Quote:
Originally Posted by JC4Life
Setau gue, media media luar termasuk getol "menjelekkan" citra Indonesia, walaupun ada segelintir artikel yang mengusung "keberhasilan" SBY, contohnya.
tetapi mentalitas orang kita, justru dari yang jelek jelek itulah, terpacu untuk memperbaiki diri. (kalau pemberitaan nya bagus mulu, tangan dilipat dan tidur pulas dengan manisnya)  .. sebaliknya, kalau tidak menulis yang "bagus bagus" dari luar negeri, bahkan negara negara tetangga satu kawasan, makin pulaslah tidurnya kita, bahkan bermimpi "kitalah sang pemenang"...sudah sampai di langit ketiga mimpinya....
|
Gue malah ngeliatnya gak kaya gitu.
Namanya manusia, terutama dalam hal ini rakyat Indonesia, itu butuh dipuji, butuh diencourage, butuh didorong. Kalo tiap hari dicekokin berita2 yang jelek trus tentang berbagai keadaan yang terjadi, akhirnya jadi patah arang dan gak ada harapan mengenai bangsanya sendiri.
Tapi yang terjadi tetap seperti itu. Pesan moral dan semangat gak pernah diberitakan secara luas, selalu dapetnya dari "luar" (entah itu orang luar, atau keberhasilan luar negeri). Serba salah juga sih, media memang tendensinya cari yang panas2.
Gue mendambakan nanti ada orang2 yang bisa jadi motivator di Indonesia, bukan sekedar mengaku2 cinta bangsa tapi selalu melihat gelas 1/2 kosong, mencerca orang yang bukan kelompoknya dan meremehkan yang gak seide. Motivator seperti Yi Fu Lin di atas, yang gak peduli dengan ketegangan antara Taiwan dan China, punya visi dan semangat yang jelas. Motivator yang bisa mengajak orang2 lain -yang walaupun tidak se -isme dan tidak seide- tapi punya common ground yang sama, yaitu kepentingan dan masa depan rakyat.