View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 17th January 2005
~ p ~'s Avatar
~ p ~ ~ p ~ is offline
**Finding Hope**
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 5,011
~ p ~ is on a distinguished road~ p ~ is on a distinguished road
Default aya....hari gini tak punya kerja kah ???

Tapanuli Look

Suatu hari bioskop Century dibeli oleh Poltak Sianturi, seorang pengusaha muda asal Medan. Ia seorang yang kreatif, inovatif dan sedikit exsentrik. Setelah melakukan pembenahan manajemen, maka ia merenovasi gedung dan menampilkan Tapanuli-look di area bioskop itu. Nama "Century" diubah menjadi "Sianturi", ruang tunggu dihias dengan ulos, background soft music dengan orkestra Gondang, dsb.

Agar lebih Tapanuli touch ia mengganti suara chime (ting-tong) dan pengumuman "para penonton yang terhormat dipersilakan masuk ......" diganti dengan soundtrack "gubrak.....", (pintu dibuka) kemudian terdengarlah suara baritone (dalam logat Batak asli) serak serak basah yang berbunyi: "PENONTON!....KALAU MAU MASUK.. MASUKLAH.


Turis Medan & Pelayan Jawa

Seorang turis lokal baru datang dari Medan ke Candi Borobudur. Karena lapar dia masuk restoran Gudeg. Begitu duduk, pelayan langsung menghampiri; Turis: "Pelayan, aku mau makan, cepat lah sikit...!!!" Pelayan: "Karo opo, Pak...?" Turis: "O...saya Karo asli..." (Maksudnya Orang Batak Karo) Karena jawaban Turis itu tidak nyambung, pelayan bergumam..."o...wong edan..." Mendengar itu si Turis, langsung gembira, dan berkata," Memang saya baru datang dari Medan..." Pelayan tambah sengit, dan bilang..." Wong sinting...." Turis kembali berkata,..."...KOK TAHU MARGA SAYA GINTING..." Pelayan langsung pergi....

Boss Sunda & Pegawai Minang

Seorang Boss sebuah percetakan sedang inspeksi ke gudang. Dia menghampiri pegawai barunya asal Padang yg sedang duduk. Terjadilah percakapan:

Boss:"Apa kerjamu...?"

Peg:"Jago karateh..." (Menjaga kertas; Bahasa Minang)

Karena si Boss merasa mendengar jawaban yg menyatakan Pegawainya Jago Karate (Beladiri), si Boss langsung melakukan tes.
Pegawai dipukul perutnya.

Peg:"Sakik..." (Sakit; Bahasa Minang) Terdengar oleh Boss "SAKIEK" (cuma segini; Bahasa Sunda).

Maka si Boss memukul lagi dengan geram, merasa pukulannya dianggap remeh... Pegawai mengucapkan lagi kata yg sama. Boss memukul lagi dengan lebih keras, dan pegawainya PINGSAN.
Reply With Quote