View Single Post
  #2 (permalink)  
Old 15th February 2008
No_Name No_Name is offline
AP - Senior Member
 
Join Date: Jan 2008
Posts: 71
No_Name has a little shameless behaviour in the past
Default

6. MEMBANDINGKAN TOKOH: YESUS DENGAN YaHWeH

Akibat tidak menaklukkan pikiran mereka kepada Kristus, banyak pemimpin Kristiani mengaminkan ajaran Musa: Musa berhadapan-muka dengan Yang Maha Pencipta dan Musa menerima dua loh batu dari Yang Maha Pencipta. Kelanjutannya, ahli-pikir Kristen ini cenderung menganggap: ‘Yesus adalah AnakYaHWeH’, atau ‘Yesus diutus oleh YaHWeH’ atau ‘Yesus pernah tampil dalam zaman Perjanjian Lama sebagai YaHWeH’. Semua anggapan itu dinyatakan keliru, oleh Yesus sendiri.

6.1. CUKUP DENGAN ANALISA ILMU BAHASA ?
Ada ahli-pikir melakukan analisa dari Ilmu Bahasa (Etimologi). Analisa yang membanding-bandingkan nama Yesus dengan nama YaHWeH. Mengandalkan ke-pakar-an mereka dalam Bahasa Aramaic ataupun Ibrani kuno, lalu menganggap keduanya (bersama nama-nama ‘Yesaya’, ‘Yoshua’, bahkan ‘Yehoshua’) mempunyai akar-kata yang sama. Karena istilah ‘YaHWeH’ berusia lebih tua dari pada ‘Yesus’, maka tokoh YaHWeH dianggap merupakan ‘akar’ dari Tokoh Yesus, sehingga tokoh YaHWeH dianggap lebih luhur dari pada Tokoh Yesus! Cara pembandingan yang dangkal, namun sudah menjerat cukup banyak orang Kristen, yang belum menjadi muridYesus!

6.2. CUKUP DENGAN ANALISA / SPEKULASI ILMU SEJARAH ?
Ahli pikir lainnya meng-analisa peristiwa-peristiwa Alkitabiah bermodalkan disiplin Ilmu Sejarah. Kerumitannya tidak perlu disajikan di sini, tetapi mereka tiba pada kesimpulan: “Yesus pernah tampil pada zaman Perjanjian Lama, sebagai utusan YMP, jadi utusan YaHWeH,” kata mereka.
Lahirlah paham yang bernama Theologia Christophany. Ajaran ini lahir dari pendekatan Ilmu Sejarah, sementara kita mengetahui bahwa Sejarah

Lahirlah paham yang bernama Theologia Christophany. Ajaran ini lahir dari pendekatan Ilmu Sejarah, sementara kita mengetahui bahwa Sejarah
dibangun di atas pelbagai analisa, seringkali ditopang oleh ragam-ragam spekulasi. Spekulasi Sejarah tidak selalu benar. Maka Theologia Christophany tidak punya landasan yang kuat (tidak absah)!
Golongan ini, antara lain menunjuk kepada Yoh 8:58 Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Lalu mereka menyatakan bahwa pernyataan ‘Aku ada’ tepat sama dengan ucapan Tokoh yang Musa temui dalam catatan Kel.3:14. Kesimpulan orang Yahudi [ayat-59]: Yesus sedang menyamakan diri dengan YaHWeH, mengaku bertemu dengan Musa. Kesimpulan ceroboh ini diaminkan oleh banyak Guru Kristiani. Sebaliknya, muridYesus tidak perlu sepaham dengan penganut agama Yahudi. MuridYesus mengerti: malaikatpun dapat mengucapkan kalimat yang sama; sebab sebelum Abraham jadi (lahir), malaikat-malaikat sudah ribuan tahun berkiprah!

