Quote:
Originally Posted by Kelana
Ya mungkin banyak yang protes. Tetapi apakah mereka percaya ketika Injil diberitakan? Jika tidak, apakah lantas mereka layak protes? Protes mereka itu bahkan tidak dapat disebut sebagai protes. Sebab, dari awal mereka tidak mau mengikuti 'aturan'nya (percaya pada Tuhan Yesus). Atas dasar apa kelakuan protes mereka itu? Atas dasar sesuatu yang mereka tidak pernah akui/percayai? Lebih baik bagi mereka jika mereka melemparkan diri ke pedang yang terhunus.
|
aih..
jadi
"pengadilan-nya" sudah bergeser..
yg di-
"adil-i" bukan perbuatan..melainkan:
sudah atau belum mendengar "berita" tentang Yesus..?
keberadaan Yesus.. menurut perkiraan para ahli, +.-2000 thn yg lampau..
keberadaan manusia hampir menyamai umur dari dunia..euntah berapa juta thn yg lampau.., apakah mungkin manusia yg hidup jutaan thn lampau "mendengar" tentang Yesus..???
mereka akan ikut di-adili..? dan berdasarkan apa..?
dan bagaimana dgn manusia yg hidup..nun jauuuuuhh.. dari kawasan arab/yahudi tsb.?
mereka nggak ikut diadil-i..?
bukankah kita percaya, Yesus adalah Hakim yg maha adil..?
ataukah "pengadilan"-NYA hanya berlaku bagi yg hidup sesudah era Yesus..? hayooo..bingung kan!
Quote:
|
Originally Posted by marvey
maka dengan begitu apakah TIDAK MEMPERCAYAI YESUS ASAL BERBUAT BAIK AKAN SELAMAT?! NO WAY!! KARENA PERCAYA PADA YESUS ADALAH PERMULAAN, PERBUATAN BAIK ADALAH JALAN YANG MENGANTARKAN KESELAMATAN ITU MENCAPAI FINISH.
|
walaupun di-wolak-walik dan dimbulet-mbulet..
teutep..perbuatan om marvey yg diperhitungkan.. bukan yg lain..!
ada tertulis..
" Tidak adil-kah Aku..?"
jika seseorang selama hidupnya banyak berbuat baik, namun berbalik melakukan yg jahat dan mati..
maka yg diperhitungkan adalah KE-JAHAT-ANNYA..!
begitu juga seseorang selama hidupnya banyak melakukan yg jahat, namun berbalik melakukan yg baik..lalu mati, maka yg diperhitungkan KE-BAIK-ANNYA..!
Quote:
|
Originally Posted by sahabat bertopeng
Mengaitkan dengan topik thread ini, sepertinya orang yang Weak maksudkan di atas not-so-dead. Sebab, perbuatannya masih dapat diperhitungkan, masih memiliki nilai, masih memiliki kemampuan/kekuatan untuk 'membeli' keselamatannya.
|
Kenyataan-nya seperti yg di-ucap-kan Tuhan sendiri, om..!

spt yg diatas..