Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

+ Reply to Thread
Page 1 of 3
1 2 3 LastLast
Results 1 to 20 of 52

Thread: apa arti mendiskreditkan agama lain

  1. apa arti mendiskreditkan agama lain

    Dalam diskusi tentang perbedaan Katolik dan protestan muncul istilah mendiskreditkan.

    Apa arti mendeskreditkan ini saya copy difinisi mendiskreditkan dari dictionary.

    dis·cred·it ( P ) Pronunciation Key (ds-krdt)

    tr.v. dis·cred·it·ed, dis·cred·it·ing, dis·cred·its
    To damage in reputation; disgrace.
    To cause to be doubted or distrusted.
    To refuse to believe.

    n.
    Loss of or damage to one's reputation.
    Lack or loss of trust or belief; doubt.
    Something damaging to one's reputation or stature.

    Coba kita analisa mungkinkah kita mempercayai bahwa Yesus itu satu2nya juru selamat tanpa mendiskreditkan kepercayaan agama lain?

    Coba kita ambil salah satu saja arti diskredit supaya lebih gampang dianalisa.

    To refuse to believe.
    Menolak untuk percaya.

    Waktu kita percaya Yesus itu satu2nya juru selamat, dan surga hanya ada kalau kita menerima Yesus sebagai Tuhan.

    Bukankan kita menolak untuk percaya ajaran islam yang mengatakan Yesus itu bukan Tuhan, dan hanya nabi. surga nanti kita bakal ditimbang banyak dosanya atau baiknya.

    Juga kita harus menolak untuk percaya ajaran konghucu.


    Menolak untuk percaya = mendiskreditkan.

    Jadi menerima ajaran Yesus otomatis mendiskreditkan ajaran agama lain.

    Bagaimana orang bisa bilang percaya Yesus satu2nya juru selamat tanpa mendiskreditkan ajaran lain?

    Ini yang saya kurang mengerti dan mohon tanggapan teman2.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  2. Join Date
    Aug 2004
    Location
    Surabaya, Jatim lol
    Age
    31
    Posts
    823
    Rep Power
    0

    ajaran agama lain ngga ada yg salah, dan baik menurut saya. Tp apakah Allah yg mereka sembah adalah Allah yg benar ?

    Justru karena kita ingin menunjukan hal yg benar, maka kita harus memberi tahu mereka. Kalau jalan mereka salah, kita biarkan saja dengan alasan ngga mau menyinggung perasaan mereka, apakah kita bisa dibenarkan ?

    Sekali lagi, ajaran moral agama lain boleh aja kita pelajari, tp kita harus menyembah Allah yg benar. Kalau jalan keselamatan hanya ada 1, maka kita harus beritahu saudara2x yg lain kalau jalan itu hanya satu .. Bnyk jalan menuju ke roma tp 1 jalan menuju ke sorga.

    Bagaimana orang bisa bilang percaya Yesus satu2nya juru selamat tanpa mendiskreditkan ajaran lain?
    spt ibu terresa bilang, kita ngga mau mengkristenkan kamu, tp kita hanya memberitahu bahwa melalui Yesus ada keselamatan.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  3. nightingale

    Justru karena kita ingin menunjukan hal yg benar, maka kita harus memberi tahu mereka. Kalau jalan mereka salah, kita biarkan saja dengan alasan ngga mau menyinggung perasaan mereka, apakah kita bisa dibenarkan ?

    Hindarta.
    Dengan memberitahu bahwa jalan mereka salah, itu sudah bearti mendiskreditkan karena difinisi dari diskredit adalah menolak untuk percaya/ menolak untuk percaya bahwa jalan mereka benar.

    Pada dasarnya saya setuju dengan sdr night bahwa kita jangan menyinggung perasaan orang lain.
    Tapi mendiskreditkan itu rasanya tidak bisa dihindari lagi waktu kita percaya Yesus satu2nya juru salamat.
    Coma memang harus diperhalus dan dengan kasih.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  4. Join Date
    Aug 2004
    Location
    Surabaya, Jatim lol
    Age
    31
    Posts
    823
    Rep Power
    0

    yg penting kita ngga maksain. Kalo dipaksain ya ga boleh. Harus sabar, kalau belum mau, tunjukan lewat perbuatan dan kesaksian ..misal kamu ada masalah dan berdoa, Tuhan kabulin, kamu ceritain aja itu ke mereka bagaimana Tuhan berbuat baek padamu. Gitu aja

