di Galatia, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Galatia 5:1).

    Paulus menuliskan hal-hal di atas dari pengalaman pribadinya tentang penyesalan. Masa lalu Paulus mungkin akan membuat seorang ahli penyakit jiwa sibuk selama bertahun-tahun. Sewaktu-waktu Paulus dapat menutup matanya dan melihat dirinya sedang menjaga setumpukan jubah, sedangkan hanya beberapa meter saja dari tempatnya ia melihat Stefanus sedang dilempari dengan batu. Malah ia bisa mengingat sejumlah penggerebekan pada tengah malam terhadap keluarga-keluarga Kristen - mendobrak pintu, menyentak para suami, istri dan anak-anak dari tempat tidur mereka, dan menggiring mereka ke penjara. Ia telah menteror seluruh daerah mulai dari Yerusalem sampai Damaskus, sehingga tidak ada satu orang Kristen pun yang tidak gemetar ketika mendengar namanya disebutkan.

    Bagaimana ia dapat mengatasi rasa bersalah itu? Penyesalan? Mimpi yang mengerikan?

    Kepada gereja di Filipi ia menulis, "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:12-14).

    Seorang penasihat rohani di Akron, Ohio yang juga seorang mantan pendeta, Dr. Richard Dobbins, bercerita tentang seorang wanita yang berumur empat puluhan yang datang kepadanya. Sepanjang dua kunjungan, Evelyn (bukan nama sebenarnya), berbicara secara umum mengenai persoalan dan hidupnya, tetapi pada kunjungannya yang ketiga kebenaran pun timbul. Pada waktu berumur belasan tahun ia telah hamil dan telah menikah dengan pimpinan kelompok pemuda di gereja mereka tiga bulan sebelum anak mereka lahir.

    Yang mengherankan ialah mereka tetap tinggal di daerah yang sama selama tahun-tahun itu dan hidup baik-baik sehingga akhirnya orang melupakan perbuatan yang tercela itu. Mereka pun masih terus menjadi anggota gereja yang sama. Tetapi Evelyn selalu ragu-ragu apakah suaminya sungguh-sungguh mencintainya atau telah mengawininya karena merasa berkewajiban berbuat itu. Suaminya mengatakan bahwa ia mengasihinya, ia seorang suami yang baik, tetapi toh ....

    Sekarang terjadi suatu komplikasi yang menakutkan. Sahabat baiknya di SMA, yang mengetahui seluruh persoalannya, segera setelah kejadian itu pindah ke kota lain - tetapi sekarang ia akan kembali lagi ke kota itu. Dalam pikiran Evelyn, waktu dan keadaan seakan-akan tetap sama saja. Ia dan sahabatnya itu menjadi remaja kembali, dan hanya beberapa minggu saja kisah ini akan tersebar lagi ke seluruh kota.

    Di kantor Dr. Dobbins ia mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tenang Dr. Dobbins berkata, "Evelyn, sudahkah engkau memohon Tuhan mengampunimu?"

    "Apa?" ia menjawab dengan air mata membasahinya. "Sudahkah aku meminta pengampunan Tuhan? Seratus kali!"
    "Baiklah, sekarang percayakah engkau bahwa Ia telah mengampuni hal ini?"
    "O, ya tapi bukan itu yang menjadi masalah. Masalahnya adalah bagaimana saya bisa mengampuni diri saya sendiri?"

    Dobbins berdiam diri beberapa saat. Kemudian ia berkata, "Katakan padaku, apakah kau lebih suci daripada Allah?" Dobbins berhenti. "Haruskah Allah mengorbankan Anak-Nya lagi di salib demi hati nuranimu?"

    Ia berhenti sebentar, kemudian melanjutkan, "Jika kematian Kristus cukup baik untuk memberi pengampunanmu di hadapan Allah, apakah itu tidak cukup baik untukmu?"

