aku ga tau sebagaimana pemanfaatan fitur2 yang ada agar berfungsi optimal (kalau tidak bisa maksimal).
untuk Rep.Point, aku cuma ingin mengatakan agar biarlah member memang menyukai post seseorang untuk memberi GRP ataupun sebaliknya (bisa saja), namun yang tidak kusukai bila orang merengek minta point (apa ada yang merengek minta BRP?) ataupun saling lempar (baik GRP maupun BRP).
aku juga menggunakan fitur tsb, hanya aku punya standarku sendiri, sehingga aku tidak sering menggunakan fitur tsb. standar spt itupun kembali ke masing2 pribadi.
untuk masalah Warning (Kartu Kuning/Merah), memang kita menggunakan yang kuning dulu sebagai peringatan, kemudian yang merah bila tidak diindahkan/dipatuhi. namun kalau member tsb berpotensi memprovokasi antar-agama (ataupun bukan kristen dan tidak beritikad baik menurut penilaian mod) maka akan langsung dikasih kartu merah tanpa tanya-tanya lagi. adalah urusan member untuk memberi kesan pertama yang baik kepada komunitas.
masih nyambung dengan reputation point, member sebagai warga AP juga berperan dalam menilai member baru. moderator bukan orang yang bisa memantau forum terus-terusan ataupun melihat semua post di semua forum. seperti halnya aku jarang sekali di WarungKopi, jadi belum tentu dapat menilai member baru yang cuma bercokol disana, namun dengan peranan member lama (termasuk dalam penilaian/ reputation) moderator bisa menyadari kalau ada member yang butuh perhatian khusus. biarlah reputation point tsb jadi suatu bentuk penghargaan terhadap member yang baik maupun sebaliknya, yang bisa dilakukan baik oleh member maupun moderator (sebagai pribadi). namun untuk masalah kartu-kartuan itu adalah hak dan juga kewajiban dari moderator.
kalau misalnya ada member yang merasa ada kesalahan (seperti kartu merah tanpa kartu kuning) dsj bisa bertanya ke moderator, dan akan dibahas bersama. kalau cuma didiemin, bagaimana kita bisa tahu?
|