Thanks postingan ini, mr. Sarapan Pagi!
Seperti cerita Yusuf di Alkitab, seorang "asing" (Yahudi) yang dipakai Tuhan luar biasa di suatu negara adidaya yang tidak mengenal Tuhan (Mesir), menjadi
impact yang begitu besar untuk umat manusia.
Kalau Indonesia mah lain: biar ga kompeten, biar menyengsarakan orang banyak, asal satu ras, asal satu agama.... berlaku baik di dunia bisnis (walaupun tidak semuanya), dan di pemerintahan (masih harus banyak berubah).
Akibatnya, nasionalisme nya pun dangkal dan konyol-konyolan, serta mengorbankan rakyat jelata.
Maunya sih niru nasionalisasi ekstrim gaya Hugo Chavez di Venezuela, tetapi adaptasi ala Indonesia adalah: daripada bule yang "nyolong" (baca: nikmati), mending saudara "sebangsa-setanahair" yang "nyolong" (baca: mendapat nikmat).
