View Single Post
  #44 (permalink)  
Old 7th July 2008
jo-hnz's Avatar
jo-hnz jo-hnz is offline
Indonesia Pasti JAYA!
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 2,033
jo-hnz will become famous soon enoughjo-hnz will become famous soon enoughjo-hnz will become famous soon enough
Send a message via Yahoo to jo-hnz
Default

Quote:
Originally Posted by kepikbiru View Post
Yeah tanggung jawab pribadi (atas kehidupan) tidak ada dalam komunisme.
Tidak ada tanggung jawab pribadi atas makanan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, rumah, kesehatan dst dst secara pribadi, semua state mandated and regulated. You are who the state says you are. Kalau politbiro bilang elu kerja di sawah, tinggal di gubuk, sekolah sampe SMA, ngga boleh punya apa-apa dan cuma boleh makan roti basi tiap hari, yah itulah kehidupan elu.
Ngak juga ... liat aja yang digantung oleh Russia atau China atau negara komunis manapun adalah seseorang bukan seluruh komunitas. Itu berarti tanggung jawab kehidupan pasti pribadi bukan komunitas seperti yang dibeberkan Mas Kepik.

Yang anda permasalahkan adalah KEKUASAAN POLITBIRO dalam praktek negara-negara Komunis di dunia, bukan Komunisme yang dipaparkan oleh Karl Marx.

Quote:
it walks like a duck, quacks like a duck, smells like a duck, even the DNA test says it's a duck. Terus anda bilang ideally duck isn't suppose to do that?
Again kalo anda belajar sejarahnya, it's a natural progression of communism.
Kalo udah tau hasil akhirnya pembantaian dan penjajahan dan kemiskinan, kenapa masih mau dicoba juga n mengharapkan hasilnya beda.
Doing the same things expecting different result is just dumb.
Di Eropa, Kekristenan sudah 'terbukti' gagal karena hanya menghasilkan Abad Kegelapan, toh sampe hari ini, Kekristenan tetap ada bukan???

Kalo Idealisme-nya belum tercapai karena virus-virus kapitalis dalam diri politbiro atau sekelompok orang, apakah Idealisme itu berarti gagal? Kalo itu terjadi, Gereja dari dulu juga sudah GAGAL, bukan?

Quote:
Elu mau paham-pahaman, talk to me again kalo udah ada pemilihan umum di China, Kuba, North Korea, Zimbabwe (hahaha) dll.
It's a natural progression. Retorika ->Bantai -> Militerisasi
Itu juga terjadi di dalam negara Demokrasi seperti Amerika. Apakah itu disebut Demokrasi dengan cara menjatuhkan Sadam Hussein lewat serangan militer dan pembantaian? Atau dengan cara cleansing etnis suku Indian dan Aborigin? Apa bedanya?

Anda menyamaratakan antara keseimbangan informasi dengan kesetaraan intelektual dalam mengelola informasi.

Keseimbangan informasi harus equal, itu yang diminta oleh Stigliz untuk mencapai idealisme free market. Tapi keseimbangan informasi itu ngak akan pernah bisa terjadi.

Begitu juga dengan kesetaraan intelektual.
Coba anda bayangkan, berapa banyak orang yang lahir dari jeratan kemiskinan, tanpa protein cukup untuk membentuk kecerdasan otaknya, yang akhirnya mampu bisa bersaing dengan seseorang yang lahir dari keluarga kaya yang punya protein untuk mendukung kehidupan intelektual orang itu. Apakah ini equality?

Quote:
Namun nationally, free market is the answer apalagi kalau dibackup dengan sovereign demokrasi.
Ini aku setuju. Tapi itu kalo ada sovereign demokrasi, kalo tidak ada?

Ambi contoh Sovereign Amerika jelas kuat. Sovereign Indonesia jelas lemah. Kalo mungkin terjadi equally free market antara Amerika dan Indonesia, apakah yang terjadi?
Jelas ngak akan terjadi bukan?

Quote:
Bandingin dengan komunisme. Yang dipentingkan itu class struggle. Orang2 yang pinter, pemilik modal, berbudaya, terpelajar, berguna malah dianggap musuh revolusi dan dibantai-bantai. Ini idealismenya komunisme.
Karl Marx tidak pernah bicara tentang hal ini. Aplikasinya di Russia dan China memang seperti itu, tapi idealisme komunis tidak begitu.
Pemberangusan Kebudayaan (dan Peradaban) bukan monopoli sistem pemerintahan komunis. Kapitalis juga begitu.

Contoh di Indonesia saja jaman VOC.
Dalam tradisi budaya Jawa Kuno, ada aturan adat yang mewajibkan seorang tuan tanah untuk menyediakan 1/5 tanah dan 1/5 labor dalam setahun diperuntukkan hasilnya khusus untuk orang-orang yang tidak punya tanah.

Oleh VOC, pelan-pelan tradisi itu diganti dengan sistem yang disebut 'tanam paksa' (Kuultursteel) di mana akhirnya 1/5 tanah "dipaksa" untuk menanam komoditas yang diinginkan VOC dan hasilnya harus dijual ke VOC.

Hasilnya tradisi adat Jawa ini akhirnya punah, karena generasi berikutnya membenci sistem ini karena hanya menguntungkan VOC. Tradisi ini punah dan Budaya yang sebenarnya ideal ini akhirnya hilang dari Jawa karena sudah terjadi pengaburan makna ideal di dalamnya.

And waktu itu VOC bukan komunis tapi kapitalis banget.

Quote:
Gua ngga maksa elu menanggapi kenapa Robert Mugabe, Pol Pot did the things they did, jadi gua juga ngga bakalan menanggapi kebodohan2 George W Bush.
Politbiro bukanlah Komunis, mereka hanya menggunakan Komunis untuk kepentingan mereka saja.
Sistem Komunis tidak pernah membenarkan orang atau sekelompok menjadi serakah. Kapitalis tidak menyalahkan karena itu adalah 'freedom.' Jadi ketika Politbiro akhirnya serakah, apakah itu karena sistemnya atau karena keserakahannya?
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009

Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
Reply With Quote