View Single Post
  #7 (permalink)  
Old 22nd February 2008
Sugiyarto Sugiyarto is offline
AP - Senior Member
 
Join Date: Dec 2006
Posts: 52
Sugiyarto has a little shameless behaviour in the past
Default ALLAH NAMA SIAPA: Tanggapan Herlianto (3) Lanjutan

Herlianto menulis: (3)

Lepas dari pengkultusan bangsa dan bahasa Ibrani, perlu disadari bahwa bahasa Ibrani itu tidak berasal dari kekal sampai kekal, tetapi ia berawal dari percampuran Aram-Kanani- Amorit dan pada masa Ibrani Kitab Suci (abad-XI – III SM) terus dipengaruhi bahasa Aram; pada masa Ibrani Miznah (abad-III SM – VII M) dipengaruhi bahasa Aram, Yunani dan Latin (Yesus berbicara bahasa Aram & Yunani, dan diatas salib ada tulisan dalam 3 bahasa itu); pada masa Ibrani Para Rabi (abad-VII – XIX M) dipengaruhi bahasa Arab; dan baru di abad-XIX menjadi bahasa Ibrani modern. Ingat, dalam Perjanjian Baru kalau disebut bahasa Ibrani (terjemahan hebraisti atau hebraik dialekto), yang dimaksudkan adalah bahasa Aram.

(T–2) Dalam bahasa Arab, Allah adalah nama diri, jadi bukan berasal dari ‘Al-Ilah.’ Jadi dalam Kis.2:7-11 tentu orang Yahudi menyebut nama dalam bahasa Ibrani, bahasa ibu mereka, dan orang Arab juga menggunakan bahasa itu atau ‘Al-Ilah.’ Bila kita membaca Arabbible tidak satu nama pun yang ditulis ‘Allah’ semua ditulis ‘Al Ilah,’ jadi tidak semua orang berbahasa Arab menggunakan nama ‘Allah’ sebab sekarang sudah banyak yang menggunakan nama ‘Al Ilah.’ Konsep ini juga disebutkan oleh seorang dosen program studi Islamologi yang bergelar S2 bahwa ‘Allah’ bukan berasal ‘Al Ilah.’ Bisakah ditunjukkan bahwa nama ‘Allah’ sudah digunakan sebelum Islam?

(J–2) Perlu disadari bahwa dalam Perjanjian Baru, bila ada terjemahan berbunyi ‘bahasa Ibrani’ itu adalah bahasa Aram (‘hebraisti’ = lidah orang Ibrani, dan ‘hebraik dialekto’ = dialek Ibrani). D.C. Mulder, pakar Perjanjian Lama, menyebutkan:
“Di tanah Palestina sendiri bahasa Aramlah yang menjadi bahasa sehari-hari sejak abad IV/III sM.; bahasa Ibrani lama-kelamaan hanya dipakai sebagai bahasa suci dan bahasa agama.” (Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama, hlm.214)
Sedangkan Bruce M. Metzger, pakar Alkitab dan bahasa-bahasanya, menyebutkan:
”Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat ini adalah bahasa mati. ... Barangkali karena rasa bangga yang salah, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa ”Ibrani”. … Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi Palestina pada waktu Yesus adalah Aram.” (The Language of the New Testaments, The Interpreters’ Bible, Vol.7, hlm.43)

Tanggapan Kristian H. Sugiyarto (3)

Inilah yang saya katakan Sdr. Herlianto asal baca referensi tidak pernah mau menguji lurus-tidaknya referensi tersebut. Setiap kata “Ibrani” yang muncul dalam Alkitab selalu diartikan “Aramaik”. Maka pernah saya katakan Anda maaf seperti bermata kuda delman, tidak mau atau tidak mampu melihat kiri kanan. Saya tidak terlalu tercengang atas referensi yang Anda tampilkan, saya anggap sudah sangat kuno dan perlu dihabisi kebenarannya karena sebenarnya memang cuma asumsi. Baiklah pandangan Herlianto demikian ini kita sebut saja teori aramaik. Pertanyaannya adalah siapa yang merumuskan dan apa alasannya. Berikut hasil studi saya.

Menurut Dr. Randall Buth [[url=http://www.jerusalemperspective.com]Jerusalem Perspective Online > Home[/url] View topic - Who Formulated the Aramaic Hypothesis1.htm Transmitted by Dr. Randall Buth, Posted: Fri Feb 10, 2006 7:14 am)], “hypotesis Aramaik” menunjuk pada:

(1) Ide bahwa bahasa Aramaik adalah satu-satunya bahasa Semit yang hidup yang dipakai sebagai bahasa percakapan orang-orang Yahudi pada akhir periode Bait Suci Yerusalem yang kedua.
(2) Selain itu teori ini juga menunjuk pada teori “Ibrani Mishnaik Tiruan”, artinya dugaan (tanpa bukti) bahwa Ibrani Mishnah adalah bahasa tiruan yang dibuat-buat atau direkayasa oleh para Rabbi dan tidak berkaitan dengan logat percakapan normal yang umum dimengerti oleh orang-orang Yahudi jelata pada masa Yesus. Hipotesis demikian ini dikembangkan oleh Avraham Geiger pada tahun 1845. Geiger adalah pendiri Yudaisme Reformasi, seorang sarjana yang sangat dihormati pada masanya.