    Kita ngga perlu full frontal confrotation ...
    Tp kamu juga perlu tahu kalau Allah yg mereka sembah itu ga bisa membawa keselamatan, jangan sampe kepengaruh mereka.
    konfrotasi sebisa mungkin dihindari, kecuali kalau mereka nanya-nanya dan minta kita membuktikan kebenaran tsb, ya kita konfrotasi...
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  5. Quote Originally Posted by Nightingale
    yg penting kita ngga maksain. Kalo dipaksain ya ga boleh. Harus sabar, kalau belum mau, tunjukan lewat perbuatan dan kesaksian ..misal kamu ada masalah dan berdoa, Tuhan kabulin, kamu ceritain aja itu ke mereka bagaimana Tuhan berbuat baek padamu. Gitu aja

    Kita ngga perlu full frontal confrotation ...
    Tp kamu juga perlu tahu kalau Allah yg mereka sembah itu ga bisa membawa keselamatan, jangan sampe kepengaruh mereka.
    konfrotasi sebisa mungkin dihindari, kecuali kalau mereka nanya-nanya dan minta kita membuktikan kebenaran tsb, ya kita konfrotasi...
    kembali saya setuju pada sdr night.

    kita sebisanya hindari konfrontasi. Namun sekali lagi konfrontasi dan diskredit itu lain lho.

    tidak konfrontasi bukan beraarti tidak mendiskreditkan.

    Kalau tidak mendiskreditkan itu bearti percaya pada Allah mereka.

    Discredit berarti refuse to believe.

    Tidak mendeskreditkan berarti tidak menolak untuk percaya.

    Berati percaya pada Allah mereka.
    Ini yang ditakuti oleh sdr Night kan. Jangan sampai percaya/terpengaruh ajaran mereka.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  6. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,250
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by Hindarta
    Jadi menerima ajaran Yesus otomatis mendiskreditkan ajaran agama lain.
    Memangnya ada ajaran Yesus yang mendiskreditkan ajaran lain ?
    Apa Yesus pernah mengajarkan untuk mendiskreditkan ajaran lain ?
    "Commitment is doing what you said you would do long after the mood in which you said it has passed."
    - St. Camillus de Lellis

    "The way of the warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash, injure or destroy is the worst sin a human can commit. The real Way of the Warrior is to prevent slaughter. It is the Art of Peace, the Power of Love"
    - Morihei Ueshiba

    My blog:

    http://soelistio.blogspot.com/
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  7. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,250
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by Hindarta
    Waktu kita percaya Yesus itu satu2nya juru selamat, dan surga hanya ada kalau kita menerima Yesus sebagai Tuhan.
    Munkin ini yang membuat Hindarta bingung.
    Mungkin Hindarta terlalu fokus pada 'surga' daripada pada 'Yesus'.
    Mungkin Hindarta terlalu menekankan pada 'apa yang didapat' atau 'bagaimana mendapatkan', daripada pada 'siapa yang memberikan'.

    Coba Hindarta lebih fokus pada Yesus sebagai pemilik surga yang mempunyai hak penuh untuk memperbolehkan siapa saja yang Dia mau untuk masuk.
    Mungkin dengan begitu Hindarta bisa lebih melihat bahwa bagi Dia, kita semua sama.
    Sehingga 'bagaimana' seseorang bisa menuju surga tidak menjadi suatu permasalahan lagi.
    "Commitment is doing what you said you would do long after the mood in which you said it has passed."
    - St. Camillus de Lellis

    "The way of the warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash, injure or destroy is the worst sin a human can commit. The real Way of the Warrior is to prevent slaughter. It is the Art of Peace, the Power of Love"
    - Morihei Ueshiba

    My blog:

    http://soelistio.blogspot.com/
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  8. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,250
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by Hindarta
    Bagaimana orang bisa bilang percaya Yesus satu2nya juru selamat tanpa mendiskreditkan ajaran lain?
    Gampangnya sih ya........ jangan ngomong............. tapi lakukanlah
    "Commitment is doing what you said you would do long after the mood in which you said it has passed."
    - St. Camillus de Lellis

    "The way of the warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash, injure or destroy is the worst sin a human can commit. The real Way of the Warrior is to prevent slaughter. It is the Art of Peace, the Power of Love"
    - Morihei Ueshiba

    My blog:

    http://soelistio.blogspot.com/
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  9. Join Date
    Jun 2004
    Location
    kepikbiru
    Posts
    7,617
    Rep Power
    50

    to me there's no dispute at all, diskredit memang mengandung arti "refuse to believe" a firm stance that I support. Tapi moreover, seperti yang anda tulis sendiri:
    discredit artinya juga : To damage in reputation; disgrace. .

