Thread: Santapan Harian
View Single Post
  #383 (permalink)  
Old 11th July 2008
talentaku's Avatar
talentaku talentaku is offline
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal: Sabtu, 12 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 25:23-44

Judul: Pembawa Damai

Salah satu ciri penting anak-anak Allah adalah membawa damai, di mana
saja ia berada (Mat. 5:9). Hal ini tidak mudah. Jangankan
mendamaikan orang lain, diri sendiri pun seringkali tidak luput
dari permusuhan dunia ini. Dunia ini penuh dengan permusuhan,
kedengkian, dan sikap-sikap yang berpusat pada diri sendiri.

Kontras dengan Nabal, suaminya yang bertindak bodoh menyulut api
peperangan (ayat 17), Abigail menunjukkan sikap yang rendah hati
dengan menyongsong Daud yang bergegas menyerang rumah mereka
(ayat 23). Ia menawarkan perdamaian dengan mempersembahkan
makanan yang dibutuhkan Daud dan para pengikutnya (ayat 18).
Dengan tulus ia mengakui kesalahan Nabal, sebagai kecerobohan
dirinya (ayat 28). Ini sikap yang terpuji. Yang menggejala
sekarang ini adalah orang pura-pura tidak tahu, bahkan
melindungi, anggota keluarga yang bersalah. Jangankan minta maaf,
bukan tidak mungkin orang yang menjadi korban justru dikecam.

Abigail dengan kecantikannya bisa saja menggoda Daud untuk
membinasakan Nabal. Tentu ia akan menjadi janda yang 'berbahagia'
karena mendapat kesempatan dinikahi Daud, petualang perkasa. Akan
tetapi, Abigail tidak demikian. Ia tidak egois, apalagi mencari
kesempatan dalam kesempitan. Kemudian akan terlihat bahwa
ketulusan dan kearifan Abigail membuahkan kedamaian. Panas hati
Daud menjadi surut. Ia bahkan bersyukur belum sampai mengumbar
dendam yang dapat mengakibatkan banjir darah (ayat 33-34). Nabal
sendiri kemudian mendapatkan hukuman dari Tuhan (ayat 38-39).
Sedangkan Abigail akhirnya dipersunting oleh Daud.

Mengambil peran sebagai pembawa damai, memang tidak selalu mudah.
Apalagi jika kita atau keluarga yang tersangkut masalah berada
pada pihak yang salah dan kalah. Kita akan cenderung membela
diri. Belajar dari situasi yang dihadapi Abigail, maka cara yang
terbaik adalah mengalah dan mengakui kesalahan kita, bila kita
memang bersalah. Biasanya orang pun akan bersedia memaafkan kita.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

1Samuel 25:23-44

23 Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas
keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya
sampai ke tanah.
24 Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya
tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini
berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
25 Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang
dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya
dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat
orang-orang yang tuanku suruh.
26 Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi
hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan
dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah
menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat
terhadap tuanku!
27 Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh
budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti
tuanku.
28 Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah
TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena
tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat
terdapat padamu selama hidupmu.
29 Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin
mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam
bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi
nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.
30 Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala
kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau
menjadi raja atas Israel,
31 maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena
menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak
sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik
kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini."
32. Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN,
Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini;
33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa
engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah
dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah
aku dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak
segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang
laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing."
35 Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya
untuk dia, dan berkata kepadanya: "Pulanglah dengan selamat ke
rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima
permintaanmu dengan baik."
36. Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal
mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja.
Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah
diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai
fajar menyingsing.
37 Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu,
diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu.
Lalu terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu.
38 Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal,
sehingga ia mati.
39 Ketika didengar Daud, bahwa Nabal telah mati, berkatalah ia:
"Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan
Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat
jahat. TUHAN telah membalikkan kejahatan Nabal ke atas kepalanya
sendiri." Kemudian Daud menyuruh orang untuk berbicara dengan
Abigail tentang mengambil dia menjadi isterinya.
40 Para hamba Daud datang kepada Abigail di Karmel dan berkata
kepadanya, demikian: "Daud menyuruh kami kepadamu untuk mengambil
engkau menjadi isterinya."
41 Lalu bangkitlah perempuan itu berdiri, sujudlah ia menyembah
dengan mukanya ke tanah sambil berkata: "Sesungguhnya, hambamu
ini ingin menjadi budak yang membasuh kaki para hamba tuanku
itu."
42 Kemudian berkemaslah Abigail dengan segera; ia menunggang
keledainya, dengan diiringi lima orang pelayan perempuan. Ia
mengikuti suruhan Daud itu dan menjadi isteri Daud.
43 Juga Ahinoam dari Yizreel telah diambil Daud menjadi
isterinya; kedua perempuan itu menjadi isterinya.
44 Tetapi Saul telah memberikan Mikhal, anaknya perempuan,
isteri Daud, kepada Palti bin Lais, yang dari Galim itu.
Reply With Quote