Theologia Christophany disanggah oleh Yesus sendiri dalam SabdaNya [Yoh.8:19] “Baik Aku, maupun BapaKu tidak kamu kenal…”. Berarti Yesus belum pernah muncul dalam dunia zaman Perjanjian Lama, dengan nama atau bentuk apapun! Yesus tidak dikenal sebelumnya oleh orang Yahudi.
Lebih tegas lagi Sabda Yesus pada Yoh 18:37 “…Untuk iulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran. Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.”

Dari sudut pandang Yesus, setiap orang yang berkecimpung dalam Ilmu Sejarah dapat dianggap ‘berasal dari Ilmu Sejarah’, jadi tidak berasal dari kebenaran, sebab Ilmu Sejarah dipenuhi oleh anggapan manusia disertai spekulasi ilmiah. Ilmu Sejarah tidak takluk kepada pikiran Kristus!
Bahwa Yesus harus lahir dan datang…, ‘untuk memberi kesaksian tentangkebenaran…’, segera menunjukkan bahwa mempersaksikan kebenaran adalah suatu urusan yang sulit, sehingga harus Yesus (Kebenaran) sendiri yang datang ke dunia ini. Hal itu menunjukkan pula bahwa Nabi-nabi Perjanjian Lama tidak terlalu berhasil dalam mempersaksikan kebenaran (khusus: kebenaran mengenai Tokoh Yang Maha Pencipta), sehingga harus Tokoh Yesus-Firman [Yoh.1:1] yang adalah YMP [Yoh.1:1] yang lahir dan datang ke bumi [Yoh.1:14] untuk bersaksi!

Jika Theologia Christophany (bahwa Yesus pernah tampil di dunia pada zaman Perjanjian Lama) adalah benar, tentu urusan bersaksi tentang kebenaran sudah dituntaskan oleh Yesus pada zaman Perjanjian Lama, mengingat Tokoh Yesus tidak pernah tanggung-tanggung di dalam bertindak! Tidak perlu lagi Yesus lahir ke bumi. Tentu isi Perjanjian Lama tidak bercacat, tidak perlu disempurnakan. Sebaliknya, Kitab Ibrani 8:7 menyatakan jelas: Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.
Penulis Surat Ibrani mengetahui benar bahwa Perjanjian Lama mengandung cacat, maka ditegaskannya lagi dalam Ibr 8:13, mengutip SabdaYesus: Oleh sebab Ia {Yesus; Penulis} berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Dari SabdaYesus yang dipahami di atas, dapat disimpulkan bahwa sebelum kelahiran di Betlehem, belum pernah Yesus datang ke dalam dunia ini.

Theologia Christophany: PELECEHAN TERHADAP TUHAN YESUS. Yesus sekedar dianggap (setara dengan) malaikat YaHWeH… BERTOBATLAH!

6.3. CARA YANG SAH UNTUK MEMBANDINGKAN DUA TOKOH
adalah dengan membandingkan, sekurang-kurangnya:
6.3.1. Berkat-berkat yang dijanjikan masing-masing Tokoh;
6.3.2. Cara-cara bergaul yang ditetapkan oleh masing-masing Tokoh;
6.3.3. Otoritas masing-masing Tokoh, beserta izin penggunaan Otoritas oleh umat (jika ada).
Dengan cara yang sah ini, dua Tokoh dapat dibandingkan atau dibedakan secara tepat, kendati (mungkin) nama kedua Tokoh itu tidak dikenal, atau keduanya memiliki nama yang serupa!


