Thread: Santapan Harian
View Single Post
  #302 (permalink)  
Old 24th April 2008
talentaku's Avatar
talentaku talentaku is offline
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,580
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Jumat, 25 April 2008
Ayat SH: Hakim 8:1-35

Judul: Waspadai jerat

Saat kita lengah, dengan mudah kita akan terperangkap ke dalam
jerat. Jerat awalnya bisa berupa hal sepele, hal kecil, atau hal
yang biasa-biasa saja. Bentuknya pun tidak selalu menakutkan
bahkan seringkali bisa menarik hati. Namun jerat bisa membawa
kita kepada situasi yang berbahaya. Itulah yang dialami Gideon
dan umat Israel setelah kemenangannya yang gemilang mengalahkan
musuh-musuhnya.

Waktu menghadapi suku Efraim yang sangat tersinggung karena merasa
tidak dilibatkan sejak awal peperangan, Gideon dengan bijaksana
meredakan kemarahan mereka (ayat 1-3). Namun saat mengalami
kelelahan oleh karena mengejar musuh, Gideon lengah dengan
pengendalian dirinya sehingga dikuasai oleh amarah. Ia bertindak
kejam dan melakukan pembalasan dendam yang tidak pada tempatnya
kepada mereka yang menolak membantu dia dalam mengalahkan musuh
(ayat 4-9, 13-17).

Setelah kemenangan besar, kerendahan hati Gideon sungguh nyata
dengan menolak permintaan rakyat untuk menjadikan dia raja untuk
memerintah atas mereka. Gideon menunjukkan pemahaman iman yang
benar bahwa hanya Tuhanlah yang berhak dan layak menjadi RAJA
atas umat-Nya, Israel (ayat 23). Namun ia lengah dengan
keinginan menjadi orang dihormati. Harta rampasan yang begitu
melimpah membuat hati Gideon ternggiurkan hatinya (ayat 24-26).
Dari harta tersebut ia membuat efod. Efod adalah jubah imam yang
bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan (lih. Kel. 28:28-30).
Gideon tidak memiliki hak untuk membuat apalagi memakainya.
Akhirnya efod itu menjadi berhala yang menyimpangkan Israel dari
Tuhan (ayat 27).

Hidup anak Tuhan memang selalu melawan arus dunia yang mencari
kenikmatan sementara dan penghormatan semu. Semua hal itu bisa
menjadi jerat yang membawa kita jatuh dalam dosa. Hanya satu
cara untuk menangkalnya, yakni fokuskan hidup kita pada Tuhan
dan kehendak-Nya.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Hakim 8:1-35

1. Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: "Apa macam
perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil
kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?" Lalu
mereka menyesali dia dengan sangat.
2 Jawabnya kepada mereka: "Apa perbuatanku dalam hal ini, jika
dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku
Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer?
3 Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan
Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika
dibandingkan dengan kamu?" Setelah ia berkata demikian, maka
redalah marah mereka terhadap dia.
4. Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan
ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih
lelah, namun mengejar juga.
5 Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: "Tolong berikan
beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka
telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja
Midian."
6 Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: "Sudahkah Zebah dan
Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan
roti kepada tentaramu?"
7 Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan
Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu
dengan duri padang gurun dan onak."
8 Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian
juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun
menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
9 Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila
aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini."
10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama
dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya,
yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara
orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus
dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
11 Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam
kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah
tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
12 Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar
mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan
Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
13 Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan
melalui pendakian Heres;
14 ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah
ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua
di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
15 Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil
berkata: "Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah
mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada
dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada
orang-orangmu yang lelah itu?"
16 Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil
duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot
dengan itu.
17 Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang
kota itu.
18. Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: "Di
manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?" Jawab
mereka: "Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka
masing-masing seperti anak raja."
19 Lalu kata Gideon: "Saudara-saudarakulah itu, anak-anak
ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka
hidup, aku tidak akan membunuh kamu."
20 Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: "Bangunlah, bunuhlah
mereka." Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena
ia takut, sebab ia masih muda.
21 Lalu kata Zebah dan Salmuna: "Bangunlah engkau sendiri dan
paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula
kekuatannya." Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan
Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher
unta mereka.
22. Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: "Biarlah
engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu,
sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang
Midian."
23 Jawab Gideon kepada mereka: "Aku tidak akan memerintah kamu
dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang
memerintah kamu."
24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: "Satu hal saja yang
kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan
anting-anting dari jarahannya." --Karena musuh itu
beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.
25 Jawab mereka: "Kami mau memberikannya dengan suka hati." Dan
setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan
anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada
seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan,
perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh
raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada
leher unta mereka.
27 Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan
menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel
berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi
jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.
28 Demikianlah orang Midian tunduk kepada orang Israel dan
tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu
empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.
29. Lalu Yerubaal bin Yoas pergilah dan diam di rumahnya
sendiri.
30 Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, semuanya anak
kandungnya, sebab ia beristeri banyak;
31 juga gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang
anak laki-laki baginya, lalu ia memberikan nama Abimelekh kepada
anak itu.
32 Gideon bin Yoas mati pada waktu rambutnya telah putih, lalu
dikuburkan dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra kota orang Abiezer.
33 Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong
dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah
mereka;
34 orang Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka, yang
telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di
sekelilingnya,
35 juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan
Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah
dilakukannya kepada orang Israel.
Reply With Quote