    There are more peaceful way to spread the gospel. My faith and my God is not insecure such that I need to insult or damage other people.

    Don't get me wrong, I've brought people to Christ and commit my life to bring more people to Christ, but I don't need to damage someone else's reputation or attack their personality in order to introduce them to Christ.

    kayaknya terlalu berfokus sama satu arti kata selagi melupakan arti lainnya itu praktek yg jelek, terutama dalam berdiskusi.
    contohnya kepik bisa bilang sama orang disini "you're an ass"
    it would be an insult, tapi terus kepik bisa berkilah, waittaminute, ass itu kan artinya keledai beban yg dinaiki Yesus waktu dia masuk Jerusalem dst dst. that reason would be weak and insipid.
    Karena ass selain artinya keledai beban, juga mengandung makna yg merendahkan dan mengejek.
    God's faith in you is bigger than your faith in Him


    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  10. Kepik

    to me there's no dispute at all, diskredit memang mengandung arti "refuse to believe" a firm stance that I support. Tapi moreover, seperti yang anda tulis sendiri:

    discredit artinya juga : To damage in reputation; disgrace. .

    Hindarta:

    Baiklah saya memakai arti diskredit = to damage in reputation: disgrace

    merusak reputasi : tidak setuju.

    difinisi reputasi saya pakai dari kamus electronic

    rep·u·ta·tion ( P ) Pronunciation Key (rpy-tshn)
    n.
    The general estimation in which a person is held by the public.
    The state or situation of being held in high esteem.
    A specific characteristic or trait ascribed to a person or thing: a reputation for courtesy.

    Lalu kita pakai arti reputasi yang pertama saja.

    general estimation a person is held by the public.

    dalam hal ini sesuai dengan judul diskusi tentang mendiskreditkan agama lain, maka kata person kita ganti dengan agama.
    jadi agama kita anggap person.

    Jadi reputasi sebuah agama kita artikan sebagai estimasi /pandangan masyarakat terhadap agama.
    Lalu kita ambil contoh agama islam yang tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan.

    Kembali pada permasalahan.

    Waktu kita menerima dan percaya Yesus sebagai Tuhan, bukankah kita otomatis menganggap reputasi/pandangaan islam salah?

    2. disgrace/ disaprove.= tidak menyetujui.

    Waktu kita percaya Yesus sebagai Tuhan bukankah kita tidak menyetujui pandangan islam.

    Tidak menyetujui = disgrace = diskredit.

    Jadi kalau kata tidak menyetujui saya ganti dengan diskredit kalimatnya menjadi

    Menerima Yesus sebagai Tuhan = mendiskreditkan ajaran islam.

    Untuk Yustinus;
    Jawaban sama dengan diatas ini.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  11. Ikutan nimbrung yah...

    Bagi saya, Yesus adalah jalan YANG PASTI. Jika kita beriman pada Kristus, keselamatan pasti akan menjadi milik kita.

    Sedangkan keselamatan di luar Kristus, SAYA TIDAK TAHU. Itulah setiap kali dalam diskusi dengan teman-teman "sepupu" dan "di luar sepupu", saya selalu menanyakan apakah mereka sudah yakin kalau mereka pun bisa selamat. Kalau mereka sudah yakin selamat, diskusi selesai. Untuk apa diteruskan ?

    Seringkali kita "terjebak" untuk mengatakan kepada rekan-rekan kita di luar Kristus bahwa mereka "tidak selamat". Seringkali kita "terjebak" untuk memberikan solusi bagi mereka yang tidak membutuhkan solusi. Bagi saya itu bukanlah solusi yang tepat. Solusi yang tepat adalah : tanyakan menurut iman mereka masing-masing, apakah mereka sudah yakin terlebih dahulu. Kalau belum yakin, barulah diberikan alternatif jawaban.