6.4. PERBANDINGAN JANJI-BERKAT

6.4.1. JANJI-BERKAT DARI TOKOH YANG DIANGGAP YMP PADA P.LAMA dirumuskan dalam Kej 12:1-3, janji kepada Abraham, yang mewakili umat YaHWeH: “…Aku akan membuaT engkau menjadi bangsa yang besar,dan memberkati engkau sera membuat namamu mashur;dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang menguuk engkau…”

6.4.2. JANJI-BERKAT DARI TOKOH YESUS (YMP PADA P. BARU) bagi semua pengikutNya, dinyatakanNya dalam Yoh 10:10 “…Aku datang supaya mereka mempunyai hidup (-rohani, yakni hidup-kekal; Penulis), dan mempunyainya dalam segala kelimpahan…”; serta dalam Yoh 14:27 “…Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu…”

Dapatkah Pembaca menampak bahwa janji-berkat dari tokoh YaHWeH sekedar mencakup kehidupan di dunia ini? Sederhananya, janji-berkat YaHWeH adalah Kejayaan Sosial-Ekonomi-Fisik. Dan memang terbukti sampai masa kini, orang-orang Yahudi menikmati janji-berkat itu.

Namun, YaHWeH tidak menjanjikan hidup-kekal dan Damai Sejahtera seperti yang dijanjikan oleh Yesus! Oleh tiadanya janji hidup-kekal ini, maka penganut Agama Yahudi terpecah dua: sebagian (Golongan Saduki) tidak mengakui akan adanya kebangkitan, sebagian lainnya (Golongan Farisi) mengakuinya [Kis.23:8].
Tokoh Yesus menjanjikan Kejayaan Spirituil (yakni: Keselamatan) yang tidak dijanjikan oleh YaHWeH, disertai kelimpahan Sosial-Ekonomi-Fisik.
TOKOH MANA YANG UNGGUL?

6.5. PERBANDINGAN CARA BERGAUL
6.5.1. CARA BERGAUL UMAT DENGAN YaHWeH harus melalui perantaraan Nabi-nabi. YaHWeH mengurus kepentingan bangsa Yahudi secara keseluruhan, tidak secara perorangan! Untuk kepentingan perorang-an, Imam-imam (Lewi) menjadi pengantara. Umat YaHWeH tidak dapat berhubungan langsung dengan YaHWeH mereka!
6.5.2. CARA BERGAUL MURID DENGAN YESUS disabdakanNya dalam Yoh.15:4-5: “…Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu… Barang-siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia…”

Jelas sekali cara bergaul yang ditetapkan oleh Yesus jauh lebih unggul. Umat, secara perorangan, boleh bergaul langsung dengan Sembahan. Nabi dan pengantara lainnya tidak diperlukan lagi. MULIALAH YESUS KRISTUS!


6.6. BAGAIMANA OTORITAS YESUS?

Rasanya hasil pembandingan pada 6.4. dan 6.5. sudah menunjukkan hasil yang timpang (Tokoh Yesus jauh lebih berbobot dari pada YaHWeH). Cara-cara Yesus lebih unggul dan lebih luhur dari pada cara-cara YaHWeH.
Dari aspek ‘Otoritas’, Pasal-1.3. dan 1.4. telah menunjukkan betapa tidak segan Tokoh Yesus terhadap Hukum-hukum yang diperintahkan tokoh YaHWeH kepada Musa! Vonnis Hukuman Mati (dirajam, dilempari batu, berdasarkan Hukum Taurat) atas perempuan yang berzinah dibatalkan oleh pembelaan Yesus. Nampaklah bahwa otoritas Yesus melebihi otoritas (Hukum-) YaHWeH. Demikian pula Sabat Agama Yahudi, diperintahkan juga oleh YaHWeH, di’anggap-sepi’ oleh Yesus!
Sisanya, Otoritas Yesus yang dipaparkan di bawah ini memastikan hanya Tokoh Yesus yang harus diakui sebagai Yang Maha Pencipta (YMP):6.6.1. MATIUS 28:18: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi…” Tokoh Yesus, dalam kesatuan dengan BapaNya (tidak perlu lagi ditanya siapa Nama Bapa), bukan bersama tokoh YaHWeH, memegang segala kuasa sorgawi dan duniawi!

6.6.1. MATIUS 28:18 “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi…” Tokoh Yesus, dalam kesatuan dengan BapaNya (tidak perlu lagi ditanya siapa Nama Bapa), bukan bersama tokoh YaHWeH, memegang segala kuasa sorgawi dan duniawi!

