Thread: Santapan Harian
View Single Post
  #287 (permalink)  
Old 10th April 2008
talentaku's Avatar
talentaku talentaku is offline
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,581
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 10 April 2008
Ayat SH: Kejadian 16:1-16

Judul: Allah membereskan masalah

Trindakan Sarai yang memberikan Hagar kepada Abram sebagai istri
pengganti merupakan tindakan yang lazim pada zaman mereka. Anak
yang lahir akan diperhitungkan sebagai anak Sarai. Namun
tindakan Sarai dan Abram ini bukanlah tindakan iman. Dengan
mengikuti kebiasaan waktu itu, mereka telah menunjukkan keraguan
akan janji Tuhan.

Pilihan yang ditempuh untuk "menyelesaikan" apa yang dianggap Sarai
sebuah masalah dalam dirinya, justru kemudian menimbulkan
masalah-masalah baru yang cukup serius. Itu terjadi karena
mereka secara serampangan sudah mendahului Allah. Mereka mencoba
menggenapi janji Allah dengan upaya mereka sendiri. Mereka lebih
memilih menjalani waktu mereka ketimbang menanti waktu Allah.
Ujian besar dalam beriman adalah dengan membiarkan Allah bekerja
sesuai waktu-Nya di dalam kehidupan, dan menanti waktu-Nya itu
dengan iman, harapan, dan kasih. Dalam hal penting ini, Sarai
dan Abram telah gagal.

Kita melihat ada tiga orang yang membuat masalah serius di sini: 1)
Sarai, yang mencoba membereskan masalah dirinya dengan
memberikan Hagar menjadi istri Abram (ay. 2-3); 2) Abram, yang
menuruti rencana Sarai, tetapi pada saat masalah lain muncul,
menolak menyelesaikan masalah (ay. 6); dan 3) Hagar, yang
melarikan diri dari masalah (ay. 6). Berhadapan dengan situasi
kacau buatan manusia yang tidak beriman dan tidak sabaran ini,
Allah ternyata adalah Allah yang tetap menyatakan kuasa-Nya
untuk turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan (Rm 8:28). Allah setia pada janji-Nya. Allah menyadari
kekurangan anak-anak-Nya dan tidak membiarkan masalah-masalah
yang mereka hadapi ditanggung sendirian.

Sarai dan Abram pada akhirnya tetap akan mendapatkan anak mereka
sendiri, dan Allah menyelesaikan masalah Hagar meskipun Abram
menolak memberi solusi (ayat 8-15, Kej. 17:20). Ternyata tidak
ada masalah yang terlalu rumit bagi Allah jika kita membiarkan
Dia menolong kita!

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 16:1-16

1. Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai
seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak
memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku
itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan
Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya,
orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal
di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya,
untuk menjadi isterinya.
4. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu.
Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah
akan nyonyanya itu.
5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita
ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke
pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia
memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim
antara aku dan engkau."
6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu;
perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai
menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
7. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di
padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke
manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai,
nyonyaku."
9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada
nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."
10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat
sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena
banyaknya."
11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan
menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan
atasmu itu.
12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar,
demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap
orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat
kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman
kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya:
"Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"
14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi;
letaknya antara Kadesh dan Bered.
15. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan
Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.
16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar
melahirkan Ismael baginya.
Reply With Quote