    Evelyn tidak bisa berbicara. Kebenaran itu mulai meresap ke dalam rohnya. Selama sepuluh menit ia tidak bisa apa-apa kecuali menangis. Akhirnya ia mengangkat kepalanya, dan damai terbayang di wajahnya. Mereka berdoa bersama-sama, lalu Evelyn berkata, "Inilah pertama kali dalam waktu lebih dari dua puluh tahun saya tidak merasa terhukum."

    Yesus telah mati agar umat Tuhan tidak berpegang terus pada rasa bersalah dan penyesalannya. Itulah sebabnya 1Yohanes 1:9 menjanjikan, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

    Copyright(c) 2004 oleh YLSA
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  8. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,253
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by joehanes
    Bukankah bila sesuatu telah terjadi - itu merupakan kehendakNya ?
    Apa itu definisi Kehendak Tuhan ?
    Saya coba ya
    Kehendak Tuhan adalah apa yang Tuhan mau (klise banget )

    Saya tidak setuju apabila sesuatu telah terjadi maka pasti merupakan kehendakNya.
    Sesuatu yang telah terjadi memang pasti telah mendapat ijinNya, tapi belom tentu sesuai dengan keinginanNya.

    Buat saya, ini hubungannya erat dengan free will
    "Commitment is doing what you said you would do long after the mood in which you said it has passed."
    - St. Camillus de Lellis

    "The way of the warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash, injure or destroy is the worst sin a human can commit. The real Way of the Warrior is to prevent slaughter. It is the Art of Peace, the Power of Love"
    - Morihei Ueshiba

    My blog:

    http://soelistio.blogspot.com/
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  9. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,292
    Rep Power
    17

    Sesuatu yang telah terjadi memang pasti telah mendapat ijinNya, tapi belom tentu sesuai dengan keinginanNya
    Ok. I agree Memang IjinNya belum tentu KehendakNya.

    Kehendak Tuhan adalah apa yang Tuhan mau
    Bagaimana kita tahu mana apa yang Tuhan mau .....?

    Buat saya, ini hubungannya erat dengan free will
    Ini area yang tidak saya mengerti...free will, predestinasi, dll. Definisi tiap AP-ers terlalu banyak sehingga pembahasan ke-2 istilah ini tidak menggunakan 'konstanta' yang sama. Jadinya ngak habis2nya.
    Nationalism in Larger Framework of Internationalism

    Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
    Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  10. Join Date
    Jun 2004
    Location
    In God Fields...
    Age
    41
    Posts
    208
    Rep Power
    0

    Betul..
    sebaiknya dikusi tentang dosa ga melenceng ke topik lain seperti pre-destinasi or yang lainnya.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  11. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Singapore
    Posts
    17
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by acennace
    Memang di dalam HOLY BIBLE udah banyak diomongin mana yg dosa n mana yg nggak. Masalahnya skrg, ada beberapa grey spots yg bisa didebatkan ttg dosa atau bukan. Contohnya:
    -Nyebrang jalan sembarangan
    -Pake Morpheus atau Kazaa atau Napster bwat download music
    -Etc.
    Menurut gw perbuatan di atas adalah dosa. Menurut temen2 APers gimana? Ada lagi nggak grey spots yg laen?

    GBU,
    ace
    Menurutku, segala sesuatu kembali ke masalah iman. Kalo hati nurani bilang itu dosa, maka itu dosa. Jadi, hal yang abu2 yg tidak tertulis di alkitab, kita bisa berpedoman pada hati nurani. Orang kristen yg lahir baru, hati nuraninya sudah diperbaruhi. Semakin mereka dekat dengan Tuhan, semakin mereka peka mana yang benar dan mana yg tidak benar.