6.6.2. YOHANES 6:63 “…Rohlah yang memberi hidup (-kekal; Penulis), daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup…”
Yesus tidak sabdakan: “…firman Tuhan adalah roh dan hidup…” Tidak juga disabdakanNya: “…firman Tuhan pada Kitab Nabi-nabi (Perjanjian Lama) adalah roh dan hidup…” Melainkan: “perkataan-perkaaanKu adalah roh dan hidup…” Baru perkataan Yesus saja sudah menjanjikan hidup-kekal. SIAPA YESUS ?

6.6.3. MATIUS 24:35 “…Langit dan bumi akan berlalu Tetapi perkataanKu tidak akan berlalu…”
Hanya Yang Maha Pencipta yang layak mengucapkan Sabda sedemikian. Sewajarnyalah, sebab Roh yang hadir di dalam tubuh Yesus-Anak-Manusia adalah Roh YMP sendiri! [Yes.11:1-2].

6.6.4. MATIUS 10:8 “…Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan…”
Urusan mengusir setan tidak dikenal dalam Perjanjian Lama. Tidak ditampilkan oleh tokoh YaHWeH. Kuasa sedemikian (apakah YaHWeH memiliki juga?) tidak pernah didelegasikan oleh YaHWeH kepada para Nabi ataupun umat YaHWeH!

6.6.5. YOHANES 11:25 “…Akulah kebangkitandan hidup; barangsiapapercaya kepadaKu ia akan hidup, walaupun ia sudah mati…”
Menghidupkan orang mati, dan memberi hidup kekal, itu hanya mungkin dilakukan oleh YMP. MULIALAH YESUS KRISTUS!

6.6.6. MATIUS 5:21-22 “…Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkaa kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya haus dihukum…”
Tokoh YaHWeH, dalam 10-Hukum melarang umat Yahudi membunuh (Hukum ke-6), tetapi Yesus menuntut lebih dalam: marahpun mem-bawa risiko terkena hukuman! Dst. Dengan kalimat “Tetapi Aku…”, Yesus menunjukkan bahwa otoritasNya melampaui otoritas YaHWeH, yang memberikan 10-Hukum kepada Musa!

6.6.7. MATIUS 5:27-28 “…Kamu telah mendengar Firman: Jangan berzinah.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya…”
Hukum YaHWeH yang ke-7 digenapi (menjadi sempurna) oleh Yesus dengan menetapkan standard-moral yang lebih luhur: bermain-matapun sudah dianggap berzinah! Sekali lagi, kalimat “Tetapi Aku…” menampilkan: Yesus mengatasi otoritas YaHWeH!

6.6.8. MATIUS 5:33-37 ”…Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek-moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah…dst.”
Hukum YaHWeH ke-9 disempurnakan oleh Yesus. Bersumpah jangan, berdusta dalam keseharian juga buruk akibatnya. Ini standard moral yang lebih luhur. Otoritas YaHWeH dilampaui oleh Yesus!

6.6.9. SESUDAH 3-KALI TOKOH YESUS MENYEMPURNAKAN Hukumnya YaHWeH dengan ucapan “…Tetapi Aku…” ; masih 3-kali lagi pernyataan “…Tetapi Aku…” dilancarkan oleh Yesus [Mat.5:32;39;44]. Siapakah Yesus, berani mengkoreksi YaHWeH?
Ada 6-kali “…Tetap Aku…”; Enam kali Tokoh Yesus mengkoreksi pelbagai peraturan dalam Kitab Perjanjian Lama, seraya mengajarkan standard-moral yang sempurna, moral Injili, yang hanya mungkin dicapai jika seseorang hidup dalam pergaulan menurut tata-nilai muridYesus: “Saya tinggal ddalam Yesus dan Yesus tinggal di dalam saya…”

Jelaslah bahwa Yesus mengajarkan nilai moral yang paling luhur dari semua ajaran pemimpin spirituil yang pernah tampil di dunia. Tuntutan untuk pengikutNya hidup dalam moralitas yang sedemikian tinggi tentu berangkat dari OtoritasNya yang tiada tara. Tidak pernah satu Tokoh (kecuali Yesus) pernah mencanangkan otoritas yang sedemikian luas dan sedemikian dahsyat.
Orang yang bijaksana tentu memilih SEMBAHAN yang paling luhur dan paling menjanjikan berkat, untuk disembah dan dilayani, seraya menolak sembahan lainnya; TERPUJILAH YESUS KRISTUS!