    Kita punya iman, tapi bukan berarti iman orang lain selalu harus dalam "kendali" kita dan sepaham dengan kita.
    [COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:23 [/COLOR] Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

    [COLOR=PaleTurquoise]Gal. 4:16 [/COLOR] Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

    [COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:38 [/COLOR] Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  12. Quote Originally Posted by moonlight
    Ikutan nimbrung yah...

    Bagi saya, Yesus adalah jalan YANG PASTI. Jika kita beriman pada Kristus, keselamatan pasti akan menjadi milik kita.

    Sedangkan keselamatan di luar Kristus, SAYA TIDAK TAHU. Itulah setiap kali dalam diskusi dengan teman-teman "sepupu" dan "di luar sepupu", saya selalu menanyakan apakah mereka sudah yakin kalau mereka pun bisa selamat. Kalau mereka sudah yakin selamat, diskusi selesai. Untuk apa diteruskan ?

    Seringkali kita "terjebak" untuk mengatakan kepada rekan-rekan kita di luar Kristus bahwa mereka "tidak selamat". Seringkali kita "terjebak" untuk memberikan solusi bagi mereka yang tidak membutuhkan solusi. Bagi saya itu bukanlah solusi yang tepat. Solusi yang tepat adalah : tanyakan menurut iman mereka masing-masing, apakah mereka sudah yakin terlebih dahulu. Kalau belum yakin, barulah diberikan alternatif jawaban.

    Kita punya iman, tapi bukan berarti iman orang lain selalu harus dalam "kendali" kita dan sepaham dengan kita.
    Memang saya juga setuju tidak ada paksaan dalam memberitakan injil yang kita percaya.
    Yang ingin saya sampaikan hanyalah apakah menerima Yesus sebagai Tuhan bukan berarti mendiskreditkan agama lain?

    Ternyata menurut kamus diskredit pada dasarnya berarti tidak menyetujui.

    A bilang Yesus itu Tuhan yang menjelma jadi manusia
    B bilang Yesus itu manusia biasa yang bukan jelmaan Tuhan.

    Waktu kita percaya Yesus itu Tuhan bukankah berarti menganggap B salah?

    Itu saja yang saya maksudkan agar ada ketegasan dalam iman kita.
    Sama sekali tidak ada paksaan dalam menerima Kristus, sekali lagi hanya ingin mengatakan bahwa mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan satu2nya juru selamat berarti menganggap ajaran yang tidak mengatakan Yesus 'Tuhan itu salah/mendeskriditkan.

    Oleh sebab itu saya tanyakan apakah Katolik menerima Yesus sebagai satu2nya juru selamat?

    Kalau jawabannya tidak ya juga terserah dan hak masing2
    kalau jawabannya ya berarti mendiskreditkan ajaran lain yang tidak mempercayai Yesus sebagai juru selamat.

    Dan kalau jawabannya ya kenama bisa bilang katolik tidak mendeskreditkan agama lain?

    Kembali saya ingatkan arti diskredit itu bukan karangan saya sendiri tapi saya hanya mengutip kamus yang tentunya diterima umum.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  13. Mengapa kamu tanyakan cuma kepada rekan-rekan yang Katolik ?
    Apakah kamu yang notabene bukan katolik sudah menemukan jawabnya ?
    Untuk keselamatan di luar Kristus, saya memberi gambaran dalam Roma 2:13-14. Tapi saya lebih suka jawaban SAYA TIDAK TAHU.
    [COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:23 [/COLOR] Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

    [COLOR=PaleTurquoise]Gal. 4:16 [/COLOR] Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

    [COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:38 [/COLOR] Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  14. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,250
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by Hindarta
    Waktu kita menerima dan percaya Yesus sebagai Tuhan, bukankah kita otomatis menganggap reputasi/pandangaan islam salah?
    Sekarang saya tida menerima pendapat Hindarta.
    Apakah sekarang saya merusak reputasi Hindarta ?

    Menerima Yesus sebagai Tuhan = mendiskreditkan ajaran islam.
    Tidak menyetujui tidak sama dengan 'pendapat saya lebih baik dari yang lain'.
    Tidak menyetujui berarti 'mempunyai pandangan lain'.


    Yakin pada pandangan sendiri dan tetap terbuka pada segala masukan yang membangun, tidak akan membuat pandangan lain menjadi 'lebih kecil'.
    Justru pandangan lain itu bisa menjadi mitra dan membantu mengembangkan pandangan kita menjadi lebih baik.