(3) George Howard, dalam Injil Ibrani menurut Mateus (Hebrew Gospel of Matthew) halaman 155, mengkaitkan asal usul hipotesis Aramaik dalam pernyataanya:
Sejak masa Widmanstadt telah menjadi anggapan umum bahwa kata “Ibrani” yang diungkapkan Papias sesungguhnya bermaksud “Aramaik”. Anggapan ini oleh karena kepercayaan yang telah lama kukuh bahwa bahasa Ibrani tidak lagi sebagai bahasa rakyat sehari-hari di Palestina, melainkan telah diganti bahasa Aramaik. [Johann Albert Widmanstadt, Liber Sacrosancti Evangelii de Jesu Christi Domino & Deo-Nostro ... characteribus & lingua Syra, Jesu Christo vernacula, Divino ipsius ore consecrata & Joh. Evangelista Hebraica dicta, Scriptorio Prelo dligenter Expressa (Wien. M. Cymbermann, 1555); dalam [url=http://www.jerusalemperspective.com]Jerusalem Perspective Online > Home[/url] View topic, Posted: Wed Nov 29, 2006 5:48 pm]

Orang lain yang pada awalnya secara individual mendukung teori Aramaik adalah Gustaf Dalman yang menekankan bahwa Aramaik adalah bahasa-tutur pada masa Yesus. Orang-orang Ibrani, yakni orang-orang Yahudi Palestina yang berbahasa-tutur Ibrani yang membentuk kelas terpisah dari para Helenis, pada kenyataannya tidak bertutur-kata Ibrani melainkan Aramaik [Dalman, Gustaf Hermann. Words of Jesus: Considered in the Light of Post-Biblical Jewish Writings and the Aramaic Language. Edinburgh: T. & T. Clark, 1909, p.1; dalam [url=http://www.jerusalemperspective.com]Jerusalem Perspective Online > Home[/url], View topic: Post subject: "Aramaic hypothesis" Posted: Tue Apr 11, 2006 4:07 pm].
Dalman berpandangan bahwa Ibrani Mishnah adalah bahasa tiruan yang direkayasa oleh orang-orang Yahudi yang berpikiran Aramaik, jadi bahasa Aramaik yang di-Ibranikan. Dalman berpendapat bahwa orang-orang Galilea bertutur-kata Aramaik.

Akan tetapi, pandangannya tentang Ibrani Mishnah-Tiruan ini disangkal dan dibuktikan kesalahannya secara panjang lebar oleh M. H. Segal dalam suatu artikel yang panjang pada tahun 1908 [Segal, Moses Hirsch. Mishnaic Hebrew and Its Relation to Biblical Hebrew and to Aramaic: A Grammatical Study. Reprinted from the Jewish Quarterly Review, July, 1908: pp. 91. Horace Hart: Oxford, 1909, dalam [url=http://www.jerusalemperspective.com]Jerusalem Perspective Online > Home[/url] View topic - Who Formulated the Aramaic Hypothesis, Posted: Fri Feb 10, 2006 7:14 am].
Selama abad kedua puluh, penelitian lanjut yang diikuti penemuan Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scrolls-DSS) dan surat-surat Bar Kokhba telah “mengistirahatkan” teori Geiger tentang Ibrani Mishnah-Tiruan ini. Sejak itu, para ahli Ibrani Mishnah telah lama membuang teori tersebut. Dokumen DSS dan Surat Bar Kokhba telah memaksa para ahli bahasa untuk menilai-ulang semua karya tulis atas bahasa Palestina abad pertama sebelum penemuan dokumen-dokumen tersebut termasuk karya Gustaf Dalman.
Dalam konteks bahasa pengajaran Yesus, Safrai menegaskan dukungannya atas pandangan bahwa Ibrani adalah bahasa yang dipergunakan Yesus dalam pengajaranNya, sebab pengajaran dalam banyak perumpamaan hanya ada dalam kultur Ibrani dan sama sekali tidak ada dalam Aramaik; perumpamaan-perumpamaan ini biasa terjadi dalam tradisi kehidupan rumah-tangga, tidak hanya terjadi dalam Injil, tetapi juga dalam literatur-literatur Rabbinik, dan oleh karena itu tentulah dikomunikasikan dengan bahasa yang merakyat, yakni Ibrani.

