View Single Post
  #3 (permalink)  
Old 4th February 2008
PlainBread's Avatar
PlainBread PlainBread is offline
Slave of God
 
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,667
PlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud of
Default

Dulu pengen nanya tapi gak pernah jadi2 begitu pertama baca thread ini.

Ayat2 yang dijadikan untuk dasar pemikirannya bahwa jiwa adalah buruk dan roh adalah baik kok gak nyambung ya? Yang dikutip malah ayat2 soal kedagingan atau duniawi. Contohnya seperti ini:

Quote:
Dalam penilaian Allah, jiwa hanya patut mati (Gal 2:19b). Jiwa kita telah dibereskan oleh Allah melalui salib Kristus. Kita seharusnya tidak menghargai perkara-perkara dari jiwa, sebaliknya kita justru hanya mengakui bahwa jiwa kita harus mati, pantas mati, dan sudah mati.
Pengenalan yang jelas atas Jiwa dan Salib akan membuat kita menghakimi jiwa, menyangkal jiwa, menolak jiwa, dan melarang jiwa memimpin dalam semua hal, tidak memberi tempat bagi jiwa dalam segala sesuatu.
Padahal ayat Galatia 2:19 bunyinya:

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

Ayat ini sama sekali gak menulis atau ngomongin jiwa.

Apakah memang daging / duniawi = jiwa? Kalo pun sama, sepertinya gak ada ayat pendukungnya.

Bahkan ada 1 ayat di atas yang jelas2 menyatakan bahwa jiwa adalah baik:

1Th 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
__________________
Even the best psychologist will tell you that people don't really want to be cured. What they want is relief; a cure is painful

Anthony d.M; "Awareness"

Last edited by PlainBread : 4th February 2008 at 02:22 AM.
Reply With Quote