Quote:
Originally Posted by Nightingale
Quote:
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
(Mat 10:28)
|
Yesus ga berkata roh mu yg dimasukin neraka tp jiwa+tubuh.
|
Tubuh jelas fana, dan telah mati di bumi, jiwa akan dibinasakan di neraka. Kalaupun tubuh itu ada di neraka, untuk apa ada aktivitas seksual main-main alat vital disana, adakah manusia akan beranak-pinak dengan adanya aktivitas seksual tsb.
Saya hanya mengenal kesaksian-kesaksian semacam "A Trip to Hell" justru di agama Islam, Muhammad dalam usahanya menobatkan orang2 yang dalam ekadaan jahiliyah itu, ditakut-takuti dengan ancaman hukuman fisik secara akal manusia. Pezinah, kemaluannya dipotong, pencuri tangannya dipotong. Ada kok kalau mau cari di komik-komik Islam.
Untuk orang-orang Percaya, memang nanti kita diberi tubuh kemuliaan, namun Yesus jelas telah mengatakan bahwa tidak ada kawin-dan mengawinkan, tidak ada aktivitas seksual!
Quote:
Originally Posted by Nightingale
di neraka sono, kita ga berupa roh tp dalam bentuk tubuh utuh.
Quote:
|
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
|
(Mat 5:29-30)
Yesus ga berkata roh mu yg dimasukin neraka tp jiwa+tubuh.
|
Untuk "melegalkan" pengelihatan "sang nabi" supaya kelihatan berasal betul dari Allah, Matius 5:29-30 ini pun dicoba-coba untuk
diharfiahkan :
OK, mari kita kaji ayatnya :
* Matius 5:29-30
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
Tuhan Yesus bicara didepan masyarakat Semit, dengan secara khusus menggunakan gaya bahasa Ibrani, dengan penggunaan kata "kanan" (ingat istilah "di sebelah
kanan" pun tidak bermakna harfiah)
Arti dari ungkapan ‘mencungkil mata kanan’ dan ‘memenggal tangan kanan’.
"mata kanan" dan "tangan kanan" menunjuk pada dosa-dosa yang paling menyenangkan dan paling disukai. Maka Perintah ini tidak boleh diartikan secara hurufiah!. Arti yang umum dari text ini adalah ini: "Ambillah tindakan drastis untuk membuang apapun yang secara alamiah akan mencobai engkau ke dalam dosa".
Tuhan Yesus, dalam pengajaranNya diatas tidak memaksudkan mencungkil betul dan memenggal betul.
Apakah ada orang yang benar2 mencungkil matanya dan memenggal tangannya gara-gara dosa zinah ini?
Beberapa orang Kristen, yang semangatnya jauh melebihi hikmatnya, mengartikan kata-kata Yesus secara hurufiah dan membuntungi dirinya sendiri. Mungkin contoh yang paling terkenal adalah ahli teologia abad ketiga, Origen dari Alexandria. Ia memasuki ke-extrim-an dari pertapaan, meninggalkan / membuang semua miliknya, makanan dan bahkan tidur, dan dalam suatu penafsiran yang kelewat hurufiah dari text ini dan Matius 19:12, ia betul-betul membuat dirinya seorang sida-sida / orang yang dikebiri. Tidak lama setelahnya, dalam tahun 325 M., sidang gereja di kota Nicea dengan benar melarang praktek kejam ini) – (‘The Message of the Sermon on the Mount’, hal 89.)
John Stott seorang ahli teologia, memberikan penafsiran tentang ayat 29-30 ini sebagai berikut: kalau matamu menyebabkan engkau berdosa karena ada pencobaan datang kepadamu melalui matamu, maka ‘cungkillah matamu’. Artinya: jangan melihatnya. Berlakulah seakan-akan engkau betul-betul telah mencungkil matamu dan membuangnya, dan sekarang engkau buta dan tidak bisa melihat hal itu. Demikian juga kalau pencobaan datang melalui tangan atau kaki. Penggallah tangan / kakimu. Artinya: Jangan lakukan hal itu / jangan pergi ke sana. Berlakulah seakan-akan engkau betul-betul telah memenggal tangan / kakimu, sehingga engkau tidak bisa melakukan hal itu / pergi ke sana.
Selanjutnya John Calvin berpendapat: “Engkau harus memilih untuk berpisah dengan matamu dari pada berpisah dari perintah-perintah Allah”. Tetapi Yesus tidak memaksudkan bahwa kita harus membuntungi tubuh kita, supaya bisa mentaati Allah. Yesus Kristus menggunakan ungkapan itu untuk menunjukkan bahwa apapun yang menghalangi kita dari penyerahan dan ketaatan kepada Allah yang Ia kehendaki dalam hukumNya, harus dibuang -
Ayat 29,30:
‘cungkillah dan buanglah itu ... penggallah dan buanglah’.
Tidak cukup untuk menutup mata, atau menghentikan tangan; yang satu harus dicungkil, dan yang lain dipenggal. Ini juga belum cukup, kita harus membuang pikiran-pikiran kotor dari kita. Arti sebenarnya adalah Jangan sesaatpun mengadakan kompromi dengan nafsu jahat atau keinginan yang berdosa.
Memang jelas bahwa penafsiran hurufiah tidak memungkinkan, karena kalaupun mata / tangan kanan dibuang, kita masih bisa berdosa dengan mata / tangan kiri, dan kalaupun mata / tangan kiri dibuang, kita masih bisa berdoa dengan pikiran kita.
Dalam pengajaran ini, jelas bahwa Yesus Kristus memaksudkan kesungguhan yang benar dalam hal melepaskan diri dari dosa.
Jikalau Anda hendak "mengharfiahkan" ajaran Yesus yang ini, beranikah Anda mencungkil mata dan memenggal tangan sendiri? Atau... Apakah Anda "immune" terhadap dosa ini?
Kita harus dengan tegas, tanpa sungkan, entah orangnya terkenal, baik, ramah, dan walaupun.... kelihatan rendah hati.... .Kalau kesaksiannya ngawur, beranilah menolak "klaim wahyu" ini.
Udah nggak jaman pendeta dijadikan idola, tahu artinya idol? idol artinya berhala.
Jangan ada yang memberhalakan pendeta.
Blessings,
BP
May 12, 2008