Kalau gw
1. Teliti kebenaran alasan pengunduran diri. catat untuk perbaikan dimasa mendatang.
2. Ya terima aja, karena hidup memang seperti ini.
Contoh kasus gw. ada pegawai yang sudah cukup lama, dan gua cukup ada perhatian. Sewaktu pekerjaan menuntut untuk lembur karena waktu penyelesaian kerja terbatas cuma dikasih tinggal beberapa jam, dia ga mau lembur sabtu pulang seperti biasa, dia ngarang cerita bahwa harus antar saudara. Satu anak buah gua, suruh cek ketempat kontrakannya.
Ga sangka dia ketangkep basah bohong, kaget juga dan salah tingkah. Ya udah tau dibohongi ya udah.
Masuk kerja berikutnya, ga perlu dikonfirmasi ( gw tanya ulang ) , karena dia sudah koreksi alasan mangkirnya dengan bohong lagi kepegawai yang lain.
|