    Yesus udah kasih tahu:
    Joh 16:12 Masih banyak yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya .
    Joh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

    Paulus jg mengajarkan, segala sesuatu itu "halal" (maksudnya, hal2 yg memang tidak ditentang oleh Firman Tuhan), tetapi tidak semuanya berguna.
    Paulus jg mengajarkan, jangan lakukan sesuatu jika saudaramu terdapat keberatan2 hati nurani. Jadi kalo kamu masuk ke kalangan orang yg ga suka dengerin MP3 bajakan, jangan nekat masuk ke kalangan mereka sambil dengerin MP3 dan bersaksi ttg Yesus. Itu ngga akan acceptable. Jadi kita musti berhikmat.

    Tentang hati nurani, Alkitab bilang: segala sesuatu yg dilakukan tanpa iman itu dosa. Jadi kalo hati nurani kita "mengajarkan" bahwa napster, mp3 bajakan, dll, itu dosa, yah berarti dosa.
    Kalo kita merasa enteng2 aja, ngga ada keberatan hati nurani, yah oke2 aja sih... hehehe.. lagian, aku sendiri masih sering beli software2 dari Microsoft yg bajakan (yg asli mahal cing), dan 100% dari CD game koleksi saya semuanya bajakan.. .. Semoga gak ada yg gugur imannya karena pernyataan saya. Amin!
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  12. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,292
    Rep Power
    17

    Menurutku, segala sesuatu kembali ke masalah iman. Kalo hati nurani bilang itu dosa, maka itu dosa.
    Setuju... hati nurani itulah yang penting. Tapi kalo pikiran 'terlalu berisik & ramai', biasanya hati nurani 'tidak terdengar'. Nah, baru ambil solusinya dari pandangan umum ttg. benar dan salah atau sesuai dan tidak sesuai.
    Nationalism in Larger Framework of Internationalism

    Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
    Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  13. -Nyebrang jalan sembarangan
    Kalo lagi banyak mobil trus kita nyebrang sembarangan? pasti ga boleh. Emang ga takut ditabrak? Pokoknya jangan gangguin lalu lintas.

    -Pake Morpheus atau Kazaa atau Napster buat download music
    Kalo untuk didengar sendiri sih ga pa-pa, asal jangan dijual lagi. Inikan hampir sama dengan kita beli CD trus pinjemin ke temen yang laen, terus temen yang laen suka 1 atau 2 lagu trus di kopi hanya untuk diri dia sendiri. Itulah artinya sharing. Kalau itu ga boleh maka ngapain pada jual kaset kosong, cd kosong, CD-RW, dll.
    Pertanyaan sekarang, dari sumbernya asli ga? (ga tau deh )

    Software bajakan untuk pendidikan atau belajar mah ga pa2, asal jangan dipake untuk bisnis atau cari duit. (makanya yang diincar perusahaan2)

    Masalahnya adalah beli cd/dvd bajakan? Boleh ga? Bingung deh tuh...

    Soal hati nurani, tiap orang hati nuraninya beda-beda. Mana yang benar? Ukuran apa yang menentukan yang satu benar dan yang lain salah?
    Hati nurani-pun kadang2 bisa menyesatkan. Tergantung dari pengalaman hidupnya dan nilai2 apa yang diyakininya.

    Kalo menurut gue, sepanjang kita tidak tahu secara pasti itu salah, maka its ok. Tapi kalo kebenaran sudah dibukakan kepada kita dan menjadi mengerti, maka harus kita tinggalkan.

    Untuk grey area harus terus dicari kebenarannya.

    The truth is out there....
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  14. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakatta
    Age
    31
    Posts
    92
    Rep Power
    0

    Gua setuju ama Joe, juga ama akuruben.
    Hati nurani itulah yang menjadi patokan. Dan dalam Galatia ditulis, setiap orang menanggung tanggungannya sendiri. Maksudnya adalah ukuran. Ukuran untuk seseorang hanyalah untuk orang itu saja, tidak bisa dipakai kepada orang lain.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  15. ACE .... good point. PRAISE GOD!!

