<continued part 5>
2. CREATIVE FATHERING
Pembahasan tentang pembapaan bagi anak muda bisa menjadi sangat kompleks. Di satu sisi jiwa muda dan ‘keliaran’ mereka tidak boleh dimatikan agar tetap dapat memenangkan hati dan melihat potensi mereka, sedangkan di sisi lain kebenaran harus tetap diberitakan.
Gaya pembapaan yang diterapkan haruslah kreatif. Cara ‘pemerintahan’ tidak selalu efektif jika diterapkan bagi kaum ini. Cobalah gaya ‘pertemanan’. Anak muda senang sekali membentuk kelompok-kelompok kecil yang sering mereka sebut gang (Oxford=group of persons going about or working together, especially for criminal purposes. Itu sebabnya ada istilah gangster).
Jadi, mengapa tidak membuat gang sendiri untuk mereka? Sampai saat ini KOMSEL, atau Komunitas Sel, masih menjadi sarana yang tepat untuk membapai anak-anak muda. Dengan kelompok-kelompok kecil yang ada mereka dapat merasa lebih nyaman (terutama jika dalam 1 sel terdiri dari orang-orang yang berada dalam 1 generasi) dan aman (tanpa merasa tertuduh, karena kedekatan menimbulkan kepercayaan).
Di dalam sel-sel yang ada, mereka dapat belajar untuk berkomunitas dengan cara yang positif. Mereka akan belajar saling membangun dan saling percaya seperti di dalam gang mereka sendiri. Dan komsel adalah tempat transfer teladan yang paling efektif (1 Tim 4:12). Anak muda jarang mau menerima teguran dan sulit sekali diberitahu, tetapi lewat sel-sel yang ada mereka dapat melihat teladan hidup yang benar.
Lima hal yang menjadi pertempuran utama anak-anak muda adalah: Pemberontakan, Sihir (pengaruh yang kuat dari sesuatu atau seseorang), Free Sex, Imajinasi (mengapa…? karena mereka adalah orang-orang yang sangat senang menggunakan pikiran mereka=kreatif), dan Idola (menyukai charisma seseorang). Kelima hal ini ada karena satu hal, kurangnya figur Bapa!
Anak muda butuh dibapai, mereka butuh diarahkan (perlu diingat, mengarahkan sangat berbeda dengan mengatur). Berbeda dengan anak kecil yang masih perlu diperintah untuk melakukan sesuatu, anak muda lebih suka meng-explore dunia mereka sendiri. Tetapi karena kurangnya pengalaman, anak muda tetap belum mengerti benar apa yang tepat untuk hidup mereka. Itu sebabnya pengarahanlah yang dibutuhkan. Membiarkan anak muda tumbuh dengan gayanya sendiri dengan tetap memberi pengarahan adalah cara terbaik untuk akhirnya anak muda tersebut menemukan apa yang dicarinya sendiri dan meyakininya dengan kuat.
Dan yang perlu gereja lakukan bagi mereka adalah MENJAGAI mereka, seperti seorang gembala menjagai dombanya (Yoh 21:15-17). Gembala tidak pernah mengikat dombanya ketika sedang merumput, tetapi sekali saja serigala datang untuk menerkam, gembala akan berjuang bagi dombanya (1 Sam 17:34-35). Jujur saja, kreativitas mereka bisa sangat liar, tetapi jika gereja berperan sebagai bapa, sangat mudah untuk membuat mereka akhirnya tahu apa yang perlu dan penting dilakukan. Biarkan anak muda berkembang dalam ‘keliaran’ mereka, terima mereka apa adanya, jangan hakimi mereka, tetapi layani mereka! Terlihat agak tidak masuk akal memang. Itulah Youth…
<end of part 5>
…bagaimana menjinakkan seekor kuda liar…
“Tahukah anda bahwa kuda adalah binatang yang sangat sensitif? Seekor kuda (apalagi kuda liar) tidak mau didekati oleh seseorang yang sedang sedih, marah atau bad mood. Dia hanya mau didekati seseorang yang datang padanya dengan rasa sayang dan kepercayaan yang tinggi. Itu akan membuatnya nyaman untuk didekati orang yang tidak dikenalnya. »
●Pretty Siregar●
|