    Sesuatu akan tampak 'lebih kecil' bila kita menganggap pandangan kita adalah kebenaran yang absolut yang tidak mungkin berubah dan segala sesuatu diluar itu adalah kesalahan yang absolut.
    Ekstrimnya...... menganggap pandangan kita adalah pandangan Tuhan dan pandangan Tuhan adalah pandangan kita.


    Misalnya:
    Bila seseorang menerima Yesus hanya karena untuk masuk surga/menjadi benar/mendapat berkat, orang itu sangat mungkin akan memandang bahwa orang lain yang tidak menerima Yesus maka orang itu tidak akan masuk surga/menjadi benar/mendapat berkat.
    Efek lanjutnya bisa 'mengecilkan' orang itu.

    Tapi kalau seseorang menerima Yesus karena ingin belajar supaya lebih pantas masuk surga/belajar untuk menjadi lebih benar/belajar agar mendapat berkat, orang itu sangat mungkin akan memandang orang lain yang tidak menerima Yesus sebagai 'tempat belajar' juga.
    Efek lanjutannya orang itu akan merasa 'setara satu sama lain' dan bisa bekerja sama dengan orang lain.



    Jadi, menerima Yesus tidak serta merta mendiskreditkan ajaran lain.
    Lihat juga motivasi, bagaimana dan tujuan penerimaan Yesus itu.
    "Commitment is doing what you said you would do long after the mood in which you said it has passed."
    - St. Camillus de Lellis

    "The way of the warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash, injure or destroy is the worst sin a human can commit. The real Way of the Warrior is to prevent slaughter. It is the Art of Peace, the Power of Love"
    - Morihei Ueshiba

    My blog:

    http://soelistio.blogspot.com/
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  15. Join Date
    Jun 2004
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,250
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by Hindarta
    Itu saja yang saya maksudkan agar ada ketegasan dalam iman kita.
    Sama sekali tidak ada paksaan dalam menerima Kristus, sekali lagi hanya ingin mengatakan bahwa mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan satu2nya juru selamat berarti menganggap ajaran yang tidak mengatakan Yesus 'Tuhan itu salah/mendeskriditkan.

    Oleh sebab itu saya tanyakan apakah Katolik menerima Yesus sebagai satu2nya juru selamat?
    Gereja Katholik sebelum konsili Vatikan 2 juga memandang bahwa ajaran lain adalah tidak benar.
    Istilah populernya, "tidak ada keselamatan di luar Gereja".

    Setelah konsili Vatikan 2, pandangan ini berubah menjadi lebih lebar.
    Istilah populer, "tidak ada keselamatan di luar Gereja" masih ada dan tetap dipegang.
    Tapi pengertian akan Gereja yang diperluas.

    Dulu, Gereja hanyalah orang2 yang 'secara formal' menerima Kristus dan menjadi anggota Gereja.

    Tapi sekarang, Gereja adalah orang2 yang ada dalam misteri penyelamatan Kristus.
    Misteri penyelamatan Kristus tidak dapat dibatasi oleh suatu ajaran/organisasi.

    Tuhan bisa menyelamatkan siapa pun dengan apapun, itulah pandangan Gereja Katholik sekarang ini.
    Dengan melakukan hal ini, Gereja Katholik berusaha untuk mengamalkan iman bahwa hanya Yesus satu2nya penyelamat dengan memberikan hak penyelamatan kepada Yesus satu2nya tanpa dihalang2i.

    Tapi bukan berarti bahwa setiap ajaran adalah sama.
    Setiap ajaran dipandang mempunyai suatu kekuatan dan kelemahan.


    Kalau Hindarta menginginkan pernyataan tegas.....
    Ini pernyataan tegas saya sebagai umat Katholik (yang kayaknya juga pernyataan tegas dari beberapa umat Katholik yang lain :
    Saya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan satu2nya penyelamat yang dapat menyelamatkan siapapun dengan cara apapun yang Dia mau.
    "Commitment is doing what you said you would do long after the mood in which you said it has passed."
    - St. Camillus de Lellis

    "The way of the warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash, injure or destroy is the worst sin a human can commit. The real Way of the Warrior is to prevent slaughter. It is the Art of Peace, the Power of Love"
    - Morihei Ueshiba