7. PENTERAPAN: PARA RASUL MEMBAPTIS DALAM NAMA YESUS (tidak dalam nama YaHWeH)
Tentu para Rasul mengerti sungguh siapa Yesus, sehingga ‘Liturgi- Pembaptis-an’ yang mereka lakukan tidak melibatkan nama YaHWeH:

7.1. PAULUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis.19:4-5].

Padahal di masa lalunya, Saulus adalah penyembah YaHWeH yang paling keras, berasal dari Mazhab Farisi yang paling keras [Kis.26:5], sehingga sempat ia membunuhi para pengikut Yesus! Setelah menerima Injil, Rasul Paulus menolak YaHWeH, mengikuti Gurunya: Yesus Kristus. Sudahkah Pembaca mengangkat-guru: Yesus Kristus?


7.2. PETRUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis.2:38].

Petrus, tadinya penyembah YaHWeH, meninggalkan YaHWeH setelah terkena jamahan kuasa Injil. Sudahkah Pembaca dijamah oleh kuasa Injil secara sepurna ? Jika belum, berdoalah, mohon pencerahan Roh Yesus.


7.3. FILIPUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis.8:16].

Filipus-pun tadinya penyembah YaHWeH, lalu ditinggalkannya YaHWeH setelah mengenal Yesus secara pribadi. Sudahkah Pembaca mengenal Yesus secara pribadi ? Jika belum, mintalah jamahan Roh Yesus lebih dalam!


7.4. DEMI NAMA SIAPA PARA JURUBAPTIS-GEREJAWI MEMBAPTIS?

Jelas sekali penyimpangan yang terjadi dalam ‘Liturgi Pembaptisan’ di berbagai gereja-gereja di Indonesia. “Aku membaptiskan kamu dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, Amin.” Tanpa menyebut nama Yesus. AGAMA APA INI ?? Maka para Jurubaptis harus mempertanggung-jawabkan hal itu pada Hari Penghakiman! Sebab mereka telah menyerahkan orang-orang yang mereka baptiskan kepada ‘Allah’ atau ilah-asing lainnya, sembahan-sembahan yang tidak diakui oleh Yesus!
Bagaimana Yesus dapat merestui penggunaan nama ‘Allah’? Sedangkan ‘YaHWeH’, nama ilah yang baku dalam Perjanjian Lama telah ditolakNya! Dan ketiga Rasul di atas tentu akan menyesali kedegilan hati para Jurubaptis yang mempertahankan ‘Liturgi Pembaptisan’ yang keliru itu!


7.5. SEPANTASNYA: NAMA-NAMA ILAH-ASING DISINGKIRKAN

GUNAKANLAH AKAL-SEHAT: Nama YaHWeH, baku sebagai nama YMP bagi agama Yahudi, ditolak oleh para Rasul (pasti karena diajar oleh Yesus). Sewajarnyalah nama-nama-ikutan (Elohim, Adonay, El Shadday, Elloah, dsb.) harus ditolak oleh setiap orang yang menerima Injil Kristus!

GUNAKANLAH AKAL-SEHAT: Semua nama-ilah dalam Perjanjian Lama sudah ditolak oleh Yesus sendiri. Hanya nama Yesus yang sah, yang diakui oleh para Rasul. Logisnya, semua nama ilah dari luar Perjanjian Baru harus lebih keras ditolak.

