Quote:
Originally Posted by Leonardo76
Salam kenal agus
Are your serious ?
Karena ajaran pembenaran Katolik yang berasal dari satu titik pertobatan (menerima Jesus sebagai juruselamat) terus berjalan sampai akhir hidupnya penuh jatuh bangun.
Sangat bertolak belakang dengan justifikasi Calvin yang mengandaikan pembenaran itu telah selesai ketika seseorang bertobat (menerima Jesus sebagai juruselamat).
Kalau bisa ada link2 yang menyatakan itu tolong diberi tahu
salam damai 
|
Leonardo,
Observasi anda benar: Calvin mengajarkan kepastian keselamatan (justification dll) sebagai satu TITIK terjadi saat percaya dan sah sampai mati. ITULAH YG DISANGKALI orang2 REFORMED dan Calvinis dewasa ini misalnya R.C. Sproul, John Piper, Arthur Pink, seminari STTRII, seminari SAAT dll: yang ngaku Calvinis tetapi mirip Katolik tsb. mengajarkan keselamatan akhir untuk masuk surga sebagai SATU GARIS pengudusan. Jadi persis sama dengan ajaran Katolik. Coba anda baca lagi tulisan pertama dengan referensi2nya. Saya akan kirim kemudian.
Ajaran kepastian keselamatan dalam reformed injili BUKAN calvinis dalam arti sebenarnya tetapi justru SAMA dengan ajaran Katolik dan arminian.
Arminianisme mengajar bahwa kalau tidak kudus sampai mati maka diakhirnya keselamatan DICABUT SAAT MATI.
Reformed Injili mengajar pada intinya sama: KALAU TIDAK KUDUS SAMPAI MATI BERARTI TIDAK SELAMAT DARI AWAL.
Katolik Trente dengan jelas mengajarkan keselamatan sebagian karya Allah sebagian karya manusia.
BAHASA YG DIPAKAI REFORMED INJILI, ARMINIAN DAN KATOLIK MEMANG BEDA PENJELASAN TETAPI INTI ESENSI FINALNYA SAMA SAJA: KUDUS SAMPAI MATI BARU SELAMAT.
Itulah inti tulisan orang Reformed injili dewasa ini: SUDAH KEMBALI KE ROMA. Coba baca tulisan awal.