e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Minggu, 13 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 26:1-25
Judul: Cara Tuhan yang Berlaku
Hanya orang bodoh yang membiarkan kesempatan berlalu! Apalagi kalau
kesempatan sudah berulang kali hadir di depan mata. Mungkin itu
komentar kita melihat bagaimana Daud sekali lagi tidak
menggunakan kesempatan yang terbuka di hadapannya untuk
memastikan bahwa Saul tidak akan lagi mengejar-ngejar untuk
membinasakan dia. Bahkan sebenarnya ini kesempatan terbaik untuk
memastikan bahwa dirinya dapat menjadi raja Israel menggantikan
Saul. Bukankah Daud telah diurapi Tuhan?
Namun cara berpikir Daud berbeda dari cara kebanyakan orang yang
cenderung memikirkan kepentingan sendiri. Meski ingin meraih
kesempatan yang terbuka di depannya, Daud tidak melupakan Tuhan.
Ia mendahulukan Tuhan, yang berdaulat atas milik-Nya (ayat 9,
11). Ia percaya dan menunggu waktu Tuhan. Akan tiba saatnya, Saul
menerima hukuman bagi kejahatannya, sesuai dengan keadilan Tuhan
(ayat 10).
Dengan hikmat Tuhan, perkataan Daud kepada Saul membukakan pikiran
dan hati Saul. Pertama, tindakan Saul memburu Daud bukanlah
kehendak Tuhan, melainkan bujukan manusia. Maka tidak akan pernah
berhasil (ayat 19-20). Kedua, tindakan Daud tidak membinasakan
Saul walau kesempatan terbuka lebar, membuktikan bahwa kecurigaan
Saul kepadanya sama sekali tidak beralasan (ayat 23-24).
Akibatnya, Saul mengakui bahwa ia telah berdosa dan berlaku bodoh
serta sesat (ayat 21).
Cara Tuhan melampaui pikiran manusia. Kita tak sanggup menyelami
kecemerlangan hikmat Tuhan. Itulah terakhir kali Saul
mengejar-ngejar Daud. Daud sudah terbebas dari cengkeraman
kedengkian dan kecemburuan Saul. Tuhan memang tidak pernah
tinggal diam melihat anak-anak-Nya ditindas oleh kelaliman
orang-orang yang tidak takut Tuhan. Dia punya cara jitu dan
melampaui akal manusia, untuk menolong kita. Namun Dia
mengharapkan ketaatan total kita pada cara dan waktu Dia. Maka
jangan kacaukan hidup dengan berupaya menyelesaikan sendiri
masalah kita!
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 26:1-25
1. Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata:
"Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
2 Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan
tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari
Daud di padang gurun Zif.
3 Berkemahlah Saul di bukit Hakhila yang di tepi jalan di
padang belantara, sedang Daud tinggal di padang gurun. Ketika
diketahui Daud, bahwa Saul datang mengikuti dia ke padang gurun,
4 disuruhnyalah pengintai-pengintai, maka diketahuinyalah,
bahwa Saul benar-benar datang.
5 Berkemaslah Daud, lalu sampai ke tempat Saul berkemah. Waktu
Daud melihat tempat Saul berbaring dengan Abner bin Ner, panglima
tentaranya, --Saul berbaring di tengah-tengah perkemahan, sedang
rakyat berkemah sekelilingnya--
6. berbicaralah Daud kepada Ahimelekh, orang Het itu, dan kepada
Abisai, anak Zeruya, saudara Yoab, katanya: "Siapa turun
bersama-sama dengan aku kepada Saul ke tempat perkemahan itu?"
Jawab Abisai: "Aku turun bersama-sama dengan engkau."
7 Datanglah Daud dengan Abisai kepada rakyat itu pada waktu
malam, dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di
tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah
pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring
sekelilingnya.
8 Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah
telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu
izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak
ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua
kali."
9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab
siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas
dari hukuman?"
10 Lagi kata Daud: "Demi TUHAN yang hidup, niscaya TUHAN akan
membunuh dia: entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah
karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana.
11 Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang
yang diurapi TUHAN. Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah
kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi."
12 Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah
kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak
ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab
sekaliannya tidur, karena TUHAN membuat mereka tidur nyenyak.
13. Setelah Daud sampai ke seberang, berdirilah ia jauh-jauh di
puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar antara mereka.
14 Dan berserulah Daud kepada tentara itu dan kepada Abner bin
Ner, katanya: "Tidakkah engkau menjawab, Abner?" Maka jawab
Abner, katanya: "Siapakah engkau ini yang berseru-seru kepada
raja?"
15 Kemudian berkatalah Daud kepada Abner: "Apakah engkau ini
bukan laki-laki? Siapakah yang seperti engkau di antara orang
Israel? Mengapa engkau tidak mengawal tuanmu raja? Sebab ada
seorang dari rakyat yang datang untuk memusnahkan raja, tuanmu
itu.
16 Tidak baik hal yang kauperbuat itu. Demi TUHAN yang hidup,
kamu ini harus mati, karena kamu tidak mengawal tuanmu, orang
yang diurapi TUHAN itu. Sekarang, lihatlah, di mana tombak raja
dan kendi yang ada di sebelah kepalanya?"
17 Saul mengenal suara Daud, lalu ia berkata: "Suaramukah itu,
anakku Daud?" Jawab Daud: "Suaraku, tuanku raja."
18 Lalu berkatalah ia: "Mengapa pula tuanku mengejar hambanya
ini? Apa yang telah kuperbuat? Apakah kejahatan yang melekat pada
tanganku?
19 Oleh sebab itu, kiranya tuanku raja mendengarkan perkataan
hambanya ini. Jika TUHAN yang membujuk engkau melawan aku, maka
biarlah Ia mencium bau korban persembahan; tetapi jika itu
anak-anak manusia, terkutuklah mereka di hadapan TUHAN, karena
mereka sekarang mengusir aku, sehingga aku tidak mendapat bagian
dari pada milik TUHAN, dengan berkata: Pergilah, beribadahlah
kepada allah lain.
20 Sebab itu, janganlah kiranya darahku tertumpah ke tanah,
jauh dari hadapan TUHAN. Sebab raja Israel keluar untuk mencabut
nyawaku, seperti orang memburu seekor ayam hutan di
gunung-gunung."
21. Lalu berkatalah Saul: "Aku telah berbuat dosa, pulanglah,
anakku Daud, sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu,
karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya,
perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali."
22 Tetapi Daud menjawab: "Inilah tombak itu, ya tuanku raja!
Baiklah salah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk
mengambilnya.
23 TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang,
sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku,
tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN.
24 Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di
mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan
hendaknya Ia melepaskan aku dari segala kesusahan."
25 Lalu berkatalah Saul kepada Daud: "Diberkatilah kiranya
engkau, anakku Daud. Apa juapun yang kauperbuat, pastilah engkau
sanggup melakukannya." Lalu pergilah Daud meneruskan
perjalanannya dan pulanglah Saul ke tempatnya.
|