{Sejarah Penterjemahan Alkitab (sumber: L.A.I.): Nama ‘Allah’ berasal dari Al Qur’aan, pertama kali memasuki Alkitab berbahasa Melayu pada l.k. tahun 1641, dilakukan oleh Pdt. Leijdecker, yang ditugasi oleh Belanda menterjemahkan Bijbel
ke dalam bahasa Melayu. Sewaktu melakukan penterjemahan itu, terpaksa Pdt. Leijdecker menanyakan kepada narasumbernya, seorang Melayu: Apakah istilah Melayu yang tepat untuk menterjemahkan God?” Maka narasumber itu, Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, dengan serta merta menyebutkan “Allah”. Jadilah sembahan-nya Muhammad itu dipuja-puja orang Kristen di Indonesia, padahal seharusnya ditolak lebih keras dibandingkan penolakan nama YaHWeH oleh para Rasul}.

Nama-nama: Debata (sembahan suku Batak Animistis), Lowalangi (sembahan bangsa Nias Animistis), Jubata (sembahan suku Dayak Animistis), Naibata (Simalungun), Dibata (Karo), Puang Matua (Toraja), dll., tentu harus ditolak keras pula, harus disingkirkan dari hati orang Kristen. BAGI KEMULIAAN YESUS KRISTUS!


8. AKIBAT MEMBELA NAMA ILAH-ASING
Umat Perjanjian Lama diperingatkan keras oleh Yang Maha Pencipta, melalui penyampaian YaHWeH, melalui Musa, agar menolak berurusan dengan (nama) ilah-asing. Bacalah keseluruhan Kitab Ulangan Pasal-13, dan lihatlah: orang yang membujuk untuk menyembah ilah-asing harus dibunuh. Bacalah ayat 6-11: [i]Apabila saudaramu laki-laki, atau anakmu laki-laki, …atau… membujuk engkau diam-diam, kaanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek-moyangmu, salah satu allah bangsa-bangsa di sekelilingmu, baik yang dekat maupun yang jauh dari padamu, dariujung bumi ke ujung bumi maka janganlah engkau mengalah kepadanya…Janganlah engkau merasa sayang… tetapi bunuhah dia! Perama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak membunuh dia,kemudian seluruh rakyat Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari YaHWeH, Sembahanmu…[i]


Ketentuan Yang Maha Pencipta ini, yang disampaikan melalui YaHWeH kepada Musa, mencakup (nama-nama) ilah-asing dari ujung bumi ke ujung bumi. Berarti mencakup ‘Allah’ di Arab, ‘Debata’ (Batak), ‘Lowalangi’ (Nias), ya, semua ilah sembahan suku-suku-bangsa: tentu termasuk nama ilah-asing harus diharamkan oleh penyembah Tuhan-Yang-Benar!
Nyatalah…Nama sembahan merupakan urusan hidup atau mati bagi orang-orang yang berbakti kepada sembahannya!


Lihatlah: orang yang beragama Yahudi tak ‘kan mau menyeru ‘Allah’ atau ‘Debata’ atau ‘Yesus’-pun! Ketentuan yang serupa dianut juga oleh penganut Al Qur’aan! Seorang yang beragama Islam tak ‘kan mau menyeru nama YaHWeH atau Yesus-pun!

Orang-orang Kristen menjadi ‘bodoh-sendiri’:
mau menyeru segala macam nama ilah-asing!


Baca juga penegasan dalam 1Taw 16:26 Sebab segala elohim bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YaHWeHlah yang menjadikan langit!
{Dimaksud: YMP-lah (Nabi itu anggap bernama YaHWeH) menjadikan langit!}

Tidak heran Stefanus dirajam, sebab telah menyangkali YaHWeH, dan secara tersirat mengajak umat untuk menyembah Tokoh Yesus, bukan Tokoh YaHWeH. Berdasarkan Ul.Ps.13 orang Yahudi merasa sah merajam Stefanus!
Tiga kali tercatat Yesus menyangkali YaHWeH… segera orang Yahudi berusaha membunuh Yesus. Ketiga penyangkalan Yesus dan ketiga upaya membunuh Yesus tercatat jelas (periksalah): {Yoh.7:28?? Yoh.7:30}; {Yoh.8:19??Yoh.8:20}; {Yoh.8:54-55, Yoh.8:59}. Tiga upaya penangkapan atau pembunuhan terhadap Yesus itu gagal, karena belum waktu Tuhan!

