Thread: Santapan Harian
View Single Post
  #286 (permalink)  
Old 8th April 2008
talentaku's Avatar
talentaku talentaku is offline
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,581
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 9 April 2008
Ayat SH: Kejadian 15:1-21

Judul: Bagaimana jika ...?

Kita dapat membayangkan ketakutan-ketakutan yang ada dalam benak
Abram. "Bagaimana jika raja-raja di Timur balas dendam setelah
kukalahkan?" (Kej. 14:1-24) "Bagaimana dengan hartaku,
penerusku?" (ayat 2-3).

Ketakutan Abram cukup beralasan. Menurut tradisi waktu itu, jika
Abram mati tanpa anak laki-laki, maka hambanya yang tertua akan
jadi pewarisnya. Meskipun Abram mengasihi hambanya, ia
menginginkan anaknya sendirilah yang meneruskan garis
keluarganya. Di tengah kekhawatiran itu, Tuhan bertindak. Tuhan
menolong dan menguatkan. Tuhan berjanji melindungi Abram dan
memberikan upah yang sangat besar kepadanya (ayat 1). Tuhan
memang tidak menjanjikan kekayaan dan ketenaran. Ia menjanjikan
apa yang menjadi jawaban dari kekhawatiran Abram, yaitu:
keturunan sebanyak bintang di langit (ayat 5) dan pasir di laut
(Kej. 22:17). Bukan hanya menjanjikan, Tuhan juga meneguhkan
janji tersebut lewat upacara yang serius (ayat 9-21). Mendengar
janji Tuhan, "Bagaimana jika..."-nya Abram berubah menjadi "Aku
percaya Tuhan!" (ayat 6). Walau Abram menunjukkan imannya
melalui tindakan, ternyata imannyalah yang membuat Abram benar
di hadapan Tuhan (Lih. Rm. 4:1-5).

Kita dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah dengan percaya
kepada Dia. Tindakan lahiriah kita, dengan hadir di gereja,
berdoa, berbuat baik, dsb. bukan dengan sendirinya membuat kita
benar di hadapan Allah. Hubungan yang benar dengan Allah selalu
dilandasi oleh iman. Iman adalah keyakinan terdalam bahwa Allah
adalah Ia yang telah berkata-kata, dan akan melakukan apa yang
telah Ia katakan. Tindakan-tindakan baik dan benar yang
dilakukan akan mengikuti keyakinan iman kita sebagai hasil
sampingan saja.

Jika ada pertanyaan-pertanyaan "Bagaimana jika...?" dalam hidup kita
dan mengakibatkan ketakutan-ketakutan yang menurut kita
beralasan dan mengkhawatirkan, serahkanlah hidup kita kepada
TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak (Mzm.
37:5).

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 15:1-21

1. Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu
penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu
akan sangat besar."
2. Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau
berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak
mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer,
orang Damsyik itu."
3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan,
sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."
4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini
tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah
yang akan menjadi ahli warismu."
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat
ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat
menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya
nanti keturunanmu."
6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN
memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
7. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa
engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu
menjadi milikmu."
8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku
akan memilikinya?"
9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina
berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun,
seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan
seekor anak burung merpati."
10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu
diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain,
tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
11 Ketika burung-burung buas hinggap pada daging
binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
12. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan
nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
13 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya
bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri,
yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan
dianiaya, empat ratus tahun lamanya.
14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum,
dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda
yang banyak.
15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan
sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih
rambutmu.
16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab
sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."
17. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka
kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi
lewat di antara potongan-potongan daging itu.
18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram
serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini,
mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai
Efrat:
19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus
itu."
Reply With Quote