    My blog:

    http://soelistio.blogspot.com/
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  16. rumit banget bahasanya. ada yg bisa ringkas dan jelasin pake bahasa yg lebih simplified tentang inti pertanyaan dan diskusinya?

    jadi kalo misalnya ada orang liat ktp gw ditulis agamanya kristen...trus kebetulan tuh orang agamanya islam, meskipun gw ga ngomong ato berbuat sesuatu yg menyinggung perasaan orang itu...orang itu uda langsung otomatis tersinggung sama sama gw?

    kalo gitu masalahnya ya bukan agama/kepercayaan yg menjadi masalahnya. tapi memang dasarnya tuh orang kelewat sensitif aje. ngocol banget kalo gitu kasusnya mah hehehe
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  17. Join Date
    Jun 2004
    Location
    kepikbiru
    Posts
    7,617
    Rep Power
    50

    Baiklah saya memakai arti diskredit = to damage in reputation: disgrace

    merusak reputasi : tidak setuju.

    difinisi reputasi saya pakai dari kamus electronic
    Grumps ... apa karena anda tidak setuju sama arti satu kata yg tertulis di dictionary lalu Anda bisa mengubah pengartian orang yg mendengar kata tersebut ??

    Sama ajah, kalo misalnya kepik tetap ngotot bilang sama seseorang "you're an ass" dan menolak artian di dictionary kalo ass itu adalah suatu ejekan, tidak mengubah the fact that orang yg menerima ucapan tersebut akan merasa kalau ucapan itu adalah ejekan
    silahkan check dan pakai any dictionary you like, tapi kenyataannya tidak berubah kalau discredit itu membawa sifat personal malice.
    discussion does not work that way. Effective communication itu bukan anda memilih2kan arti ucapan anda sesuai dengan yg anda inginkan, tapi juga ada sisi pendengar yang menginterpretasikan ucapan anda sesuai dengan common knowledge.

    Ada banyak pilihan kata lain yg lebih cocok daripada discredit
    God's faith in you is bigger than your faith in Him


    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  18. Quote Originally Posted by Yustinus
    Ini pernyataan tegas saya sebagai umat Katholik (yang kayaknya juga pernyataan tegas dari beberapa umat Katholik yang lain :
    Saya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan satu2nya penyelamat yang dapat menyelamatkan siapapun dengan cara apapun yang Dia mau.
    Dan inti pernyataan ini juga diakui oleh banyak umat non katolik lainnya.
    [COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:23 [/COLOR] Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

    [COLOR=PaleTurquoise]Gal. 4:16 [/COLOR] Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

    [COLOR=PaleTurquoise]Yoh. 18:38 [/COLOR] Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  19. Quote Originally Posted by moonlight
    Mengapa kamu tanyakan cuma kepada rekan-rekan yang Katolik ?
    Apakah kamu yang notabene bukan katolik sudah menemukan jawabnya ?
    Untuk keselamatan di luar Kristus, saya memberi gambaran dalam Roma 2:13-14. Tapi saya lebih suka jawaban SAYA TIDAK TAHU.
    kebetulan yang mengatakan bahwa saya baca beberapa kali umat katolik mengatakan bahwa katolik tidak mendiskreditkan agama lain.

    dan berdasar pada apa yang saya tahu bahwa diskredit berarti menganggap salah ya ini lalu saya tanyakan sesuai dengan penjelasan sbb

    A bilang Yesus satu2nya juru selamat.

    B Bilang Yesus bukan satu2nya juru selamat.

    pada pengertian yang saya pahami bahwa diskredit berarti menganggap salah,
    mestinya kalau percaya A berarti mendiskreditkan/ merusak reputasi B/ menganggap salah B.

    Tapi rupanya beberapa teman lebih mengartikan mendeskreditkan sbagai memaksa/ secara langsung menyalahkan, secara kasar dll ya saya terima saja bahwa kalau yang dimaksud mendiskreditkan itu kasar tanpa kasih menjelek2kan agama lain itu salah. Protestanpun saya rasa tidak boleh.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

  20. Quote Originally Posted by Yustinus
    Sekarang saya tida menerima pendapat Hindarta.
    Apakah sekarang saya merusak reputasi Hindarta ?

    Mengenai reputasi dan diskredit rupanya memang pandangan kita agak beda tapi ya saya mengerti seperti yang saya jelaskan pada sdr monlight.
    difinisi diskredit lebih jelasnya juga berarti rifuse tu believe.
    tentunya tidak menerima pendapat berarti mendiskreditkan saya.