SESUNGGUHYA BANYAK JURUBAPTIS, secara sadar ataupun tidak, sudah menyerahkan orang-orang yang mereka baptis kepada ilah-asing (Allah, Debata, dsb.), karena Liturgi Pembaptisan yang salah alamat. mereka terancam mati(-rohani), karena telah membaktikan banyak umat kepada ilah-asing. Sadar ataupun tidak, mereka menjadi imam-imam bagi kepercayaan-asing, bukan imam atas umatNya Yesus Kristus!
Mungkin terjadi, akibat keyakinan bahwa Yang Maha Pencipta bernama ‘Allah’, ‘Debata’, dll., maka pada saat ajal mereka, yang mereka panggil atau serukan bukan nama Yesus Kristus, melainkan nama ‘Allah’, ‘Yehovah’, dsb. Maka Iblis akan mendakwakan bahwa mereka tidak dapat diselamatkan (mati-rohani), karena hanya dalam nama Yesus, manusia dapat diselamatkan [Kis.4:12].
Di bawah ini adalah SabdaYesus yang menyangkut penyesatan, jadi kena-mengena kepada para Juru-baptis yang mengandalkan nama ‘Allah’, ‘Debata’, ‘Lowalangi’ dalam membaptiskan, serta mengancam pula mereka yang bersi-keras mempertahankan nama ilah-asing [Luk.17:1-2].
“Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikat ke lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. JAGALAH DIRIMU!…”


9. PENTERAPAN; DOA YANG SAH: DALAM NAMA YESUS
KOMUNIKASI YANG SAH harus dilakukan dengan menunjuk nama-pribadi; tidak cukup nama-gelar. Jangan kita mengalamatkan sepucuk surat secara: Kepada Yth. Bapak Insinyur; atau Kepada Yth. Bapak Bupati. Komunikasi sedemikian ‘tidak-nyambung’! Rancu alamat, sangat mungkin tidak mencapai tokoh yang dituju! Bahkan pihak-pihak lain mungkin mengambil keuntungan dan kita dirugikan oleh kecerobohan itu.
DALAM MENGGUNAKANNAMA-PRIBADI, jangan pula memanggil sdr. Stefanus dengan nama Stafana atau Stifini. Komunikasinya menjadi ‘tidak-nyambung’! Inilah masalahnya dengan ‘tetragramma’ YHWH, yang boleh diucapkan dengan menyisipkan huruf hidup sesuka hati: YeHeWeH, YaHoWoH, YeHuWaH, YaHWeH, dsb. Komunikasi sedemikian menjadi ‘tidak-nyambung’!
Rupanya alasan keabsahan berkomunikasi itulah yang membuat Yesus menyuruh pengikutNya menyeru satu nama yang baku: ‘Yesus’ (-Kristus). Pastilah ‘nyambung’ komunikasi-doa sedemikian [Yoh.14:13-14]: “…dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu {nama Yesus! Penulis}, Aku akan melakukannya supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu {nama Yesus! Penulis}, Aku akan melakukannya…”


Jelaslah, siapapun yang masih mengeraskan hati, yang masih menyeru nama-nama selain ‘Yesus’, akan mengalami kerugian besar di dalam imannya…

Tentu muridIesous bersikap seperti Paulus [2Kor.10:5]:
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan
setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia

untuk menentang pengenalan akan Yang Maha Pencipta (YMP).
Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya
kepada Kristus,…”
Reply With Quote