Thread: PL 'versus' PB
View Single Post
  #324 (permalink)  
Old 24th July 2008
SarapanPagi's Avatar
SarapanPagi SarapanPagi is offline
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,629
SarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to behold
Default

Justru itu kita perlu masuk ke pada pengertian hakiki KUK yang baru, yaitu KUK HUKUM KASIH (Matius 22:34-40). Tuhan Yesus telah merangkum Taurat itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat

Kristus tidak lagi mengajarkan "Do & Don't" seperti TAURAT, yang kasat mata, tetapi Ia telah mengubah Hukum yang bersifat FISIKAL MENJADI MORAL-SPIRITUAL.


Misalnya :
- Tidak melakukan zinah, belumlah cukup bagi hukum Yesus, karena membayangkan zinah menurut ukuranNya, adalah sudah termasuk zinah. Manusia tidak boleh berzinah dari sumbernya, yaitu dari dalam hati dan pikirannya yang penuh nafsu.

- Yesus menggandengkan perbuatan pembunuhan dengan kemarahan/ kebencian hati. Kedua-duanya harus sama mendapatkan penghukuman (Matius 5:21-22a ).


Yesus Kristus meningkatkan standard moral terhadap apa yang telah difirmankan Allah dalam 'ASERET HADEVÂRĪM bagian dari Taurat yang sudah menjadi hukum baku diantara bani Israel. Yesus memperhadapkan "apa kata firman Allah" dengan "apa kata Yesus". Itu jelas tidak bisa dilakukan oleh "Akunya" Yesus dengan otoritas yang kurang dari Allah!. Maka, apa yang dikatakanNya dalam Matius 5:21-22a jelas adalah suatu perkataan Otoritas, dimana yang mengucapkan itu Allah sendiri.

Kalau Musa sekedar pembawa Hukum, Yesus Kristus adalah Hukum itu sendiri. Dia adalah Hukum!

Paulus, mantan Farisi yang hafal betul Taurat, tidak lagi menoleh kepada Taurat. Ia telah mengalihkan padangannya kepada Dia yang Empunya Hukum itu. Untuk itulah Paulus berani berkonklusi :


* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat (END OF THE LAW), sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.


* Efesus 2:15
"sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT DENGAN SEGALA PERINTAH DAN KETENTUANNYA, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,"



Paulus paham betul, apa yang ditulisnya tidak bertentangan dengan Sabda Yesus sendiri :


* Lukas 16:16a
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes,
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
Reply With Quote