    Ini yang saya pahami berdasarkan dictionary saya.tapi ternyata diskredit yang dimaksudkan teman katolik berarti menghina ya saya terima saja

    Disini ternyata ada perbedaan kepahaman kata diskredit saja.

    ##
    Tidak menyetujui tidak sama dengan 'pendapat saya lebih baik dari yang lain'.
    Tidak menyetujui berarti 'mempunyai pandangan lain'.


    Yakin pada pandangan sendiri dan tetap terbuka pada segala masukan yang membangun, tidak akan membuat pandangan lain menjadi 'lebih kecil'.
    Justru pandangan lain itu bisa menjadi mitra dan membantu mengembangkan pandangan kita menjadi lebih baik.

    Sesuatu akan tampak 'lebih kecil' bila kita menganggap pandangan kita adalah kebenaran yang absolut yang tidak mungkin berubah dan segala sesuatu diluar itu adalah kesalahan yang absolut.
    Ekstrimnya...... menganggap pandangan kita adalah pandangan Tuhan dan pandangan Tuhan adalah pandangan kita.


    Misalnya:
    Bila seseorang menerima Yesus hanya karena untuk masuk surga/menjadi benar/mendapat berkat, orang itu sangat mungkin akan memandang bahwa orang lain yang tidak menerima Yesus maka orang itu tidak akan masuk surga/menjadi benar/mendapat berkat.
    Efek lanjutnya bisa 'mengecilkan' orang itu.

    Tapi kalau seseorang menerima Yesus karena ingin belajar supaya lebih pantas masuk surga/belajar untuk menjadi lebih benar/belajar agar mendapat berkat, orang itu sangat mungkin akan memandang orang lain yang tidak menerima Yesus sebagai 'tempat belajar' juga.
    Efek lanjutannya orang itu akan merasa 'setara satu sama lain' dan bisa bekerja sama dengan orang lain.

    Hindarta
    Terimakasih buat pandangannya. Saya akan mencoba memahami walaupun masih kurang mengerti.
    Bagi saya kalau saya menerima ajaran Yesus ya saya harus menolak yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus itu. Bukan berarti saya merasa lebih dari yang lain tapi saya merasa Yesus lebih dari yang lain dan ajarannya saya anggap lebih dari ajaran lain.

    Sebaliknya kalau orang menerima Ajaran Hindu dan merasa Hindu lebih dari ajaran Yesus itu juga haknya.

    Bagi saya bukan masalah mengecilkan orang lain atau membesarkan diri sendiri, tapi sekedar keyakinan masing2 saja.



    Jadi, menerima Yesus tidak serta merta mendiskreditkan ajaran lain.
    Lihat juga motivasi, bagaimana dan tujuan penerimaan Yesus itu.
    Hindarta.
    Kembali ini hak masing2 untuk menyimpulkan.
    Kalau yang diartikan diskredit = refuse to believe mestinya waktu menerima Yesus sebagai satu2nya juru selamat berarti refuse to believe kepercayaan yang tidak mengakui Yesus satu2nya juru selamat.

    Namun saya tidak memaksakan teman2 lain untuk mengartikan diskredit seperti kamus diatas saja.

    Saya sekedar mendiskusikan supaya lebih jelas apa yang dimaksud mendiskreditkan sesuai dengan judul saja.

    Kamus yang saya pakai tidak harus dipercayai oleh teman lain tentu teman lain boleh memakai kamus2 lain yang mungkin berbeda.
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook (0)

+ Reply to Thread
Page 1 of 3
1 2 3 LastLast

Similar Threads

  1. Kronologi kedatangan Yesus kedua kali
    By daniel in forum Diskusi General
    Replies: 225
    Last Post: 1 Week Ago, 10:57 AM
  2. Teka-teki Cinta
    By GarnettaANGEL in forum Love, Dating & Relationship
    Replies: 500
    Last Post: 27th June 2009, 12:43 PM
  3. kesaksian Hj. Irena H. PALSU...??
    By - DanDeLioN - in forum Kesaksian
    Replies: 25
    Last Post: 19th August 2004, 11:32 AM
  4. Agama dan Hidup
    By gsm in forum Diskusi General
    Replies: 10
    Last Post: 19th August 2004, 09:59 AM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1