Quote:
Originally Posted by Muzo
...Jadi, mari kita melihat kenikmatan yang sejati sebagai anugerah Tuhan dan kita betul-betul bisa menikmatinya, sekalipun dunia mengatakan kita tidak sukses, menderita dan banyak masalah, tapi justru kita bisa lebih menikmati segala sesuatu pemberian Tuhan baik dalam kekurangan atau kelimpahan, sehat atau sakit, sampai maut memisahkan kita dari penderitaan dan kita bisa menikmati segala kelimpahan yang disediakan Tuhan...
|
di satu sisi, saya merasa sedikit ngerti kenapa teologi kenikmatan ini muncul, tapi, di sisi lain, ada dua hal yang selalu 'mengganggu' saya soal teologi ini:
[1] kesannya koq kayak nantangin Tuhan yah? kesannya ngomong gini ke Tuhan: "ayo, bawa aja semua penderitaan, aku akan menikmati semuanya".
[2] kesan kedua maybe hanya sekedar 'wild-thought' yang bener2 wild, cuma gue merasa bahwa somehow koq ada 'bau2' dari komunitas BDSM yah? at least, 'prinsip menikmati rasa sakit' nya somehow mirip gitu.
maaf kalo menyinggung kamu, tapi ini jujur, kesan ini selalu muncul tiap denger teologi gaya ini. pertanyaan saya, apa sih benefit real nya buat kita kalo kita mengimani teologi kenikmatan ini?
thank's in advance
