Quote:
Originally Posted by worshiper
lebih baik kamu tetap berikan ijin resign orang yang pertama, dan untuk kedua tegasin kalau dia boleh keluar tapi tunggu dia training orang baru dan orang itu harus capable.
kalau tetap nekat ngloyor pergi ya sudah kamu tahan aja tuh ijazahnya.
bukannya mau main nahan cuma masalahnya banyak pegawai yang ga tahu aturan main cabut, jadi ijazah atau sesuatu yang berharga tetap diperlukan. kalau ditempatku kalau ada pegawai mau keluar dan pindah ke perusahaan yang lebih besar tetap aku minta waktu cari staf baru dan di training, dan baru aku akan keluarin surat referensi dan ijazah langsung keluar 1 bulan setelah dia keluar (dengan asumsi semua tagihan sudah beres). bahkan untuk beberapa pegawai yang aku rasa jujur (walau kurang pintar) kalau mau keluar aku berikan kenaikan gaji dengan harapan tidak keluar.
|
Iya bro,gw okein yang satu resign duluan,karna dia juga kliatan dah ngebet banget.
Buat apa gw tahan disini,klo kerjanya juga ntar jadi ga maksimal.
Soal nyari pegawai,setuju ma lo,gw utamain di tempat gw ini adalah kejujuran.
Karna kejujuran ga bisa di beli.
Gw lebih respect ma orang-orang yang kurang pinter tapi jujur,daripada sebaliknya.
Pernah beberapa kali gw dapet orang yg pinter,tapi ternyata pinternya keblablasan.
Toko gw diolah sendiri,tapi dengan sikap seolah-olah dia ngga ngerti apa2 (polos.com).
Berangkat dari sana gw lebih ngutamain orang2 yang kurang pandai tapi jujur dan bisa di bimbing,daripada yang pinter n sok tahu lalu slalu berusaha nyari kesempatan buat mencari keuntungan pribadi bahkan lebih buruknya lagi memberi pengaruh buruk buat orang2 yang baru.