Ringkasan


Dari uraian di atas jelas bahwa “Teori Aramaik” mendasarkan anggapan bahwa:
(1) Bahasa Ibrani memudar terus sejak zaman Ezra (menurut pemahaman pro-Aramaik atas
Neh.: 8-9) dan bahkan mati pada masa seputar kehidupan Yesus, dan sebagai gantinya adalah bahasa Aramaik.
(2) Setiap kata “Ibrani” yang muncul baik dalam Injil maupun naskah-naskah non-Injil diartikan bahwa kata itu maksudnya adalah “Aramaik”.
(3) Banyak kata-kata yang dianggap sebagai kosa kata Aramaik muncul dalam Injil, misalnya: Ephata, Abba, Talita kumi, Gabata, Golgota, Bethesda, meskipun ditegaskan oleh penulis PB bahwa beberapa kata itu adalah bahasa Ibrani.
(4) Bahasa Ibrani Mishnaik adalah bahasa “tiruan” hasil rekayasa orang-orang Yahudi, dan dengan demikian tidak mencerminkan bahasa percakapan sehari-hari.

Anggapan-anggapan tersebut telah lama “mengakar” sebagai pemahaman yang “dianggap benar” pada banyak sarjana teologia, bahkan sedemikian kuatnya sehingga anggapan tersebut oleh Herlianto dipandang sebagai “fakta sejarah” (Lihat SYBAI hal. 31-35), sesuatu sikap yang jauh dari budaya akademik dengan menerima apa adanya seluruh anggapan tersebut tanpa melakukan usaha kajian sama sekali khususnya atas teks Alkitab terkait.

Untuk itu mari kita buktikan apakah istilah hibraisti atau hibraik dialekto itu bahasa Aram ataukah benar-benar Ibrani.

1. Kata “bahasa Ibrani” adalah terjemahan dari dua macam kata Yunani, ~Ebrai?sti. –Hebraisti (misal Yoh. 5:2) dan ~Ebrai<di diale,ktw-Hebraidi dialekto (misal Kis. 21:40). Keduanya dalam Pe****ta Aramaik tertulis Ibrait (tyarb[), dan dalam PB Ibrani, Ibrit (tyrIb.[i). Penulisan Pe****ta (Aramaik) dilakukan setelah adanya Alkitab PB, dan kenyataannya tertulis sebagaimana adanya dalam PB Yunani; dengan demikian para penyalin Pe****ta tidak mengindikasikan arti lain untuk istilah tersebut. Jadi dari sini saja mestinya Herlianto sudah harus sadar, namun tidak demikian karena ia tidak melakukan kajian apa pun.

2. Septuaginta (PL dalam bahasa Yunani) dengan tegas membedakan istilah Aramaik yakni Suristi-Syriak dengan istilah Ibrani atau Youdaisti sebagaimana dalam 2Raja 18:26:

“Kemudian Eliakim … berkata kepada Rab-Shakeh, ‘Silakan berbicara kepada hamba-hambamu ini dalam bahasa Aramaik (Suristi,), sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Ibrani (secara literal Ioudai?sti,, Youdaisti –Yehuda, bahasa orang-orang Yehuda) sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok.’” (2Raja.18:26)
Kata Yunani Suristi (Suristi) terjemahan dari PL-Ibrani ´árämît (demikian juga dalam Targum - Aramaik), dan kata Yunani Ioudai?sti, (Youdaisti), terjemahan dari PL- Ibrani yühûdît (namun di dalam Targum diterjemahkan, yarby[- 'ibrai). Jadi jelas kata ”Aram” itu disalin ke dalam bahasa Yunani menjadi Suristi (Suristi).
Kejadian yang dilukiskan dalam Septuaginta itu (zaman Raja-Raja) terjadi sekitar abad 8 BCE, lebih 200 tahun sebelum kembalinya orang-orang Yahudi yang terasingkan ke Babel pada kira-kira 530 BCE. Fakta ini penting atas permasalahan kita sebab ayat tersebut dengan jelas melukiskan adanya perbedaan antara kata Ibrani (dalam hal ini Youdaisti) dan Aramaik (Suristi)

Istilah Suristi untuk menunjuk pada bahasa Aram sangat jelas menurut Septuaginta seperti dalam Daniel 2:4, Ezra 4:7, dan juga Yes. 36:11,
LXT Daniel 2:4 kai. evla,lhsan oi` Caldai/oi pro.j to.n basile,a Suristi, ku,rie basileu/ to.n aivw/na zh/qi avna,ggeilon to. evnu,pnio,n sou toi/j paisi, sou kai. h`mei/j soi fra,somen th.n su,gkrisin auvtou/
Lalu berkatalah orang-orang Kasdim itu kepada Sang Raja dalam bahasa Aram (Suristi- Suristi,): "Sang Raja, hiduplah dengan kekal! Ceritakanlah mimpi itu kepada hambamu, maka kami akan menyatakan maknanya." (Daniel 2:4)