    KIta semua tahu, dimana kita semakin peka terhadap suara Tuhan, maka kita akan semakin peka apakah yang disebut melanggar kehendakNYa /DOSA.
    JAngan pernah kompromi dengan dunia ini .... memang tidak mudah tapi PAHALA dari BAPA lebih tinggi dari segalanya.

    LET THE GLORY OF THE LORD RISE AMONG US.
    [FONT=Times New Roman][COLOR=DarkRed][I][SIZE=4]"Let your speech always be with grace, seasoned with salt, that you may know how you ought to answer each one." COLOSSIANS 4:6[/SIZE][/I][/COLOR][/FONT]

    [URL=http://www.thedygerts.blogspot.com][B] Here We Are... [/B][/URL]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  16. Join Date
    Jul 2004
    Location
    beijing
    Posts
    90
    Rep Power
    0

    yak 4:17

    Jadi jika setiap orang TAHU bagaimana ia harus BERBUAT baik, tetapi ia tidak melakukannya ia berdosa.

    jadi supaya tahu perbuatan baik yang mana( dalam kasus greyspot ), ya binalah hubungan dengan Tuhan yang intim.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  17. Sebenarnya manusia tidak bisa menentukan ini dosa, itu dosa,.... wong kita sendiri udah berdosa (...meskipun kita percaya sdh diampuni dosanya....tapi ttp aja kan lakuin dosa lagi meski sengajya /ngak sengaja...dan hrs terus minta ampun lagi ? ),

    Cuma Tuhan yg bisa tentukan ....karena Dia benci dosa !!!

    Jadi maksud saya jika kita ingin melakukan sesuatu, baiknya kita berdoa dulu, tanya ama Tuhan ....apa ini dosa apa ngak.....biar Tuhan yg kasih jalan,,,sesuai kehendakNya!

    Bukan berarti teman2 ngak boleh diskusi ttg yg mana yg dosa , mana yg tidak....cuma nanti takut tambah bingung sendiri, bisa2 malah nambah dosa lagi......terutama yg dimaksud dosa di grey area... (...mnrt istilah para Apers sendiri )
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  18. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Bloomington, IL
    Age
    24
    Posts
    224
    Rep Power
    0

    Krisdio, maksud gw untuk mulai ini, biar grey spot nya jadi jelas apa termasuk dosa apa nggak. Jadi kalau ada ayat2 di Bible yg mendukung sesuatu di grey area sbg dosa, kenapa nggak didiskusikan? Kalau masalah kompromi sih, kita semua memang gak boleh kompromi terhadap dosa n gw 100% setuju.
    [size=5][b][font=Palatino Linotype][color=Blue][i]S'bab DIA hidup, ada hari esok!
    S'bab DIA hidup, ku tak gentar![/i]
    [/color][/font][/b][/size]
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  19. Join Date
    Jun 2004
    Location
    beijing
    Age
    25
    Posts
    91
    Rep Power
    0

    dosa adalah segala sesuatu yg kita lakukan untuk memuaskan nafsu kita sendiri dengan mengorbankan atau merugikan orang lain.
    bisa dibilang segala sesuatu yg kita lakuin, kalo ga buat Tuhan artinya dosa.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  20. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Age
    33
    Posts
    310
    Rep Power
    0

    sepuluh hukum taurat
    (udah komplit)
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread
Page 1 of 4
1 2 3 4 LastLast

Similar Threads

  1. 'Seorang lelaki dan iblis yg menangis'
    By gintink in forum Renungan Harian
    Replies: 22
    Last Post: 12th February 2010, 05:07 PM
  2. Keselamatan dari Yesus?
    By Supernova in forum Diskusi General
    Replies: 264
    Last Post: 10th March 2009, 02:21 PM
  3. Apakah Definisi Dosa ?
    By Xena in forum Jawaban Kristen
    Replies: 56
    Last Post: 17th November 2008, 11:48 AM
  4. Replies: 48
    Last Post: 16th November 2008, 03:01 PM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1