Yah, mau bagaimana lagi.
Harga BBM di pasar sangat tinggi, yang mengakibatkan pemerintah sangat berat menanggung beban anggaran BBm apalagi BBM bersubsidi untuk rakyat.
Ditambah dengan penghasilan pemerintah dari produksi minyak diproyeksi berkurang karena lifting dalam negeri hanya 918.000 bph dibanding target target lifting pemerintah sebesar 927.000 yang mengakibatkan penerimaan negara dari sektor minya yg sedang tsunami tidak maksimal (potensi gagal dlm memanfaatkan windfall profit).
Dan lengkap lagi dengan resiko inflasi yang tinggi yang memberatkan anggaran, dan tidak mungkin menaikkan suku bunga BI utk mengatasi itu karena inflasi bnerasar dari sektor supply shg yg menderita adalah sektor usaha dan industri dan hal itu sangat tidak efektif.
Apabila BBM dinaikkan, sektor riil sangat berpotensi menderita kerugian yang besar. Namun apabila tidak dinaikkan, sektor anggaran dan moneter berpotensi menderita kerugian dari krisis ekonomi internasional.
Sangat dibutuhkan gerak yang cepat untuk mengatasi krisis sektor riil (minyak) dan krisis sektor ekonomi (dampak subprime mortgage) untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia.
Ada yang punya ide ?
