Politik itu terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa.
Kain "berpolitik" melawan Abel, bahkan dalam hal bodoh seperti "carmuk" sama TUHAN.
Dalam keluarga, polarisasi anak papa-anak mama, di mana istri/ibu (Ribka) "berpolitik" mengajarkan anak favoritnya (Yakub) untuk mengelabui ayahnya (Ishak) dan saudara kandungnya yang adalah anak papa (Esau).
Sederhananya, politik itu kan who's to get what, how, and when.
Pendidikan ga bisa mengajarkan apalagi memperbaiki akhlak seseorang, yang bisa memperbaharui seseorang "dari dalam" hanyalah TUHAN sendiri.
Politik selalu dan akan selalu membawa perpecahan dan perseteruan, karena by design tidak ada solusi sempurna yang bisa menawarkan: everybody gets everything, easily, and everytime.
|