LXT Ezra 4:7 kai. evn h`me,raij Arqasasqa e;grayen evn eivrh,nh| Miqrada,th| Tabehl su.n kai. toi/j loipoi/j sundou,loij auvtou/ pro.j Arqasasqa basile,a Persw/n e;grayen o` forolo,goj grafh.n Suristi. kai. h`rmhneume,nhn

“Dan pada masa Artahsasta, Bislam, Mitredat, Tabeel dan rekan-rekan mereka yang lain menulis surat kepada Artahsasta, Raja negeri Persia; dan surat itu ditulis menurut tata-tulis Aramaik (Suristi., Suristi), dan diterjemahkan dalam bahasa Aramaik” (Ezra 4:7.)

LXT Isaiah 36:11 kai. ei=pen pro.j auvto.n Eliakim kai. Somnaj kai. Iwac la,lhson pro.j tou.j pai/da,j sou Suristi, avkou,omen ga.r h`mei/j kai. mh. la,lei pro.j h`ma/j Ioudai?sti, kai. i[na ti, lalei/j eivj ta. w=ta tw/n avnqrw,pwn tw/n evpi. tw/| tei,cei

”Lalu berkatalah Elyakim, dan Sebna dan Yoah kepada Rab-Shakeh: "Silakan bertutur-kata bahasa Aram (Suristi,, Suristi) kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah bertutur-kata bahasa Yehuda (Ioudai?sti, Youdaisti) kepada kami sambil didengar rakyat yang ada di atas tembok itu." (Yes. 36:11)
Lagi-lagi kata Yunani Suristi adalah terjemahan dari kata Ibrani ´árämît (Targum menuliskan Aramath - tm'ra dan kata Yunani Ioudai?sti, adalah terjemahan dari kata Ibrani yühûdît (Targum menuliskan yühûdat – yühûdît - tydIwhuy> td:whuy>>).
Untuk peristiwa pada masa yang lebih dekat lagi, kedua istilah Hebraisti dan Hebraidi juga dijumpai yakni dalam masa sekitar 150 BCE (175 - 135 B.C.E), masa yang sangat dekat dengan masa kehidupan Yesus; kata Ebrai?sti. ditemui dalam apokrif Sirach Prolog 1:22, dan Ebrai<di dalam 4Makabe 12:7; 16:15:

LXT Sirach Prolog 1:22 auvta. evn e`autoi/j Ebrai?sti. lego,mena kai. o[tan metacqh/| eivj e`te,ran glw/ssan …
KJA Sirach Prolog 1:22 For the same things uttered in Hebrew (Hebraisti) and translated into another tongue, [Sebab, hal-hal yang sama yang diucapkan dalam bahasa Ibrani (Hebraisti) dan diterjemahkan dalam bahasa lain, …]

LXT 4 Maccabees 12:7 o` de. th/j mhtro.j th/| Ebrai<di fwnh/| protreyame,nhj auvto,n w`j evrou/men meta. mikro.n u[steron …
RSV 4 Maccabees 12:7 But when his mother had exhorted him in the Hebrew language (Hebraidi phone), as we shall tell a little later, [Akan tetapi, ketika ibunya telah mendesaknya dalam bahasa Ibrani (Hebraidi phone), sebagaimana kami akan menceritakan sedikit kemudian,]

Judas Maccabee adalah seorang pemimpin pejuang Yahudi yang sangat tangguh dan berhasil melawan “penjajah Romawi”. Dalam perlawanannya (166-160 BCE), dikenal dengan slogan Ibrani, “mi kamocha ba'elim hashem - Who is like you among the gods, O Lord” - Siapa yang seperti Engkau di antara para dewa itu, Ya Sang Nama (Yahweh). Akrostik Ibrani untuk kata Maccabee tersebut merupakan slogan-teriakan para pejuang Yahudi yang berjuang secara heroik. ([url]http://www.rainmall.com/hanukkah/history.htm[/url])

Ketenaran Maccabee terekam dalam bukunya (Apokrif) Makabe 1-4 (5) yang merupakan salah satu kitab dalam Septuaginta; buku ini juga ditemui dalam koleksi Sefer HaChitzonim. Buku 1Maccabee diduga ditulis pada tahun 100 BCE segera setelah kematian John Hyrcanus I, oleh penulis Yahudi yang tak dikenal, dalam bahasa asli Hebrew Vorlage yang naskah aslinya sudah hilang (George Lyons, Professor of Biblical Literature, for the Wesley Center for Applied Theology at Northwest Nazarene University). Dengan demikian hingga zaman Maccabee, bahasa Ibrani sebagai bahasa percakapan (slogan) dapat diuji jejaknya.
Reply With Quote